Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Fungi MikorizaArbuskularTerhadapFaktorProduksidanHasilPadi (Oryza sativa L.) yang di TanampadaTinggiGenangan 10 cm di BawahPermukaan Tanah Munawaroh, Madinah; Effendi, Arman; Ariani, Erlida
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 7 (2020): Edisi 1 Januari s/d Juni 2020
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arbuscularmycorrhizal fungi (FMA) is a soil microorganisms that form internal hyphae with plant roots producing phosphatase enzymes that are able to release P from specific bonds so that it can be absorbed by rice plants. This study aims to examine the effect of treating several doses of FMA and get the best dose to increase the results of rice plants (Oryza sativa L.) planted at a puddle height of 10 cm below the soil surface. This research is a complete randomized design trial consisting of five treatments and three replications, so that 15 experimental units. Each unit consists of five plants, so that 75 plants are obtained. All plants in each experimental unit are sampled. The treatments tested were several FMA doses consisting of no FMA, 15 g per plant, 30 g per plant, 45 g per plant, and 60 g per plant. The parameters observed were the number of productive tillers, panicle length, number of panicle branches, number of pithed grain per panicle, percentage of pithed grain, weight of 1000 grain of pithed grain, weight of dried milled grain per clump. Provision of AMF influences the yield of lowland rice. The provision of 45 g FMA per plant gave good results in increasing the number of productive tillers, panicle length, number of panicle branches and the weight of milled unhusked rice per clump. Keyword: Lowland rice, phosphatase, FMA, SRI Method
Hubungan Pengetahuan, Sikap, Sarana Prasarana Puskesmas tentang Gizi Seimbang terhadap Perilaku Pemenuhan Gizi Balita Putik Silvia Anggraeni; Madinah Munawaroh; Uci Ciptiasrini
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 10 No 04 (2020): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Sek
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v10i04.815

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2018, Angka Gizi Buruk dan Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan gizi di indonesia, maka hal ini harus segera diatasi agar angka tersebut tidak semakin meningkat. Gizi Merupakan unsur terpenting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan balita. Asupan gizi yang baik adalah sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap ibu, sarana prasarana puskesmas tentang gizi seimbang terhadap perilaku pemenuhan gizi balita. Jenis penelitiannya adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan bulan Agustus sampai September Tahun 2020, Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 12-59 Bulan yang ada saat pengambilan sampel, yang dilakukan secara door to door di Wilayah Kelurahan Jatiasih dengan jumlah sampel 219 responden dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Hasil analisis menunjukkan pengetahuan ibu (P=0,047), Sikap Ibu (P=0,018), dan Sarana Prasarana Puskesmas (P=0,001) bahwa H0 ditolak dikarenakan 3 variabel independen mempunyai nilai p-value < 0.005 yang berarti ada hubungan antara Pengetahuan, Sikap Ibu, dan Sarana Prasarana Puskesmas tentang gizi seimbang terhadap Perilaku pemenuhan gizi balita. Saran bagi Puskesmas diharapkan dapat melakukan advokasi kepada ibu yang memiliki balita mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita sehingga dapat membantu menurunkan angka Stunting dan Gizi Buruk.
Hubungan Status Gizi Pola Makan dan Peran Keluarga Terhadap Pencegahan Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Puti Aini Qolbi; Madinah Munawaroh; Irma Jayatmi
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 10 No 04 (2020): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Sek
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v10i04.817

