Anugrah Reskiani
Institut Agama Islam Negeri Kendari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMAHAMI KEMUKJIZATAN AL-QUR’AN : (TINJAUAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI) Muhammad Dirman Rasyid; Anugrah Reskiani
PAPPASANG Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i1.178

Abstract

This study aims to describe the miracles of the Qur'an in terms of ontology, epistemology and axiology. This research is a library research, by collecting related literature from both classical and contemporary sources then presented in a qualitative descriptive manner, then analyzed (content analysis) to arrive at a conclusion. Miracles of the Qur'an is a term that emerged as a response to the inability of humans to match the beauty of language and the message it contains. The Sunni scholars believe that the miracle of the Qur'an comes from itself, while the muktazilah scholars argue that the inability of humans to compete with the Qur'an is due to the existence of al-sarfah (transfer/revocation) ability by Allah swt. to match the Qur'an. As for the degree of miraculousness of the Qur'an, the most common opinion states that it relates to a complete chapter in the Qur'an although it is short. Miracles of the Qur'an include several aspects, namely; al-i‘ja>z al-baya>ni>, al-i‘ja>z al-‘ilmi>, al-i‘ja>z al-Tasyri>‘i>, dan al-i‘ja>z al-gaibi.The miraculous function of the Qur'an is as tangible evidence of the authenticity of the Qur'an which is the word of Allah swt. which occurs in every place and time.
Relasi Simbiosis Al-Qur’an dan Sunnah Dalam Tradisi Penafsiran Muhammad Dirman Rasyid; Anugrah Reskiani; Aksa Muhammad Nawawi
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Al-Qur’an berbasis sunnah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam khazanah intelektual Islam. Penelitian ini mengeksplorasi relasi dan signifikansi sunnah sebagai sumber penafsiran Al-Qur’an. Melalui studi kepustakaan dengan pendekatan multidisipliner, penelitian ini mengkaji definisi sunnah, bentuk-bentuk penafsiran dengan sunnah, kaidah-kaidah tafsir berbasis sunnah, serta urgensinya dalam memahami makna-makna Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sunnah merupakan sumber penafsiran utama setelah Al-Qur’an itu sendiri, dengan beragam format seperti penafsiran langsung oleh Nabi, koreksi atas kesalahpahaman sahabat, hingga perbuatan Nabi yang merefleksikan kandungan ayat. Para ulama menetapkan kaidah mengutamakan penafsiran dari Nabi dan memperhatikan kekhususan lafal syar’i. Tafsir Al-Qur’an berdasarkan sunnah memiliki signifikansi sebagai kunci dalam menangkap maksud sebenarnya firman-firman Ilahi yang sulit dijangkau nalar manusia. Mengkajinya merupakan urgensi demi mereguk makna-makna luhur Al-Qur'an sebagai bekal kebahagiaan dunia dan akhirat sebagaimana diwasiatkan Nabi agar berpegang pada Al-Qur’an dan sunnahnya.