Yuningtyastuti Yuningtyastuti
Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MAXIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT) DENGAN KONVERTER DC-DC TIPE CUK MENGGUNAKAN METODE LOGIKA FUZZY PADA FOTOVOLTAIK Kurniawan, Singgih; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.438 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.3.114-120

Abstract

Abstrak Potensi energi matahari di Indonesia dapat dimanfaatkan sepanjang hari, hal ini sangat menguntungkan untuk membangkitkan energi listrik dengan menggunakan fotovoltaik. Permasalahan utama pada penggunaan fotovoltaik adalah pembangkitan tenaga listrik yang rendah pada kondisi radiasi yang rendah dan besarnya daya listrik yang dibangkitkan berubah secara berkala seiring dengan perubahan cuaca dan suhu. [2] Maximum Power Point Tracking (MPPT) adalah peralatan yang digunakan untuk meningkatkan rasio daya modul fotovoltaik. Maximum Power point tracking (MPPT) digunakan untuk mencari point (titik) maksimum dengan cara menaikkan dan menurunkan tegangan menggunakan konverter cuk. Pada Tugas Akhir ini digunakan algoritma Fuzzy untuk mengatur nilai duty cycle dari perangkat Maximum Power Point Tracking (MPPT), Sehingga dapat meningkatkan rasio daya keluaran modul fotovoltaik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio daya tertinggi modul fotovoltaik setelah pemasangan MPPT dengan variasi nilai radiasi matahari adalah 78,63 % saat radiasi matahari 1000 W/m2 . Pada kondisi radiasi 1000 W/m2 terjadi peningkatan rasio daya sebesar 33,89%. Rasio daya tertinggi modul fotovoltaik setelah pemasangan MPPT dengan variasi suhu adalah 80,09 % saat suhu 46oC. Pada kondisi suhu 46oC terjadi peningkatan rasio daya sebesar 36,02%. Dan rasio daya tertinggi modul fotovoltaik setelah pemasangan MPPT dengan variasi radiasi dan suhu adalah 78,73 % saat radiasi 1200 W/m2 dan suhu 38oC. Pada kondisi radiasi 1200 W/m2 dan suhu 38oC peningkatan rasio daya sebesar 34,04% . Dengan pemasangan perangkat MPPT menggunakan algoritma Fuzzy pada modul fotovoltaik dapat meningkatkan rasio daya dengan kenaikan rata-rata 31,03% dibandingkan sebelum pemasangan MPPT. Kata Kunci : Fotovoltaik, MPPT, Duty cycle, Logika Fuzzy Abstract The Potential of Power sun in Indonesian can be used throughout the day, It’s very advantageous to generating electrical power by photovoltaic. The main problem of the using photovoltaic is the low generate electrical power at low radiation condition and the amount electrical power is generated to change periodical along with weather and temperature. Maximum Power Point Tracking (MPPT) is one of device used to increase photovoltaic power rasio. Maximum Power point tracking (MPPT) used for searching maximum point by raising and lowering voltage using cuk converter. In this final project fuzzy algorithm is used to adjust duty cycle value of Maximum Power Point Tracking (MPPT) device, so that it can increase photovoltaic power output ratio. The result showed that the suprame power rasio of photovoltaic modul after installation MPPT device with variation of sun radiation is 78,63% at the condition sun radiation 1000 W/m2. in 1000 W/m2 solar radiation conditions increasing the power rasio of 33,89%. The suprame power rasio of photovoltaic modul after installation MPPT device with variation of temperature is 80,09 % at temperature 46oC. At 46oC temperature conditions, increasing the power rasio of 36,02%.. The suprame power rasio of photovoltaic modul after installation MPPT device with variation of sun radiation and temperature is 78,73 % at radiation 1200 W/m2 and temperature 38oC. In 1200 W/m2 radiation and 38oC temperature conditions increasing the power rasio of 34,86%. Therefore the installation MPPT device using fuzzy algorithm at photovoltaic module can increase power ratio with an average increasing 31,86 % compared to without MPPT device. Keyword : Fotovoltaik, MPPT, Duty cycle, Logika Fuzzy
OPTIMASI POTENSI ENERGI TERBARUKAN UNTUK SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK HIBRID DI DESA MARGAJAYA BENGKULU UTARA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK HOMER Wijaya, Taufik Chemistryadha; Facta, Mochammad; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.325 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.393-399

