Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Effectiveness of Training Methods on Shot Put Athletic Learning Results Andi Muhammad Fadlih; Juhanis; Sudirman; Hasyim; M. Said Zainuddin
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 7 No 2 (2023): JUNE (ACCREDITED SINTA 3)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v7i2.27663

Abstract

Athletics is the oldest sport or known as the Mother of Sport. The Mother of Sport is also called the mother of all sports. The reason athletics is called the Mother of Sport is because athletics is a combination consisting of walking, running, jumping and throwing.Athletic learning especially shot put at school, is increasingly in demand by students. This is due to the quality of the material provided by the teacher, this study aims to compare role-playing training methods of bullet repelling. The method used in this study is a 2x2 factorial experiment. The subject involved was students of athletic extracurricular members totaling 40 students. Data analysis in this study is two-way ANOVA using SPSS 20. The results of this study are 1) There is an effect of training methods on learning results of bullet repelling, 2) the effectiveness of learning outcomes is influenced by the quality of high arm muscle power, and not influenced by strength to the effectiveness of learning outcome to reject bullets. The conclusion can be adjusted to the characteristics of student learning.
Cara Efektif Membelajarkan Anak-anak Pinggiran di Pantai Bajo Sudirman
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The motivation to learn among the children of the Bajo Coast (APPB) in Bone Regency is very low. APPB who had attended primary school on average could only last up to grade 5. As a result, there was a massive dropout. They should have continued to study at school, given that compulsory primary education in Indonesia is 6-15 years old. However, they became dropouts whose education was neglected. In fact, there is enough time for them to learn. This phenomenon occurs continuously every year, resulting in the swelling of out-of-school children (ATS). This study aims to find effective ways to ensure that these ATS receive proper education outside the formal school system. The importance of this study is to assist the local government in eradicating ignorance, underdevelopment, and to contribute to reducing the high number of out-of-school children (ATS) in Bone District. A qualitative approach was applied with a case study design. The research subjects were seven APPBs who were selected by purposive sampling, accidental sampling, and snowball sampling. Data were collected through participatory observation and unstructured interviews. The data collected were analyzed qualitatively and descriptively. This study found that (1) an effective way to teach children with disabilities is activity-based learning (PBAN), (2) Bajo Beach children have a kinesthetic learning style who are more eager to learn outside the school system than inside the classroom, and (3) learning would be more meaningful if it was tailored to the characteristics of the children being taught. The conclusion is that children who have very low motivation to learn, if faced with sincerity and make their activities a means of learning, then children can learn well. The results of this study can serve as a reference for the local government in mapping and conducting further studies so that APPB and others in other areas can receive proper education services.
PEMBENAHAN LAPANGAN OLAHRAGA UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS OLAHRAGA SISWA DI MTS AL QALAM TEPPO Ilham Kamaruddin; Muh. Adnan Hudain; Ahmad Adil; Andi Ridwan; Sudirman; Andi Zulfitra Amelia; Muh Asti Ramadan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 7: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i7.6826

Abstract

Mts Al Qalam Teppo merupakan sekolah islam yang berada di kabupaten majene sulawesi barat, selama berdirinya sekolah ini lapangan olahraga yang ada di lingkungan sekolah sudah rusak dan tidak ada perbaikan dari pihak sekolah. Melihat keadaan lapangan olahraga yang terbilang tidak layak pakai, maka hal ini menjadi perhatian kami dan berinisiatif melakukan pembenahan atau perbaikan lapangan olahraga yang ada di Mts Al Qalam Teppo. Hal ini kami lakukan dengan harapan, agar siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaan olahraga dan jasmani dengan nyaman serta penuh semangat sehingga menghasilkan bibit atlet yang berprestasi. Pembenahan Lapangan Olahraga merupakan salah satu pengabdian dengan berkolaborasi dengan mahasiswa KKN UNM Terpadu kecamatan Banggae yang dilaksanakan selama 3 hari, hal ini dialakukan agar siswa dapat melakukan olahraga dengan baik. Pembenahan Lapangan menjadi salah satu solusi keresahan atau kesulitan siswa dalam hal pembelajaran olahraga dan jasmani.
Survei Sarana Dan Prasarana Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan (PJOK) SMAN 19 Makassar Sudirman
Journal Physical Health Recreation (JPHR) Vol 4 No 2 (2024): Journal Physical Health Recreation (JPHR)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jphr.v4i2.2364

