Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS Septa Setyawan; Sono Sono
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.684 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.531

Abstract

Sampai saat ini belum ada kepastian terkait hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah  sewaktu  sehingga masih menjadi bahan diskusi untuk mendapatkan kepastian.  Penelitian ini bertujuan untuk memastikan hubungan antara variabel aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotabumi II Lampung Utara tahun 2014. Desain penelitian  ini korelasi analitik, dengan metode pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini 77 responden menggunakan teknik accidentalsampling. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa 49 pasien diabetes melitus (63,63%) melakukan kebiasaan aktivitas fisik sesuai anjuran, dan 56 pasien diabetes melitus (72,72%) mempunyai kadar glukosa darah sewaktu yang terkontrol. Berdasarkan analisis bivariat dengan uji chi-square didapatkan 40 pasien diabetes melitus (71,42%) mempunyai kadar glukosa darah sewaktu terkontrol melakukan kebiasaan aktivitas fisik sesuai anjuran dan 12 pasien diabetes melitus (57,14%) mempunyai kadar glukosa darah sewaktu tidak terkontrol melakukan kebiasaan aktivitas tidak sesuai anjuran. Dengan (α = 0,05), dan df(derajat kebebasan) = 1 yaitu  3,847, maka diperoleh  hit 4,4  > tab 3,841. Maka Ho ditolak berarti signifikan atau terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien 
Senam Kaki Terapi Alternatif Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Wilayah Kotabumi Lampung Utara Tahun 2019 Ihsan Taufiq; Heni Apriyani; Sono Sono
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 1 April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i1.14

Abstract

Komplikasi kronik yang dapat terjadi pada penyakit Diabetes mellitus diantaranya adalah  terjadinya makro dan mikroangiopati. Masalah jangka panjang yang terjadi adalah gangguaan pada ginjal berupa nefropati, gangguan pada sistem saraf  berupa stroke gangguan pada jantung berupa miokard infark dan juga permasalahan akibat makroangipati adalah terjadi ulkus kaki diabetik yang berdampak terjadinya amputasi. Penyulit- penyulit menahun, seperti penyakit serebro vaskuler, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah tungkai, penyulit pada mata, ginjal dan syaraf  akan terjadi jika penyakit DM tidak dikelolal dengan baik. (Waspadji, 2009). Pengabdian masyarakat  ini mengaplikasikan latihan fisik: senam kaki pada penderita DM tipe II di Puskesmas Abung Kunang Lampung Utara, dilaksanakan pada bulan September - November 2019.  Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan kesehatan, latihan fisik: senam kaki, pemeriksaan kesehatan gula darah.  Sasaran pengabdian masyarakat ini  adalah penderita DM tipe II di Puskesmas Abung Kunang Lampung Utara khususnya di Desa Sabuk Empat yang bergabung dalam kelompok PPDM berjumlah kurang lebih 15 - 20 orang. Diperoleh hasil terjadinya peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan DM, GDP terkontrol, mandiri dalam latihan senam kaki, penurunan keluhan pada kaki akibat komplikasi DM.
Pemberdayaan Kader Posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Negara Ratu Dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular yang Dapat Memperberat COVID-19 Heni Apriyani; Ihsan Taufiq; Sono Sono; Amrul Hasan
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 3 Nomor 2 Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v3i2.167

Abstract

Indonesia menghadapi beban ganda penyakit, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) terus meningkat dan pada tahun 2016 berkontribusi pada 73% dari seluruh kematian di Indonesia. Prevalensi penyakit jantung berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 dan 2018 menunjukkan bahwa prevalensi penyakit jantung koroner berdasarkan diagnosis dan gejala sebesar 1,5%. Berdasarkan profil Puskesmas Negara Ratu tahun 2019 prevalensi penyakit tidak menular masuk ke dalam 10 macam penyakit tertinggi, dimana Hipertensi menempati urutan 5 sedangkan Diabetes Mellitus pada urutan ke 10. Kondisi ini dialami di Desa Hanakau Jaya dan Desa Padang Ratu yang merupakah wilayah kerja Puskesmas tersebut. Hipertensi dan DM merupakan penyakit serius yang dapat memperberat kondisi COVID-19. Peran aktif Kader Posbindu menjadi sangat penting dalam pengendalian COVID-19 melalui deteksi dini Hipertensi dan DM. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kader Posbindu dalam pengendalian Hipertensi dan DM dikaitkan dengan COVID-19. Metode pelaksanaan melalui Pelatihan Kader Posbindu di Desa Hanakau Jaya dan Padang Ratu, Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara, berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi, dilaksanakan pada tahun 2021. Hasil dan simpulan menunjukkan bahwa 100% Kader Posbindu memiliki pengetahuan yang baik tentang Hipertensi dan DM dikaitkan dengan COVID-19, dan memiliki keterampilan untuk mengukur Indeks Massa Tubuh, Mengukur Tekanan Darah dan Mengukur Kadar Gula Darah secara sederhana.