Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kontribusi Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Kota Cimahi Lisdawati Wahjudin
SOSIOHUMANITAS Vol 19 No 1: Maret 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.771 KB) | DOI: 10.36555/sosiohumanitas.v19i1.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis latar belakang tentang fenomena permasalahan kemiskinan yang sangat kompleks di Indonesia dan hal ini perlu penanganan yang fokus menuju kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Secara sosiologis kemiskinan memiliki dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberdayakan masyarakat berdasarkan potensi masyarakat itu sendiri. Peneliti mengkaji dan menganalisis kontribusi modal sosial dalam upaya mengentaskan dan memberdayakan masyarakat miskin melalui kelompok lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan dan menganalisis secara cermat dan mendalam tentang kontribusi modal sosial pada fenomena sosial yang ada pada kelompok-kelompok lokal di Kota Cimahi dalam bidang pemberdayaan masyarakat miskin. Teknik pengumpulan data berdasarkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa kontribusi modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat miskin di Kota Cimahi bergantung kepada kerjasama agen yakni pemerintah khususnya program pemberdayaan masyarakat dan peran sasaran yakni masyarakat pada kelompok lokal. Pelibatan indikasi modal sosial di antaranya link atau jaringan dan trust atau kepercayaan antara masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dan individu dalam kelompok di sekitar sangat mendukung proses pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. Berdasarkan atas kebutuhan mensejahterakan masyarakat perlu adanya partisipasi, kerjasama yang baik, menciptakan organsisasi yang dapat bersaing di bidang ekonomi. Menumbuhkan rasa solidaritas yang tinggi demi tercapainya masyarakat yang sejahtera dengan berdasarkan saling percaya dan keterkaitan antar individu dan komunitas akan mencapai masyarakat yang lebih baik dan sejahtera di segala bidang.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR DALAM PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN Davidescu Victoria Marta; Lisdawati Wahyudin; Imam Jahrudin Priyanto
Dharmakarya Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i1.31065

Abstract

Seorang guru adalah praktisi dalam dunia pendidikan yang melaksanakan serangkaian proses pembelajaran, baik di dalam ruangan maupun luar ruangan kelas. Proses itu dimulai dari sebuah perencanaan dan diakhiri dengan penilaian atau evaluasi. Penilaian terhadap proses pelaksanaan tugas guru, sesungguhnya, tidak hanya oleh pihak luar, tetapi juga oleh  kepala sekolah atau pengawas dari dinas yang terkait. Penilaian itu ditujukan baik terhadap proses maupun hasil pembelajaran melalui penelaahan dan penelitian langsung Artinya, guru bersangkutan menyadari ada masalah dan guru tersebut juga yang akan melakukan tindakan untuk memecahkan masalah pembelajarannya secara mandiri. Dengan demikian, guru itu juga seorang peneliti di samping praktisi pendidikan. Penelitian yang dilakukan guru bersifat internal. Dilakukan dalam lingkup kelas dan konteks pembelajaran. Penelitian ini dikenal dengan istilah penelitian tindakan kelas, disingkat PTK.  Selama ini, guru tidak sepenuhnya  menyadari bahwa pembelajaran memiliki berbagai persoalan dan permasalahan. Guru tidak sempat mencatat, mengagendakan, serta mengambil tindakan penyelesaian masalah secara terstruktur dan teradministrasi. Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Langlangbuana, memberikan solusi pada masalah-masalah yang dihadapi guru, baik dari sisi waktu yang tersedia, maupun dari ketrampilan yang harus dimiliki agar para guru dapat melakukan penelitian. Tim pengabdi telah memberikan  pelatihan penulisan proposal penelitian kepada para guru di Sekolah Dasar 164 Karangpawulang, Bandung agar meningkatkan kompetensi mereka dan  memberikan motivasi agar mau membaca dan menulis. Kegiatan berlangsung selama dua minggu. Hasil yang dicapai adalah: 95% dari jumlah guru yang mengikuti pelatihan guru memahami materi yang diberikan. Target 35% dari jumlah guru menyusun proposal penelitian.
