Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PEMBELAJARAN MUSIK KOLINTANG DI SMP NEGERI 1 RATAHAN Krismar A. Sumangando; Meyny Kaunang; R. A. D. Sri Hartati
KOMPETENSI Vol. 3 No. 5 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini disusun untuk mendeskripsikan pembelajaran musik kolintang di SMP Negeri 1 Ratahan. Penelitian ini juga memberikan gambaran tentang permainan kelompok musik kolintang di SMP Negeri 1 Ratahan. Penelitian ini disusun dengan metode penelitian deskriptif dalam kerangka pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ratahan dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (1994) dengan teknik pengujian keabsahan data yang dikemukakan oleh Lincoln dan Guba (1985). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMP Negeri 1 Ratahan, strategi pembelajaran yang digunakan dalam mengajarkan musik kolintang adalah strategi pembelajaran terbuka. Dalam hal ini, Pelatih membuat strategi dan materi selama pembelajaran berlangsung. Dalam pembelajaran musik kolintang untuk pemula, ada faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung meliputi ketersediaan alat kolintang, tempat untuk menyimpan alat, pelatih atau pengajar, minat peserta, pemilihan strategi dan materi, dan promosi. Sementara faktor penghambat meliputi peserta yang belum memiliki rasa musikal yang baik, anggota yang tidak tetap, dan konflik internal antara peserta.
MUSIK BATONG PADA LANGKA LIPU DI DESA POSOSLALONGO, KECAMATAN BANGGAI TENGAH, KABUPATEN BANGGAI LAUT Aloysius Totuuk; Perry Rumengan; Franklin E. Dumais; R. A. Dinar Sri Hartati
KOMPETENSI Vol. 3 No. 5 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan struktur, penggunaan instrumen dan peranan musik Batong sebagai iringan Langka Lipu di desa Pososlalongo, Kecamatan Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana data dalam penelitian berasal dari studi pustaka, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi (pencatatan, pengambilan foto, perekaman audio dan video). Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan musikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik Batong, sebagai genre dalam bentuk ansambel musik tradisional suku Banggai, terdiri dari Gong Besar, Gong Sedang, Tutuung, dan Bobolon yang berfungsi untuk mengiring Langka Lipu yang menggunakan ritme Kanjar dengan tempo yang cepat. Musik Batong sebagai musik iringan pada Langka Lipu merupakan salah satu alat musik tradisional suku Banggai yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat khususnya masyarakat yang ada di desa Pososlalongo. Musik Batong memiliki peran yang sangat penting pada Langka Lipu, karena musik Batong dapat menamba energi kepada setiap pesilat Langka Lipu. Bukan hanya sebagai penamba energi, tetapi musik Batong juga berperan sebagai sarana informasi bagi masyarakat agar mengetahuai bahwa sedang dilaksanakan pertunjukan Langka Lipu.
Fungsi Musik Gala Di Kelurahan Tubo Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Imitha Muslimah Chaerani; R.A.D Sri Hartati; Sri Sunarmi
SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual Vol. 1 No. 1 (2023): Mei :  Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/seniman-widyakarya.v1i1.88

Abstract

The research entitled Functions of Gala Music in Tubo Village, Ternate City, North Maluku Province aims to discover how Gala music functions in Tubo Village, North Maluku Province. Along with the times, Gala Music in Ternate is no longer played for ritual activities, for example, wedding ceremonies, circumcisions, or picking up guests, but only for performances as public entertainment. Habits and traditions began to shift with the advent of modern music so that slowly the old customs or rituals rarely involved Gala music anymore. The theory used as a reference in this study is the Function Theory and the Sociology of Art approach. The research method used is a descriptive qualitative method using data collection techniques such as observation, interviews, documentation and literature studies with the acquisition of data encountered both directly and indirectly understood and evaluated. The existence of gala music continues to grow in the current generation. The results showed that the function of Gala music in the Tubo Village was a function of emotional expression, a function of appreciating aesthetics, entertainment function, communication function, symbolic function, a function of physical response and bodily reaction, a function of validating social institutions, a function related to social norms, a function of continuity of culture and function of integrating society. With the existing developments, Gala music is played in collaboration with the music of Togal, Lala and several other traditional musics. This indicates that Gala music is present to meet the community's cultural needs so that it greatly influences cultural stability in the City of Ternate, especially in the Tubo Village.
ANALISIS MANAJEMEN PADUAN SUARA PEMUDA GMIM EBEN HAEZAR TALIKURAN Voice Deo Grazio Tuwo; Meyny Kaunang; RAD Sri Hartati
KOMPETENSI Vol. 3 No. 9 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i9.6460