Abstract

Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2018, dalam 3 tahun terakhir, stunting merupakan prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya, maka hal ini harus diatasi agar angka kejadian stunting tidak meningkat, yaitu dengan melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap kejadian stunting. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi, pola makan, dan peran keluarga terhadap pencegahan stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Jatiasih Kelurahan Jatimekar Kota Bekasi Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September tahun 2020, populasi adalah balita usia 24-59 bulan yang ada saat pengambilan sampel yang dilakukan secara door to door di kelurahan Jatimekar. Pengambilan sampel sebanyak 173 responden dengan teknik pengambilan data purposive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar kuesioner dan buku standar antropometri penilaian status gizi anak. Hasil analisis menunjukkan status gizi (P=0,001), pola makan (P=0,000), dan peran keluarga (P=0,000) bahwa H0 ditolak dikarenakan 3 variabel independen mempunyai nilai p-value < 0,005 yang berarti ada hubungan antara status gizi, pola makan, dan peran keluarga terhadap terhadap pencegahan stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Jatiasih Kelurahan Jatimekar Kota Bekasi Tahun 2020. Saran bagi Puskesmas agar memberikan edukasi ataupun pemahaman kepada para ibu yang memiliki balita tentang pola makan yang benar, memberikan makanan tambahan bagi balita secara rutin, memberi edukasi pentingnya peran keluarga, serta rutin memantau status gizi anak agar anak tercegah dari kejadian stunting
Penggunaan Kontrasepsi terhadap Gangguan Siklus Menstruasi di BPM A: Use of Contraceptives for Menstrual Cycle Disorders in BPM A Anastasia Anugrah Susilaningrum; Uci Ciptiasrini; Madinah Munawaroh
Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Interprofesi Kesehatan Indonesia
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.085 KB) | DOI: 10.53801/jipki.v1i02.5

Abstract

Introduction: Indonesia, with a very large population, is committed to implementing the Planning Family and Birth Control as a means of fulfilling international demands in improving the lives of mothers and children. One of the problems with the family planning program is menstrual disorders due to the use of hormonal contraceptives such as a one-month injection and three months of injection contraception, which often become complaints from family planning acceptors. Objectives: The purpose of this study was to determine the difference in the shortest and longest cycle length between the two types of hormonal injection contraception. Method: This research is a cross-sectional study conducted at the Midwife Practice Anastasia Ningrum with samples in the form of hormonal injection family planning acceptors from January 2020 to June 2020 with a sampling technique in the form of accidental sampling. The inclusion criteria in this study were active injection family planning acceptors and had an FP control card with the exclusion criteria in the form of injection contraceptive use ≤ 6 months. The independent variable in this study was the use of 1 month and three months of injection contraceptive, while the dependent variable was the shortest and longest menstrual cycle length. Result: The results of this study involved 70 respondents with the shortest cycle length for injection contraception of 1 month and three months, respectively 28 (21 - 40) days and 60 (28 - 90) days, as well as the longest cycle lengths for injection contraception of 1 month and three months respectively. count is 35 (28 - 90) days and 90 (40 - 90) days. The mean difference between groups using the Mann Whitney test was significant for both the longest cycle and the shortest cycle (p-value <0.05). Conclusion: There was a significant difference between the longest and the shortest cycle length between 1 month and three months of injection contraceptive use.
Peran Tenaga Kesehatan, Promosi Kesehatan dan Dukungan Keluarga Terhadap Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil Madinah Munawaroh; Pinna PN Situmorang
SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 1 No 2 (2021): SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.459 KB) | DOI: 10.53801/sjki.v1i2.34

Abstract

Introduction: Anemia is one of the most common nutritional disorders during pregnancy, this anemia can be achieved with iron supplementation. Pregnant women who suffer from severe anemia can increase the risk of maternal and infant morbidity and mortality, the possibility of giving birth to babies with low birth weight. Objectives: The purpose of the study was to determine the relationship between health promotion, the role of health workers, and family support with the prevention of anemia in pregnant women in the working area of ​​the Bondongan Health Center, Bogor City in 2019. Method: This type of research, quantitative and analytical descriptive approach using the cross-sectional method. The study population was all pregnant women as many as 128 people and a sample of 56 respondents. The sampling technique is purposive sampling. The measuring instrument uses a questionnaire. Data analysis using chi-square with 0.05. Result: The results showed that the prevention of anemia in pregnant women was in the poor category (57%), the role of health workers was not good (55%), health promotion was not good (63%), low family support (54%) in preventing anemia in pregnant women working area of ​​Bondongan Health Center, Bogor City in 2019. Conclution: There is a significant relationship between the role of health workers (P-value 0.04), Health Promotion (P-value 0.012), and Family Support (P-value 0.02) on the prevention of anemia in pregnant mothers.
Pola Menstruasi, Gaya Hidup dan Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Kejadian Anemia Retno Sugesti; Dian Islami; Madinah Munawaroh
SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 1 No 2 (2021): SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/sjki.v1i2.38

