Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Influence of Health Education, Health Services, and Environmental Development of School Health on Adolescent Reproductive Health Behavior Amenda Paswida Sebayang; Rosalina Br Sitepu; Muhammad Mujtaba Asad; Astriana Fransiska Butarbutar; Fery Arjuna Sembiring
Journal Of Nursing Practice Vol. 8 No. 4 (2025): July
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v8i4.805

Abstract

Background: Teenage problems are increasing every year, starting from teenage fights, using drugs, consuming alcohol, smoking, and even cases of teenage pregnancy. Globally, the condition of health problems in adolescents is alarming. This is triggered by bad teenage behavior. This behavior can, among other things, reduce self-control and increase risky behavior such as engaging in casual sex which can result in unwanted pregnancies. School health unit or in Indonesian called UKS is expected to become a forum for improving students' abilities and skills in developing healthy living behavior. Purpose: The research aims to analyze the influence of school health services on adolescent reproductive health behavior. Methods: The research method was quantitative with a cross-sectional design. The population was 72 teenagers by total sampling. Data analysis used chi-square and multiple logistic regression. Results: The results showed statistical test comparison between Reproductive Health Behavior and Health Education, Health Services, and Environmental Development, respectively shows p-value = 0.014 (p< 0.05), 0.010 (p< 0.05), and 0.046 ( p < 0.05) which means Ha is accepted or there is a correlation between adolescent reproductive health behavior and health education, health services, and environmental development. The independent variable that influences reproductive health behavior has a value of 0.041 or <0.05. The multiple logistic regression test show that the health service variable has an Exp (B) value of 2.917. Conclusion: In conclusion, the adolescent reproductive health education, UKS health services, and environmental development have a 2.917 chance of influencing adolescent reproductive health behavior. In other words, there is significant influence of UKS health services on adolescent reproductive behavior. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN REMAJA PUTRA DAN PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI 1 PERBAUNGAN Lubis, Halimatussakdiyah; Novi Susanti; Henni Safrida Sitompul; Faradita Wahyuni; Fery Arjuna Sembiring
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 1 (2025): September 2025 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i1.18

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putra dan putri di SMA Negeri 1 Perbaungan tentang kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pembagian media edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan sikap positif peserta terhadap isu kesehatan reproduksi. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan remaja di lingkungan sekolah.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MELALUI PELATIHAN DETEKSI DINI TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS GANG BUNTU, MEDAN TIMUR Novi Susanti; Fery Arjuna Sembiring; Siti Aisyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kehamilan merupakan periode yang memerlukan pemantauan kesehatan yang intensif untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin. Salah satu langkah penting dalam upaya menurunkan risiko komplikasi adalah kemampuan ibu hamil untuk mengenali tanda bahaya kehamilan secara dini. Namun, berdasarkan kondisi di Puskesmas Gang Buntu, Medan Timur, masih banyak ibu hamil yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai tanda bahaya seperti perdarahan, sakit kepala hebat, gerak janin berkurang, edema ekstrem, hingga kejang. Keterbatasan informasi ini berpotensi meningkatkan risiko keterlambatan penanganan medis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui pelatihan deteksi dini tanda bahaya kehamilan. Pelatihan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, serta evaluasi berupa pretest dan posttest. Kegiatan diikuti oleh ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gang Buntu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, terlihat dari perbedaan nilai sebelum dan sesudah pelatihan. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai jenis tanda bahaya, cara mengenali gejala awal, dan langkah yang harus dilakukan ketika tanda tersebut muncul. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan ibu hamil dan mendukung upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala sebagai strategi penguatan edukasi kesehatan maternal di tingkat puskesmas. Kata Kunci: Tanda Bahaya Kehamilan, Ibu Hamil, Pelatihan.
PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN KESEHATAN MASYARAKAT DI WILAYAH PUSKESMAS TITI PAPAN Fery Arjuna Sembiring; Henni Safrida; Rafika Andriani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga menjadi salah satu aspek penting untuk menurunkan ketergantungan pada obat modern dan meningkatkan kualitas hidup. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu solusi berbasis sumber daya lokal yang dapat digunakan untuk mencegah dan menangani penyakit ringan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pemanfaatan TOGA di wilayah Puskesmas Titi Papan. Kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan partisipatif selama dua hari, meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, praktik menanam, merawat, dan mengolah tanaman obat, serta diskusi kelompok. Partisipan berjumlah 45 orang, dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria memiliki lahan pekarangan dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test pengetahuan, observasi keterampilan praktik, serta wawancara partisipatif. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif untuk pengetahuan dan deskriptif kualitatif untuk keterampilan dan pengalaman peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 82,4%, keterampilan praktik menanam dan merawat TOGA berhasil dikuasai oleh hampir seluruh peserta, dan peserta menunjukkan motivasi tinggi untuk menerapkan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap kemandirian kesehatan keluarga, pengurangan ketergantungan obat modern, dan pemberdayaan masyarakat. Disarankan agar pelatihan ini dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan praktik TOGA.