Abstract

Abstrak Desa Margajaya merupakan salah satu desa transmigrasi yang berada di Provinsi Bengkulu dengan 260 kepala keluarga, daerah tersebut kaya akan sinar matahari dengan rata-rata pertahun 4,79 kWh/m2/hari, sungai dengan debit yang cukup tinggi, yaitu pada Sungai Simpang Kebun dengan debit rata-rata pertahun sebesar 8,57 m³/dt, dan juga terdapat penghasil komoditi perkebunan berupa kelapa sawit seluas 400 hektar, yang setiap minggunya menghasilkan limbah berupa pelepah kelapa sawit, yang apabila limbah tersebut merupakan potensi biomassa yang apabila dimanfaatkan dapat menghasilkan energi listrik yang dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik yang berasal dari pembangkit yang menggunakan energi fosil. Sistem pembangkit listrik tenaga hibrid yang bersumber dari energi terbarukan berupa energi matahari, energi mikrohidro, dan energi biomassa menjadi solusi yang tepat untuk membantu pemenuhan kebutuhan energi masyarakat di desa tersebut, pemodelan pembangkit listrik hibrid ini memerlukan bantuan perangkat lunak HOMER versi 2.81. Perangkat lunak tersebut mengoptimasi berdasarkan nilai NPC terendah. Hasil dari simulasi dan optimasi HOMER menunjukkan bahwa secara keseluruhan sistem yang optimum untuk diterapkan di area studi di atas dalam jangka waktu proyek 25 tahun adalah integrasi PLTMH, PLTS dan Biomassa dengan nilai bersih sekarang (net present cost, NPC) sebesar $ 241.217, biaya pembangkitan listrik (cost of energy, COE) sebesar $ 0,143 per kWh, dan kelebihan energinya pertahun sebesar 302.241 kWh. Kata kunci : Simulasi, Optimasi, NPC, COE   Abstract Margajaya village is one of the transmigration villages in the province of Bengkulu with 260 heads of household, in that area has global solar radiation 4.79 kWh/m2/day, the average flow rate of  the simpang kebun river is 8,57 m³/dt, and produces plantation commodities like palm oil of 400 hectares area, which every week produces waste like palm bunches, The waste of which is a very potential biomass.  Hybrid power generation system which is sourced from renewable energy such as solar energy, micro-hydro energy, biomass energy and be the best solution to help meet the energy needs of the people in the village, modeling of hybrid power system require assistance HOMER 2.81 version. The software optimizes based on the value of the lowest NPC. The optimum hybrid system from the simulation and optimization result is consist of mycro-hydro, solar cell, and biomass for 25 years project lifetime. The optimum hybrid system has $ 241.217 of the total Net Present Cost (NPC), Cost of Electricity is $ 0,143/kWh,, and excess electricity is 302.241 kWh/year. Keywords : Simulation, Optimation, NPC, COE
OPTIMASI PENEMPATAN DISTRIBUTED GENERATION PADA IEEE 30 BUS SYSTEM MENGGUNAKAN BEE COLONY ALGORITHM Luthfi, Nur Ilham; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.506 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.757-763

