Dessy Mayasari
Universitas Terbuka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Creative Economic Subsector Mapping in Central Bangka District and its Resistance in the Covid-19 Pandemic I Gede Wyana Lokantara; Dessy Mayasari; Farisa Maulinam Amo
EKUILIBRIUM : JURNAL ILMIAH BIDANG ILMU EKONOMI Vol 17, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.499 KB)

Abstract

The Covid-19 pandemic has harmed the sustainability of economic activities in Indonesia. Central Bangka Regency, the Covid-19 pandemic, has also harmed business actors. The purpose of this study was to analyze the mapping of the creative economy sub-sector in Central Bangka Regency and its survival during the Covid-19 pandemic.  This study uses a mixed-method analysis approach. Quantitatively, this analysis uses linear regression analysis to identify the influence of government policies on the survival of creative economy businesses during the pandemic. Qualitative analysis is carried out by identifying data on the distribution of the creative economy that still persists during the pandemic and the factors that influence it both internally and externally using the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results of the analysis obtained are the weighted IFE value of 2.350 and the weighted EFE value of 2.756 which can be plotted in the Internal-External matrix. This shows that the creative economy business in Central Bangka Regency is currently in a period of growth because it previously experienced a reduction in production and distribution during the Covid-19 Pandemic. Meanwhile, based on the results of the QSPM analysis, the main strategy that must be carried out during this pandemic is to strengthen promotions using the digital marketing concept. Meanwhile, based on the results of linear regression analysis, it was found that there was a positive relationship between the survival of the creative economy business during the pandemic and the creative economy management program in the Central Bangka Regency.
Pelatihan Strategi Branding untuk Membentuk Brand Awareness Produk UMKM di Desa Belo Laut Kabupaten Bangka Barat Dessy Mayasari; Muhammad Robby Firmansyah; Sabrina Saraswati
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i2.2473

Abstract

Sektor UMKM berperan sangat penting di era globalisasi untuk mendukung kebangkitan perekonomian Indonesia khususnya setelah bangkit dari masa pandemi Covid-19.Kondisi tersebut, sebelumnya telah menyebabkan perlambatan roda ekonomi, penurunan pasar, penurunan omset, dan produktivitas yang menurun. Strategi yang harus ditempuh adalah menciptakan inovasi produk berdasarkan kebutuhan untuk menjaga keberlangsungan di masa pandemi, Desa Belo Laut, di Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar sektor UMKM, khususnya olahan hasil laut. Banyak UMKM yang sebelumnya sudah terkena dampak akibat pandemi, namun secara potensi masih bisa dioptimalkan kembali. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini pendekatan partisipatif yang berupaya untuk melibatkan masyarakat khususnya pelaku UMKM di Desa Belo Laut untuk melakukan pelatihan dan pendampingan terkait dengan pemahaman strategi branding produk UMKM. Peserta pelatihan terdiri dari 50 responden sebagai pelaku UMKM di Desa Belo Laut. Pemahaman terkait strategi branding dilakukan dengan cara memahami tentang nama brand,logo, tagline, kualitas produk, target pasar sampai strategi marketing. Pelaksanaan pelatihan strategi branding tersebut memberikan manfaat dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman masyarakat dalam mendesain brand mereka menuju lebih baik dan modern. Disisi lain perubahan konsep dalam pengelolaan brand yang telah dilakukan memdorong konsumen lebih tertarik untuk membeli produk mereka. Jangkauan distribusi produk atau pemasaran juga lebih luas karena sebagian besar pelaku UMKM telah memahami tentang marketing digital dan berjualan melalui media marketplace online. Supaya keberlanjutan usahanya tetap konsisten setiap pelaku UMKM harus memahami perkembangan dan persaingan pasar melalui ide-ide kreatif untuk menciptakan nilai produk baru dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan pasar.