Susril Dedi Effendi
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Perikanan dan Peternakan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keragaman Fenotipe Bentuk-Bentuk Tubuh Sapi Hasil Persilangan Pejantan Brahman dengan Indukan Bali Susril Dedi Effendi; Junaedi Junaedi; Suparman Suparman; Khaeruddin Khaeruddin
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.853 KB) | DOI: 10.47030/trolija.v1i2.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman fenotipe bentuk-bentuk tubuh sapi hasil persilangan pejantan brahman dengan indukan sapi bali. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Watubangga, Toari dan Tanggetada, kabupaten Kolaka menggunakan sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali sebanyak 100 sampel. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Parameter yang diamati berupa sifat kualitatif meliputi; garis punggung gelambir, punuk, bentuk tanduk, dan bentuk telinga. Data sifat kualitatif ditabulasi dan dihitung frekuensi fenotipnya. Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali memiliki garis punggung sebanyak 13 % dan didominasi oleh sapi keturunan tidak memiliki garis punggung (87%). Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali memiliki gelambir sebanyak 67% dan tidak bergelambir sebanyak 33%. Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali didominasi oleh fenotipe yang tidak berpunuk (78%) dibanding sapi hasil silangan berpunuk (22%). Bentuk tanduk sapi hasil pesilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali terdapat lima variasi, frekuensi fenotip sapi bertanduk sebanyak 91%, tidak bertanduk 9%. Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali memiliki bentuk telinga tegak sebanyak 32% dan telinga tidak tegak 68%.