Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peran Kualitas Produk, Persepsi Harga, dan Kesadaran Merek terhadap Minat Beli Ulang Pelanggan Makanan Anjing Denise Komaludin; Cokki Cokki
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v5i4.26950

Abstract

Penelitian ini mengisi senjang penelitian sebelumnya dengan mengeksplorasi minat konsumen untuk membeli ulang makanan anjing merek Pawmeals di DKI Jakarta. Variabel yang diteliti mencakup kualitas produk, persepsi harga, kesadaran merek, kepuasan pelanggan, dan minat beli ulang kembali. Dengan sampel 163 pelanggan Pawmeals, metode convenience sampling digunakan dengan menyebarkan kuesioner daring dan menganalisis data menggunakan PLS-SEM. Hasil menunjukkan bahwa kualitas produk dan kesadaran merek memengaruhi kepuasan pelanggan, sementara persepsi harga dan kesadaran merek memengaruhi minat beli ulang. Kualitas produk juga memiliki pengaruh tidak langsung terhadap minat beli ulang melalui kepuasan pelanggan sebagai mediator. This research bridges the gap in previous studies by exploring consumer repurchase intentions of Pawmeals dog food brand in DKI Jakarta. The variables under investigation include product quality, price perception, brand awareness, customer satisfaction, and repurchase intention. Using a sample of 163 Pawmeals customers, convenience sampling was employed, and online questionnaires were distributed, with data analyzed using PLS-SEM. The findings indicate that product quality and brand awareness influence customer satisfaction, while price perception and brand awareness affect repurchase intention. Product quality also indirectly affects repurchase intention through customer satisfaction as a mediator.
Perbandingan Pengaruh Pendukung Selebriti Keanu dan Anggun terhadap Niat Pembelian Sampo Pantene Leni Faroka Gunardi; Cokki Cokki
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v5i4.26976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh dua selebriti, yaitu Anggun dan Keanu, terhadap niat pembelian produk sampo Pantene. Sampel yang digunakan sebanyak 200 orang, yaitu 100 orang untuk masing-masing selebriti. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Multi Group Analysis (PLS-MGA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendukung selebriti memiliki dampak positif pada citra merek, dan citra merek memiliki dampak positif pada niat pembelian. Secara spesifik, Anggun memiliki dampak yang lebih besar daripada Keanu pada citra merek. This study aims to compare the influence of two celebrities, namely Anggun and Keanu, on the purchase intention of Pantene shampoo products. A total of 200 respondents were used, with 100 respondents for each celebrity. Data were collected using a questionnaire and analyzed using Partial Least Squares-Multi Group Analysis (PLS-MGA). The results of the study show that celebrity endorsers have a positive impact on brand image, and brand image has a positive impact on purchase intention. Specifically, Anggun has a greater impact on brand image compared to Keanu.
Gacha Addiction and In-App Purchases: A Study on Genshin Impact Players in Indonesia Cokki Cokki; Haris Maupa; Wanstum Wanstum; Syarifuddin Sulaiman
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan Volume 19 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Faculty of Economics and Business Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2025.v19.i01.p03

Abstract

The purpose of this study was to examine the impact of gacha addiction and good price on the intention to purchase in-app items, with mobile game loyalty as a mediating variable. The research employed a quantitative approach using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to analyze survey data collected from 208 Genshin Impact players in Indonesia through random sampling and online questionnaires. The results indicate that gacha addiction significantly influences the intention to purchase in-app items, while good price has a moderate effect. Additionally, mobile game loyalty serves as a partial mediator in the relationship between gacha addiction and purchase intention. Keywords: Gacha Addiction; Genshin Impact; Good price; In-App Purchase Intention; Mobile game loyalty
Peran Selebriti, Ulasan, dan Keamanan Bahan terhadap Niat Beli Produk Perawatan Kulit Winda Nuriska; Cokki Cokki
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v6i3.31607

