Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR DALAM PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN Davidescu Victoria Marta; Lisdawati Wahyudin; Imam Jahrudin Priyanto
Dharmakarya Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i1.31065

Abstract

Seorang guru adalah praktisi dalam dunia pendidikan yang melaksanakan serangkaian proses pembelajaran, baik di dalam ruangan maupun luar ruangan kelas. Proses itu dimulai dari sebuah perencanaan dan diakhiri dengan penilaian atau evaluasi. Penilaian terhadap proses pelaksanaan tugas guru, sesungguhnya, tidak hanya oleh pihak luar, tetapi juga oleh  kepala sekolah atau pengawas dari dinas yang terkait. Penilaian itu ditujukan baik terhadap proses maupun hasil pembelajaran melalui penelaahan dan penelitian langsung Artinya, guru bersangkutan menyadari ada masalah dan guru tersebut juga yang akan melakukan tindakan untuk memecahkan masalah pembelajarannya secara mandiri. Dengan demikian, guru itu juga seorang peneliti di samping praktisi pendidikan. Penelitian yang dilakukan guru bersifat internal. Dilakukan dalam lingkup kelas dan konteks pembelajaran. Penelitian ini dikenal dengan istilah penelitian tindakan kelas, disingkat PTK.  Selama ini, guru tidak sepenuhnya  menyadari bahwa pembelajaran memiliki berbagai persoalan dan permasalahan. Guru tidak sempat mencatat, mengagendakan, serta mengambil tindakan penyelesaian masalah secara terstruktur dan teradministrasi. Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Langlangbuana, memberikan solusi pada masalah-masalah yang dihadapi guru, baik dari sisi waktu yang tersedia, maupun dari ketrampilan yang harus dimiliki agar para guru dapat melakukan penelitian. Tim pengabdi telah memberikan  pelatihan penulisan proposal penelitian kepada para guru di Sekolah Dasar 164 Karangpawulang, Bandung agar meningkatkan kompetensi mereka dan  memberikan motivasi agar mau membaca dan menulis. Kegiatan berlangsung selama dua minggu. Hasil yang dicapai adalah: 95% dari jumlah guru yang mengikuti pelatihan guru memahami materi yang diberikan. Target 35% dari jumlah guru menyusun proposal penelitian.
Pengaruh Penggunaan Metode Demonstrasi Terhadap Peningkatan Pemahaman Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar Abdul Wahid Pazrin; Dadang Garnida; Imam Jahrudin Priyanto
EDUCARE Vol. 14 No. 2, Desember 2016
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.412 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman belajar peserta didik. Penelitian ini mencoba menerapkan metode pembelajaran demonstrasi untuk meningkatkan pemahaman belajar di sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen. Subjek penelitian ini ialah peserta didik di kelas V semester II SDN Gunungkoneng terdiri 30 peserta didik sebagai kelompok eksperimen dan 30 peserta didik sebagai kelompok kontrol. Instrumen dalam penelitian ini ialah observasi, tes, dan angket. berdasarkan hasil pengujian t-hitung terdapat perbedaan yang signifikan hasil pemahaman belajar pelajaran IPA antar kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan bahwa peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran demonstrasi terdapat peningkatan pemahaman belajar.
Penerapan Model Pembelajaran Examples Non Examples untuk Meningkatkan Pemerolehan Kosakata Bahasa Inggris pada Murid Kelas IV Sekolah Dasar Marina Suciana; Devidescu Cristiana Victoria; Imam Jahrudin Priyanto
EDUCARE Vol. 17 No. 1, Juni 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.6 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana penerapan model pembelajaran examples non examples dalam meningkatkan pemerolehan kosakata bahasa Inggris pada murid kelas IV sekolah dasar dan menerangkan apakah model pembelajaran examples non examples dapat meningkatkan pemerolehan kosakata bahasa Inggris pada murid kelas IV sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri atas lima orang yaitu, tiga peserta didik, seorang guru bahasa Inggris, dan peneliti sebagai pengamat (observer). Pada penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, terdapat peningkatan pemerolehan kata kerja pada peserta didik kelas IVA di SDN Rancamanyar 1 Kabupaten Bandung. Hal itu terlihat saat pembelajaran berlangsung, ketika pendidik melakukan tanya jawab dengan peserta didik, juga terbukti dari hasil observasi, wawancara, dan tes. Dari ketiga peserta didik yang telah ditentukan sebelumnya, terbukti dua peserta didik yang dikategorikan memiliki tingkat kemampuan berbahasa Inggris tinggi dan sedang, mencapai skor maksimal yaitu 100. Sementara seorang peserta didik yang dikategorikan memiliki tingkat kemampuan berbahasa Inggris rendah mencapai skor di atas KKM (kriteria ketuntasan minimal) yang ditentukan oleh sekolah yaitu 85.
eningkatan Pemahaman Peserta Didik Terhadap Materi Fungsi Tumbuhan dan Bagian-Bagiannya Melalui Penerapan Model Picture and Picture Mia Siti Fauziah; Ria Herdhiana; imam Jahrudin Priyanto
EDUCARE Vol. 17 No. 1, Juni 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.221 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat peningkatan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar dengan menggunakan model picture and picture. Untuk melihat apakah adanya peningkatan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran IPA bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya mula-mula dilakukan pretest sebagai tahap awal untuk melihat kemampuan pemahaman konsep peserta didik. Setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan model picture and picture, dilanjutkan dengan posttest yang akan digunakan sebagai hasil perbandingan apakah terdapat peningkatan kemampuan pemahaman peserta didik setelah diberikan perlakuan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t melalui program SPSS 24 for windows yaitu dengan menggunakan Independent Sample T-test. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti diperoleh sebagai berikut: 1) Terdapat peningkatan pemahaman Ilmu Pengetahuan Alam materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya menggunakan model picture and picture pada peserta didik sekolah dasar. 2) Peningkatan pemahaman Ilmu Pengetahuan Alam yang menggunakan model picture and picture lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model yang biasa digunakan pendidik. Dari hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta didik pada mata pejaran IPA materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya yang pembelajarannya menggunakan model picture and picture.
Penerapan Model Experiential Learning Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan Kreativitas Kerajinan Tangan Peserta Didik Aris Abdul Rohman; Ace Iwan Suryawan; Imam Jahrudin Priyanto
EDUCARE Vol. 17 No. 2, Desember 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.257 KB)