Abstract

Abstrak Permintaan kebutuhan energi listrik pada sistem tenaga listrik semakin bertambah dari waktu ke waktu, sedangkan besarnya daya listrik yang dapat dihasilkan oleh sistem pembangkit dan kemampuan jaringan listrik cenderung tetap sehingga kemampuan untuk menyalurkan energi listrik mengalami penurunan yang salah satunya dikarenakan adanya rugi daya. Semakin besar rugi daya maka akan menimbulkan penurunan tegangan di sisi terima, sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan menyalurkan energi listrik. Ada beberapa cara untuk mengurangi rugi daya dan drop tegangan pada jaringan distribusi tenaga listrik  yaitu dengan memasang Distributed Generation (DG) pada sistem di lokasi yang tepat pada sistem tenaga listrik. Pada penelitian ini, dilakukan optimasi penempatan DG dengan menggunakan Bee Colony Algorithm (BCA) untuk melihat pengaruh DG terhadap rugi-rugi jaringan listrik. Parameter fungsi objektif pada BCA adalah rugi daya total pada sistem distribusi tenaga listrik, dengan meminimumkan rugi daya total akan diperoleh penempatan DG yang tepat (sesuai), sehingga profil tegangan pada tiap bus memenuhi standar, yaitu ± 5%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode BCA, dan dengan menempatkan 4 buah DG pada sistem distribusi IEEE 30 bus pada bus kritis 19, 24, 26, 30, diperoleh tegangan bus minimum 0,99 pu dan penurunan nilai rugi daya aktif sebesar 2.85 MW  dari 14,206MW menjadi 11.355MW dan daya reaktif  sebesar 14.295 MVAR dari 13.421 MVAR menjadi -0.874 MVAR. Kata-Kunci : sistem distribusi tenaga listrik, Distributed Generation, Bee Colony Algorithm  Abstract Demand for electrical energy in power systems is increasing over time, whereas the amount of electric power that can be generated by power systems and power grid capabilities are likely to remain so as the ability to channel electrical energy, one of which has decreased due to the power loss. The greater the power loss it will cause a voltage drop on the receiving side, so it need to do efforts should be made to improve the ability to to transmit the electrical energy. There are several techniques to reduce the power loss and voltage drop on a power distribution network is to install Distributed Generation (DG) in the system at the proper location of the power system. In this research, it is carried out the optimization placement of Distributed Generation by using Bee Colony Algorithm, to see the impact of Distributed Generation on the power grid losses. Parameters of the objective function on Bee Colony Algorithm are the total power losses in the distribution system, by minimizing the the total power losses will be obtained the proper placement of DG (appropriate), so that the voltage profile at each bus standards, is ± 5%.  The results show that by using the BCA method, and by placing 4 DG at the IEEE 30 bus distribution system at critical buses 19, 24, 26, 30, earned the minimum voltage 0.99 pu and the drop of the active power losses amounted to 2.85 MW of 14.206 MW to be 11,355 MW and reactive power of 14.295 MVAR of 13.421 MVAR to -0.874 MVAR. Keywords : power distribution system, Distributed Generation, Bee Colony Algorithm
ANALISIS JATUH TEGANGAN DAN RUGI DAYA PADA JARINGAN TEGANGAN RENDAH MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6.0 Handayani, Fani Istiana; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.474 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.1.56-61

Abstract

Jaringan sistem distribusi di Jalan Sawah Besar Raya Kaligawe termasuk wilayah kerja PT. PLN (Persero) Rayon Semarang Timur. Berdasarkan tegangan keluaran trafo distribusi pada jaringan distribusi di Jalan Sawah Besar diketahui trafo distribusi 1 fasa 50 kVA mengalami kondisi pembebanan yang melebihi kapasitasnya yaitu sebesar 76 kVA. Hal tersebut menyebabkan tegangan pelayanan konsumen paling ujung turun sebesar 166 Volt dari tegangan nominal 220Volt yang melebihi standar SPLN. Berdasarkan SPLN No.1:1978, batas toleransi tegangan pelayanan +5% dan -10% dari tegangan nominal yaitu maksimal 198 Volt. Selain trafo yang  mengalami overload, pada jaringan distribusi di Jalan Sawah Besar Raya ditemukan tarikan Saluran Layanan Pelanggan (SLP) dan sambungan rumah yang tidak memenuhi SPLN No.56:1984, permasalahan tersebut mengakibatkan timbulnya jatuh  tegangan dan rugi daya. Untuk mengatasi permasalahan jatuh tegangan dan rugi daya, penulis melakukan rencana perbaikan jaringan dengan menggunakan software ETAP 12.6.0 agar besarnya nilai tegangan pada sisi konsumen sesuai standar PLN. Perbaikan jaringan distribusi meliputi penambahan trafo 1 fasa dan penataan ulang SLP (Saluran Layanan Pelanggan) dan SR (Sambungan Rumah).
ANALISIS PENGGUNAAN CERMIN CEKUNG, CERMIN DATAR, DAN KOMBINASI CERMIN CEKUNG-DATAR UNTUK MENINGKATKAN DAYA KELUARAN PADA SEL SURYA Setiawan, Arif; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.46 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.926-932

