Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI HIPNOTIS LIMA JARI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DESA AMPERA SULAWESI TENGAH: STUDI KASUS Ni Luh Emilia; Elsadai Tantanasa; admin
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Dan Teknologi
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan dapat diakibatkan oleh penyakit hipertensi akibat gangguan pada pembuluhdarah sehingga suplai oksigen dalam darah menjadi terhambat sampai pada jaringantubuh yang membutuhkan. Untuk mengurangi tingkat kecemasan akibat hipertensi yangdialami klien dapat dilakukan terapi hipnotis lima jari. Tujuan studi kasus ini adalah untukmengetahui pengaruh penerapan terapi hipnosis lima jari dalam menurunkan tingkatkecemasan pada lansia hieprtensi. Metode studi kasus deskriptif dengan 1 responden,pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan instrumenyang digunakan adalahn pengukuran skala GAS (Geriatric Anxiety Scale). Intervensiterapi Hipnotis lima jari dilakukan selama 5 hari berturut turut dalam waktu 10 – 15 menit.Hasil dari penerapan terapi Hipnotis lima jari pada Ny.A terdapat penurunan skalakecemasan yang awalnyanya skala 34 (kecemasan sedang) dan setelah dilakukan terapihipnotis lima jari tingkat kecemasan menurun menjadi 15 (kecemasan ringan). Klienmengatakan merasa lebih rileks serta lebih merasa tenang. Kesimpulan dari studi kasusini adalah penerapan terapi hipnotis lima jari efektif mrnurunkan kecemasan pada lansiadengan hipertensi. Diharapkan asuhan keperawatan dengan penerapan implementasiterapi hipnotis lima jari dapat diterapkan dalam kegiatan asuhan keperawatan.
EFEKTIFITAS TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN HEMODIALISIS : A SISTEMATIK REVIEW Ni Luh Emilia; Rosyidah Arafat; Elly L. Sjattar C
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 2 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengantar: Banyak uji klinis telah mengevaluasi relaksasi benson terhadap kecemasan pada pasien hemodialisis, tetapi belum ada yang menggunakan metode sistematik review dilaporkan sebelumnya. Review ini dirancang untuk mengkaji secara sistematis efektivitas terapi relaksasi benson terhadap kecemasan pada pasien hemodialysis dan terkait dengan variabel atau outcame sekunder yang lain. Metode : Kami melakukan tinjauan sistematis ini berdasarkan standar PRISMA dan memulai pencarian artikel berbasis bukti melalui: PubMED, Science Direct, ProQUEST, Ebsco dan Cochrane Library. Kami mengidentifikasi artikel dalam Bahasa inggris mengenai kecemasan pada pasien hemodialisa yang diterbitkan dari tahun 2010-2020. Hasil : Kami menemukan 932 artikel dari database elektronik dan review ini hanya menggunakan 5 artikel sebagai referensi utama yang terdiri dari 2 randomized trial with a control group,1 quasi experiment pretest and posttest design with comparison group, 1 triple blind clinical trial study dan 1 artikel random witnessed clinical trial study. Dari 5 artikel ini menyatakan bahwa relaksasi benson efektif dalam menurunkan kecemasan degan nilai P<0,05. Bukan hanya kecemasan yang dilaporkan, relaksasi benson juga dapat menurunkan stress, depresi dan nyeri pada pasien hemodialisis. Dengan menggunakan 6 langkah, waktu dan durasi yang baik dalam melakukan teknik ini adalah setiap hari satu atau dua kali sehari 15-20 menit yang dapat dilakukan oleh perawat dan pasien sendiri hanya dengan menonton video atau mengikuti langkah-langkah teknik relaksasi benson ini. Kesimpulan : Studi ini menunjukkan bahwa terapi relaksasi benson ini mungkin efektif dalam menurunkan kecemasan, stress, depresi dan nyeri pada pasien hemodialysis tetapi masih dibutuhkan studi lebih lanjut dengan mempertimbangkan kualitas dan resiko bias yang minimal.
PENERAPAN TERAPI MENELAN UNTUK MENGATASI GANGGUAN MENELAN PADA LANSIA DENGAN STROKE DI KOTA PALU Ni Luh Emilia; Muhammad Afan; Gustini
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke semakin menjadi masalah serius yang di hadapi hampir seluruh dunia. Faktanya stroke biasa terjadi secara tiba-tiba dan berujung pada kematian atau cacat fisik dan mental salah satunya adalah gangguan menelan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dampak penggunaan terapi menelan dalam menangani masalah menelan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan satu orang responden, data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan alat ukur yang dipakai adalah gugging Swallowing screen (GUSS). Terapi latihan menelan ini dilakukan selama 7 hari dengan hasil refleks menelan meningkat, kemempuan mengunyah meningkat dan uasaha menelan meningkat dan hasil GUUS menunjukan dari 18 menjadi 19 yang artinya afasia ringan dengan resiko aspirasi sangat rendah. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan terapi latihan menelan dapat meningkatkan refleks menelan, kemempuan mengunyah dan meningkatkan uasaha menelan pada penderita stroke dengan gangguan menelan. Diharapkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderita stroke dapat ditambahkan latihan terapi menelan pada klien dengan gangguan menelan atau afasia. Bagi peneliti lainnya dapat mempertimbangkan waktu latihan yang lebih lama sehingga tingkat keberhasilan lebih tinggi.
