Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD DR H ABDU L MOLOEK TAHUN 2015 Rita Agustina; Neno Fitriyani Hasbie; Muhammad Reza Kurniawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.148 KB) | DOI: 10.33024/.v3i4.758

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan pembunuh utama anak dibawah usia lima tahun (balita) didunia. Faktor risiko yang dapat meningkatkan insiden pneumonia balita yaitu umur kurang dari 2bulan, jenis kelamin laki-laki, status gizi kurang, berat badan lahir rendah, pemberian ASI tidakmemadai, defisiensi vitamin A dan pemberian makanan terlalu dini.Tujuan: Untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balitadi RSUD DR H Abdul Moloek tahun 2015.Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah metode analitik observasional denganpendekatan cross-sectional. Dari populasi seluruh balita usia 0-5 tahun yang berkunjung ke RSUDDR H Abdul Moloek Tahun 2015, didapat 186 sampel data diambil dari data rekam medik danmenggunakan random sampling. Analisis data univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi kejadian pneumonia (103 anak), usia <2 tahun (94 anak), riwayat ASI tidak eksklusif (102 anak), berat badan lahir < 2500 gram (98 anak)dan pendidikan ibu < SMA (95 anak). Sedangakan hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara :usia < 2 tahun (p=0,012, OR=2,2), riwayat tidak ASI eksklusif (p=0,005, OR=2,3), berat badan lahir< 2500 gram (p=0,027, OR=1,9) dan pendidikan ibu < SMA (p=0,008, OR=2,2) dengan kejadianpneumonia.Simpulan: Hasil statistik bivariat didapat ada hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan(usia, riwayat ASI eksklusif, berat badan lahir dan pendidikan ibu) dengan kejadian pneumonia padabalita di RSUD DR H Abdul Moloek Tahun 2015.
Pemeriksaan Fisik sebagai Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal pada Siswa SMA Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura Ani Syafriati; Triastika Ayuk Setyaningsih; Rahmad Bagus Saifudin; Nasmah Min Salsa Billa; Muhammad Putra Ardiansyah; Salma Maulida Khoiriya; Nada Rizky Nur Hanifah; Nabila Lintang Dikmazari; laila sholaikhah indriani; Reeham farooq; Rossana Mutia Azzahra; Muhammad Reza Kurniawan; Noor fathima Thottungal; Marwan Ahmad; Hanifa Eka Rahmadani; Atrina Madina Suci; Calysta Vinella Ardhana; Ikhwan Muhana Rafif; Fara Dzulfi Aulia Pratama
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-communicable diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and chronic kidney disease are increasingly prevalent among young people due to unhealthy lifestyles. Early detection through simple health examinations in schools is an effective strategy to prevent chronic diseases. This community service activity aimed to conduct health screening as an early detection effort for chronic disease risk factors among 80 students of SMA Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura. The methods included health education on healthy lifestyles, blood pressure measurement using a digital sphygmomanometer, body weight and height measurement to calculate Body Mass Index (BMI), and random blood glucose testing using a glucometer. The results showed that 80% of students had normal blood pressure, 12% were in the pre-hypertension category, and 8% were obese. Blood glucose examination revealed that 6% of students were in the borderline category (pre-diabetes) and 94% were within the normal range. These findings highlight the importance of early intervention through health education and regular screening. This program successfully increased students’ awareness of the importance of regular health checks and healthy lifestyle behaviors. Conclusion: Basic health screening at school can be an effective promotive and preventive effort to reduce the risk of chronic diseases among adolescents.