Claim Missing Document
Check
Articles

Fungsi dan Peranan Musik dalam Pencapaian Tujuan Peribadatan: (Studi Kasus pada Ibadat Ekaristi di Gereja Katolik Keuskupan Manado) Perry Rumengan; R.A. Dinar Sri Hartati
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 1 (2022): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.622 KB) | DOI: 10.51667/cjmpm.v3i1.839

Abstract

Musik dalam peribadatan Gereja Katolik merupakan bagian integral. Tidak ada ibadat Katolik tanpa kegiatan bermusik, lebih khusus bernyanyi. Artikel ini memaparkan fungsi dan peranan musik dalam mewujudkan ibadat yang berkualitas, serta tercapainya tujuan peribadatan dalam konteks umat Katolik di Keuskupan Manado secara khusus dalam liturgi Ekaristi. Melalui pendekatan psikologi musik, musikologi, etnomusikologi, ditunjang metode deskriptif kualitatif, ditemukan, bahwa musik sangat berpengaruh selain bagi kelancaran dan tercapainya tujuan peribadatan, juga secara khusus tercapainya kepuasan spiritual umat, sebagai dampak terwujudnya komunikasi instensif dengan sang pencipta.
Style Masamper Grup Bernike Viadolorosa Hadakele, Lindongan III, Kampung Lapango, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe Glenie Latuni; Chrisno Jonrit Irvan Damasing; R.A. Dinar Sri Hartati
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 1 (2022): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.794 KB) | DOI: 10.51667/cjmpm.v3i1.854