PENERAPAN TERAPI MENELAN UNTUK MENGATASI GANGGUAN MENELAN PADA LANSIA DENGAN STROKE DI KOTA PALU Ni Luh Emilia; Muhammad Afan; Gustini
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke semakin menjadi masalah serius yang di hadapi hampir seluruh dunia. Faktanya stroke biasa terjadi secara tiba-tiba dan berujung pada kematian atau cacat fisik dan mental salah satunya adalah gangguan menelan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dampak penggunaan terapi menelan dalam menangani masalah menelan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan satu orang responden, data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan alat ukur yang dipakai adalah gugging Swallowing screen (GUSS). Terapi latihan menelan ini dilakukan selama 7 hari dengan hasil refleks menelan meningkat, kemempuan mengunyah meningkat dan uasaha menelan meningkat dan hasil GUUS menunjukan dari 18 menjadi 19 yang artinya afasia ringan dengan resiko aspirasi sangat rendah. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan terapi latihan menelan dapat meningkatkan refleks menelan, kemempuan mengunyah dan meningkatkan uasaha menelan pada penderita stroke dengan gangguan menelan. Diharapkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderita stroke dapat ditambahkan latihan terapi menelan pada klien dengan gangguan menelan atau afasia. Bagi peneliti lainnya dapat mempertimbangkan waktu latihan yang lebih lama sehingga tingkat keberhasilan lebih tinggi.
TELENURSING-BASED HEALTH EDUCATION VIA WHATSAPP GROUP FOR ELDERLY WITH HYPERTENSION I Gede Restawan; Ni Luh Emilia; Yulisti Ewagola; A'an Greysia Mewalo; Angrifa Yuliani Tangkeda; Zahrotusholihah
Journal of Islamic Nursing Vol 10 No 2 (2025): Journal of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v10i2.62755

Abstract

One of the most prevalent chronic conditions among the elderly is hypertension, which raises the risk of cardiovascular problems. Using communication tools like WhatsApp groups, telenursing can enhance blood pressure control and health literacy. This study shows how older people with hypertension and knowledge are affected by health education through telenursing via WhatsApp groups. A pretest-posttest control group was included in the quasi-experimental study design. Elderly individuals with hypertension who were split into intervention and control groups made up the sample. The intervention group received health education via WhatsApp, whereas the control group received normal education at a health institution. Parametric statistical tests were used to assess knowledge, systolic, and diastolic blood pressure data at a significance level of p<0.05. The findings demonstrated that the intervention group's knowledge had significantly increased (from 6.39±1.32 to 12.14±1.35, p<0.001) in contrast to the control group (from 6.57±1.43 to 9.18±2.02, p<0.001). The intervention group experienced a significant decrease in systolic blood pressure (154.36±9.07 to 127.86±10.69 mmHg, p<0.001) compared to the control group (158.57±18.36 to 144.89±18.67 mmHg, p<0.001). The decrease in diastolic blood pressure was significant in both groups, but not significant between groups (p=0.387). Conclusion: WhatsApp group-based telenursing improves knowledge and reduces systolic blood pressure in elderly with hypertension. This technique is recommended for further research and community support with longer intervention durations, as well as for cost-effectiveness analyses.
Implementation of Standard Operating Procedures for Breast Care Techniques for Breastfeeding Mothers Are Ineffective in Central Sulawesi Province Gustini; Maudy Triana Saulu; Ni Luh Emilia
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Teknologi STIKes BK Palu
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Ketika ibu dan bayi tidak puas atau mengalami kesulitan dalam proses menyusui, istilah "menyusui tidak efektif" berlaku. Kondisi ini terjadi ketika bayi tidak melekatkan diri pada puting dengan benar, yang berarti mereka tidak mendapatkan cukup ASI dari ibu. Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk mengetahui metode menyusui yang tepat. Tujuan penelitian: Menggambarkan asuhan keperawatan dengan penerapan prosedur tehnik menyusui pada ibu menyusui tidak efektif. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif studi kasus dengan pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, tanya jawab dan observasi. Instrument yang digunakan adalah format pengkajian, SOP tehnik menyusui, lembar observasi dan penilaian pre dan post. Hasil pengkajian: Setelah dilakukan teknik menyusui selama 6 hari dan 6 kali perlakuan secara berturut-turut menyusui tidak efektik teratasi di hari ke 5. Kesimpulan: Asuhan keperawatan penerapan teknik menyusui pada ibu menyusui tidak efektif teratasi yang ditandai dengan suplai ASI Adekuat. Saran : Mengingat SOP teknik menyusui dapat dilaksanakan di rumah maupun di ruang tertutup dan dapat dilaksanakan tanpa harus mengikuti pelatihan, maka diharapkan penerapan SOP teknik menyusui ini dapat dijadikan sebagai salah satu pengkajian keperawatan untuk mengatasi permasalahan teknik menyusui yang belum efektif.