Articles
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN TERNAK ITIK DARI LIMBAH PERTANIAN
Syamsuryadi, Bahri;
Faridah, Rajmi;
Khaeruddin, Khaeruddin;
Hermawansyah, Hermawansyah;
Armayanti, Andi Kurnia
Abdimas Galuh Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v3i2.6242
Permasalahan pada mitra peternak itik lokal di Kelurahan Lamatti Rilau berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi yaitu manajemen dan kualitas pakan yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan produktifitas itik. Solusi yang akan dilakukan untuk megurangi tingkat kematian anak itik yaitu dengan melakukan perbaikan kualitas pakan akan dilakukan dengan membuat formulasi pakan yang sesuai dengan kebutuhan fase pertumbuhan (umur) itik dan berbasis bahan baku pakan lokal yang tersedia, murah dan mudah diakses. metode pendekatan yang akan dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan dan penerapan teknologi. Pelatihan dilakukan dengan memberikan materi kepada mitra berupa pelatihan peningkatan keterampilan dalam menerapkan sebuah teknologi. Setelah mendapatkan pelatihan, selanjutnya dilakukan penerapan teknologi berdasarkan permasalahan yang dihadapi peternak. Penerapan teknologi menggunakan prinsip partisipatif, dimana peternak terlibat langsung dan mengerjakan langsung teknologi yang akan diterapkan dalam usahanya. Melalui partisipatif aktif peternak mitra, diharapkan mereka dapat belajar sambil bekerja sehingga retensi pengetahuan menjadi lebih baik. Prosedur kerja pelaksanaan Program ini akan dilaksanakan pada peternak meliputi persiapan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi kegiatan. Â
Analisis Persepsi Manfaat Pengembangan Produk Lokal (Ternak Lebah Dan Ikan Nila) Bagi Mahasiswa Pelaksana Kegiatan Wiradesa Di Desa Terasa
Mangalisu, Azmi;
Faridah, Rajmi;
Khaeruddin, Khaeruddin;
Liswahyuni, Andi;
Arma, Rahmawati
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.433 KB)
|
DOI: 10.47030/trolija.v1i2.258
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan inovasi dan kualitas produk lokal pada program wira desa di Desa Terasa terhadap manfaat yang diperoleh dalam pengembangan kualitas diri mahasiswa pelaksana program Wira Desa. Data dikumpulkan melalui penyerbaran angket (kuesioner) yang berisi pernyataan-pernyataan indikator kemampuan inovasi, kualitas produk dan manfaat wiradesa. Data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik dan uji regresi linear sederhana dengan kemampuan inovasi atau kualitas produk adalah variable independen dan manfaat wiradesa adalah variable dependen. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, terdapat hubungan yang linear antar variable dependen dengan variable independen, dan tidak terjadi masalah pada nilai variabel absolut. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan inovasi dan kualitas produk lokal hasil program wira desa di desa Terasa tidak memberikan pengaruh terhadap manfaat yang diperoleh dalam pengembangan kualitas diri mahasiswa pelaksana program Wira Desa.
Pembekuan Spermatozoa Ayam Kampung dengan Suplementasi Bovine Serum Albumin dan Putih Telur Dalam Pengencer Ringer Laktat Kuning Telur
Khaeruddin Khaeruddin
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.4
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi sumber protein (bovine serum albumin/BSA atau putih telur) terbaik sebagai bahan pengencer dalam pembekuan semen ayam kampung. Pengencer dasar yang digunakan adalah ringer laktat dan kuning telur 10% dengan perlakuan kontrol, BSA 0.5%, BSA 1%, BSA 1.5%, putih telur 0.5%, putih telur 1% dan putih telur 1.5%. Semen diencerkan dan dikemas dalam straw 0.25 mL, dilanjutkan dengan ekuilibrasi pada suhu 5 oC selama 2 jam, ditempatkan pada uap nitrogen cair selama 10 menit dan disimpan dalam container nitrogen cair bersuhu -196 oC selama 24 jam. Thawing dilakukan pada suhu 37 oC selama 30 detik. Parameter yang diamati adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas setelah pengenceran dan setelah thawing, recovery rate dan motilitas spermatozoa 7 jam pada penyimpanan 5 oC setelah thawing. Data dianalisis sidik ragam, jika ditemukan pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh (P>0.05) terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas spermatozoa setelah pengenceran. Demikian juga dengan motilitas dan abnormalitas setelah thawing. Perlakuan jenis protein dalam pengencer berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap motilitas spermatozoa setelah thawing yang disimpan selama 7 jam pada suhu 5 oC. Viabilitas spermatozoa setelah thawing berbeda (P<0.05) antar perlakuan. Viabilitas spermatozoa paling tinggi diperoleh pada pengenceran dengan putih telur 1.5% yaitu 44.33%). Kesimpulan penelitian ini adalah putih telur 1.5% merupakan sumber protein terbaik untuk disuplementasi ke dalam ringer laktat kuning telur sebagai pengencer pada pembekuan semen ayam kampung.
