Rahel Rati Sarungallo
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Samarinda

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Makna Kesetiaan dalam Perjanjian Allah: Analisis Kontekstual Kitab Hosea Joko Priyono; Andarias Pangngaroan; Rahel Rati Sarungallo
Jurnal Ilmiah Tafsir Alkitab Vol. 1 No. 2: JUITA (Jurnal Ilmiah Tafsir Alkitab) 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69668/juita.v1i2.21

Abstract

This study examines God's faithfulness in the book of Hosea by highlighting its relationship to covenant theology, which is at the heart of God's relationship with His people. The book of Hosea depicts God's faithfulness through the symbolism of Hosea's marriage to Gomer, which reflects a loving and forgiving relationship amidst the unfaithfulness of the people. This study seeks to fill the gap of previous research that has mainly focused on the symbolic aspect of Hosea's story, emphasising the theological meaning of God's faithfulness in the covenantal context. Through the literature review method, this study explores the nature of God's faithfulness, its relationship to covenant theology, and its implications for Christian faith. The findings show that God's faithfulness goes beyond formal attachments, involving a deep love that restores unfaithful people. The research affirms that God's faithfulness is the basis of restoration and hope, which is culminated in the fulfilment of the covenant through Jesus Christ.
Implikasi Kesetiaan Rut Bagi Relasi Kehidupan Menantu-Mertua Dalam Bimbingan Pra Nikah Joko Lelono; Rahel Rati Sarungallo; Vivi Salmi
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.26 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i1.2

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga sering terjadi, baik kekerasan terhadap anak, menantu, mertua. Kekerasan antara mertua perempuan dengan menantu perempuan terjadi karena kurang harmonisnya hubungan kedua pihak. Kekerasan juga terjadi karena Menantu masih satu rumah dengan mertua. Sampai tahun 2021 masih banyak terjadi ketidak harmonisan hubungan antara menantu dengan mertua. Kisah Rut dalam Kitab Rut 1-4 merupakan ceritera yang harmonis hubungan antara mertua dengan menantu. Selain hubungan yang harmonis, kisah ini menampilkan kesetiaan menantu terhadap mertuanya. Untuk menganalisis kisah Rut sebagai menantu dan Naomi sebagai mertua, penulis mengamati kontek, teks yang berkaitan dengan relasi Rut dengan Naomi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: pertama, Rut adalah wanita yang berlatar belakang kafir telah menjadi wanita yang sangat setia terhadap Tuhan dan pasangan hidupnya serta mampu mengembangkan karakter yang baik. Kedua, Rut dan Boas patut dijadikan teladan dalam bimbingan pra-nikah sebab mereka mampu menjaga kekudusan hidup di bawah kasih karunia Tuhan Allah Israel. Ketiga, Rut mampu hidup rukun dengan Naomi mertuanya. Keempat, Masuknya Rut dalam silsilah garis keturunan Mesias atau Yesus menjadi saluran berkat bagi banyak orang.
Makna Teologis Ungkapan Mata Adalah Pelita Tubuh Berdasarkan Lukas 11:33-36 dan Implikasinya Bagi Pengguna Media Sosial Margaretha Cristiani Wulandari; Joko Lelono; Rahel Rati Sarungallo
Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika Vol. 23 No. 2 (2023): Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51591/pst.v23i2.152

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan yang muncul seiring dengan perkembangan dunia di era serba internet.   Tidak dipungkiri bahwa dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, segala pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Baik dalam hal komunikasi, informasi, dan lainnya. Semuanya dapat dilakukan dengan serba cepat. Ternyata, baik disadari maupun tidak, pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi sudah masuk ke dalam gereja-gereja. Orang percaya dituntut untuk menjadi bijak dan berhikmat sehingga tidak hanya berpengetahuan tapi juga takut akan Allah. Allah adalah yang utama dari segala pengetahuan yang manusia miliki.  Mengikuti perkembangan tapi tidak terbawa arus yang buruk, karena hikmat yang berasal dari Allah membawa kita orang Kristen kepada pengertian yang benar dan tidak terbawa arus dunia.