PERAN PERWIRA PENGAWAS PENYIDIK DI POLRESTABES BANDUNG DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT Lisdawati Wahjudin
Jurnal Sosial Politik Unla Vol 21 No 1 (2016): Vol. 21, No. 1, Juni 2016
Publisher : FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepercayaan masyarakat adalah salah satu tujuan dari diterapkannya reformasi Polri melalui penyusunan GrandStrategi Pembangunan Polri. Dalam tahapan kedua ini telah mencanangkan 10 (sepuluh) program prioritas yang diantaranya adalah pembenahan kinerja reserse yang dilakukan melalui penerapan strategi taat hukum, taat prosedur, taat etika, dan komitmen terhadap upaya revitalisasi. Kecepatan Polri beradaptasi dengan tantangan terkini, dan kesigapan merespons semua tantangan diperlukan untuk memulihkan rasa aman yang sangat dibutuhkan seluruh komponen masyarakat. Fakta-fakta kejahatan, berikut kualitas tindak kriminal yang berkembang hingga saat ini, muncul kesan di benak publik bahwa Polri relatif terlambat beradaptasi. Bahkan, dapat dikatakan kerepotan.
EFEKTIVITAS KINERJA PERSONIL SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) POLRES BANDUNG Lisdawati Wahjudin
Jurnal Sosial Politik Unla Vol 20 No 2 (2015): Vol. 20, No 2, Desember 2015
Publisher : FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Berusaha Menjaga Kepercayaan masyarakat dengan prinsip pemerintahan good governance dan clean government. Polri adalah bagian integral dari Pemerintah Indonesia yang salah satu tugas pokoknya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan masyarakat akan timbul apabila Polri melaksanakan tugas dan wewenangnya sebagaimana peraturan yang berlaku secara profesional dan proporsional dengan mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat. Namun tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri belum timbul sesuai harapan. Hal tersebut dapat terlihat dari beberapa kasus pengrusakan fasilitas Polri oleh masyarakat akibat ketidakpuasan atas tindakan oknum anggota Polri.
FUNGSI SAT INTELKAM DALAM UPAYA DETEKSI DINI KONFLIK HORIZONTAL ANTAR UMAT BERAGAMA DI WILAYAH HUKUM POLRESTABES BANDUNG Lisdawati Wahjudin
Jurnal Sosial Politik Unla Vol 22 No 1 (2017): Vol. 22, No. 1, Juni 2017
Publisher : FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan lingkungan strategis global, regional berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.kondisi kamtibmas yang dinamis di dalam masyarakat merupakan salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai dengan terjaminnya keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketenteraman yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk bentuk gangguan lainnya. Pada hakekatnya kamtibmas merupakan suatu kebutuhan hakiki setiap orang atau masyarakat yang mendambakan suasana aman dan tertib dalam tata kehidupan.
EFEKTIVITAS KINERJA PERSONIL SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) POLRES BANDUNG Lisdawati Wahjudin
Jurnal Sosial Politik Unla Vol 23 No 2 (2018): Vol. 23, No. 2, Desember, 2018
Publisher : FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah berusaha menjaga kepercayaan masyarakat dengan prinsip pemerintahangood governancedan clean government. Polri adalah bagian integral dari Pemerintah Indonesia yang salah satu tugas pokoknya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan masyarakat akan timbul apabila Polri melaksanakan tugas dan wewenangnya sebagaimana peraturan yang berlaku secara profesional dan proporsional dengan mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat. Namun tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri belum timbul sesuai harapan. Hal tersebut dapat terlihat dari beberapa kasus pengrusakan fasilitas Polri oleh masyarakat akibat ketidakpuasan atas tindakan oknum anggota Polri.
ASIMILASI STATUS IBU RUMAH TANGGA PADA ORGANISASI WANITA Lisdawati Wahjudin
Jurnal Sosial Politik Unla Vol 24 No 1 (2019): Vol. 24, No. 1, Juni 2019
Publisher : FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada mulanya, keluarga merupakan satu-satunya lembaga sosial di tengah-tengah masyarakat, satu-satunya wewenang yang dikenal oleh masyarakat primitive adalah wewenang keluarga. Keluarga dipandang sebagai lembaga yang kuat daya tahannya karena kemampuannya dalam mengendalikan individu secara terus-menerus. Hal ini penting mengingat setiap keluarga berfungsi sebagai pengantar kepada masyarakat besar dan penghubung pribadi-pribadi dengan struktut sosial yang lebih besar. Dengan bertambah kompleksnya kebudayaan, maka peran keluarga mengalami perubahan posisi yang besar. Misalnya pemenuhan kebutuhan untuk perekonomian, bersosialisai melalui organisasi dapat dilakukan pihak istri. Hal inilah yang dapat memengaruhi kedudukan dan status mereka menjadi tinggi apabila peran suami maupun istri dapat berperan lebih dan mengangkat nama baik keluarga maupun individu itu sendiri. Secara mendasar pengertian istri sebagai ibu rumah tangga adalah yang mengatur kegiatan di lingkungan keluarga dan mengerjakan kegiatan domestic saja. Tetapi pada kenyataannya istri dapat membantu tugas dan fungsi suami dan melakukan kegiatan pekerjaan di luar rumah sehingga menjadi lebih berdaya.