Abstract

Industri kecantikan saat ini sangat kompetitif dengan perkembangan sekitar 4,59% setiap tahunnya. Penelitian ini mengisi senjang pengetahuan pada penelitian sebelumnya dengan menggali lebih dalam tentang niat konsumen untuk membeli sebuah produk dan melengkapi penelitian-penelitian sebelumnya yang masih terbatas diteliti mengenai variabel keamanan bahan pada produk perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh dukungan selebriti, ulasan pelanggan online, keamanan bahan terhadap niat beli baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepercayaan merek. Sampel dari penelitian ini adalah 202 pelanggan Herborist di Jakarta, teknik pemilihan sampel menggunakan convenience sampling, teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan teknik analisis data menggunakan PLS-SEM. Penelitian ini menemukan hasil bahwa niat beli dipengaruhi secara langsung dan tidak langsung oleh dukungan selebriti kemudian secara tidak langsung oleh ulasan pelanggan online dan keamanan bahan melalui kepercayaan merek sebagai mediator. The beauty industry is currently highly competitive with an estimated annual growth of around 4,59%. This research addresses the knowledge gap in previous studies by delving deeper into consumer intentions to purchase a product and complementing earlier studies that have limited exploration of safety variables in skincare products. The aim of this study is to examine the influence of celebrity endorsements, online customer reviews, and ingredient safety on purchase intentions, both directly and indirectly through brand trust. The study sample consists of 202 Herborist customers in Jakarta, employing convenience sampling for sample selection, a questionnaire for data collection, and PLS-SEM for data analysis. The findings reveal that purchase intentions are directly and indirectly influenced by celebrity endorsements, followed by indirect influences from online customer reviews and ingredient safety through brand trust as a mediator.
Demografi dan pola penggunaan kartu kredit di Jabodetabek: Analisis berbasis persepsi dan psikografi Danu Prayoga; Cokki Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37555

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence the number of credit cards owned by consumers in the Greater Jakarta area (Jabodetabek) by examining demographic, usage pattern, perception, and psychographic variables. A total of 305 credit card users were selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Chi-square Automatic Interaction Detection (CHAID) algorithm to identify the variables that significantly contribute to the number of credit cards owned. The results indicate that age and annual income are significant demographic factors. In terms of usage patterns, payment methods and usage frequency are the primary factors that increase the likelihood of owning more than one credit card. For perception variables, perceived ease of use and the view of credit cards as a symbol of social status were found to influence the number of cards owned. Additionally, psychographic aspects—such as interest in installment facilities and a sense of security when using credit cards—also play an important role in increasing credit card ownership. These findings provide implications for the banking industry in designing more targeted credit card marketing strategies. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kepemilikan kartu kredit di Jabodetabek dengan mempertimbangkan variabel demografi, pola penggunaan, persepsi, dan psikografis. Sebanyak 305 pengguna kartu kredit dipilih melalui metode purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan algoritma Chi-square Automatic Interaction Detection (CHAID) untuk mengidentifikasi variabel yang memberikan kontribusi signifikan terhadap jumlah kartu yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan pendapatan tahunan merupakan faktor demografis yang berpengaruh signifikan. Dari sisi pola penggunaan, metode pembayaran dan frekuensi penggunaan menjadi faktor utama yang meningkatkan peluang memiliki lebih dari satu kartu kredit. Pada variabel persepsi, kemudahan penggunaan dan persepsi kartu kredit sebagai simbol status sosial terbukti memengaruhi jumlah kepemilikan kartu. Selain itu, aspek psikografis seperti minat pada fasilitas cicilan dan rasa aman bertransaksi turut berperan dalam meningkatkan jumlah kepemilikan kartu. Temuan ini memberikan implikasi bagi industri perbankan dalam merancang strategi penawaran kartu kredit yang lebih tepat sasaran.
Pengaruh kualitas layanan kesehatan terhadap kepuasan dan loyalitas pasien di RSUD Ciawi Abellia Abellia; Cokki Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i2.37556

