Ary Satria Pamungkas
Universitas Tarumanagara

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Faktor yang Memengaruhi Financial Well-Being Pekerja Jakarta dengan Financial Behavior sebagai Mediasi Stevia Carla Sucipto; Ary Satria Pamungkas
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37978

Abstract

Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional memiliki aktivitas bisnis dan ekonomi yang sangat tinggi, yang berdampak pada meningkatnya biaya hidup masyarakatnya. Meskipun Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 menjadi Rp 5,39 juta dan menjadi yang tertinggi di Indonesia, upah tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan hidup di Jakarta. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan menjadi hal penting untuk menjaga stabilitas finansial. Minimnya ruang untuk menabung, kurangnya kesiapan menghadapi keadaan darurat, serta ketergantungan pada pinjaman jangka pendek menunjukkan bahwa tidak semua individu memiliki pengelolaan keuangan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh financial socialization dan locus of control terhadap financial well-being, baik secara langsung maupun melalui financial behavior. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kuesioner yang disebarkan kepada pekerja full-time berdomisili di Jakarta yang telah menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1), dengan jumlah sampel sebanyak 352 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling yang diolah melalui SmartPLS versi 4.1.1.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial socialization, locus of control, dan financial behavior berpengaruh positif terhadap financial well-being. Sosialisasi keuangan dari orang tua serta keyakinan individu dalam mengendalikan hidup terbukti membentuk perilaku keuangan yang lebih baik. Perilaku keuangan yang disiplin seperti menabung, mengatur pengeluaran, dan merencanakan keuangan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan finansial. Selain itu, financial behavior memediasi pengaruh financial socialization dan locus of control terhadap financial well-being sehingga kedua faktor tersebut lebih berdampak ketika diwujudkan dalam kebiasaan keuangan yang konsisten. Jakarta, as the center of national economic activity, has very high levels of business and economic transactions, which contribute to the increasing cost of living for its residents. Although the Provincial Minimum Wage (UMP) for 2025 has reached IDR 5.39 million, making it the highest in Indonesia, this income level is still insufficient to fully meet the cost of living in Jakarta. Therefore, the ability to manage personal finances becomes essential in maintaining financial stability. Limited opportunities to save, insufficient preparedness for emergency situations, and reliance on short-term loans indicate that not all individuals possess healthy financial management practices. This study aims to examine the influence of financial socialization and locus of control on financial well-being, both directly and indirectly through financial behavior as a mediating variable. The research employs a descriptive quantitative approach using a questionnaire distributed to full-time employees domiciled in Jakarta who have completed undergraduate (S1) education, with a total sample of 352 respondents. Data analysis was conducted using Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) processed through SmartPLS version 4.1.1.6. The findings indicate that financial socialization, locus of control, and financial behavior have a positive effect on financial well-being. Financial socialization from parents and individuals’ beliefs in their ability to control their lives are proven to shape better financial behavior. Disciplined financial behaviors, such as saving, managing expenses, and financial planning, are key factors in improving financial well-being. Moreover, financial behavior mediates the effects of financial socialization and locus of control on financial well-being, indicating that these factors become more impactful when translated into consistent financial habits.
Pengaruh Film terhadap Motivasi Berinvestasi dan Niat Berinvestasi: Studi Eksperimental pada Mahasiswa Nanako Keisya Emanuella; Ary Satria Pamungkas; Cokki Cokki
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.38081

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan akses informasi dan kemudahan transaksi di pasar modal, sehingga mendorong generasi muda untuk semakin dekat dengan aktivitas investasi. Meskipun demikian, sejumlah survei nasional menunjukkan bahwa tingginya minat dan ketertarikan Generasi Z terhadap investasi belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku investasi yang stabil. Ketidakkonsistenan ini menandakan bahwa keputusan untuk berinvestasi dipengaruhi oleh aspek psikologis, khususnya motivasi individu. Di sisi lain, konsumsi media visual termasuk film, semakin meningkat dan menjadi bagian dari keseharian Generasi Z. Sebagai media naratif, film memiliki kemampuan membangun alur cerita yang menggugah emosi, membentuk persepsi, serta mengubah cara pandang seseorang terhadap suatu fenomena, termasuk isu keuangan dan pasar modal. Dengan karakteristik tersebut, film berpotensi memengaruhi motivasi berinvestasi dan niat berinvestasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi berinvestasi terhadap niat berinvestasi serta mengidentifikasi perubahan pada kedua variabel tersebut sebelum dan sesudah paparan film The Goldfinger, yang menggambarkan praktik manipulasi pasar modal. Sampel terdiri dari 99 mahasiswa S1 Manajemen Universitas Tarumanagara yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Desain penelitian menggunakan One Group Pretest–Posttest, dengan analisis data melalui PLS-SEM dan uji Peringkat Bertanda Wilcoxon untuk menguji perbedaan pasca-perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berinvestasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berinvestasi pada kedua kondisi. Selain itu, ditemukan perbedaan motivasi berinvestasi dan niat berinvestasi sebelum dan sesudah perlakuan, sehingga mengindikasikan bahwa film mampu membentuk perubahan psikologis yang relevan terhadap kecenderungan perilaku investasi. The advancement of digital technology has enhanced access to information and simplified transaction in the capital market, thereby encouraging younger generations to engage with investment activities. Nevertheless, national surveys indicate that the level of interest and enthusiasm for investing among Generation Z has not been fully reflected in consistent investment behavior. This inconsistency suggests that investment decisions are shaped by psychological aspects, particularly individual motivation. At the same time, the consumption of visual media, including films, continues to rise and has become an integral part of Generation Z’s daily life. As a narrative medium, film has the capacity to construct emotionally engaging storylines, shape perceptions, and influence how individuals interpret phenomena, including financial issues and capital market dynamics. Given these characteristics, films may influence investment motivation and investment intention. This study also aims to examine the influence of investment motivation on investment intention and to identify changes in both variables before and after exposure to The Goldfinger film, which portrays market manipulation practices. The sample consists of 99 undergraduate Management students from Tarumanagara University, selected using a convenience sampling technique. The research employs a One Group Pretest–Posttest design, with data analyzed using PLS-SEM and the Wilcoxon Signed Ranked test to assess post-treatment differences. The findings indicate that investment motivation exerts a positive and significant influence on investment intention in both conditions. Furthermore, differences in investment motivation and investment intention were observed before and after the treatment, suggesting that film exposure can induce psychological changes relevant to investment-related behavioral tendencies.