Abstract

Tujuan penelitian dalam skripsi ini adalah untuk memperoleh data tentang bagaimana pengelolaan yang menyebabkan bertahannya Paduan Suara Pemuda di Jemaat GMIM Eben Haezar Talikuran dan faktor-faktor penyebab Paduan Suara Pemuda di Jemaat GMIM Eben Haezar Talikuran diminati para penyanyi dan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menunjang sehingga kualitas Paduan suara ini terus bertahan bahkan meningkat. Dalam Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen/dokumentasi. Selanjutnya disusun menjadi uraian (deskripsi) untuk dikaji lebih lanjut atau diadakan analisis data. Pada tahun 1992, Pemuda GMIM Eben Haezar Talikuran sudah aktif mengikuti kegiatan baik di aras wilayah maupun Sinode. Terlebih khusus dalam bidang Paduan Suara. Jemaat ini bukan hanya mengikuti kegiatan tersebut akan tetapi boleh meraih pretasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan Paduan Suara diantaranya, Manajemen dari Paduan Suara Pemuda jemaat GMIM Eben Haezar Talikuran. Hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa suatu Paduan Suara yang berjalan baik, jika ada Manajemen di dalamnya. Fungsi Manajemen merupakan faktor yang sangat mempengaruhi berkembangnya suatu Paduan Suara ini. Walaupun tak dapat dipungkiri bahwa ada hal-hal yang terjadi diluar kendali termasuk hal-hal yang menghambat proses perkembangan suatu Paduan Suara. Paduan Suara bukan hanya program yang harus dijalankan akan tetapi menjadi sarana penjangkauan anggota pemuda yang kurang aktif dalam kegiatan pemuda. Paduan Suara menjadi wadah bagi para pemuda untuk mengembangkan potensi diri yang kemudian menjadi hobbi dan yang terpenting adalah menjadi wadah untuk memuji dan memuliakan Tuhan.
ANALISIS MANAJEMEN PADUAN SUARA REMAJA PEMUDA LPPD SULAWESI UTARA MENUJU PESPARAWI NASIONAL YOGYAKARTA XIII Devid Michael Porung; Meyny Kaunang; RAD Sri Hartati
KOMPETENSI Vol. 3 No. 9 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i9.6483

Abstract

Paduan Suara Remaja Pemuda Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (PSRP LPPD) Sulawesi Utara merupakan kelompok paduan suara perwakilan yang mewakili provinsi Sulawesi Utara dalam kompetisi paduan suara Pesparawi Nasional Yogyakarta XIII. Penelitian ini disusun untuk mendeskripsikan pengelolaan (manajemen) kelompok paduan suara PSRP LPPD Sulawesi Utara. Penelitian ini adalah sebuah penelitian deskriptif kualitatif, di mana peneliti mencoba memberikan gambaran terhadap sebuah fenomena yang terjadi di lapangan apa adanya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data interaktif, yang terdiri dari tiga langkah yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa fungsi manajemen PSPR LPPD Sulawesi Utara seperti perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, dan pengendalian dijalankan dengan baik, baik secara teknis maupun non teknis. Dari segi teknis, pelatih mampu merancang strategi baik dalam pemilihan lagu, dan proses Latihan yang matang. Sedangkan dalam hal nonteknis, tim produksi mampu bekerjasama dengan baik sehingga program dapat berjalan sesuai dengan rencana.
THE THE IMPLEMENTATION OF DISCOVERY LEARNING ON THE MUSIC ARTS SUBJECT AT SENIOR HIGH SCHOOL Riski T. R. Lamansiang; R.A.Dinar Sri Hartati; Meyny Kaunang
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 2 No. 6 (2022): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/soculijrccsscli.v2i6.7314