Abstract

The quality of healthcare services plays a crucial role in determining patient satisfaction and loyalty, particularly in regional hospitals that operate as public service institutions. This research aims to examine how service quality influences patient satisfaction and loyalty at Ciawi Regional Hospital. Employing a quantitative research design, the study involved 200 respondents who had received treatment at least twice. Data were analyzed using Variance-Based Structural Equation Modeling supported by SmartPLS software. The findings reveal that (1) Service quality positively impacts patient satisfaction; (2) Service quality positively affects patient loyalty; and (3) Patient satisfaction positively contributes to patient loyalty. Among the service dimensions, care and assurance emerged as the strongest predictors of patient loyalty. These results reinforce the SERVQUAL framework and theories of service loyalty by highlighting that loyalty arises not only from satisfaction with functional service elements but also from emotional bonds and trust in the healthcare institution. Practically, the study offers guidance for Ciawi Regional Hospital’s management to enhance service quality by implementing empathetic communication training and strengthening feedback mechanisms to foster long-term patient loyalty. Kualitas pelayanan kesehatan merupakan elemen krusial dalam membentuk kepuasan serta kesetiaan pasien, khususnya pada rumah sakit daerah yang berfungsi sebagai penyedia layanan publik. Penelitian ini bertujuan menelaah sejauh mana kualitas layanan memengaruhi kepuasan dan loyalitas pasien di RSUD Ciawi. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 200 responden yang pernah menjalani perawatan setidaknya dua kali. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis varian dengan dukungan perangkat lunak SmartPLS. Temuan penelitian mengungkap bahwa (1) Kualitas layanan memberikan dampak positif terhadap kepuasan pasien; (2) Kualitas layanan juga berpengaruh positif pada loyalitas pasien; dan (3) Kepuasan pasien turut meningkatkan loyalitas mereka. Di antara berbagai dimensi kualitas layanan, aspek kepedulian dan jaminan menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam membentuk loyalitas pasien. Hasil ini memperkuat model SERVQUAL dan teori loyalitas layanan dengan menunjukkan bahwa loyalitas tidak hanya terbentuk dari kepuasan terhadap aspek fungsional, tetapi juga melalui kedekatan emosional dan rasa percaya terhadap rumah sakit. Secara praktis, temuan ini menjadi acuan bagi manajemen RSUD Ciawi untuk meningkatkan mutu layanan melalui pelatihan komunikasi empatik serta penguatan mekanisme umpan balik pasien demi mendorong loyalitas jangka panjang.
Peran prosedur administrasi, waktu tunggu, hubungan pasien-dokter, dan kepercayaan pasien terhadap kepuasan pasien di RSUD Ciawi Faizah Salsabila Kurniawan; Cokki Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 3 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i3.37578

