Sri Wahyuni
Jurusan Teknik Gigi, Poltekkes Tanjungkarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Pelayanan Gigi Di Puskesmas Way Laga Kota Bandar Lampung Avoanita Yosa; Sri Wahyuni
Jurnal Analis Kesehatan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Analis Kesehatan
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.85 KB) | DOI: 10.26630/jak.v4i2.275

Abstract

Tingginya permasalahan gigi berlubang di Indonesia belum bisa meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan di BP gigi Puskesmas Way Laga serta belum sesuai dengan target yaitu minimal sekali dalam 6 bulan .Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan jumlah kunjungan pelayanan kesehatan gigi di BP Gigi Puskesmas Way Laga Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung. Pendekatan cross sectional dilakukan dengan sampel 62 orang yang memanfaatkan BP Gigi Puskesmas Way Laga yang diperoleh dengan teknik quota sampling dengan variabel  jarak, sosial ekonomi masyarakat dan kepuasan masyarakat terhadap tingkat kunjungan masyarakat. Hasil uji statistik menggunakan chi square (tingkat kepercayaan 95 %)  menunjukkan bahwa jarak (p = 0,204) dan kepuasan masyarakat (p = 0,40) tidak berhubungan dengan tingkat kunjungan masyarakat ke BP Gigi Puskesmas Way Laga. Dari hasil penelitian disimpulkan yang berhubungan dengan tingkat kunjungan pada pelayanan gigi di BP Gigi Puskesmas Way Laga adalah sosial ekonomi masyarakat (p=0,02) dimana dalam mengakses Puskesmas Way Laga memerlukan biaya untuk transportasi. Saran dalam penelitian ini Puskesmas Way Laga dianjurkan untuk melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkunjung ke pelayanan kesehatan gigi serta membuka akses pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Pembantu untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke BP Gigi. 
Pengaruh Pengunyahan Permen Karet yang Mengandung Sukrosa dan Permen Karet yang Mengandung Xylitol terhadap Indeks Plak Gigi Lies Elina; Sri Wahyuni
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.582 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.843

Abstract

Penyebab kerusakan gigi dan mulut adalah plak. Plak  menjadi fokus utama dalam menjaga kebersihan & kesehatan gigi dan mulut. Salah satu pencegahan plak  adalah  mengkonsumsi permen karet. Tujuan penelitian ini  untuk melihat pengaruh pengunyahan permen karet yang mengandung sukrosa dan permen karet yang mengandung xylitol terhadap kebersihan gigi.Metode : eksperimen pada siswa usia 10-12 tahun SDN 2  Rajabasa Bandar Lampung. Pengukuran Indeks Plak dengan podshadey & haley sebelum dan sesudah dua kali mengunyah permen karet yang mengandung sukrosa dan xylitol dengan waktu kunyah lima menit.Pengujian selisih Indeks Plak mengunyah permen karet yang mengandung sukrosa dan permen karet yang mengandung xylitol dengan tes Anova didapat nilai P-Value = 0.000 ((p<0,05). Hasil uji coba 1 dan 2 pengunyahan permen karet xylitol memiliki persentase Indeks plak baik lebih besar dari hasil uji 1 dan 2 pengunyahan permen karet yang mengandung sukrosa.Kesimpulan mengunyah permen karet yang mengandung xylitol ternyata lebih menurunkan indeks plak dari pada mengunyah permen karet yang mengandung sukrosa 
Hubungan Kehilangan Gigi Anterior dengan Estetika, Gangguan Bicara dan Status Nutrisi pada Pengunjung Puskesmas di Kota Bandar Lampung Sri Murwaningsih; Sri Wahyuni
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.742 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v15i1.1320