Abstract

Sel surya dalam unit pembangkit tenaga listrik memiliki kendala daya keluaran yang tidak cukup besar dan sangat bergantung pada kondisi sekitar. Salah satu metode untuk menambah nilai daya keluaran sel surya adalah menggunakan reflektor. Reflektor digunakan untuk memantulkan sinar matahari yang menyebar agar fokus ke sel surya dan akhirnya dapat menambah nilai daya keluaran sel surya. Reflektor yang umum digunakan adalah sepasang cermin datar. Hal ini dikarenakan pemantulan cermin datar yang memiliki sudut pantul teratur. Namun sudut pantul teratur dapat mengakibatkan sinar pantul tidak terpusat pada sel surya, sehingga daya keluaran pemaksimalan sel surya dengan cermin datar dirasa masih kurang. Tugas akhir ini dilakukan penelitian untuk memaksimalkan daya keluaran sel surya dengan reflektor dan membahas pengaruh cermin datar dan cermin cekung sebagai reflektor dalam memaksimalkan daya keluaran sel surya. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa dengan sumber halogen, daya keluaran cermin cekung 1,428% lebih besar dari cermin datar dan 0,098% lebih besar dari kombinasi cermin cekung-datar. Begitu pula dengan sumber matahari, daya keluaran cermin cekung 3,463% lebih besar dari cermin datar dan 2,155% lebih besar dari kombinasi cermin cekung-datar.
PEMODELAN KARAKTERISTIK ARUS BOCOR BAHAN ISOLATOR KERAMIK DENGAN DAN TANPA LAPISAN GLASIR PADA KONDISI KERING DAN BASAH Wijaya, Adhitya Sukma; Facta, Mochammad; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.713 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.367-375

Abstract

Abstrak Selama ini arus bocor isolator diasumsikan berupa model rangkaian yang terdiri dari resistansi linear dan kapasitansi, sehingga arus bocor isolator berbentuk sinusoidal murni.Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa arus bocor tidak selamanya berbentuk sinusoidal murni.Oleh sebab itu, diperlukan adanya model arus bocor isolator yang mampu mengakomodir peristiwa yang mengakibatkan gelombang arus bocor isolator menjadi tidak sinusoidal. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan arus bocor bahan isolator keramik yang telah dan belum diglasir pada kondisi kering dan basah.Gelombang arus bocor bahan isolator keramik yang tidak sinusoidal murni berusaha diperoleh modelnya dalam tugas akhir ini.Pemodelan arus bocor bahan isolator dilakukan dengan menyusun rangkaian ekivalen dari arus bocor isolator yang terdiri dari resistansi dan kapasitansi linier serta resistansi non-linear menggunakan program ATP / EMTP. Selain itu, dilakukan pemodelan matematis dengan pendekatan deret fourier yang digambarkan dan diilustrasikan dengan program MATLAB. Hasil validasi antara arus bocor hasil pemodelan dan pengukuran  menunjukan hasil yang mirip. Hasil penelitian menunjukkan amplitudo gelombang arus bocor hasil pemodelan memiliki nilai yang mirip dengan pengukuran. Persentase THD model memiliki nilai yang hampir sama dengan perbedaan kurang dari 1%. Kata kunci: Isolator Pasang Luar, Arus Bocor, Rangkaian Listrik Ekivalen, Simulasi Komputer.  Abstract Insulator leakage current is generally assumed by a circuit model consists of a linear resistance and capacitance, so the leakage current is pure sinusoidal. However, some studies show that the leakage current is not always purely sinusoidal. Therefore, it is necessary to have an insulator leakage current models that able to simulate events that make insulator leakage current waveform become not pure sinusoidal. In this research, a leakage current model of ceramic insulator material with and without glaze coating in wet and dry conditions is to be observed. Insulators leakage current model is carried out by arranging an equivalent circuit model consist of linear resistance, capacitance and non-linear resistance and it is simulated using ATP / EMTP software package. A mathematical model performed in Fourier series approach are described and simulated by using MATLAB software package. The validation results show good similarities between measured and simulated leakage current waveforms. The results show that the amplitudes of leakage current of model are matched to direct measurements. The percentage of THD of models show good similarities with direct measurements with difference less than 1%. Keywords: outdoor insulator, leakage current, equivalent circuit, computer simulation
MEMAKSIMALKAN DAYA KELUARAN SEL SURYA DENGAN MENGGUNAKAN CERMIN PEMANTUL SINAR MATAHARI (REFLECTOR) Nugroho, Rismanto Arif; Facta, Mochammad; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.623 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.408-414

