Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pendekatan pembelajaran bahasa asing, termasuk dalam pembelajaran bahasa Jepang. Pada tingkat lanjut, pembelajaran tata bahasa tidak hanya menuntut pemahaman terhadap struktur gramatikal, tetapi juga kemampuan menggunakan tata bahasa tersebut secara kontekstual dalam komunikasi nyata. Namun, dalam praktik pembelajaran di perguruan tinggi, pengajaran tata bahasa masih sering berfokus pada penjelasan pola kalimat dan latihan mekanis sehingga kesempatan bagi mahasiswa untuk menggunakan bahasa secara kreatif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Project-Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan pembuatan konten edukatif pada platform TikTok dalam pembelajaran tata bahasa Jepang tingkat lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan action research dengan subjek penelitian mahasiswa semester lima Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Darma Persada. Mahasiswa dibagi menjadi 19 kelompok, dan setiap kelompok meneliti satu ungkapan tata bahasa Jepang tingkat lanjut untuk kemudian dijelaskan melalui video TikTok berdurasi pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, mendorong eksplorasi mandiri terhadap tata bahasa, serta meningkatkan kreativitas dan literasi digital mahasiswa. Selain itu, kegiatan produksi konten memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menggunakan tata bahasa secara kontekstual melalui dialog dan simulasi situasi komunikasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi Project-Based Learning dan media sosial dapat menjadi model pembelajaran inovatif dalam pendidikan bahasa Jepang tingkat lanjut.