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani olahraga dan Kesehatan (PJOK) SMA Negeri 19 Makassar meliputi keberadaan, jumlah dan kondisinya di SMA Negeri 19 Makassar yang dapat menunjang pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga (PJOK). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan subyek penelitian, dalam hal ini populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah sarana dan prasarana pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga (PJOK) di SMA Negeri 19 Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sarana dan prasarana tiap pembelajaran olahraga tidak sama, baik untuk cabang sepak bola, bola voli, bola basket, atletik, dan senam. Dimana untuk sarana cabang olahraga permainan memiliki 50% yang memenuhi standar dan 50% tidak memenuhi standar, sarana cabang olahraga atletik memiliki 40% yang memenuhi standar dan 60% tidak memenuhi standar, sarana cabang olahraga senam memiliki 14% yang memenuhi standar dan 86% tidak memenuhi standar, dan prasarananya memiliki 67% memenuhi standar dan 33% tidak memeuhi standar. Dapat disimpulkan bahwa dari keseluruhan sarana dan prasarana pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga (PJOK) di SMA Negeri 19 Makassar, ditemukan hasil rata-rata persentase sebesar 39% yang diartikan memenuhi standar dan 61% yang tidak memenuhi standar. Dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga (PJOK) di SMA Negeri 19 Makassar tidak memenuhi standar karena berada di bawah dari 50% sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007.
Hubungan Minat Baca dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas Tinggi SD Inpres 12/79 Walenreng I Kecamatan Cina Kabupaten Bone Muhammad Dirga Muzawwir; Sudirman; Abdul Hafid
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 2, No 3 September (2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v2i3.460

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian korelasi yang bertujuan mengetahui adanya nya hubungan minat baca dengan prestasi belajar siswa kelas tinggi SD Inpres 12/79 Walenreng 1 kecamatan Cina kabupaten Bone. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan angket. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa Kelas tinggi SD Inpres 12/79 Walenreng 1 kecamatan Cina kabupaten Bone yang berjumlah 51 siswa. Sampel dalam penelitian berjumlah 51 siswa. Teknik analisis data yaitu dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah gambaran minat baca menunjukkan nilai rata-rata 76 yang berada pada kategori tinggi dan prestasi belajar siswa dapat digambarkan pada dokumentasi nilai rapor yang diperoleh siswa yaitu nilai rata-rata 84 yang berada pada kategori sangat tinggi serta minat baca berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa khususnya kelas tinggi SD Inpres 12/79 Walenreng 1 kecamatan Cina kabupaten Bone.
LITERASI GERAK MOTORIK PADA SISWA UPT SD NEGERI LANTO DENG PASEWANG KOTA MAKASSAR Sudirman; Muh. Adnan Hudain; Yusnadi; Iskandar; Retno Farhana Nurulita
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6671

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gerak motorik pada siswa UPT SD Negeri Lanto Dg Pasewang Kota Makassar. Literasi gerak motorik merupakan kemampuan dasar yang penting dalam mendukung perkembangan fisik, kesehatan, serta aktivitas belajar peserta didik di sekolah dasar. Permasalahan yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan gerak motorik siswa masih beragam, terutama dalam melakukan gerakan dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dikemas dalam bentuk edukasi dan permainan gerak yang interaktif agar siswa lebih aktif dan antusias dalam mengikuti aktivitas pembelajaran. Sasaran kegiatan adalah siswa UPT SD Negeri Lanto Dg Pasewang Kota Makassar dengan melibatkan guru pendidikan jasmani sebagai pendamping kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan gerak dasar siswa, seperti berlari, melompat, menjaga keseimbangan, serta koordinasi gerak tubuh. Selain itu, siswa terlihat lebih aktif, percaya diri, dan termotivasi dalam mengikuti aktivitas fisik. Guru pendidikan jasmani juga memperoleh tambahan wawasan mengenai metode pembelajaran gerak motorik yang lebih menarik dan efektif bagi siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi gerak motorik siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam mendukung pengembangan pendidikan jasmani yang aktif, sehat, dan menyenangkan di lingkungan sekolah dasar.
PENGENALAN GERAK PEMANASAN ANIMAL MOVEMENT PADA MAHASISWA PENCAK SILAT FIKK UNM Sudirman; Nurliani; Hasbi Asyhari; Muhammad Kamal; Ramli
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6672

