Zaimah Hilal
Universitas Adiwangsa Jambi

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe II pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Jambi Kecil Kabupaten Muaro Jambi Nurhayati; Zaimah Hilal; Yulidar
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 2 No. 1 (2023): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita Diabetes Melitus Tipe II di dunia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Diperkirakan meningkat seiring pertambahan umur penduduk menjadi 19,9% atau sekitar 111,2 juta jiwa pada umur 65-79 tahun. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 578 juta pada tahun 2030 dan mencapai 700 juta pada tahun 2045. Desain penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini penderita diabetes melitus yang berobat pada bulan Januari-Desember 2021 berjumlah 85 pasien dengan menggunakan teknik total sampling. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil penelitiangambaran kepatuhan diet termasuk dalam kategori tidak patuh sebanyak 55 responden (64,7%), status sosial ekonomi kurang baik 53 responden (62,4%), dukungan keluarga kurang baik 52 responden (63%). Dari hasil uji chi square didapatkan ada hubungan antara sosial ekonomi dengan kepatuhan diet (p-value=0,000), dukungan keluarga (p-value=0,013). Diharapkan agar petugas kesehatan dan dinas kesehatan terkait untuk memberikan penyuluhan mengenai pentingnya kepatuhan Diet DM sebagai pengendalian penyakit Diabetes Melitus
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PANTI WERDHA BUDI AGUNG KOTA KUPANG ismail usman; Zaimah hilal; Sabar Hutabarat; Nurhayati
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 3 No. 1 (2024): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menua bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan proses yang berangsur-angsur mengakibatkan perubahan kumulatif, merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia baik pengaruhnya secara positif maupun negatif antara lain, kondisi penyakit kronis, interaksi sosial, tingkat depresi, dukungan keluarga, status ekonomi (pekerjaan/penghasilan), tingkat pendidikan, aktivitas sehari-hari (ADL) dan jenis kelamin. Lansia sangat membutuhkan hubungan komunikasi yang terjalin baik dengan keluarga maupun teman sebayanya. Depresi pada pasien berusia di atas 60 tahun sering menampilkan dengan gejala tidak spesifik atau tidak khas. Hal tersebut menyebabkan kesulitan identifikasi sehingga depresi terlambat untuk diterapi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial dan tingkat depresi lansia dengan kualitas hidup lansia di Panti Werdha Budi Agung Kota Kupang. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square Test pada tingkat kemaknaan 95% (p-value < 0,05). Hasil uji analisis Chi-square memperlihatkan nilai p = 0,001 (P < 0,05) antara dukungan sosial dan kualitas hidup lansia di Panti Werdha Budi Agung Kupang dan nilai p = 0,001 (P < 0,05) antara tingkat depresi dan kualitas hidup lansia di Panti Werdha Budi Agung Kupang. Ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat depresi terhadap kualitas hidup lansia di Panti Werdha Budi Agung Kupang.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA JAMBI Sondang Selviana Silitonga; Zaimah hilal; Ismail Usman; Rahman Setiawan
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 3 No. 2 (2024): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dispesia adalah kumpulan gejala berupa keluhan nyeri, ketidaknyamanan di perut bagian atas, seperti perasaan kenyang, tidak nyaman, kenyang, kembung, mulas, bersendawa, mual, muntah, atau nyeri. Terdapat beberapa faktor penyabab dyspepsia salah satu diantarana pola makan dan tingkat stress. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stress dengan kejadian dyspepsia di ruang rawat inap Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, cara oengambilan sampel total sampling diperoleh sebanyak 20 responden pasien dyspepsia, dan dilakukan uji univariat dengan deskriptif frekuensi serta uji bivariate dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diketahui pola makan dengan kejadian dyspepsia (p value 0,013), tingkat stres dengan kejadian dyspepsia (p value 0,002), artinya ada hubungan yang signifikan antara pola makan dan tingkat stress dengan kejadian dyspepsia pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Kesimpulan penelitian diketahui pola makan teratur dan manajemen stress merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani kejadian dyspepsia.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF CARE BEHAVIOUR PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTABARU KECAMATAN GERAGAI TANJUNG JABUNG TIMUR Sondang Selviana Silitonga; Subang Aini Nasution; Zaimah Hilal
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2025): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi menjadi penyakit tidak menular yang memiliki angka komplikasi dan kematian yang cukup tinggi. Kondisi tersebut diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia (Kemenkes RI, 2021). Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan self care behavior hipertensi. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi self care behavior yakni umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan lama menderita hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan self care behavior pada pasien hipertensi. Metode penelitian menggunakan uji chi-squere dengan teknik purposive sample dan uji regresi. Hasill penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p-value 0,412) dan tingkat pendidikan (p-value 0,319) dengan self care behavior. terdapat hubungan antara umur (p-value 0,012) dan lama menderita hipertensi (p-value 0,034) dengan self care behavior pasien penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Baru Kecamatan geragai. Hasil uji multivariate diketahui umur merupakan faktor yang paling dominan dengan self care behavior pasien penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Baru Kecamatan geragai dengan OR 0,043-0,6167.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKITMITRA JAMBI Zaimah Hilal; Edwin Lewis
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dispepsia merupakan sekumpulan gejala yang ditandai dengan rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada perut bagian atas, seperti perasaan cepat kenyang, kembung, mulas, bersendawa, mual, muntah, atau nyeri perut. Beberapa faktor yang berperan dalam timbulnya dispepsia antara lain pola makan dan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan tingkat stres dengan kejadian dispepsia pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Mitra tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 20 responden pasien dispepsia. Analisis data dilakukan secara univariat dengan deskriptif frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dispepsia (p value = 0,013) serta antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia (p value = 0,002). Hal ini berarti pola makan dan stres memiliki pengaruh yang nyata terhadap timbulnya dispepsia pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Mitra tahun 2025. Kesimpulannya, pola makan yang teratur serta pengelolaan stres yang baik merupakan upaya penting dalam pencegahan dan penanganan dispepsia.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gastritis di UPTD Puskesmas  Paal X Kota Jambi Tahun 2023 David Erickson; Indrianti; Zaimah Hilal; Pela Meyadsa; Paranita Utama
Nightingale: Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Nightingale: Journal of Nursing
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia angka kejadian Gastritis pada masyarakat tergolong masih sangat tinggi yaitu sebesar 40,8 persen dan angka kejadian gastritis di beberapa daerah di Indonesia masih cukup tinggi dengan angka kejadian 274.396 kasus dari 238.452.952 jiwa penduduk. Gastritis merupakan masalah kesehatan yang masih sangat banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Penyakit gastritis biasa dikenal dengan penyakit maag. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis di UPTD Puskesmas Paal X Kota Jambi tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis di UPTD Puskesmas Paal X Kota Jambi tahun 2023. Penelitian ini akan dilakukan di UPTD Puskesmas Paal X Kota Jambi dan telah dilaksanakan pada tanggal 17 s/d 22 Februari tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 528 orang dan sampel sebanyak 40 orang, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan kejadian gastritis dengan nilai p-value 0,012, adanya hubungan pola makan dengan kejadian dengan nilai p-value 0,013, dan adanya hubungan tingkat stres dengan kejadian gastritis dengan nilai p-value 0,017. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan edukasi atau pendidikan kesehatan khsusunya mengenai kejadian gastritis. Selain itu diharapkan responden untuk aktif mencari informasi tentang kejadian gastritis agar menambah pengetahuan responden yang kurang baik. Jika hanya pasif saja, maka akan berdampak kurang baik pada tingkat pengetahuan mereka