Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN MONITORING FREKUENSI DAN GANGGUAN SERVER SUPERVISORY CONTROL AND DATA ACQUISITION DI PT PLN (PERSERO) UP3B KALTIM Satrio Yolandanu; Mundzir; Nurfalah Setiawan
PROSIDING SEMINASTIKA Vol 2 No 1 (2019): 2nd SEMINASTIKA 2019
Publisher : Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga kelangsungan pasokan energi listrik wilayah provinsi Kaltim dari kota Balikpapan sampai Bontang maka diperlukanlah sebuah sistem yang lebih efektif dan otomatis yang bisa mengurangi mobilitas manusia secara manual dan konvensional. Sistem yang dibutuhkan ialah kontrol dengan gerakan cepat, dengan jarak yang jauh bisa diawasi dan dikendalikan dengan segera. Sistem otomasi yang digunakan oleh PLN sekarang adalah sistem Supervisory Control And Data Acquisition. SCADA Berfokus pada pengumpulan data, mengolah dan mendistribusikan informasi kepada personil, grup atau ke beberapa komputer secara cepat dan akurat. Pada tahun 2018 ini muncul masalah Server Scada down/mati 2x di karenakan mcb inverter trip / lepas karena beberapa faktor gangguan yang mengakibatkan supply daya untuk server mati berdampak terputusnya SCADA telemetering, telekontrol, teleproteksi serta internet pelaporan beban setiap jam pada sistem pengaturan beban kelistrikan PT PLN (Persero) AP2B Kaltim dan battery server hanya mampu bertahan 3 – 4 jam setelah inverter mati ,Pada tugas akhir ini telah dirancang alat yang bisa memonitoring keadaan box inverter yaitu frekuensi dan status mcb berbasis mikrokontroller dengan akses internet yang terintegerasi Blynk sebagai server database agar saat terjadi kendala bisa cepat diketahui dan diatasi. Sistem alat terdiri dari auxelery relay ,mikrokontroller esp32 dan Blynk sebagai server data base serta aplikasi optocoupler 817 sebagai pembaca nilai frekuensi. Pembacaan frekuensi dan status cb akan dikirimkan ke web server blynk oleh mikrokontroller esp32 yang sudah terhubung wifi mulai nilai rating frekuensi 0-50 Hz secara real time ,jika terjadi gangguan pada inverter maka notifikasi akan dikirimkan ke email yang sudah terdaftar.
INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS DIGITAL DI ERA SOCIETY 5.0: PENDAMPINGAN PARTISIPATIF PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN GENERATIF BAGI GURU KESETARAAN PKBM ANS NOOR ASSALAM BALIKPAPAN Riski Zulkarnain; Mundzir; Lisda; wahyu nur; Sufiana; Gunawan; Shinta Palupi
Gotong Royong Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v3i2.350

Abstract

Transformasi pendidikan pada era Society 5.0 menuntut pendidik menguasai teknologi digital yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, namun kesiapan tersebut belum merata pada satuan pendidikan nonformal. Observasi awal di PKBM Ans Noor Assalam Balikpapan memperlihatkan bahwa mayoritas guru kesetaraan masih bertumpu pada media cetak, belum memanfaatkan kecerdasan buatan generatif, serta memiliki kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru kesetaraan dalam merancang pembelajaran digital berbantuan kecerdasan buatan generatif (Claude), Canva Education, Quizizz, dan Kahoot. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research melalui delapan tahap, yaitu observasi, analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan lokakarya, praktik terbimbing, pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta refleksi. Sasaran kegiatan adalah 22 guru kesetaraan Paket A, B, dan C, dilaksanakan pada 3 Maret 2026 dan dilanjutkan pendampingan daring selama empat minggu. Bentuk kegiatan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik berbasis proyek, simulasi kelas mikro, diskusi, dan mentoring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor kompetensi dari 41,9 menjadi 81,9 dengan N-Gain 0,69 pada kategori sedang mendekati tinggi dan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Sebanyak 90,9% peserta menghasilkan media visual digital, 86,4% menyusun asesmen gamifikasi, dan 81,8% menyusun modul ajar berbantuan kecerdasan buatan, dengan tingkat kepuasan 93,4%. Kegiatan berdampak pada meragamnya media pembelajaran, meningkatnya partisipasi warga belajar, dan terbentuknya komunitas praktik digital di lembaga mitra. Disimpulkan bahwa integrasi kecerdasan buatan generatif yang disertai pendampingan berkelanjutan efektif meningkatkan kompetensi digital guru kesetaraan.