Peran Satuan Intelkam Polrestabes Bandung dalam Mencegah Kejahatan dan Pelanggaran Orang Asing di Wilayah Hukum Kota Bandung Dea Ade Juliana; Lisdawati Wahjudin
Jurnal Sosial Politik Unla Vol 24 No 2 (2019): Vol. 24, No. 2, Desember 2019
Publisher : FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Factors influencing the prevention of crime and violations of foreigners include who is authorized to conduct surveillance, conduct surveillance everywhere, and what types of criminal acts and violations committed by foreigners. The obstacle in preventing foreigners is that the role of the intelligence unit is limited by the main tasks of the law, so that in fact these obstacles sometimes overlap with the Immigration with its main task. Efforts are made to overcome these obstacles by trying to re-establish good coordination with relevant agencies, especially with the Immigration sub-Wasdakim, to avoid overlapping in their respective main tasks. Based on the results of research and discussion it can be concluded that preventing crime and violations of strangers carried out by the intelligence unit's role, among others, by conducting investigations that must be fulfilled by conducting early detection (accompanying), monitoring (accompanying), socializing (ending) in order to obtain information obtained for immediate production of intelligence products in order to make plans Furthermore, with the relevant agencies, to conduct surveillance of foreigners, the Intelligence Unit must coordinate with the Immigration Service so that the existing data of the Intelligence Unit and the Immigration Service can be equalized, and there is no overlap in their main duties.
Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus Ero Suhara; Lisdawati Wahjudin; Ahmad Nada Kusnendar
Jurnal Sosial Politik Unla Vol 26 No 1 (2021): Vol. 26 No. 1, Juni 2021
Publisher : FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi kebijakan Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus dimana studi dalam penelitian ini adalah tentang izin operasional kendaraan berbasis online di Kota Bandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi kebijakan dari Edward III khususnya faktor-faktor atau variabel krusial dalam implementasi kebijakan yang meliputi komunikasi, sumberdaya, disposisi/sikap, dan struktur birokrasi. Berdasarkan pada pendekatan teori tersebut, peneliti merumuskan proposisi sebagai berikut: Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus tentang Izin Operasional Kendaraan Berbasis Online di Kota Bandung berlangsung optimal melalui pendekatan faktor-faktor omunikasi, sumber daya, disposisi/sikap, dan struktur birokrasi; Faktor-faktor yang mempengaruhi proses implementasi kebijakan pemerintah dalam Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus dapat diatasi dengan pemenuhan tuntutan dan kebutuhan yang menunjang implementasi kebijakan; Upaya untuk menanggulangi hambatan dalam implementasi kebijakan Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus dapat diatasi dengan melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah. . Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian deksriptif, dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus tentang Izin Operasional Kendaraan Berbasis Online di Kota Bandung belum optimal. Kata kunci: Angkutan sewa khusus, implementasi kebijakan, izin operasional
Interaksi Simbolik pada Pembelajaran Daring Lisdawati Wahjudin; Wa Ode Nurul Yani; Riefky Krisnayana; Wiwin Winangsih; Dian Susanti
Dialektika Vol 9 No 2 (2022): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/dialektika.v9i2.2157

Abstract

Penelitian ini bertema interaksi simbolik pembelajaran daring/online selama masa pandemik Covid-19 yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam komunikasi interaktif. Penelitian ini dilakukan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Langlangbuana (Unla) Bandung. Hasil penelitian terkait pemanfaatan TIK menjelaskan bahwa perangkat lunak, perangkat keras, dan keterampilan pihak pengajar dan pembelajar dalam menghadapi kelas online harus terus dikembangkan dan diperbarui. Terkait metode dan teknik pengajaran online, perlu disepakati dan dikembangkan teknik pengajaran khusus dengan dukungan alat bantu pengajaran berupa fisik maupun virtual. Begitupun juga dengan sistem pembelajaran yang menggunakan aplikasi untuk memudahkan kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Terakhir, bahwa pengajar harus memiliki pemahaman memadai dalam menyampaikan simbol-simbol ketika berkomunikasi dengan pembelajar yang memiliki latar belakang kultural yang berbeda. Sebagai pisau analisis penelitian ini menggunakan teori modal sosial dimana terjalin kerjasama antara individu dan kelompok sosial untuk mencapai tujuan serta memecahkan suatu masalah melalui nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat. Diharapkan pembelajar serta institusi penyelenggara dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk meningkatkan program belajar-mengajar baik dari segi teknis, metode, dan pemahaman antarbudaya.