Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar Pada Surat Dinas di Desa Loning Kecamatan Kemiri Nurul Setyorini; Moh. Fachrudin; Bagiya Bagiya; Kadariyati Kadariyati; Suryo Daru Santosa
Surya Abdimas Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v1i2.315

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan kepada para perangkat desa di Desa Loning tentang penggunaan bahasa Indonesia.Penyuluhan ini perlu dilakukan karena kemampuan pengetahuan surat yang masih terbatas. Untuk itu program pengabdian masyarakat dengan memberikan penyuluhan surat dinasadalah cara yang ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah Metode ini dipilih untuk menyampaikan konsep-konsep yangpenting untuk dimengerti dan dikuasai oleh peserta pelatihan. Penggunaan metode ini dengan pertimbangan bahwa metode ceramah yang dikombinasikan dengan gambar-gambar dapat memberikan materi yang relatif banyak secara padat, cepat dan mudah. Materi yang diberikan meliputi: pengertian dan manfaat surat dinas, tujuan menulis surat dinas danbentuk-bentuk surat dinas, aneka surat statuta, dan bagian-bagian surat. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2017, diikuti oleh 41 peserta. Target dari kegiatan iniadalah secara bertahap dihasilkan kemampuan menulis surat dinas sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dari hasil penyuluhan tersebut didapatkan pengetahuan,pemahaman peserta penyuluhan lebih baik dari sebelum pengajaran yang dilakukan. Para peserta penyuluhan mampu menulis surat dinas sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang tepat. Selanjutnya, luaran yang didapatkan melalui kegiatan ini berupa jurnal pengabdian masyarakat. Keinginan masyarakat terutama penulisan surat dinas seperti ini masih jarang. Manfaat utama diperoleh adalah pengetahuan praktis yang dapat diterapkan lansung dalam penulisan surat dinas sebagai salah satu administrasi desa. Kegiatan yang bersifatpengetahuan praktis dirasa perlu sehingga seharusnya ditingkatkan pada waktu yang akan datang.
Memahami Kiat Menulis Toni Morrison: Bahasa Inggris untuk Para Penulis dan Calon Penulis di Lingkungan Pengurus Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Purworejo Junaedi Setiyono; Andrian Nuriza Johan; Semi Sukarni; Bagiya Bagiya
Surya Abdimas Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v7i1.2412

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk membantu para penulis muda yang tergabung dalam Literasi Dinar. Kegiatan yang difasilitasi oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Purworejo ini mengambil topik belajar bahasa Inggris untuk penulis. Untuk mencapai tujuan tersebut metode pembelajaran ditempuh dengan workshop. Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah para penulis muda yang tergabung dalam organisasi Literasi Dinar, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Purworejo, dengan jumlah peserta 49 orang. Permasalahan diselesaikan dalam tiga (3) tahapan kegiatan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan yang dilakukan adalah menganalisa masalah dan kebutuhan penulis muda yaitu masalah pemanfaatan literatur berbahasa Inggris mengenai penulisan. Tahap kedua, yaitu pelaksanaan. Tahap ini dibagi menjadi beberapa sesi, meliputi pembukaan, penyampaian materi tentang bahasa Inggris untuk penulis dan literasi digital. Tahap ketiga adalah evaluasi, yang dilaksanakan dengan meminta umpan balik dari peserta melalui tanya-jawab berkenaan dengan pemahaman materi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini dapat diuraikan sebagai berikut: a) berdasarkan hasil umpan balik dari peserta, didapatkan informasi bahwa kegiatan ini relevan untuk meningkatkan keterampilan menulis bagi para penulis muda terutama mengenai pemanfaatan literatur berbahasa Inggris, dan b) peserta menyatakan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang perlunya penguasaan bahasa Inggris bagi penulis.
A Problem Solving Based Learning Model for Enhancing Students’ Critical Thinking and Creativity Skills in the Digital Era Danan Wuryanto Pramono; Moh. Yahya Obaid; Bagiya Bagiya; Pariyati Pariyati; Ahmad Faqihudin
Mandalika: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa Vol 4 No 2 (2026): Mandalika Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/jipb.v4i2.413

Abstract

This study explores the effectiveness of the Problem Solving Based Learning (PSBL) model in enhancing students’ critical thinking and creativity within digital learning environments. A qualitative literature review approach was employed to examine scholarly sources related to PSBL, critical thinking, creativity, and the integration of digital technologies in education. The findings indicate that PSBL promotes higher-order cognitive skills through authentic problem-solving tasks, collaborative learning, and reflective practices. These components encourage students to engage with real-world issues, evaluate information critically, generate innovative solutions, and reflect on their learning processes. Furthermore, the integration of digital tools, including online platforms, simulations, and virtual reality, enriches the problem-solving experience by expanding access to information, facilitating real-time collaboration, and providing immersive learning opportunities. The novelty of this study lies in the development of an integrated conceptual framework that synthesizes problem-solving processes, collaborative learning, reflective practices, and digital technologies into a unified model for fostering both critical thinking and creativity. The study also contributes theoretically by extending constructivist and digital pedagogy perspectives through a comprehensive explanation of the mechanisms linking PSBL implementation to higher-order cognitive and creative outcomes. It is concluded that PSBL, when effectively supported by digital technologies, offers a robust pedagogical framework for preparing students to meet the complex challenges of the 21st century. Future research should investigate the long-term effectiveness of the model across diverse educational contexts and technological settings.