Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SENAPAS

Appreciative Inquiry: Metode Engagement dan Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat Gregoria Yudarwati
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v1i1.7377

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan appreciative inquiry sebagai metode engagement yang memberdayakan dalam pembangunan. Engagement merupakan proses pelibatan komunitas sebagai subjek pembangunan melalui proses interaktif dan dinamis untuk menciptakan makna bersama. Studi kasus pada proses engagement dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Kulon Progo dipilih untuk memahami fenomena penelitian ini. Focus Group Discussion terhadap tiga kelompok komunitas dilakukan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa appreciative inquiry memberikan alternatif engagement yang memberdayakan dikarenakan (1) menempatkan anggota masyarakat sebagai aktor pembangunan, (2) berfokus pada aspek positif dalam masyarakat, (3) bersifat percakapan dan berbagi cerita, (4) merupakan model inklusif untuk memastikan keterlibatan masyarakat, dan (5) mengakomodasi nilai lokal. Terlepas dari kelebihan tesebut, artikel ini juga mengidentifikasi adanya tantangan dalam menjalankan appreciative inquiry sebagai metode engagement, yaitu aspek kepercayaan di antara pihak terkait, nilai tradisional yang konserfatif, dominasi pemimpin dan kekhawatiran dianggap berbeda dari kelompok.
Pengembangan Manajemen Pengetahuan dan Komunikasi di Pusat Rehabilitasi YAKKUM Negoro, Sherly Hindra; Gregoria Arum Yudarwati; Alexander Beny Pramudyanto
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9286

Abstract

Pusat Rehabilitasi Yakkum sebagai (PRY) lembaga yang berfokus di penanganan dan dukungan pada penyandang disabilitas sejak 1982 menghadapi tantangan terkait pengelolaan pengetahuan, pengalaman dan beragam praktik baik dari lembaga. Manajemen pengetahuan (knowledge management) PRY diperlukan untuk mengeksplorasi dan mengelola hal tersebut menjadi sumber pengetahuan yang dapat diakses lembaga ataupun pemangku kepentingan terkait agar dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan lembaga. Penulis sebagai tim pengabdi menjalankan program pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pendampingan secara partisipatif pewujudan sistem manajemen pengetahuan di PRY dengan model tahapan dalam siklus Discovery- Capture-Process-Benefit & Share. Pada tahapan Discovery dan Capture, penulis bersama tim Knowledge Management PRY mengeksplorasi pengetahuan, pengalaman dan praktik baik dengan menggunakan pendekatan kontekstual What, Who, When, Where, Why, How yang dielaborasikan dengan pendekatan komunikasi Source, Message, Channel, Receiver, Effect. Hasil pendampingan partisipatif ini, tim Knowledge Management PRY berhasil merancang formula Discovery pengetahuan berbasis milestone dan aktivitas untuk dua program, yakni 1) Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi pada Kelompok Disabilitas, 2) Pengembangan Pendidikan Inklusi. Melalui program kolaboratif ini, PRY dapat secara mandiri melakukan manajemen pengetahuan sehingga tacit knowledge yang ada dapat menjadi explicit knowledge yang bermanfaat bagi pengembangan lembaga maupun pengembangan pengetahuan bagi publik.