Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFIKASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN PADA PASIEN DI RUANG PARU SEBUAH RUMAH SAKIT Heni Apriyani
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.906 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.527

Abstract

Salah satu kegiatan yang penting dalam proses keperawatan adalah pengkajian keperawatan. Pengalaman menunjukkan bahwa sering sekali perawat kesulitan dalam menentukan diagnosis keperawatan spesifik yang dialami oleh pasien.Hal ini mungkin karena pengkajian keperawatan yang tidak terstruktur dengan baik.Sejauh ini belum ada standar asuhan keperawatan yang disepakati terkait perawatan pasien dengan gangguan pernapasan.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi diagnosis keperawatan yang dialami pasien yang dirawat di Ruang Paru di RSD HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara. Penelitian dengan rancangan deskriptif dilakukan selama 1 bulan (September s.d Oktober 2014), terhadap 30 responden pasien dengan gangguan pernapasan menggunakan accidental sampling dan 2 responden perawat untuk penegakan diagnosis keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 2 diagnosis keperawatan yang ditegakkan oleh perawat ruangan yaitu Bersihan jalan napas tidak efektif dan Pola napas tidak efektif.Sedangkan diagnosis keperawatan yang ditegakkan oleh peneliti lebih beragam meliputi aspek biopsikososial spiritual. Bersihan jalan napas tidak efektif dialami oleh 100% responden, pola napas tidak efektif dialami oleh 100% responden, risiko trauma vascular dialami oleh 100% responden, defisit perawatan diri: mandi, berpakaian, makan, dan aliminasi, dialami oleh 93% responden, kesiapan meningkatkan pengetahuan dialami oleh 90% responden, mual dialami oleh 77% responden, gangguan body image dialami oleh 70% responden.Saran bagi pihak RS menggunakan instrumen pengkajian terstruktur berdasarkan NANDA, sehingga selanjutnya dapat dibuat standar asuhan keperawatan di ruang paru. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN TIDUR PASIEN POST OPERASI DI RSD HM RYACUDU KOTABUMI Heni Apriyani
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.685 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i1.137

Abstract

Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh semua orang, dan dapat mengalami perubahan. Perubahan ini tergantung pada status fisiologis, psikologis, dan lingkungan fisik klien. Kualitas dan kuantitas tidur seseorang dipengaruhi oleh penyakit, lingkungan, gaya hidup, kecemasan, alcohol, obat-obatan., dan diet.  Tindakan operasi adalah salah satu indikasi yang membuat seseorang harus mengalami hospitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara-faktor-faktor yang berpengaruh terhadap gangguan pemenuhan kebutuhan tidur pasien post operasi yang dirawat di Ruang Bedah di RSD  HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tahun 2011, selama bulan November – Desember. Desain penelitian adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional, yang melibatkan 40 responden melalui teknik accidental sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada α = 0,05, ada  hubungan yang signifikan antara penyakit dan gangguan pemenuhan kebutuhan tidur pada pasien post operasi (nilai p=0,03), ada hubungan yang signifikan antara lingkungan  dan gangguan pemenuhan kebutuhan tidur pasien pot operasi (nilai p = 0.03), tidak ada hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan  gangguan pemenuhan kebutuhan tidur pasien pot operasi (nilai p = 1,00), tidak ada hubungan yang signifikan antara diet  dan gangguan pemenuhan kebutuhan tidur pasien post operasi (nilai p = 0,4), tidak ada hubungan yang signifikan antara obat  dan gangguan pemenuhan kebutuhan tidur pasien pot operasi (nilai p = 1,00), dan ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup dan gangguan pemenuhan kebutuhan tidur pasien pot operasi (nilai p = 0,006). Saran bagi pihak RS adalah melaksanakan intervensi keperawatan untuk mengatasi nyeri post operasi, memodifikasi lingkungan dan mencegah kelelahan pada pasien. Sedangkan rekomendasi bagi peneliti selanjutnya adalah memperbesar jumlah sampel dengan teknik probability sampling.
Senam Kaki Terapi Alternatif Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Wilayah Kotabumi Lampung Utara Tahun 2019 Ihsan Taufiq; Heni Apriyani; Sono Sono
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 1 April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i1.14

Abstract

Komplikasi kronik yang dapat terjadi pada penyakit Diabetes mellitus diantaranya adalah  terjadinya makro dan mikroangiopati. Masalah jangka panjang yang terjadi adalah gangguaan pada ginjal berupa nefropati, gangguan pada sistem saraf  berupa stroke gangguan pada jantung berupa miokard infark dan juga permasalahan akibat makroangipati adalah terjadi ulkus kaki diabetik yang berdampak terjadinya amputasi. Penyulit- penyulit menahun, seperti penyakit serebro vaskuler, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah tungkai, penyulit pada mata, ginjal dan syaraf  akan terjadi jika penyakit DM tidak dikelolal dengan baik. (Waspadji, 2009). Pengabdian masyarakat  ini mengaplikasikan latihan fisik: senam kaki pada penderita DM tipe II di Puskesmas Abung Kunang Lampung Utara, dilaksanakan pada bulan September - November 2019.  Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan kesehatan, latihan fisik: senam kaki, pemeriksaan kesehatan gula darah.  Sasaran pengabdian masyarakat ini  adalah penderita DM tipe II di Puskesmas Abung Kunang Lampung Utara khususnya di Desa Sabuk Empat yang bergabung dalam kelompok PPDM berjumlah kurang lebih 15 - 20 orang. Diperoleh hasil terjadinya peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan DM, GDP terkontrol, mandiri dalam latihan senam kaki, penurunan keluhan pada kaki akibat komplikasi DM.
Pemberdayaan Kader Posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Negara Ratu Dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular yang Dapat Memperberat COVID-19 Heni Apriyani; Ihsan Taufiq; Sono Sono; Amrul Hasan
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 3 Nomor 2 Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v3i2.167

Abstract

Indonesia menghadapi beban ganda penyakit, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) terus meningkat dan pada tahun 2016 berkontribusi pada 73% dari seluruh kematian di Indonesia. Prevalensi penyakit jantung berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 dan 2018 menunjukkan bahwa prevalensi penyakit jantung koroner berdasarkan diagnosis dan gejala sebesar 1,5%. Berdasarkan profil Puskesmas Negara Ratu tahun 2019 prevalensi penyakit tidak menular masuk ke dalam 10 macam penyakit tertinggi, dimana Hipertensi menempati urutan 5 sedangkan Diabetes Mellitus pada urutan ke 10. Kondisi ini dialami di Desa Hanakau Jaya dan Desa Padang Ratu yang merupakah wilayah kerja Puskesmas tersebut. Hipertensi dan DM merupakan penyakit serius yang dapat memperberat kondisi COVID-19. Peran aktif Kader Posbindu menjadi sangat penting dalam pengendalian COVID-19 melalui deteksi dini Hipertensi dan DM. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kader Posbindu dalam pengendalian Hipertensi dan DM dikaitkan dengan COVID-19. Metode pelaksanaan melalui Pelatihan Kader Posbindu di Desa Hanakau Jaya dan Padang Ratu, Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara, berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi, dilaksanakan pada tahun 2021. Hasil dan simpulan menunjukkan bahwa 100% Kader Posbindu memiliki pengetahuan yang baik tentang Hipertensi dan DM dikaitkan dengan COVID-19, dan memiliki keterampilan untuk mengukur Indeks Massa Tubuh, Mengukur Tekanan Darah dan Mengukur Kadar Gula Darah secara sederhana.