Abstract

Kehilangan gigi dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengunyah sehingga berubahnya pilihan makanan dan proses pencernaan yang mengakibatkan terjadinya malnutrisi, menimbulkan ketidakpuasan dari segi estetika dan gangguan bicara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kehilangan gigi anterior, usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan dengan status nutrisi, gangguan estetika, dan gangguan.Rancangan penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 30 orang pasien pengunjung yang mengalamikehilangangigi anterior. Data dikumpulkan dengan angket penelitian dan lembar observasi. Analisis menggunakan Univariat, bivariat dan multivariat. Analisa bivariat dengan uji statistik chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat kemaknaan (α) 5% dan analisa multivariate dengan uji statistik Regresi Logistik. Pada uji regresi tahap terakhir didapatkan variabel yang paling dominan berhubungan adalah umur dengan p- value = 0,03. Dapat disimpulkan bahwa hanya terdapat dua variable yaitu umur (p-value=0,03) dan jenis kelamin (p-value=0,04) yang berhubungan dengan variabel terikat Gangguan Estetika. Variabel yang paling dominanberhubungandengangangguan estetika adalah variable umur dengan p value = 0,03. Perlu upaya peningkatan promosi kesehatan khususnya dalam hal kebersihan dan perawatan gigi tiruan baik melalui penyuluhan langsung maupun berbagai media kepada masyarakat. Perlu peningkatan layanan perawatan prostodonti dengan biaya terjangkau oleh masyarakat di Puskesmas.
PERBANDINGAN HASIL PEMOLESAN ANTARA BAHAN POLES PUMICE DENGAN ABU GOSOK PADA GIGI TIRUAN LEPASAN AKRILIK Sri Wahyuni; Lies Elina
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.102 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i2.1296

Abstract

Salah satu tahap yang penting dalam pembuatan basis akrilik adalah tahap  finishing dan poleshing. Pada tahap ini digunakan alat dan bahan yang abrasif untuk menghilangkan guratan.Pumice merupakan bahan yang biasa digunakan untuk menghaluskan permukaan. Selain  pumice, terdapat bahan abu gosok yang belum pernah digunakan namun mempunyai komposisi bahan yang hampir sama dengan pumice dan  tekstur yang lebih kasar  sehingga bisa menggantikan pumice.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan sampel sebanyak 27 buah lempengan akrilik dengan 2 permukaan yang mempunyai ukuran (tinggi : 3mm, panjang : 4cm, dan lebar 3 cm). Pada setiap permukaan sampel akan dipoles dengan 2 bahan yang berbeda yaitu pumice dan abu gosok dengan waktu yang berbeda yaitu <10 menit, 10 menit, >10 menit.  Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dengan menampilkan hasil penelitian yang telah dilakukan kemudian diuraikan secara deskriptif dan bivariat dengan tes Anova.Hasil dari penelitian didapatkan variabel waktu dan bahan berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap hasil pemolesan gigi tiruan akrilik.Kesimpulannya Pemolesan dengan abu gosok pada waktu < 10 menit sudah dapat menghasilkan permukaan gigi tiruan yang halus dan lebih mengkilap, sedangkan pumice membutuhkan waktu 10 menit untuk menghasilkan permukaan yang halus dan mengkilap. Disarankan   Jurusan Teknik gigi  dapat menggunakan abu gosok sebagai pengganti bahan pumice untuk menghemat biaya praktikum.
ANALISA PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PEMAKAIAN GIGI TIRUAN DI DESA HAJIMENA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2020 Sri Murwaningsih; Sri Wahyuni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.13093

Abstract

Pengetahuan dan sikap masyarakat pedesaan  tentang gigi tiruan sebagai upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut serta belum adanya fasilitas kesehatan yang memadai mempengaruhi  sikap dari masyarakat pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap dan secara bersama-sama pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pemakaian gigi tiruan di desa Hajimena kecamatan Natar kabupaten Lampung Selatan provinsi Lampung tahun  2020. Sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari populasi yaitu sebanyak 47 orang dengan kriteria berusia 35 – 54 Tahun, dan memeriksakan gigi di Puskesmas Hajimena. Metode penelitian adalah diskriptif kuantitatif. Analisis data menggunakan uji validitas dan reliabilitas, analisis kuantitatif yang dilakukan berdasarkan data primer menggunakan rumus persamaan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pengetahuan terhadap Penggunaan Gigi Tiruan dengan koefisien determinasi 33,9%, terdapat pengaruh sikap terhadap Penggunaan Gigi Tiruan sebesar 30,8% dan secara bersama sama terdapat Pengaruh Pengetahuan dan Sikap terhadap penggunaan Gigi Tiruan dengan koefisien determinasi sebesar 35,1%. Kesimpulan : perlunya pemberian insentif kepada petugas pemyuluhan gigi tiruan supaya lebih termotivasi dalam penyuluhan. Terdapat role model, keterjangkauan harga dan ketepatan dalam pemasangan gigi tiruan.