Dhini Easter Yanti
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISA DETERMINAN YANG MEMENGARUHI PELAKSANAAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN PASCA OPERASI DI RUANG KEBIDANAN RS BHAYANGKARA BANDAR LAMPUNG 2016 Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.458

Abstract

Immobilisasi atau tidak melakukan pergerakan sedini mungkin selama masa penyembuhan, serta pengaruh anastesi dan analgetik merupakan penyebab utama timbulnya komplikasi pasca operatif. Pasien pasca bedah yang tidak melakukan mobolisasi dini masih cukup tinggi. Dampak dari tidak melakukan mobilisasi dini adalah lama hari rawatnya menjadi lebih lama. Tujuan penelitian diketahui determinan yang memengaruhi pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien pasca operasi di ruang kebidanan RS Bhayangkara Bandar Lampung 2016.Jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel 50 orang, diambil menggunakan accidental sampling. Analisa data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda dengan derjat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sikap (p=0,018, OR= 5,182), persepsi (p=0,049, OR=3,750), motivasi (p=0,011, OR=5,429), dukungan keluarga (p=0,024, OR=4,667), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,021, OR=4,8) dengan pelaksanaan mobilisasi dini. Variabel motivasi pasien merupakan faktor dominan (p=0,011, OR=5,429). RS melalui tenaga kesehatan disarankan untuk lebih mengintensifkan penyuluhan tentang manfaat pelaksanaan mobilisasi dini pasca operasi.Kata Kunci: Mobilisasi Dini
ANALISIS FAKTOR PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR KELUARGA PRA SEJAHTRA DAN SEJAHTERA I DI BANDAR LAMPUNG Samino Samino; Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i1.472

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang cepat akan menimbulkan berbagai permasalahan baru. Indonesia menempati urutan ke empat (255.461.700) terbesar di dunia. Angka kelahiran total (Total Fertility Rate(TFR))2,6)masih diatas anggka target yang diharapkan (2,1). Peserta KB Non MKJP 82,97% masih sangat tinggi dibandingkan jangka panjang seperti IUD, MOW, MOP dan Implant hanya 17,03%.Tujuan penelitian diketahui faktor yang berpebgaruh terhadap metode KB, antara lain pengetahuan PUS, persepsi terhadap anak laki-laki, penghasilan keluarga, peranan orang tua, suami, bidan, ketersediaan alat kontrasepsi, dan lingkungan masyarakat.Jenis penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional.Penelitian dilaksanakan Januari-April 2016, di Bandar Lampung. Populasi pasangan usia subur (PUS), dengan sampel 143. Pengambilan data dengan wawancara terstruktur. Pemilihan sampel multi stage cluster sampling dengan Probability Proportionale to Size (PPS).Hasil penelitian diolah dengan tahapan editing, scoring, coding,entering, dan cleaning. Uji chi square dan regresi logistik ganda dengan derajat kemaknaan 95%.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa responden lebih banyak menggunakan metode KB jangka pendek (84,6%) dibandingkan dengan yang menggunakan jangka panjang (15,4%). Variabel pengetahuan, peranan orang tua, peran bidan, ketersediaan alat kontrasepsi, lingkungan sosial, berhubungan dengan perilaku pemilihan metode KB. Variabel lingkungan sosial meruapakan paling dominan. Variabel peran bidan, ketersediaan alat kontrasepsi, dan lingkungan sosial secara bersama-sama berpengaruh 95,23% terhadap pemilihan metode KB. Disarankan, BKKBN lebih meningkatkan frekuensi penyuluhan KB serta menyediaakan alat kontrasepsi jangka panjang. Bidan digarda terdepan diharapkan, dapat meningkatkan mutu informasi KB dengan memberikan penjelasan seluas-luasnya, sehingga akseptor dapat memilih metode KB jangka panjang, sesuai dengan kebijakan negara.Kata kunci : Pengetahuan, persepsi, peran, kontrasepsi, lingkungan sosial, dan metode KB