Karakteristik Semen Ayam Kampung Yang Diberi Minyak Hati Ikan Kod Sebagai Feed Suplement
Khaeruddin Khaeruddin;
Arismunandar Arismunandar;
Nurda Nurda
Musamus Journal of Livestock Science Vol 3 No 1 (2020): Musamus Journal of Livestock Science
Publisher : Faculty of Agriculture, Musamus University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine the effect of cod liver oil (MHK) supplementation in the ration on the quality of native chicken spermatozoa. Eight native chickens are kept in individual cages which are given MHK treatment as much as 0.7% of the total ration. Two weeks of maintenance. Semen was collected before treatment and four weeks after treatment. The parameters observed were macroscopic and microscopic characteristics of fresh semen before and after treatment. The results showed there were no differences in semen volume, semen color, semen pH, semen consistency, spermatozoa motility, spermatozoa viability and spermatozoa abnormalities before and after treatment. However, mass movement and spermatozoa concentration decreased after MHK supplementation treatment. The conclusion of this study is MHK supplementation did not affect the general characteristics of semen with the exception of mass movement and concentration of native chicken spermatozoa.
Kualitas Spermatozoa Sapi Peranakan Limousin dalam Pengencer AndroMed yang Ditambahkan Berbagai Level Glukosa
Eril Rista Putra;
Khaeruddin Khaeruddin;
Andi K urnia Armayanti;
Sitti Farida;
Syamsiar Amin
Musamus Journal of Livestock Science Vol 5 No 1 (2022): Musamus Journal of Livestock Science
Publisher : Faculty of Agriculture, Musamus University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
A good semen diluent should have a high preservation ability, the addition of simple sugar such as glucose can act as a source of energy and a cryoprotectant for spermatozoa. The purpose of this study was to determine the effect of adding glucose in the AndroMed® diluent to the sperm quality of Limousin crossbreed bull during the cryopreservation process. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatment levels and 5 replications. The level of treatment used was diluted semen with added 0, 0.4, 0.6, 0.8 and 1% glucose, respectively. Semen was collected using an artificial vagina, diluted, and packaged in straws with a minimum concentration of 25 million spermatozoa per straw. Straw was equilibrated for 2 hours at 5 oC. The next step is prefreezing, freezing, and thawing at 37 oC for 30 seconds. Parameters observed were sperm viability and abnormality after equilibration and recovery rate. The results showed that the addition of glucose in the AndroMed® diluent had a very significant effect (P<0.01) on the sperm viability after equilibration, but had no effect (P>0.05) on the sperm abnormality after equilibration and the recovery rate of spermatozoa after freezing. The addition of 0.6 to 0.8% glucose was able to increase the sperm viability (91.2-94.49%). The conclusion of this study was that the addition of glucose in the AndroMed® diluent only affected the sperm viability of Limousin crossbreed bull after equilibration and the best glucose percentages used were 0.6%.
