Hasmika Hasmika
Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Project Citizen Model as Character Education Strengthening Sulistyarini Sulistyarini; Tri Utami; Hasmika Hasmika
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 4, No 1 (2019): Volume 4 Number 1 March 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.405 KB) | DOI: 10.26737/jetl.v4i1.1023

Abstract

This study aims to see the effectiveness of the use of the Project Citizen model as strengthening character education in the learning of Pancasila and Citizenship Education. This research is the experimental research. The model is applied to parallel class XII in State Senior High School (SMAN) 8 Pontianak. Class XII IPS 1 and class XII IPS3. Students of class XII IPS 1 were treated by learning the Project Citizen model and class XII IPS 3 by learning ordinary classical models (the teacher used the lecture and question and answer method). Character values seen are religious, independent, cooperation, integrity, and nationalist values. Based on the results of the t-test on the Expansion class and the Control class, the value of t sig (2-tailed) of 0.000 is smaller than 0.05 so that Ho is rejected. It means that there is a significant difference in strengthening character education in the experimental class using a project citizen model with control who use ordinary learning and effect size. From this study, it is known that the impact of enhancing character education in the XII IPS class of SMAN 8 Pontianak is equal to 1 in the high category, thus learning with the Project citizen model is effective as a reinforcement of character education.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI Nopi Eling, Eri Yanti; Basyuni, Bistari; Purnama, Shilmy; Sulistyarini, Sulistyarini; Utami, Tri
Journal of Educational Review and Research Vol 8, No 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2 DECEMBER (2025)
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v8i2.7763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan tanggung jawab belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas XI A SMA Negeri 1 Menjalin. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas satu pertemuan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 25 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang diisi oleh observer selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun 7 indikator keaktifan belajar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) Peserta didik memperhatikan penjelasan guru saat pembelajaran, (2) Peserta didik mampu mengajukan pertanyaan, (3) Peserta didik merespon pertanyaan dari guru maupun teman sebaya, (4) berdiskusi dalam kelompok, (5) mencatat rangkuman materi pelajaran, (6) menyampaikan ide, dan (7) masing-masing mempresentasikan hasil kerja kelompok. Adapun 3 indikator tanggung jawab belajar yaitu 1) Mengerjakan tugas dan pekerjaan rumah dengan baik dan sesuai, 2) Menyelesaikan tugas sesuai jadwal yang telah ditentukan, 3) Mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keaktifan belajar peserta didik, dari 20% pada kondisi awal menjadi 77% pada siklus I, dan meningkat menjadi 79% pada siklus II. Sementara itu, tanggung jawab belajar juga mengalami peningkatan dari 32% pada kondisi awal menjadi 82% siklus I, dan mencapai 95% pada siklus II. Temuan ini menunjukan bahwa Model PBL efektif dalam mendorong keaktifan dan sikap tanggung jawab belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Kesimpulannya, penerapan model Problem Based Learning memiliki potensi sebagai strategi pembelajaran yang mampu mendorong peningkatan kualitas.