Abstract

The title of this research is the application of experiential learning models assisted by picture media to enhance the creativity of students' handicrafts. The problem under study is about the results of students' creativity using the experiential learning model assisted by the image media. This research aims to determine the results of the creativity of handicrafts in arts and culture lessons and crafts using experiential learning models. The theory used in this study is David Kolb (1984) for the experiential learning model and Utami Munandar (2012) for creativity. This research is quantitative. The population in this study was 28 people for the control class and 28 people for the experimental class. Data collection techniques used were observation, and practice tests. Data collection instruments consisted of observation sheets and practice test assessment rubrics. The results of this study indicate that there is a difference in the increase in the results of the creativity of handicrafts aided by media images.
IDEOLOGY IN TRANSLATION PROCESS OF NEWS CONTENT IN ENGLISH INTO INDONESIAN: A CASE OF PIKIRAN RAKYAT DAILY NEWSPAPER Imam Jahrudin Priyanto
English Review: Journal of English Education Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/erjee.v11i2.8218

Abstract

This study aims to reveal another side that is more in-depth than just translation, especially translation in print media. In this regard, the researcher studied translation in one of the leading print media in Indonesia based in Bandung, West Java, namely the Pikiran Rakyat Daily News. The researcher explores ideology in maintaining meaning in the translation of news content in Pikiran Rakyat. This research needs to be done because the translation of international news from English to Indonesian for the sake of print media has many dimensions and problems. The research was conducted using descriptive qualitative methods. There are eleven news of the Pikiran Rakyat examined in this study. The news sourced from foreign news agencies was published in the 2018-2020 range. This research combines two theories, namely translation theory of Newmark and critical discourse analysis (CDA) theory of Van Dijk. Specifically, this study examines ideology and the maintaining of meaning in translating English news content into Indonesian. The results of this study indicate, with the existence of partiality, translation becomes very ideological. This can be seen from the diction, placement of news, and the addition or removal of certain elements in the news. It can be concluded that the translation of international news in Pikiran Rakyat is very ideological. From the linguistic data studied, it appears that Pikiran Rakyat consistently carries the ideology of peace. 
Peningkatan Peran Wanita Dalam Pemahaman Pendirian Perusahaan Perorangan Bagi Peningkatan Pendapatan Pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) “Home Industry” Di Desa Cihanjuang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat Jafar Sidik; Imam Jahrudin Priyanto; Ciavi Adinda G. Katim; Nabila Fitri Novianty; Intan Marcelina
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.609