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara yang terletak di garis khatulistiwa yang memiliki tingkat iradiasi harian matahari rata-rata relatif tinggi yaitu sebesar 4,5 kWh/m2/hari. Hal ini mendasari pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik baru terbarukan untuk menggantikan sumber energi fosil yang memiliki keterbatasan jumlah serta polusi yang mencemari lingkungan. Sel surya (sel surya) sebagai unit PLTS memiliki kendala daya keluaran yang tidak cukup besar dan sangat tergantung oleh kondisi alam. Salah satu metode pengoptimalan sel surya adalah dengan menggunakan cermin pemantul sinar matahari (reflector). Tugas akhir ini membahas mengenai pengaruh penggunaan reflector serta sudut kemiringan reflector yang tepat untuk mendapatkan daya keluaran yang optimal. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa konfigurasi reflektor yang optimal yaitu  ditempatkan pada kedua sisi sel surya dengan sudut kemiringan masing-masing 70o terhadap modul sel surya. Dengan sumber halogen, didapati kenaikan daya mencapai 202.75% pada tingkat iradiasi 185.21 Watt/m2, 102.43% pada tingkat iradiasi 90.29 Watt/m2 . dan 17.01% pada tingkat iradiasi1188 Watt/m2. Kenaikan juga terjadi pada aplikasi beban DC-DC converter dengan peningkatan 79.75% pada tingakat iradiasi 257 Watt/m2, 43.54 pada tingkat iradiasi 128Watt/m2, dan 9.6% pada tingkat iradiasi 1574Watt/m2. Kata Kunci : Sel surya, reflector, iradiasi, daya output  Abstract Indonesia is a country located at the equator which has daily solar irradiation levels on average are relatively high at 4.5 kWh/m2/day. This underlies the use of Solar Power Plant (PLTS) as a renewable source of electrical energi to replace fossil energy sources which having limited the amount and pollute the environment.  Sel suryas as a solar unit has small power output and very dependent on sky conditions. One of the methods to optimize power output of sel surya is using reflector. This final project explores the effect of using reflector and find the most optimal reflector tilt angle to obtain the maximum output power. Based on the test results showed that the most optimal configuration reflector is placed on both sides of the sel surya with a slope angle of each 70o to sel surya module. With a halogen source, the power output up to 202.75% at the level of irradiation 185.21 Watt/m 2, 102.43% at the level of irradiation 90.29 Watt/m2. and 17:01% at level irradiation 1188 Watt/m2. The increase also occurred in the application of load DC-DC converter with a 79.75% increase at the level of irradiation 257 Wat /m2, 43.54%  at the level of irradiation 128Watt/m 2, and 9.6% at the level of irradiation 1574Watt / m2. Keywords : Sel surya, reflector, irradiation, power output
EVALUASI SETTING PROTEKSI ARUS LEBIH DI JENE STATION PT. MEDCO E&P INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN ETAP 12.6.0 Panjaitan, Aries Frananda; Hermawan, Hermawan; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.928 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.368-372

Abstract

Jene Station PT.Medco E&P Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Untuk menjaga kontinuitas proses produksi dan suplai daya listrik di Jene Station dibutuhkan keandalan sistem tenaga listrik dalam mengisolir dampak gangguan, diantaranya gangguan hubung singkat sehingga dibutuhkan setting dan koordinasi peralatan proteksi yang tepat. Pada penelitian ini akan dibahas tentang arus beban penuh dan arus hubung singkat di bus motor Water Injection Pump (WIP), gas turbine, dan gas engine untuk menentukan amapcity kabel pada motor WIP, gas turbine, dan gas engine, setting dan koordinasi proteksi arus lebih solid state trip Low Voltage Circuit Breaker (LVCB) menggunakan ETAP 12.6.0. Pada desain kondisi existing, kurva solid state trip LVCB pada motor WIP, incoming (1), dan (2) WIP mendahului satu dengan lainnya. Kurva solid state trip LVCB pada gas engine 3, 4, 5, 6 dan gas turbine berada di atas damage curve sementara pada gas engine 1 dan 2 menyentuh kurva karakteristiknya. Pada desain kondisi resetting, kurva solid state trip LVCB pada motor WIP, incoming (1), dan (2) WIP sudah  tidak mendahului satu dengan lainnya. Kurva solid state trip LVCB pada gas turbine dan gas engine sudah melindungi damage curve dan tidak menyentuh kurva karakteristiknya.
PERANCANGAN KONVERTER DC-DC RESONANSI BEBAN SERI Hartono, Alief Makmuri; Facta, Mochammad; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.55 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.586-594