Abstract

Introduction: Anemia is a condition where there has been a shortage of red blood cells in the body with HB levels less than 12 g/dl. Menstrual patterns, lifestyle, and family support are some of the risk factors for anemia in adolescent girls. Objective: This study aims to determine the relationship between menstrual patterns, lifestyle, and family support with the incidence of anemia in adolescent girls at Gema Islami Middle School, Tangerang Regency in 2021. Method: This research uses a descriptive-analytic with cross-sectional approach. The population of this study amounted to 38 students and the sampling technique used was total sampling with a sample of 38 students. Result: The results of this study indicate that there is a significant relationship between menstrual patterns and the incidence of anemia, the p-value is 0.006 and the results are OR = 7,500 (1,626-34,591), lifestyle with the incidence of anemia, the p-value is 0.026 and OR = 5,200 (1,149-23,540). and family support with the incidence of anemia obtained a p-value of 0.013 and the result of OR = 6.222 (1.365-28.369). Conclusion: Menstrual pattern, lifestyle, and family support are related to the incidence of anemia, and of the 3 independent variables, the menstrual pattern variable is the variable most related to the incidence of anemia in adolescent girls at Gema Islami junior high school Tangerang in 2021.
Konfirmasi Lima Faktor yang Berpengaruh terhadap Pencegahan Diabetes Mellitus Pada Ibu Hamil Madinah Munawaroh Hayatullah; Hafizzurachman Hafizzurachman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19 No 01 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan terbitan Maret Volume 19 Nomor 01 Tahun 2020
Publisher : STIKIM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.103 KB) | DOI: 10.33221/jikes.v19i01.388

Abstract

Pencegahan penyakit diabetes melitus gestasional adalah upaya atau usaha yang secara sengaja dilakukan individu untuk menghindari atau mengendalikan kadar gula darah agar tidak menggangu kehamilan dan kesehatan ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besaranya pengaruh sumber informasi, peran keluarga, pola makan, aktifitas fisik dan status gizi terhadap pencegahan diabetes mellitus pada ibu hamil. Penelitian ini diambil dari data primer menggunakan kuesioner. Sampel digunakan sebanyak 60 responden dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2017-Januari 2018 Puskesmas Rangkapan Jaya Kota Depok Tahun 2018. Metode analisis digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) menggunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 18. Hasil penelitian menghasilkan temuan yaitu variabel pencegahan diabetes mellitus pada Ibu hamil dipengaruhi sumber informasi (23,02%), peran keluarga (19,24%), pola makan (7,32%), aktifitas fisik (18,78%) dan status gizi (13,08%). Pengaruh langsung pencegahan dibetes mellitus pada ibu hamil 81,44% dan pengaruh tidak langsung sebesar 1,44%. Total pengaruh langsung dan tidak langsung pencegahan diabetes mellitus pada ibu hamil sebesar 82,88%. Semakin baik informasi, peran keluarga, pola makan aktifitas fisik dan status gizi ibu maka akan baik pula pencegahan terhadap penyakit diabetes mellitus. Saran agar ibu selalu menjaga kesehatan ibu pada masa kehamilan agar terhindar dari komplikasi pada saat hamil.
HUBUNGAN PERSEPSI, SUMBER INFORMASI DAN PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN TRIPEL ELIMINASI DI PMB NETI VEBRIYANI TAHUN 2022: THE RELATIONSHIP OF PERCEPTION, SOURCES OF INFORMATION AND BEHAVIOR OF PREGNANT MOTHERS TO TRIPLE ELIMINATION EXAMINATION Neti Vebriyani; Rizkiana Putri; Madinah Munawaroh
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 2 No. 2 (2022): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.369 KB) | DOI: 10.36082/jmswh.v2i2.542