Abstract

Pemanasan merupakan bagian penting dalam setiap aktivitas olahraga karena berperan dalam mempersiapkan kondisi fisik dan mental atlet sebelum melakukan latihan atau pertandingan. Salah satu metode pemanasan yang berkembang dalam ilmu keolahragaan adalah animal movement, yaitu latihan yang mengadaptasi pola gerak hewan untuk meningkatkan mobilitas, koordinasi, keseimbangan, stabilitas, dan kesadaran tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan gerak pemanasan animal movement kepada mahasiswa pencak silat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM) sebagai alternatif model pemanasan yang inovatif dan fungsional. Metode yang digunakan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dan manfaat animal movement, dilanjutkan dengan demonstrasi berbagai gerakan dasar seperti bear crawl, crab walk, gorilla walk, ape reach, dan beast position, serta praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan gerakan animal movement. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi serta memberikan respons positif terhadap penerapan metode pemanasan tersebut dalam latihan pencak silat. Selain meningkatkan kesiapan fisik, animal movement dinilai mampu mengembangkan koordinasi gerak, keseimbangan, mobilitas, dan kesadaran tubuh yang relevan dengan kebutuhan olahraga pencak silat. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada mahasiswa mengenai pemanasan berbasis gerak fungsional yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam proses latihan.
PENGARUH MODEL SPORT EDUCATION TERHADAP PHYSICAL LITERACY, MOTIVASI BELAJAR, DAN AKTIVITAS FISIK HARIAN MAHASISWA PJKR Sudirman
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Model Sport Education (SEM) terhadap physical literacy, motivasi belajar, dan aktivitas fisik harian mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment pretest-posttest control group design yang dilaksanakan selama 16 pertemuan pada mata kuliah Permainan Bola Besar. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa PJKR angkatan 2023 (N=120), dengan sampel sebanyak 60 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=30) yang menerima pembelajaran berbasis SEM dan kelompok kontrol (n=30) yang menerima pembelajaran konvensional. Physical literacy diukur menggunakan Perceived Physical Literacy Instrument (PPLI), motivasi belajar diukur menggunakan Kuesioner Motivasi Belajar berbasis model ARCS, dan aktivitas fisik harian diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi pendek. Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-test, Independent Sample t-test, dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) pada taraf signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan Model Sport Education terhadap physical literacy (t = 4,87; p = 0,000; d = 0,89), motivasi belajar (t = 5,12; p = 0,000; d = 0,94), dan aktivitas fisik harian (t = 3,94; p = 0,001; d = 0,81) mahasiswa PJKR, dengan efektivitas yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional baik secara parsial maupun simultan (MANOVA: F = 14,32; p < 0,001; Wilks’ ? = 0,612; partial ?² = 0,388), sehingga SEM direkomendasikan sebagai model pembelajaran holistik dalam kurikulum PJKR untuk membentuk mahasiswa yang physically literate dan berperilaku hidup aktif.
PENGGUNAAN WEARABLE TECHNOLOGY UNTUK MEMANTAU AKTIVITAS FISIK DAN MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING MAHASISWA PJKR Sudirman; M. Said Zainuddin; Muhammad Qasash Hasyim
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan wearable technology berupa fitness tracker dan smartwatch terhadap pemantauan aktivitas fisik dan peningkatan self-regulated learning mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment pretest-posttest control group design yang dilaksanakan selama enam belas pertemuan pada mata kuliah Kebugaran Jasmani Berbasis Teknologi. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa PJKR angkatan 2023, dengan sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menggunakan wearable technology dalam pembelajaran dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional tanpa perangkat wearable. Aktivitas fisik diukur secara objektif menggunakan data keluaran perangkat wearable yang divalidasi dengan International Physical Activity Questionnaire, sedangkan self-regulated learning diukur menggunakan Motivated Strategies for Learning Questionnaire. Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-test, Independent Sample t-test, dan Multivariate Analysis of Variance pada taraf signifikansi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan wearable technology memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan aktivitas fisik dan self-regulated learning mahasiswa PJKR, dengan efektivitas yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional baik secara parsial maupun simultan, sehingga integrasi wearable technology direkomendasikan sebagai strategi inovatif berbasis data yang perlu dikembangkan secara sistematis dalam kurikulum PJKR guna membentuk mahasiswa yang aktif secara fisik, mandiri dalam belajar, dan melek teknologi kesehatan sebagai calon guru pendidikan jasmani profesional.
Neuromuscular Adaptation To Speed Training In Karate: An Interdisciplinary Literature Review Sudirman
Journal of Sport Education, Coaching, and Health (JOCCA) Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Speed is one of the most critical biomotor components in karate, as successful performance in kumite depends on rapid reactions, explosive movements, and efficient execution of offensive and defensive techniques. Recent advances in exercise physiology and neuroscience suggest that speed training induces neuromuscular adaptations that enhance athletic performance through improvements in neural efficiency, motor unit recruitment, and movement coordination. However, evidence regarding these adaptations remains fragmented across multiple scientific disciplines. Objective: This interdisciplinary literature review aimed to synthesize and analyze the conceptual and empirical evidence concerning neuromuscular adaptations resulting from speed training in karate athletes. Methods: A literature review approach was employed by analyzing peer-reviewed articles published between 2015 and 2025 from Scopus, Web of Science, PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and SINTA-indexed journals. A total of 28 eligible studies were selected and analyzed using a narrative synthesis approach focusing on neuromuscular mechanisms and karate performance outcomes. Results: The review revealed that speed-oriented training significantly improved motor unit recruitment (85.7%), rate of force development (78.6%), reaction time (75.0%), intermuscular coordination (71.4%), neural drive enhancement (64.3%), and movement economy (57.1%). Karate-specific speed drills demonstrated the greatest performance improvements, including increases in movement speed (13.4%), rate of force development (17.8%), and reaction time (14.6%). Furthermore, neuromuscular adaptations contributed to improvements in punching speed (15.2%), kicking velocity (14.5%), agility (12.8%), technical accuracy (10.4%), and reactive performance (16.1%). Conclusion: Speed training effectively enhances karate performance through neuromuscular adaptations involving neural plasticity, motor unit activation, intermuscular coordination, and force transmission efficiency. These findings support the integration of neuromuscular-focused speed training into karate conditioning programs to optimize competitive performance.