Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Terhadap Pembelajaran PPKn Melalui Ketrampilan Guru Dengan Menggunakan Metode Diskusi Kelompok I Made Sila; I Gusti Ayu Mas Darwati; Apliana Mila
Jurnal Pacta Sunt Servanda Vol 1 No 2 (2020): September, Jurnal Pacta Sunt Servanda
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.023 KB) | DOI: 10.23887/jpss.v1i2.362

Abstract

This study was Classroom Action Research (CAR) to improve students’ achievement of SMK Dwijendra Denpasar; currently students’ achievement of Pancasila and Civics Education was relatively low. Therefore, teachers were required to design learning activities that are able to develop competences both in cognitive and psychomotor domain. Learning strategies are centered on students and create a joyful atmosphere to motivate students from the beginning to the end of teaching and learning activities to improve the quality of improving students’ achievement. The main problem to be solved was whether teacher skills using group discussion method could improve student learning achievement towards of Pancasila and Civics Education in Grade XI of SMK Dwijendra Denpasar in academic year 2019/2020. The study was is the Classroom Action Research (CAR). The research subjects were 31 students of Grade XI Ak 1 of SMK Dwijendra Denpasar. The goal to be achieved was to determine the implementation of the group discussion to improve students’ achievement of Pancasila and Civics Education. The data were collected through observation technique, student learning achievement, and questionnaires. The finding showed that research analysis was implemented in two cycles. The stages of each cycle were (1) planning, (2) action, (3) observation / observation, and (4) reflection. The data collected were the activities and post-test at the end of the cycle. There was significant improvement of activities in cycle I (one); the average score of student activities which was in accordance with the evaluation score has increased. In the cycle I the students’ average score was 69% and classical completeness was 48%. Meanwhile, the average score of cycle II was 85% and the classical score was 100%. It was due to student’s responses to the approach in implementing problem-based learning model; students were comfortable in stating problems in learning that enable them to understand the concepts being taught. Thus, the teacher’s skill on group discussion could improve students’achievement of Pancasila and Civics Education reflected by percentage of students who experience greater learning completeness to improve learning achievement.
Kepemimpinan Wirausaha Sinkretisme Kepemimpinan Pancasila dan Kepemimpinan Barat Ida Bagus Rai; I Made Sila; Ida Ayu Candrika Dewi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7456

Abstract

Kepemimpinan menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia seperti cara hidup, kesempatan kerja, bertetangga, bermasyarakat, dan bernegara. Oleh karena itu secara sadar untuk mendalami berbagai segi kepemimpinan yang efektif terutama dalam organisasi perlu dilakukan secara terus menerus agar kehidupan menjadi lebih mutual. Hal ini karena keberhasilan sebuah organisasi akan sangat bergantung pada mutu kepemimpinan yang terdapat pada organisasi yang dijalankan. Kepemimpinan wirausaha merupakan bentuk kepemimpinan yang mampu mengakomodasikan berbagai keunggulan-keunggulan berbagai bentuk kepemimpinan baik yang berasal dari dunia barat dan dunia timur. Semua ini akan bermuara pada terciptanya cita-cita kemerdekaan Indonesia yang telah tertuang dalam amanat konstitusi kita sebagai bangsa yang merdeka.
Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran E-Learning kelas XII IPS Di SMA Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2022/2023 I Made Sila; I Nengah Suweta; Rudi Ana Pali
Widya Accarya Vol. 15 No. 2 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.2.1572.139-144

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan salah satu cara yang digunakan guru dalam penyampaikan materi pelajaran. Penelitian bertujuan untuk menanalisi Strategi Guru PPKn Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran E-Learning Kelas XI IPS Di SMA Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi dan analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Dwijendra denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Strategi guru untuk meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran e-learning adalah sebagai berikut: (1).Guru berusaha mencari metode untuk menumbuhkan minat siswa agar mau belajar dengan cara yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran secara daring. Metode games dilakukan jika guru melihat siswa mulai jenuh, gelisah dan tidak fokus memperhatikan guru saat belajar dalam jaringan, salah satu game yang digunakan yaitu game fokus. (2). Guru memberikan penghargaan untuk siswa yang memperhatikan guru dalam pembelajaran. Penghargaan dapat berupa tambahan skor dalam bentuk bintang, acungan jempol, tepuk tangan, atau kata-kata motivasi untuk membangkitkan minat belajar siswa. Dengan adanya pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi ini membuat siswa menjadi berlomba-lomba untuk mendapatkannya, hal ini juga sangatlah menarik perhatian, semangat, dan antusias serta minat siswa dalam belajar. (3). Guru memperhatikan siswa melalui pembelajaran dalam jaringan yaitu diawal pembelajaran guru selalu menanyakan sudah berdoa, sudah sarapan, guru juga selalu memberikan wajah tersenyum, ceria agar siswa senang melihatnya. Jika siswa tidak memperhatikan pembelajaran,guru menegur siswa. Saat siswa mulai jenuh dalam belajar guru juga melakukan ice breaking agar siswa bersemangat dan berminat lagi mengikuti pembelajaran dalam jaringan.