Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Widya Warta

The Idea of American Dream Influencing the Youngers’ Ambition in Hansberry’s A Raisin In the Sun Yustisiana, Rr. Arielia
Widya Warta No. 01 Tahun XXXVIII / Januari 2014
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.822 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas pengaruh ide American Dream terhadap ambisi keluarga Younger pada drama berjudul A Raisin in the Sun karya Lorraine Hansberry. Teori yang digunakan adalah teori ambition dan the idea of American dream. Hasil analisis terhadap drama A Raisin in the Sun yang berhubungan dengan topic penelitian mengenai ambisi yang dipengaruhi oleh American Dream adalah (1) Lena Younger mempunyai ambisi untuk memiliki rumah untuk keluarganya walau rumah tersebut berada di lingkungan orang-orang kulit putih, (2) Walter Lee Younger mempunyai ambisi untuk menginvestasikan uang asuransi peninggalan almarhum ayahnya untuk membuka bisnis minuman keras, dan (3) sedangkan Beneatha Younger mempunyai ambisi untuk meneruskan sekolah kedokteran dan ingin mengungkap identitasnya sebagai keturunan orang Afrika. Semua ambisi yang dimiliki oleh ketiga anggota keluarga tersebut dipengaruhi oleh ide tetang American Dream. Ambisi yang mereka memiliki semata untuk mendapatkan kesempatan agar mereka diakui dan bisa hidup sejahtera di Amerika karena orang kulit hitam dianggap sebagai kaum inferior.
THE FEMALE CHARACTER’S BAD MORAL IN GUSTAVE FLAUBERT’S MADAM BOVARY Yustisiana, Rr. Arielia
Widya Warta No. 01 Tahun XL/Januari 2016
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.078 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas keburukan moral yang dilakukan oleh karakter utama perempuan, yaitu Emma Bovary. Data yang digunakan diambil dari novel berjudul Madam Bovary karangan Gustave Flabert, seorang penulis novel asal Perancis. Teori yang digunakan adalah teori moralitas dan teori keburukan moral. Ada tiga pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data, yaitu moral, psychological, dan sociological approaches. Metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan. Keburukan moral yang dilakukan oleh Emma Bovary, yaitu kurangnya insting ibu dan perselingkuhan. Ketika Emma mengetahui bahwa anaknya adalah seorang bayi perempuan, dia merasa kecewa dan semakin besar anak itu, semakin berkuranglah insting seorang ibu. Selanjutnya, ketika Emma menyadari bahwa pernikahannya dengan Charles Bovary mengecewakan, Emma mengkhianati suaminya dan berhubungan dengan laki-laki lain agar semua keinginan dan mimpinya terpenuhi.
THE EFFECTS OF RACIAL OPPRESSION ON BIGGER THOMAS IN RICHARD WRIGHT’S NATIVE SON Yustisiana, Rr. Arielia
Widya Warta No. 01 Tahun XXXVI / Januari 2012
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.29 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas permasalahan yang berhubungan dengan pengaruhpengaruh penindasan ras yang dialami oleh Bigger Thomas pada novel Richard Wrightberjudul Native Son. Teori yang digunakan adalah teori oppression dan setting yaitu Great Depression in the 1930’s America.Ada beberapa temuan setelah analisis dilakukan yang berhubungan dengan pengaruh penindasan ras yang dialami oleh Bigger Thomas. Kebencian dan kemarahan Bigger Thomaskarena dia merasa tidak berguna bagi orang di sekitarnya terutama keluarganya yang bergantung hidup padanya. Pengaruh selanjutnya adalah kejahatan yang dilakukan olehBigger Thomas. Dia melakukan tindak kejahatan minor pada keluarga dan temannya, terlebih lagi, dengan membunuh seorang wanita kulit putih, Mary Dalton dan kekasihnya sendiri,yaitu Bessie.
THE DEPICTION OF WAR SUFFERING IN WILFRED OWEN'S "DISABLED" Yustisiana, Rr. Arielia
Widya Warta No. 01 Tahun XXXIV / Januari 2010
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.854 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan gambaran penderitaan perang. Wilferd Owen, penulis puisi Inggris, menceritakan penderitaan perang yang dialami seorang anak muda dalam puisinya "Disabled". Owen hidup pada masa Perang Dunia Pertama dan bergabung dalam Angkatan Bersenjata Inggris. Wilfred Owen  dikenal sebagai penulis puisi yang bertemakan Perang. "Disabaled" menceritakan penderitaan tentara muda yang bergabung dalam Perang Dunia Pertama. Owen menggunakan ironi dalam mengungkapkan perbedaan antara mimpi dan kenyataan. Impian sebelum bergabung dalam perang berbeda dengan kenyataan  setelah kembali dari perang dengan keadaannya yang tidak sempurna. Pada puisi "Disabled",  Wilfred Owen mengungkapkan secara tersirat bahwa perang telah menghancurkan kehidupan para korbannya.
HUMANITY IN ROBERT FROST’S “NOTHING GOLD CAN STAY” Yustisiana, Rr. Arielia
Widya Warta No. 01 Tahun XLII/Januari 2018
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.807 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas humanity (sisi kemanusian) dalam puisi Robert Frost yang berjudul “Nothing Gold Can Stay”. Dengan tujuan utama untuk menggambarkan gaya bahasa, personifikasi yang berhubungan dengan humanity (sisi kemanusian) pada puisi Robert Frost berjudul “Nothing Gold Can Stay”. Teori utama yang relevan, yaitu terori gaya bahasa dan personifikasi. Data penelitian ini adalah setiap baris pada puisi Robert Frost tersebut, dan metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, serta studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data analisis. Ada dua pendekatan yang digunakan dalam menganalisis data, yaitu pendekatan structural dan formalis. Dalam puisi “Nothing Gold Can Stay”, pembicara menggunakan gaya bahasa, personifikasi dalam menggambarkan alam dan dapat diperluas sehingga mengungkapkan hal yang berhubungan dengan humanity (sisi kemanusian).  The finding of the research was the most significant meaning could be taken away from "Nothing Gold Can Stay" is that, nothing gold can stay. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Hal yang paling indah dalam hidup seringkali tak berumur panjang. Dalam puisi “Nothing Gold Can Stay” terdapat contoh-contoh ungkapan figuratif, seperti spring blooms, the Garden of Eden, dan sunrise untuk menyampaikan kepada pembaca agar memikirkan semua hal dalam kehidupan yang begitu indah ini begitu sementara. Entah itu euforia memenangkan pertandingan sepak bola, atau kematangan pikiran dan tubuh kita, pasti semua orang mengalami sesuatu yang indah yang dapat memudar dengan sangat cepat.