Keragaman Fenotipe Bentuk-Bentuk Tubuh Sapi Hasil Persilangan Pejantan Brahman dengan Indukan Bali
Susril Dedi Effendi;
Junaedi Junaedi;
Suparman Suparman;
Khaeruddin Khaeruddin
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.853 KB)
|
DOI: 10.47030/trolija.v1i2.254
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman fenotipe bentuk-bentuk tubuh sapi hasil persilangan pejantan brahman dengan indukan sapi bali. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Watubangga, Toari dan Tanggetada, kabupaten Kolaka menggunakan sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali sebanyak 100 sampel. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Parameter yang diamati berupa sifat kualitatif meliputi; garis punggung gelambir, punuk, bentuk tanduk, dan bentuk telinga. Data sifat kualitatif ditabulasi dan dihitung frekuensi fenotipnya. Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali memiliki garis punggung sebanyak 13 % dan didominasi oleh sapi keturunan tidak memiliki garis punggung (87%). Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali memiliki gelambir sebanyak 67% dan tidak bergelambir sebanyak 33%. Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali didominasi oleh fenotipe yang tidak berpunuk (78%) dibanding sapi hasil silangan berpunuk (22%). Bentuk tanduk sapi hasil pesilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali terdapat lima variasi, frekuensi fenotip sapi bertanduk sebanyak 91%, tidak bertanduk 9%. Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali memiliki bentuk telinga tegak sebanyak 32% dan telinga tidak tegak 68%.
Karakteristik Semen Segar dan Motilitas Spermatozoa Ayam Hutan Merah (Gallus Gallus) dalam Pengencer yang Mengandung Air Tebu
Arsyad Arsyad;
Muhammad Erik Kurniawan;
Khaeruddin Khaeruddin;
Bahri Syamsuryadi
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 1 No. 2 (2021): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.083 KB)
|
DOI: 10.47030/trolija.v1i2.255
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level air tebu terbaik untuk ditambahkan dalam pengencer semen ayam hutan merah berbasis ringer laktat kuning telur. Semen dikoleksi menggunakan metode pemijatan dan semen segar dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis. Semen dibagi ke dalam lima tabung yang masing-masing berisi pengencer ringer laktat kuning telur , ringer laktat kuning telur air tebu 10% , ringer laktat kuning telur air tebu 20% , ringer laktat kuning telur air tebu 30% , ringer laktat kuning telur air tebu 40% . Semen disimpan dalam refrigerator selama 24 jam kemudian dilakukan evaluasi motilitas spermatozoa (progresif, reverse, vibrator, total). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan level air tebu dalam pengencer berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap motilitas progresif, motilitas reverse dan motilitas total. Penambahan level air tebu 10% dan 20% menghasilkan motilitas total paling tinggi yaitu 86.24-88.79%. Namun, motilitas progresif tertinggi didapatkan pada penggunaan level air tebu 20% yaitu 77.67%. Kesimpulan penelitian ini adalah air tebu 20% dapat ditambahkan dalam pengencer ringer laktat kuning telur untuk mempertahankan motilitas total dan motilitas progresif spermatozoa ayam hutan merah selama penyimpanan 24 jam.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BUDIDAYA TERNAK UNGGAS BAGI PETERNAK AYAM LOKAL DI KABUPATEN KOLAKA MELALUI BIMBINGAN TEKNIS INSEMINASI BUATAN DAN METODE PERSILANGAN
Junaedi Junaedi;
Khaeruddin Khaeruddin;
Abdul Hakim Fattah
Abdimas Galuh Vol 3, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v3i1.5107
Ayam lokal merupakan jenis ayam bukan ras (buras) Indonesia yang keberadaannya masih belum sepenuhnya mendapatkan perhatian dari usaha pembibitan sehingga produktivitasnya masih tergolong rendah. Peningkatan produktivitas ayam lokaldapat dilakukan dengan program persilangan pada pemeliharaan sistem intensif. Sistem perkawinan buatan (inseminasi buatan) pada pemeliharaan sistem intensif cukup efektif dilakukan karena cukup efisien dalam penggunaan jumlah pejantan. Peternak ayam lokal di Kabupaten Kolaka belum menerapkan metode inseminasi buatan dan upaya persilangan pada ternak unggas mereka. Hal ini mendorong penulis melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peternak ayam lokal di Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka terkait penerapan teknologi inseminasi buatan (IB) pada unggas. Rangkaian kegiatan yang meliputi: 1) Membuat Rencana Kegiatan Bimtek IB pada Unggas, 2) Membuat panduan tentang inseminasi buatan (IB) pada unggas, 3) Merancang alat IB unggas, 4) Mendemonstrasikan teknik IB ayam, 5) Evaluasi hasil praktek IB ayam. Bimbingan teknis dilakukan terhadap 8 peternak ayam lokal di Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai inseminasi buatan pada unggas setelah dilakukan bimbingan teknis yang ditandai dengan peningkatan nilai pemahaman rata-rata 50%.
PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SEBAGAI PUPUK ORGANIK UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN PUPUK KIMIA
Azmi Mangalisu;
Andi Kurnia Armayanti;
Bahri Syamsuryadi;
Abdul Hakim Fattah;
Khaeruddin .
Media Kontak Tani Ternak Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/mktt.v4i1.38106
Usaha pertanian yang dijalani kadang mengalami kendala karena pupuk yang digunakan terbilang langkah dan mahal di Desa Bonto sehingga perlu penyuluhan dan pelatihan tentang pemanfaatan limbah ternak sapi terutama feses sapi untuk dijadikan pupuk organik padat yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman perkebunan para petani di Desa Bonto. Kegiatan ini diawali dengan proses identifikasi area sasaran yakni desa Bonto kemudian dilanjutkan dengan observasi dan wawancara langsung dengan warga. Jadwal pelaksanaan program pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak dilakukan dengan mitra kelompok tani, disusun sesuai dengan rencana solusi yang ditawarkan dengan implementasi program. Hasil kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik untuk mewujudkan pertanian ramah lingkungan di Desa Bonto didasarkan pada respons peserta sebagai pelaku pertanian sangat tertarik terhadap materi pelatihan sesuai dengan sasaran dan metode pelatihan. Dampak positif yang diperoleh berupa meningkatkanya tingkat kesejahteraan masyarakat karena keberadaan kelompok tani yang menggunakan pupuk organik yang mampu memberikan stimulus kepada masyakat setempat untuk melakukan pembuatan pupuk organik dari limbah ternak, selain membuka lapangan pekerjaan baru, dengan adanya kelompok tersebut menambah tingkat pendapatan masyarakat meskipun itu bukan menjadi pekerjaan tetap melainkan pekerjaan sampingan tetapi memiliki asas manfaat yang sangat besar yaitu peningkatan pendapatan masyarakat yang ada di Desa Bonto Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai. Program pengabdian kepada masyarakat telah tepat sasaran. Dimulai dari survei lokasi, penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik dari bahan dasar feses sapi. Peserta pelatihan juga memiliki antusiasme yang tinggi untuk memperoleh pengetahuan tentang teknologi pengolahan feses sapi menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan.
INTRODUKSI TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA UNGGAS LOKAL DI DESA BARAMBANG KECAMATAN SINJAI BORONG KABUPATEN SINJAI
Khaeruddin Khaeruddin;
Bahri Syamsuryadi;
Abdul Hakim Fattah;
Muhammad Erik Kurniawan;
Rika Nurfiana;
Irsang Irsang;
Pardi Pardi
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v4i2.8515
Peningkatan mutu bibit ternak unggas di pedesaan tidak terlepas dari peran teknologi, salah satunya adalah teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan (IB). Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Barambang, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai mengenai introduksi teknologi inseminasi buatan pada unggas. Kegiatan dilakukan dengan empat tahapan, yaitu pembagian kuesioner pre test kepada peserta PkM, presentasi materi PkM, pelatihan IB pada ayam kampung dan pembagian kuesioner post test kepada peserta PkM. Data diolah secara deskriptif, independent sample-T test dan uji Mann-Whitney U. Sebagian besar peserta PkM memiliki pekerjaan petani, jumlah ayam yang dipelihara 1-5 ekor, sistem pemeliharaan unggas ekstensif dan tidak adanya pengontrolan perkawinan pada ayam. Sebelum kegiatan PkM (pre test) seluruh peserta beum mengetahui manfaat dan tatacara IB pada unggas. Pengetahuan peserta PkM mengalami peningkatan setelah kegiatan (post test) dengan skor rata-rata pemahaman manfaat IB 35.92 dan skor rata-rata pemahaman tatacara IB 46.04. Peserta dengan kelompok umur 27-48 tahun dan pendidikan terakhir sekolah menengah lebih mampu menyerap materi PkM yang diberikan jika dibandingkan kelompok peserta dengan umur 49-70 tahun dan pendidikan terakhir sekolah dasar. Kesimpulan dari kegiatan PkM ini adalah introduksi teknologi IB pada unggas di Desa Barambang mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan tatacara IB pada unggas, dimana masyarakat dengan umur produktif dan pendidikan yang lebih tinggi lebih mampu memahami pengetahuan yang diberikan.