Abstract

The challenge addressed by this research is how to integrate the Discovery Learning framework for teaching music arts into conventional classroom settings. This study used a descriptive qualitative research strategy and SMA Katolik Karitas Tomohon is the research location. Lucky Mongi S.Pd., a music art teacher at SMA Katolik Karitas Tomohon for the last decade, and the students of his Music arts class were the subject of this research. After analyzing information gathered via observation, interviews, and written records, the usefulness of the learning model Discovery Learning is clear. The music instructor at SMA Katolik Karitas Tomohon, grade XA, has adopted the appropriate stages from the Discovery Learning curriculum to pique the pupils' curiosity about the topic at hand: the form and value of musical notes. In order to make the learning process more meaningful and to make students comfortable and not bored during the teaching and learning process, researchers found that most students are actively involved in asking questions about the material delivered by music teachers in the process of teaching and learning activities in class. The result is that the learning strategy used at SMA Katolik Karitas Tomohon to facilitate the study of music is appropriate.
PEMBELAJARAN TEKNIK VOKAL DALAM PADUAN SUARA Joam Nieckens Mokoagow; Meyny Kaunang; RAD Sri Hartati
KOMPETENSI Vol. 3 No. 10 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i10.6602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi proses pembelajaran teknik vokal pada Paduan Suara SMA Negeri 3 Kotamobagu. Paduan suara, sebagai kegiatan sosial yang sangat sukses dalam ranah seni, memiliki berbagai manfaat. Paduan suara merupakan entitas dasar yang dapat diorganisir dan disutradarai oleh kelompok paduan suara dan aransemen vokal. Dalam konteks paduan suara, setiap suara memiliki perannya masing-masing dalam komposisi, terbagi menjadi sopran, alto, tenor, dan bass (SATB). Namun, paduan suara siswa di sekolah belum mencapai standar SATB. Penelitian ini berfokus pada proses pembelajaran teknik vokal dalam paduan suara SMA Negeri 3 Kotamobagu dan implikasinya. Pendekatan kualitatif dan metodologi Musikologi digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi pembelajaran teknik vokal dalam paduan suara merupakan komponen integral dalam proses belajar mengajar. Ini memegang peran kunci dalam upaya siswa dalam menguasai isi pembelajaran, yang sekaligus menjadi dasar bagi penilaian kemampuan siswa dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian kompetensi.
MASAMBO SINGING IN TUMARATAS DUA VILLAGE, WEST LANGOWAN SUB-DISTRICT, MINAHASA DISTRICT Resita Klaudia Alow; R.A. Dinar Sri Hartati; Luccylle Takalumang
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 3 No. 2 (2023): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/soculijrccsscli.v3i2.8003

Abstract

This research aims to investigate the existence and continuity of Masambo singing in Tumaratas Dua Village. Qualitative research methods were applied by utilizing documentation, interview, and observation techniques. A musical approach, particularly through theories in ethnomusicology and music psychology, was used to analyze various aspects of Masambo Singing. The research findings include several things: first, Masambo singing functions as a form of community expression, conveying prayer requests, expressions of gratitude, and as a means of communication. Second, the existence of Masambo singing provides significant benefits in maintaining cultural continuity and strengthening community solidarity. Third, the lyrics in Masambo singing are constantly changing according to the needs of the community. Fourth, the times affect the continuity of Masambo singing. Fifth, Masambo singing contains social values such as honor, mutual cooperation, deliberation, and sacrifice. Sixth, changes in Masambo singing are influenced by social, religious, cultural, and economic factors.