Abstract

Program triple eliminasi merupakan sebuah program kesehatan yang berlandaskan hukum Peraturan Menteri Kesehatan no.52 tahun 2017 tentang “ Eliminasi Penularan Human Immunodefeciency Virus (HIV), Sifillis dan Hepatitis B dari ibu ke anak”. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk memutus rantai penularan penyakit dari ibu ke anak. Deteksi dini resiko infeksi hepatitis b,HIV dan sifilis dilakukan melalui pemeriksaan darah minimal satu kali pada masa kehamilan dan direkomendasikan pada pemeriksaan antenatal yang pertama.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi,sumber informasi,dan perilaku ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi. Jenis penelitian ini adalah deskriftip analitik menggunakan data kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasinya adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal di PMB Neti pada bulan Desember 2021, sample di ambil secara acak secara random sampling sebanyak 50 responden. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang berusia 20–35 tahun yaitu berjumlah 45 orang (90 %), berpendidikan SMA sebanyak 21 orang (42%). Sebagai ibu rumah tangga yaitu 37 orang (74 %). Kehamilan multigravida sebanyak 26 responden (52%). Ibu hamil dengan persepsi positif sebanyak 31 orang (62 %). Sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 36 orang (72%). Perilaku positif  terhadap pemeriksaan tripel eliminasi yaitu sebanyak 28 orang (56 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dan perilaku ibu hamil dengan pemeriksaan tripel eliminasi dan terdapat hubungan yang signifikan sumber informasi dari tenaga kesehatan dengan pemeriksaan tripel eliminasi.
Pemberian ASI Eksklusif, Pola Asuh dan Peran Keluarga dengan Status Gizi Balita: Exclusive Breastfeeding, Parenting Patterns and Role of the Family with the Nutritional Status of Toddlers Lilis Sartika; Rofiatun Zakiah; Madinah Munawaroh
Open Access Jakarta Journal of Health Sciences Vol 2 No 1 (2023): Open Acces Jakarta Journal of Health Sciences
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/oajjhs.v2i1.93

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi pada balita di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan fakta bahwa balita kurang gizi pada masa emas bersifat irreversible (tidak dapat pulih) dan kekurangan gizi pada balita dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemberian asi eksklusif, pola asuh dan peran kelurga dengan status gizi balita di BPM Elma Vyana Kota Bogor tahun 2021. Metode: Penelitian ini adalah jenis kuantitatif yang sifatnya analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di BPM Elma Vyana Kota Bogor. Dalam penelitian ini populasinya  adalah Balita di BPM Elma Vyana Kota Bogor sebanyak 56 orang dan sampel menggunakan Total Sampling. Peneliti menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Pemberian asi eksklusif dengan status gizi balita memiliki  p-value = 0,000, pola asuh dengan status gizi balita memiliki p-value = 0,000 dan peran keluarga dengan status gizi balita memiliki p-value = 0,008. Kesimpulan: ada hubungan pemberian asi eksklusif, pola asuh dan peran keluarga dengan status gizi balita di BPM Elma Vyana Kota Bogor tahun 2021.
Hubungan Aktifitas Fisik dan Pendidikan Kesehatan dengan Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Menopause pada Ibu Perimenopause di Puskesmas Curug Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor Fitriani Fitriani; Madinah Munawaroh; Agustina Sari
Indonesia Journal of Midwifery Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): Indonesia Journal of Midwifery Sciences (IJMS)
Publisher : SCIPRO Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/ijms.v2i2.64

Abstract

Latar Belakang: Bagi sebagian wanita, menopause adalah hal yang sangat menyedihkan dalam beberapa penelitian menunjukan bahwa 75% wanita yang mengalami menopause merasakan menopause sebagai masalah atau gangguan, sedangkan 25% lainnya tidak mempermasalahkannya. Berdasarkan survei pendahuluan didapatkan  bahwa sebanyak 7 orang (70%) wanita yang diwawancarai mengenai menopause memasuki usia menopause yaitu rentang usia 45-50 tahun dengan tingkat Pendidikan menengah. 70% wanita mengatakan bahwa dirinya merasa cemas menghadapi masa menopause, dan takut terjadi penurunan derajat kesehatan serta memiliki konsep diri negatif dimana mereka merasa takut tidak dapat berperan sebagai istri dan ibu dalam keluarga dengan baik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Aktifitas Fisik dan Pendidikan Kesehatan dengan Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Menopause pada Ibu Perimenopause di Puskesmas Curug Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor Metode: Penelitian ini menggunakan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu perimenopause sebanyak 138 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 138 ibu perimenopause dengan menggunakan total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data menggunakan Uji Chi-Square dengan SPSS Hasil: Hasil uji statistic menunjukan hubungan yang signifikan antara aktifitas fisik p-value (0,000), dan Pendidikan Kesehatan p-value (0,001) Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Menopause pada Ibu Perimenopause. Kesimpulan: Terdapat hubungan Aktifitas Fisik dan Pendidikan Kesehatan dengan Tingkat Kecemasan dalam Menghadapi Menopause pada Ibu Perimenopause.