Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medula

THE ASSOCIATION BETWEEN MATERNAL CHARACTERISTICS AND COMPLETENESS OF BASIC IMMUNIZATION SERIES AMONG TODDLERS IN KOTA AND JAMBULA PUBLIC HEALTH CENTERS IN TERNATE Azril Azril; Fera The; Abdul Hakim Husen
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v9i2.24071

Abstract

Background: Immunization is the process of developing immunity towards against infectious diseases through vaccination.  In 2019, the highest and lowest complete basic immunization coverage were achieved in Jambula (100%) and Kota (89%) public health centers, respectively.  Maternal characteristics are considered to play role in basic immunization coverage among toddlers. Purpose: To identify the association between maternal characteristics and completeness of basic immunization among toddlers in the Kota and Jambula public health centers, Ternate. Method: Using purposive sampling, this analytical observational study was conducted in the Kota and Jambula public health centers, Ternate, in 2021. Results: From 192 samples, statistically significant associations were identified between maternal education, knowledge, and attitudes, with the completeness of basic immunizations (p<0,05). No significant associations were detected with maternal age and maternal work. Conclusions: Maternal education, knowledge, and attitudes may affect the completeness of basic immunizations among toddlers. The need for sound programs and parental education regarding complete basic immunizations among toddlers might be crucial.Keywords: immunization, maternal characteristics, Kota Public Health Center, Jambula Public Health Center
Hubungan Faktor Risiko dengan Kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun Muhammad Sultan Firman Syah; Abdul A Manaf; Fera The
MEDULA (JURNAL ILMIAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v10i1.25877

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan rasa tidak nyaman, nyeri epigastrium, kembung, mual muntah, sendawa dan rasa penuh. Stres, pola makan, makanan/minuman iritatif, obat anti inflamasi non-steroid (OAINS), Helicobacter pylori, alkohol dan merokok merupakan faktor risiko dispepsia. Meski berada di urutan ke-8 dari 10 penyakit spesifik di Maluku Utara, belum ada penelitian terkait hubungan faktor risiko dengan kejadian pada kelompok ini, khususnya pada kaum muda di Universitas Khairun. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun. Metode: Penelitian observasional analitik cross sectional ini dilaksanakan mengunakan metode random sampling dari populasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun pada Januari 2022. Data diperoleh melalui kuesioner. Hasil: Dari 136 sampel, sebagian besar berusia 20-24 tahun (54,4%), 71,3% perempuan, 52,5% memiliki tingkat stres normal, 64,7% memiliki pola makan teratur, 56,6% mengonsumsi makanan/minuman iritatif, 23,5% mengonsumsi OAINS, 2,2% perokok, dan 6,6% mengonsumsi alkohol. Dispepsia fungsional dialami 55,9% mahasiswa. Dari seluruh variabel independen, jenis kelamin, tingkat stres, diet iritatif, OAINS, dan status perokok ditemukan berhubungan bermakna secara statistis dengan kejadian dispepsia fungsional (p<0,05). Simpulan: Pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Khairun, jenis kelamin, tingkat stres, diet iritatif, OAINS, dan status perokok ditemukan berhubungan bermakna secara statistis dengan kejadian dispepsia fungsional.Kata Kunci: Dispepsia, faktor risiko, mahasiswa fakultas kedokteran