Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengenalan Irigasi Tetes Pada Anak- Anak Di Lingkungan Sekolah I Dewa Gede Jaya Negara; Anid Supriyadi; I Gede Putu Warka; I Wayan Yasa; Salehudin Salehudin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.641 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.929

Abstract

 Irigasi tetes merupakan sistem irigasi hemat air yang sudah lama diaplikasikan diberbagai negara, akan tetapi untuk di lingkungan diwilayah negara kita masih banyak yang belum mengenal. Memperhatikan adanya perubahan iklim global,yang berdampak pada ketersediaan air yang akan semakin menurun. Aplikasi irigasi tetes sangat mungkin dilakukan masyarakat, karena penggunaan airnya terbatas. Untuk itu pengenalan yang paling mungkin dilakukan  adalah pada anak-anak sekolah, sebagai penerus bangsa. Pengabdian ini melakukan pelatihan irigasi tetes sebagai materi pengabdian yang dilakukan pada  SMP Dwijendra Mataram. Sasaran pengabdian adalah semua anak-anak sekolah di sekolah SMP Dwijendra tersebut. Tujuan pelatihan ini  adalah untuk menigkatkan pengetahuan dan ketarampilan siswa tentang irigasi tetes  dan pertanian lahan terbatas. Pelatihan dilakukan dengan tahapan survey awal, ceramah di dalam kelas dan praktik irigasi  tetes dihalaman sekolah. Hasil yang dicapai adalah siswa dan siswi SMP Dwijendra telah mendapatkan pengetahuan irigasi tetes, memahami dengan baik sistem irigasi tetes, mampu membuat jaringan irigasi dan mengatur jarak tanaman irigasi serta mampu  mengoperasikan meningkat jaringan irigasi dan tanaman dengan baik.
Pengaruh Tinggi Sprinkler Meganet 24D Netafim Terhadap Kemampuan Irigasi dan Hasil Lengas Tanah I Dewa Gede Jaya Negara; Lilik Hanifah; Humairo Saidah; Muh Syahid; Firdaus
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v8i2.9563

Abstract

Farming on narrow land is mostly done in urban areas with limited water sources, because irrigation canals are not accessible. In vacant land around housing, urban communities can usually still use it for farming, even with limited water sources, shallow wells. To support urban farming, it is necessary to support an efficient irrigation system such as small sprinkler irrigation on the market. This study aims to test the ability of the Meganet 24D Netafim small sprinkler on irrigation capability, both in depth and soil moisture (w) and uniformity (Cu) produced, on an area of ​​about 1 acre. The test was carried out on 4 variations of discharge (Q), sprinkler distance (Ls) and sprinkler height (hs). Data analysis was carried out on Q, w and large Cu. Based on the analysis results obtained Cu above 85% at 0.5 m and 0.75 m with Ls 3.5 m to 5 m and flow rate Q4 = 0.42l/sec to Q1 = 0.57/sec. At a duration of 20 minutes, the irrigation depth was 20 cm and w obtained about 9% - 13%.
Peningkatan Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa dan Tsunami Melalui Simulasi pada Siswa SD di Kabupaten Lombok Tengah Humairo Saidah; I Dewa Gede Jaya Negara; Rohani Rohani; Nurchayati Nurchayati; Tri Rachmanto
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 6 No. 1 (2024): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v6i1.170

Abstract

SDN 1 Tampah dan SMPN8 Satap adalah dua sekolah dalam satu atap yang ada di Dusun Tampah Desa Mekar Sari, Kabupaten Lombok Tengah. Lokasi sekolah ini berdekatan dengan pantai Selatan Lombok yang rawan gempa disertai tsunami. Jumlah siswa yang banyak dan keadaan gedung sekolah yang mulai rusak menambah tingkat kerawanan sekolah ini jika sewaktu-waktu terjadi gempa dan tsunami. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dilakukan pembekalan untuk peningkatan kesiapsiagaan siswa dan guru melalui penyuluhan dan simulasi. Kegiatan penyuluhan dan simulasi bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah dengan khalayak sasaran siswa kelas 6 SD dan seluruh siswa SMP serta para guru. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib, dan diikuti dengan penuh antusias oleh guru dan siswa. Kegiatan ini telah memberikan pengetahuan dasar tentang cara menyelamatkan diri jika gempa terjadi saat di sekolah. Baik para guru maupun siswa sangat merasakan manfaat dari kegiatan ini dan bertambah pengetahuan dan kesiapsiagaannya menghadapi bencana gempa dan tsunami.
KONTRIBUSI IRIGASI PERFORASI DALAM PENYEDIAAN AIR TANAMAN DENGAN MEDIA TANAM TERBATAS: The Contribution of Perforated Irrigation to Plant Water Supply with Limited Planting Media I Dewa Gede Jaya Negara; M Bagus Budianto; Anid Supriyadi; Kukuh Adetya
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.392

Abstract

The amount of irrigation received by the plant media significantly influences the irrigation network system used. Furthermore, to determine the irrigation reach at a given head provided by the irrigation network, it is necessary to understand the irrigation distribution pattern in each pipe in the network, both the flow pattern and the irrigation quantity provided. The impact of irrigation on the land also needs to be tested to determine the characteristics of flow, distribution, and storage in the growing media. This test aims to determine the characteristics of irrigation distribution in perforated pipes and the contribution of soil moisture, its changes, and the relationship between the analyzed parameters. The irrigation test was conducted at three water level variations: 3.5 m, 3.6 m, 3.7 m, and 3.8 m. Data analysis was performed on the irrigation distribution in each perforated pipe, its quantity, and the regression relationship between the parameters. The distribution of perforated irrigation flow remained fluctuating at h1 and h3, while at h2, the flow was almost evenly distributed across the three networks. The difference in irrigation distribution relative to the average value occurred in perforation pipes 2 and 3 at h1, while the flow at perforation 1 was close to the average irrigation value. Soil moisture of 3% to 0.34% at a depth of 20 cm is estimated to be too low to support plant growth, so the duration needs to be increased. The regression relationship between w and soil moisture changes is more suitable following polynomial regression.