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap dan menjelaskan struktur musik Masamper dan penerapan style dalam Masamper. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah Grup Masamper Bernike Viadolorosa Hadakele. Beberapa ciri khas Masamper seperti Menimpale dan Mehantage digarap sedemikian rupa oleh pelatif Masamper sehingga style musik Masamper yang diterapkan oleh pelatih pada grup Bernike Viadolorosa Hadakele terasa berbeda dengan style Masamper pada umumnya. Berdasarkan hal-hal tersebut diperlukan pendekatan musikologi pada style dan teknik dalam vokal Masamper. Adapun teori yang digunakan dalam tulisan ini yakni teori dari Perry Rumengan tentang Style. Metode penelitian kali ini bersifat kualitatif untuk memperoleh jawaban sedetail mungkin mengenai style Masamper Bernike Viadolorosa Hadakele. Hasil Penelitian ini menyatakan bahwa karakteristik atau ciri khas dari nyanyian Masamper khususnya dalam grup Bernike Viadolorosa Hadakele dipengaruhi oleh kreatifitas pelatih melalui pemberdayaan elemen atau struktur musik Masamper dengan kreativitas dari pelatih membentuk style musik Masamper yang khas dari grup Bernike Viadolorosa Hadakele.
TEKNIK PEMBUATAN TIFA OLEH BAPA ROBERT NUMBERI DI KELURAHAN RUFEI KOTA SORONG Dennys Fredrik Julius Tasarane; Franklin Dumais; R. A. Dinar Sri Hartati
KOMPETENSI Vol. 2 No. 03 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36582/kompetensi.v2i03.4747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembuatan Tifa oleh bapak Robert Numberi yang merupakan pembuat sekaligus pelatih sanggar Serbi (Serui Biak) yang ada di kelurahan Rufei kota Sorong provinsi Papua Barat. Masalah yang ditemui dalam penelitian ini yaitu tentang bahan dasar dalam pembuatan, yaitu kayu serta kulit yang akan dipakai untuk pembuatan Tifa serta waktu dalam pembuatan Tifa itu sendiri. Metode penelitian yang di pakai oleh peneliti adalah kualitatif, data yang diambil adalah hasil wawancara dari bapak Robert Numberi selaku subyek penelitian yang mengetahui bagaimana teknik pembuatan Tifa di kelurahan Rufei kota Sorong. Juga ditambah dengan bukti fisik yang langsung diambil oleh peneliti serta bukti dokumentasi berupa rekaman pembuatan, wawancara, dan cara memainkan Tifa dan penyajiannya. Hasil dari penelitian ini adalah dengan banyaknya budaya yang ada di kota Sorong, Tifa adalah salah satu alat musik tradisional yang tetap dipertahankan keberadaannya dan teknik pembuatannya. Tifa milik bapak Robert Numberi ini juga sering dipentaskan baik dalam perlombaan, pentas seni, maupun upacara adat.
LAGU AMEN BROTHER SEBAGAI MUSIK PENGIRING BREAKING DANCE PADA KOMUNITAS REJASQ SQUAD MANADO Hendrico B. Lomban; Dinar Sri Hartati; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 2 No. 12 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ritme lagu Amen Brother sebagai musik pengiring Breaking Dance pada komunitas Rejasq Squad Manado beserta koreografinya. Hal tersebut dikarenakan koreografi Breaking Dance pada komunitas Rejasq Squad menggunakan musik pengiring dengan aliran musik yang mempunyai pola ritme yang berbeda. Awal perkembangan tarian modern Breaking Dance di kota Manado disekitar tahun 1999-2000 oleh para anak muda dari pulau Jawa dan luar negeri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Musikologi. Pengumpulan dan pengelolahan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Contoh tentang pola gerak dasar dalam Breaking Dance yang digunakan komunitas Rejasq Squad Manado yaitu Top Rock, Foot Work/Foot Rock, Power Move dan Freeze Style. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa lagu Amen Brother sebagai musik pengiring yang digunakan dalam koreografi Breaking Dance pada komunitas Rejasq Squad Manado mempunyai ritme musik breakbeat yang dimainkan dalam instrumen drum set dengan tempo 130 bpm. Lagu ini diterbitkan pada tahun 1969 oleh grup soul bernama The Winstons. Berdasarkan uraian diatas peneliti menyimpulkan bahwa lagu Amen Brother sebagai musik pengiring Breaking Dance pada komunitas Rejasq Squad Manado membuat kesan ragam gerak lebih atraktif dan berenergi dengan ritme breakbeat tempo cepat. Walaupun pada gerakan Breaking Dance menggunakan teknik ragam gerak yang rumit dengan hitungan 1x2, 1x4 dan 1x8 pada setiap gerakannya, tetapi kesan tarian dengan musik iringannya yang cepat menjadikan lebih hidup dan tidak meninggalkan gerak-gerak khas akrobatiknya.
FUNGSI MUSIK DALAM PERIBADATAN DI GPdI BETHESDA KAKAS SULAWESI UTARA MENURUT PERSPEKTIF PIMPINAN JEMAAT Yosua Mitchel Lakoy; R. A Dinar Sri Hartati; Meyny S. C. Kaunang
KOMPETENSI Vol. 3 No. 1 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yang ada dalam skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana Fungsi Musik dalam Peribadatan di GPdI Bethesda Kakas Sulawesi Utara Menurut Perspektif dari Pimpinan Jemaat yang ada di gereja tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi perekaman. Selanjutnya disusun menjadi uraian (deskripsi) untuk dikaji lebih lanjut atau untuk dianalisis data. Penelitian ini diangkat dari sejarah GPdI Bethesda Kakas, yang dulunya tidak memiliki alat musik dalam kegiatan peribadatan mereka. Akan tetapi, setelah jemaat tersebut memiliki alat musik yang dapat digunakan untuk kepentingan ibadah, pimpinan jemaat mereka malah menambah alat musik dalam peribadatan mereka sehingga semakin lama alat musik yang ada di tempat itu semakin bertambah.
MUSIK LITURGI PRAPASKAH PADA ANAK-ANAK DI PAROKI HATI KUDUS YESUS KEROIT Christian Antonius Tololiu; Luccylle Takalumang; R. A. Dinar Sri Hartati
KOMPETENSI Vol. 3 No. 02 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang Musik Liturgi Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Keroit Tentang Kehidupan Gereja Anak-Anak. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif serta semacam penelitian korelasi. Pendekatan penelitian ini menggunakan prosedur pengumpulan data triangulasi (gabungan), pengolahan data induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif yang lebih menekankan pada makna. Penyelidikan dilakukan pada anak-anak Sekami, atau anak-anak remaja. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data. Menurut temuan penelitian, Anak-anak Sekami sangat aktif dalam Ibadah atau Perayaan Ekaristi, mereka sangat antusias dan penuh semangat dalam hal musik liturgi gereja Katolik, khususnya nyanyian Liturgi Gereja Katolik dalam Perayaan Ekaristi. Mereka dengan sungguh-sungguh percaya pada setiap nyanyian liturgi yang dilakukan saat mereka beribadah. Mereka juga menyatakan bahwa, meskipun mereka sering merasa malas untuk berpartisipasi dalam kebaktian atau perayaan ekaristi, periode liturgi Prapaskah dan lagu-lagu liturgi yang sangat menyentuh mereka dan membuat mereka merasa menyesal membuat mereka menyadari bahwa mereka lebih aktif dalam berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi Kudus. Jadi, ketika data dikumpulkan, ditemukan bahwa mereka sangat setuju dengan musik liturgi, terutama nyanyian liturgi di gereja Katolik, karena musik liturgi atau lagu liturgi juga dapat mengubah sikap dan perilaku mereka melalui gairah lagu-lagu yang dinyanyikan, dan juga karena musik liturgi atau yanyian liturgi, yang sangat beragam, dapat membantu mereka belajar lebih banyak dan memiliki pengalaman iman yang mereka rasakan tentang musik liturgi gereja.
PEMBELAJARAN MUSIK KOLINTANG DI SMP NEGERI 1 RATAHAN Krismar A. Sumangando; Meyny Kaunang; R. A. D. Sri Hartati
KOMPETENSI Vol. 3 No. 5 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini disusun untuk mendeskripsikan pembelajaran musik kolintang di SMP Negeri 1 Ratahan. Penelitian ini juga memberikan gambaran tentang permainan kelompok musik kolintang di SMP Negeri 1 Ratahan. Penelitian ini disusun dengan metode penelitian deskriptif dalam kerangka pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ratahan dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1994) dengan teknik pengujian keabsahan data yang dikemukakan oleh Lincoln dan Guba (1985). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMP Negeri 1 Ratahan, strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengajarkan musik kolintang adalah strategi pembelajaran terbuka. Dalam hal ini, Pelatih membuat strategi dan materi selama pembelajaran berlangsung. Dalam pembelajaran musik kolintang untuk pemula, ada faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung meliputi ketersediaan alat kolintang, tempat untuk menyimpan alat, pelatih atau pengajar, minat peserta, pemilihan strategi dan materi, dan promosi. Sementara faktor penghambat meliputi peserta yang belum memiliki rasa musikal yang baik, anggota yang tidak tetap, dan konflik internal antara peserta.
MUSIK BATONG PADA LANGKA LIPU DI DESA POSOSLALONGO, KECAMATAN BANGGAI TENGAH, KABUPATEN BANGGAI LAUT Aloysius Totuuk; Perry Rumengan; Franklin E. Dumais; R. A. Dinar Sri Hartati
KOMPETENSI Vol. 3 No. 5 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan struktur, penggunaan instrumen dan peranan musik Batong sebagai iringan Langka Lipu di desa Pososlalongo, Kecamatan Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana data dalam penelitian berasal dari studi pustaka, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi (pencatatan, pengambilan foto, perekaman audio dan video). Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan musikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik Batong, sebagai genre dalam bentuk ansambel musik tradisional suku Banggai, terdiri dari Gong Besar, Gong Sedang, Tutuung, dan Bobolon yang berfungsi untuk mengiring Langka Lipu yang menggunakan ritme Kanjar dengan tempo yang cepat. Musik Batong sebagai musik iringan pada Langka Lipu merupakan salah satu alat musik tradisional suku Banggai yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat khususnya masyarakat yang ada di desa Pososlalongo. Musik Batong memiliki peran yang sangat penting pada Langka Lipu, karena musik Batong dapat menamba energi kepada setiap pesilat Langka Lipu. Bukan hanya sebagai penamba energi, tetapi musik Batong juga berperan sebagai sarana informasi bagi masyarakat agar mengetahuai bahwa sedang dilaksanakan pertunjukan Langka Lipu.
Nyanyian Karema Dokumentasi Van Kol Pembuka Tabir Asal Usul Leluhur Orang Minahasa Perry Rumengan; Dinar Sri Hartati
Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik Vol. 4 No. 1 (2023): Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/cjmpm.v4i1.1392