Abstract

Program Pemberdayaan Perempuan, antara lain untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian perempuan serta pengembangan usaha perempuan melalui pelatihan dan pendampingan manajemen usaha. Berikut beberapa contoh usaha mikro kecil yang dapat dikembangkan di Desa Cihanjuang: 1). Warung Sembako: Menyediakan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari; 2). Warung Makan: Menyediakan makanan dan minuman untuk masyarakat; 3). Usaha Jahit: Menerima jasa jahit dan konveksi; 4). Agen Gas LPG: Menyediakan gas LPG untuk kebutuhan memasak masyarakat; 5). Usaha Salon: Menyediakan jasa perawatan rambut dan kecantikan; 6). Jual Pulsa dan Paket Data: Menyediakan pulsa dan paket data untuk kebutuhan komunikasi masyarakat; 7). Usaha Token Listrik: Menyediakan token listrik untuk kebutuhan listrik masyarakat; 8). Ternak Lele: Budidaya ikan lele untuk dijual ke pasar; 9). Pertanian Organik: Menanam sayuran dan buah-buahan secara organik untuk dijual ke pasar; 10). Kerajinan Tangan: Membuat kerajinan tangan seperti anyaman, ukiran, dan lain-lain untuk dijual ke pasar. Dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Cihanjuang, usaha-usaha di atas dapat menjadi pilihan yang tepat untuk dikembangkan. Namun demikian, masyarakat Desa Cihanjuang terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman masyarakat terhadap literasi hukum dan aspek-aspek hukum dalam mendirikan suatu badan usaha ataupun badan hukum guna menunjang perekonomian masyarakat, khususnya kegiatan usaha mikro (home industry). Maksud dan Tujuan Artikel ini untuk mengetahui dan menggambarkan serta menelaah dan menganalisis aspek-aspek hukum terkait dengan Peningkatan Peran Wanita dalam Pemahaman Pendirian Perusahaan Perseorangan bagi Peningkatan Pendapatan Pelaku Usaha Mikro Kecil (Umk) “Home Industry” di Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif terhadap hukum positif Indonesia  berupa peraturan perundang-undangan, juga dengan melakukan analisis kualitatif terhadap bahan-bahan naskah hukum (library research).
Tinjauan Yuridis Implementasi Pilihan Bahasa (Choice Of Language) Dalam Penyelesaian Sengketa Melalui Peradilan Negara Dan Peradilan Arbitrase Di Indonesia Jafar Sidik; Imam Jahrudin Priyanto; Edi Pramono; Pho Giovanno Wahyu Sinarwan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.620

Abstract

Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (selanjutnya disebut Piagam PBB) menyebutkan, terdapat 6 (enam) bahasa dunia, yaitu Arab, Tiongkok, Inggris, Prancis, Rusia, dan Spanyol.  Sejak November 2023, bahasa Indonesia juga sudah masuk “10 Besar” Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO (Organisasi PBB Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya), yang bermarkas di Paris.  Indonesia merupakan anggota masyarakat dunia, sebagai subyek hukum internasional, yang  dapat melakukan hubungan internasional dalam bidang perniagaan / perdagangan dunia. Subyek hukum adalah pemegang atau pengemban dari hak-hak dan kewajiban-kewajiban. Dalam melaksanakan hubungan hukum antara pihak-pihak sebagai subyek hukum tidak selamanya baik-baik saja (harmonis). Mungkin saja terdapat perbedaan pandangan atau pendapat, bahkan mungkin juga terjadi konflik, permasalahan, bahkan terjadi perselisihan atau sengketa (dispute). Untuk mengantisipasi apabila terjadi konflik atau sengketa, maka para pihak dapat memilih mekanisme penyelesaian melalui peradilan negara atau melalui jalur di luar peradilan negara, yaitu melalui arbitrase atau negosiasi, mediasi, atau mekanisme alternatif penyelesaian sengketa lainnya. Mengingat pentingnya peranan bahasa dalam penyelesaian sengketa para pihak, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan serta dan menelaah dan menganalisis tentang bagaimanakah implementasi peran pilihan bahasa dalam ketentuan kontrak (perjanjian) dalam rangka penyelesaian sengketa pada praktik di peradilan negara dan di peradilan arbitrase, sehubungan dengan berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009  tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Menurut ketentuan Pasal 31 ayat (1) bahwa “Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam nota kesepahaman atau perjanjian yang melibatkan lembaga negara, instansi pemerintah Republik Indonesia, lembaga swasta Indonesia atau perseorangan warga negara Indonesia”. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif terhadap hukum positif Indonesia  berupa peraturan perundang-undangan, juga dengan melakukan analisis kualitatif terhadap bahan-bahan naskah hukum (library research). Simpulan yang diperoleh, pada praktik Peradilan Negara dalam Putusan Mahkamah Agung RI No. 601 K/Pdt/2015, tanggal 31 Agustus 2015  juncto Putusan Pengadilan  Tinggi Jakarta No. 48/Pdt/2014/PT.DKI, tanggal 12 Februari 2014 juncto Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat No. 451/ Pdt.G/2012/PN.JKT.BAR, tanggal 21 Maret 2013 bahwa ”Perjanjian yang dibuat dalam bahasa asing (misalnya bahasa Inggris) bertentangan dengan UU No. Nomor 24 Tahun 2009  tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, dan karena itu dinyatakan null and void (batal demi hukum). Dalam praktek Persidangan pada Lembaga Arbitrase masih ditemukan kontrak (perjanjian), yang tidak sesuai dan tidak memperhatikan berlakunya UU No.24 Tahun 2009 tersebut.