Abstract

Abstrak Dalam elektronika daya, peningkatan efisiensi dilakukan melalui perbaikan topologi maupun peningkatan komponen elektronika. Konverter DC-DC resonansi beban seri merupakan jenis topologi soft-switching yang dapat memberikan peningkatan efisiensi. Keuntungan konverter resonansi adalah kesederhanaan konfigurasi sirkuit, rugi-rugi pensaklaran rendah, dan skema kontrol mudah. Penelitian ini membahas perancangan konverter DC-DC resonansi beban seri tipe pensaklaran setengah jembatan. Pada topologi resonansi beban seri tersebut menyajikan tiga model operasi : model  operasi konduksi diskontinyu ( ωs < ½ ω0) , model operasi konduksi kontinyu (½ ω0 < ωs <ω0 ), dan model operasi konduksi kontinyu ( ωs < ωo ). Kinerja perangkat konverter ditinjau dari karakteristik operasi kondisi mantap konverter hasil pengukuran. Pengukuran nilai tegangan keluaran dilakukan dengan empat variasi harga Q, yaitu : Q = 1,39 , Q = 0,80 , Q = 0,55 , dan Q = 0,37. Pada konverter resonansi beban seri, pengaturan tegangan keluaran dilakukan dengan mengatur  frekuensi pensaklaran yang diterapkan. Dari hasil pengujian dan analisis pada topologi resonansi beban seri, konverter  bertindak sebagai penurun tegangan. Hasil pengukuran menunjukan tegangan keluaran maksimal yang dapat dicapai konverter sebesar 10,54 Volt DC dengan tegangan masukan 12 Volt DC, pada frekuensi pensaklaran 30 KHz. Rata-rata tegangan keluaran terbesar dicapai pada harga Q = 0,37. Kata kunci : resonansi, konverter, karakteristik operasi kondisi mantap, harga Q.  Abstract In power electronics, increasing efficiency can be enhanced by the topology and increase the usage of electronic components. Series Load Resonant DC-DC Converter is a soft-switching topology  known to increased efficiency. The advantages of resonant converter are simplicity of the circuit configuration, low switching losses, and easy control scheme.This study discuss about design of series load resonant DC-DC converter half bridge topology. In series load resonant topology present 3 models of operation : discontinuous conduction operation model  (ωs<½ ω0), continuous conduction operation model (½ ω0< ωs<ω0)  and continuous conduction operation model (ωs< ω0) . Hardware performance reviewed from the steady state operating characteristics of the measurement converter. The measurement result of the output voltage performed 4 variation of Q : Q = 1,39 , Q = 0,80 , Q = 0,55 , dan Q = 0,37. In the type of series load resonant converter, output voltage regulation perfomed by adjusting the switching frequency. From the result and analysis, converter only be able act as lowering voltage. The measurement result showed that maximum output voltage of converter is 10,54 Volt DC with input voltage 12 Volt DC, on switching frequency 30 KHz. The largest output is achieved in Q = 0,37. Key word : resonant, converter, steady state operating characteristics, value of Q
SIMULASI PENENTUAN NILAI TAHANAN PENTANAHAN MENARA TRANSMISI 150 KV TERHADAP BACKFLASHOVER AKIBAT SAMBARAN PETIR LANGSUNG Ambarita, Rindu Putra; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti; Syakur, Abdul
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.553 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.1013-1020

Abstract

Tegangan lebih akibat sambaran petir pada saluran transmsi  listrik merupakan salah satu penyebab gangguan yang dapat menimbulkan kegagalan proteksi, kerusakan jaringan listrik, dan peralatan tegangan rendah. Pada saluran transmisi 150kV gangguan yang sering terjadi adalah backflashover dikarenakan tegangan akibat sambaran petir langsung pada menara dan kawat tanah yang mengakibatkan tegangan pada kawat fasa meningkat. Besarnya nilai (amplitude) serta bentuk gelombang tegangan pada kawat fasa dipengaruhi oleh resistivitas tanah, resistansi pentanahan. Pemodelan saluran transmisi 150kV dan injeksikan sumber tegangan induksi maksimum pada titik sambaran di menara dan kawat tanah saluran transmisi dengan menggunakan program Alternative Transients Program. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan pada kawat fasa akan meningkat akibat sambaran petir langsung pada saluran transmisi 150kV yaitu 2133.3kV. Tegangan pada kawat fasa C akan naik apabila resistivitas tanah dan resistansi pentanahan naik, nilai tegangan tertinggi pada tanah berbatu sebesar 2286kV.  Saat letak titik sambaran pada kawat tanah nilai tegangan pada kawat fasa 2594kV  lebih besar saat sambaran dimenara transmisi yaitu 2286kV . Pada kontruksi menara dua kawat tanah tegangan kawat fasa 2286kV  lebih rendah dibandingkan satu kawat tanah yaitu 2900kV. Sedangkan saat kawat tanah terhubung langsung ke tanah,nilai tegangan 2637kV lebih rendah dibanding saat kawat tanah menempel dimenara yaitu 2900kV.