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang asal leluhur orang Minahasa, melalui kajian terhadap Nyanyian Karema dokumentasi Van Kol. Nyanyian ini dikaji melalui pendekatan Etnomusikologi ditunjang dengan pendekatan linguistik dan historis dengan metode kualitatif. Dari nyanyian ini terungkap, bahwa leluhur orang Minahasa berasal dari Tiongkok yang kehadirannya tak sengaja akibat pengungsian dari perang yang menimpa Tiga Negeri dalam dinasti Han sekitar abad ke-3.
Fungsi Musik Gala Di Kelurahan Tubo Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Imitha Muslimah Chaerani; R.A.D Sri Hartati; Sri Sunarmi
SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual Vol. 1 No. 1 (2023): Mei :  Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/seniman-widyakarya.v1i1.88

Abstract

The research entitled Functions of Gala Music in Tubo Village, Ternate City, North Maluku Province aims to discover how Gala music functions in Tubo Village, North Maluku Province. Along with the times, Gala Music in Ternate is no longer played for ritual activities, for example, wedding ceremonies, circumcisions, or picking up guests, but only for performances as public entertainment. Habits and traditions began to shift with the advent of modern music so that slowly the old customs or rituals rarely involved Gala music anymore. The theory used as a reference in this study is the Function Theory and the Sociology of Art approach. The research method used is a descriptive qualitative method using data collection techniques such as observation, interviews, documentation and literature studies with the acquisition of data encountered both directly and indirectly understood and evaluated. The existence of gala music continues to grow in the current generation. The results showed that the function of Gala music in the Tubo Village was a function of emotional expression, a function of appreciating aesthetics, entertainment function, communication function, symbolic function, a function of physical response and bodily reaction, a function of validating social institutions, a function related to social norms, a function of continuity of culture and function of integrating society. With the existing developments, Gala music is played in collaboration with the music of Togal, Lala and several other traditional musics. This indicates that Gala music is present to meet the community's cultural needs so that it greatly influences cultural stability in the City of Ternate, especially in the Tubo Village.