Abstract

Unclear administrative procedures make it difficult for patients to secure appointments. The administration department at the Ciawi Regional Hospital is sometimes open and sometimes closed, hindering procedures that should be running smoothly. In addition to the aforementioned issues, the Ciawi Regional Hospital has long wait times due to doctors arriving late or not on schedule. The relationship between patients and doctors at Ciawi Regional Hospital is well-established. Doctors provide clear information about patients' illnesses, and if any immediate action is required, they promptly provide guidance for patients to receive treatment as soon as possible. This study used quantitative methods, the results of which can be presented in the form of data. The data was then processed using SmartPLS with 240 patients at Ciawi Regional Hospital. The results indicate that administrative procedures, waiting times, patient-doctor relationships, and patient trust have a positive impact on patient satisfaction at Ciawi Regional Hospital. The contribution of this study lies in providing the latest empirical evidence regarding the factors influencing patient satisfaction in the context of regional hospitals, particularly regarding the variables of administrative procedures and waiting times which are rarely tested comprehensively in public health facilities. Prosedur Administrasi yang kurang jelas sehingga membuat pasien kesusahan dalam mendapatkan waktu periksa. Bagian administrasi pada RSUD terkadang buka dan terkadang tutup, sehingga prosedur yang harusnya berjalan dengan baik menjadi terhambat. Selain fenomena diatas, RSUD memiliki waktu tunggu yang lama dikarenakan dokter praktek yang datang terlambat atau tidak sesuai jadwal. Mengenai hubungan pasien dan dokter di RSUD Ciawi terjalin dengan baik. Dokter memberikan informasi mengenai penyakit pasien dengan jelas, dan apabila ada tindakan yang harus segera dilakukan, dokter segera memberikan arahan pasien untuk mendapatkan penanganan yang sesegera mungkin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang dimana hasilnya dapat disajikan berupa data. Kemudian, data tersebut diolah menggunakan SmartPLS dengan jumlah responden sebanyak 240 pasien RSUD Ciawi. Hasilnya menyatakan bahwa prosedur administrasi, waktu tunggu, hubungan pasien-dokter, dan kepercayaan pasien berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien di RSUD Ciawi. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemberian bukti empiris terbaru mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien dalam konteks rumah sakit daerah, khususnya terkait variabel prosedur administrasi dan waktu tunggu yang jarang diuji secara komprehensif pada fasilitas kesehatan publik.
Pengaruh Konten Buatan Pengguna, Elektronik dari Mulut ke Mulut, dan Pemasaran Media Sosial terhadap Citra Merek H&M di Jakarta Suwandi Chandra; Cokki Cokki
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i2.37265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konten buatan pengguna, elektronik dari mulut ke mulut, dan pemasaran media sosial terhadap citra merek H&M di Jakarta. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara aksidental yang telah diisi oleh 147 responden melalui kuesioner berupa Google Forms. Teknik analisis data yang digunakan di penelitian ini adalah Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konten buatan pengguna dan pemasaran media sosial memiliki pengaruh positif terhadap citra merek, akan tetapi elektronik dari mulut ke mulut tidak memiliki pengaruh positif terhadap citra merek. Selain itu pemasaran media sosial memiliki pengaruh positif terhadap elektronik dari mulut ke mulut. This study aims to examine the influence of user-generated content, electronic word of mouth, and social media marketing on H&M's brand image in Jakarta. This study uses a sampling technique in the form of convenience sampling which has been filled in by 147 respondents via a questionnaire in the forms of Google Forms. The data analysis technique used in this study is Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results of this study show that user-generated content and social media marketing have a positive influence on brand image, but electronic word of mouth does not have a positive influence on brand image. In addition, social media marketing has a positive influence on electronic word of mouth.
Pengaruh Duta Merek, Persepsi Kualitas, dan E-WOM: Niat Beli Innisfree Berdasarkan Gender Panca Sampurna; Cokki Cokki
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i2.37621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh duta merek dan persepsi kualitasterhadap niat beli dengan eWOM sebagai mediasi produk Innisfree di Indonesia pada laki-laki dan perempuan. Sampel yang digunakan sebanyak 330 masyarakat Indonesia yang mengetahui merek Innisfree dan Minyu Seventeen sebagai brand ambassador. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel berupa convenience sampling dengan membagikan kuesioner secara online. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa duta merek memiliki pengaruh positif terhadap niat beli pada perempuan namun tidak berpengaruh positif pada laki-laki. Selanjutnya, persepsi kualitas tidak memiliki pengaruh positif terhadap niat beli pada semua gender. Selain itu E-WOM memiliki pengaruh positif terhadap niat beli pada semua gender namun laki-laki memiliki pengaruh lebih besar dari pada perempuan. Lebih lanjut, persepsi kualitas memiliki pengaruh positif terhadap niat beli pada semua gender dan tidak memiliki perbedaan. Selain itu, persepsi kualitas memiliki pengaruh positif terhadap niat beli yang dimediasi oleh E-WOM pada semua gender dan tidak memiliki perbedaan. This study aims to examine the influence of brand ambassadors and perceived quality on purchase intention with E-WOM as a mediator of Innisfree products in Indonesia for men and women. The sample used was 330 Indonesian people who knew the Innisfree brand and Minyu Seventeen as a brand ambassador. This study used a convenience sampling technique by distributing questionnaires online. The data analysis technique used Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that brand ambassadors had a positive influence on purchase intention for women but did not have a positive effect on men. Furthermore, perceived quality did not have a positive effect on purchase intention for all genders. In addition, E-WOM had a positive effect on purchase intention for all genders, but men had a greater influence than women. Furthermore, perceived quality had a positive effect on purchase intention for all genders and did not have any differences. In addition, perceived quality had a positive effect on purchase intention mediated by E-WOM for all genders and did not have any differences.