Latar belakang: Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat baik sosial, fisik, dan mental yang berkaitan dengan fungsi reproduksi, peran dan system reproduksinya. Jumlah remaja usia 10-24 tahun adalah sekitar 64 juta atau 28,64% dari jumlah penduduk Indonesia maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja akhir-akhir ini disebabkan karena faktor kurang nya pengetahuan remaja tentang Pendidikan Kesehatan Reproduksi. Edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja merupakan hal yang penting sebagai upaya menghindari seks bebas, penyebaran penyakit kelamin dan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan Kesehatan reproduksi remaja dalam menyikapi bonus demografi. Metode: Metode pelaksanaan promosi kesehatan yang digunakan adalah pemberian edukasi terkait Isu Kesehatan Reproduksi serta cara mencegah penyakit menular seksual, dalam kegiatan ini terdapat 116 siswa SMK Kesehatan Pelita yang sangat berperan aktif melalui sesi tanya jawab. Hasil: Hasil kuisioner dan pemberian edukasi yang diberikan kepada siswa di SMK Kesehatan Pelita tentang pengetahuan kesehatan reproduksi memiliki nilai benar adalah 57.73% sedangkan untuk penilaian salah 26.59%. Kesimpulan: Hasil tersebut menunjukan bahwa pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi ini meningkat. diharapkan dari kegiatan ini sikap dan perilaku siswa tentang Kesehatan reproduksi remaja dapat lebih baik sehingga dapat mengurangi angka kejadian penyakit penular seksual pada remaja dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.