Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Momongu Kambungu Program Through White Copra Processing in Totopo Village, Gorontalo Regency Yusuf, Taufiq Ismail; Tansa, Salmawaty; Tolago, Ade Irawaty
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): November 2024 - April 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v2i2.20

Abstract

Community Service Activities are an effort by Gorontalo State University so that the Tridharma of Higher Education can be implemented by raising the main theme "Momongu Kambungu" which means "Building a Village" from the potential of existing natural resources. . Based on the results of the survey conducted, the potential of Tolotio village is abundant coconut production, but currently it still uses traditional processing that is of low quality and has a high water content. The purpose of this service is to provide insight and knowledge about the correct processing of white copra and meets export standards. The Community Service activity method uses lecture and demonstration methods. The steps of the activity are lectures to explain how to process white copra using a greenhouse, an advantage compared to the previous conventional processing of black copra. then continued with a demonstration of how to process white copra with a greenhouse system. Kegiatan Pengabdian adalah suatu upaya Universitas Negeri Gorontalo agar Tridarma Perguruan Tinggi dapat terlaksana dengan mengangkat tema utama “Momongu Kambungu” yang artinya “Membangun Kampung” dari potensi sumber daya alam yang ada. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan potensi desa Tolotio adalah produksi kelapa melimpah, namun saat ini masih menggunakan pengolahan tradisional yang berkualitas rendah serta kadar air yang tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pengolahan kopra putih yang benar dan memenuhi standar ekspor. Metode kegiatan Pengabdian Masyarakat menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Langkah-langkah kegiatan adalah ceramah untuk menjelaskan cara pengolahan kopra putih dengan menggunakan greenhouse, kelebihan dibandingkan pengolahan kopra hitam sebelumnya yang secara konvensional. selanjutnya dilanjutkan dengan demonstrasi cara pengolahan kopra putih dengan sistem greenhouse
Pendekatan Partisipatif dalam Pembuatan Instalasi Filter Nano untuk Air Bersih di Desa Gandasari, Kecamatan Tolangohula Yusuf, Taufiq Ismail; Tolago, Ade Irawaty; Abdussamad, Syahrir
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v2i1.1101

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia, namun akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan di banyak daerah, termasuk Desa Gandasari Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Di berbagai belahan dunia, terutama di daerah pedesaan, banyak masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan air bersih yang layak konsumsi. Hal ini berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan mereka, serta menghambat perkembangan sosial dan ekonomi. Dalam konteks ini, penting untuk mencari solusi yang dapat menjawab tantangan tersebut. Salah satu pendekatan yang menarik adalah melalui pembuatan instalasi filter nano yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Dengan cara ini, bukan hanya kualitas air yang diharapkan meningkat, tetapi juga kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga sumber daya air mereka. Pendekatan partisipatif dalam pembuatan instalasi filter nano ini melibatkan beberapa langkah strategis yang dirancang untuk menjamin keberlanjutan proyek. Sosialisasi kepada masyarakat menjadi langkah awal yang krusial, di mana informasi tentang pentingnya air bersih dan cara kerja instalasi filter nano disampaikan. Dalam kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai masalah yang dihadapi terkait kualitas air dan dampaknya terhadap kesehatan. Selanjutnya, pelatihan diadakan untuk memberdayakan anggota masyarakat agar mereka dapat berkontribusi secara aktif dalam proses pembuatan dan pengelolaan instalasi. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah dan organisasi non-pemerintah, proyek ini mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa instalasi yang dibangun sesuai dengan kebutuhan lokal dan dapat dioperasikan oleh masyarakat. Hasil dari proyek ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas air dan kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih. Dengan meningkatnya pengetahuan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga dan mengelola sumber daya air mereka, serta berbagi informasi ini dengan anggota komunitas lainnya. Dengan demikian, pendekatan partisipatif dalam pembuatan instalasi filter nano tidak hanya memberikan solusi teknis untuk masalah air bersih, tetapi juga membangun kesadaran kolektif dan tanggung jawab di antara masyarakat. Proyek ini menunjukkan bahwa dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, dapat tercipta solusi yang lebih berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan lokal.
PENGARUH CAMPURAN CULLET DAN GYPSUM TERHADAP KEMAMPUAN ISOLASI DIELEKTRIK TANAH LIAT SEBAGAI BAHAN ISOLATOR LISTRIK Djafar, Moh. Wahyu; Amali, Lanto Mohamad Kamil; Yusuf, Taufiq Ismail; Ntobuo, Nova Elysia
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): Journal Of Renewable Energy Engineering
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v3i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat isolasi dielektrik material isolator berbahan dasar tanah liat melalui penambahan cullet dan gypsum, hal ini menjadi upaya penting bagi pengembangan material isolator yang efisien. Tanah liat, sebagai sumber daya melimpah, memiliki potensi besar namun membutuhkan peningkatan performa dielektrik. Metode eksperimental digunakan untuk membuat tujuh variasi sampel berbentuk persegi (40 mm×40 mm×10 mm) dengan proporsi cullet (5%, 10%), gypsum (5%, 10%), dan kombinasinya. Sampel diuji tegangan tembus menggunakan tegangan tinggi AC. Hasil menunjukkan bahwa penambahan cullet dan gypsum secara konsisten meningkatkan tegangan tembus, dengan kombinasi 10% cullet + 10% gypsum mencapai nilai tertinggi 43,78 kV (4,38 kV/mm). Meskipun belum memenuhi standar PLN (9,85 kV/mm), penelitian ini menginformasikan potensi aditif dalam meningkatkan performa isolasi khususnya berbahan dasar tanah liat
Pemanfaatan Limbah Serabut Kelapa Hasil Pengolahan Kopra sebagai Media Tanam (Cocopeat) Naiu, Asri Silvana; Yusuf, Nikmawatisusanti; Yusuf, Taufiq Ismail
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Mei - Oktober 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i1.24

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini memanfaatkan limbah hasil samping pengolahan kopra yaitu serabut  kelapa menjadi serbuk kelapa (cocopeat) sebagai media tanam. Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah pelatihan ketrampilan pada masyarakat melalui transfer ilmu dan teknologi tentang teknik penanganan pasca panen pada para pengusaha kopra serta pelatihan mengolah hasil samping pengolahan kopra yaitu serabut kelapa menjadi produk media tanam (cocopeat) melalui pendampingan langsung di lapangan kepada masyarakat.  Hasil dari kegiatan ini, masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan para pemuda, telah mampu memanfaatkan serabut kelapa limbah hasil samping industri kopra menjadi produk media tanam (cocopeat) yang memiliki nilai ekonomis, serta telah mampu meminimalisir penumpukan limbah serabut kelapa di wilayah lingkungan Desa suka makmur The purpose of this community service activity is to utilize waste from copra processing, namely coconut fiber, into coconut powder (cocopeat) as a planting medium. The method used to achieve this goal is skills training for the community through the transfer of knowledge and technology about post-harvest handling techniques for copra entrepreneurs and training in processing copra processing by-products, namely coconut fiber, into planting media products (cocopeat) through direct assistance in the field to the community. The results of this activity, the community, especially housewives and young people, have been able to utilize coconut fiber, a waste from the copra industry, into planting media products (cocopeat) that have economic value, and have been able to minimize the accumulation of coconut fiber waste in the Suka Makmur Village environment.
PENGELOLAAN POTENSI DESA DENGAN PEMANFAATAN TIK DAN TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK PENINGKATAN UMKM DAN BUMDES DESA BOTUTONUO KECAMATAN KABILA BONE KAB BONE BOLANGO Bonok, Zainudin; Hidayat, iksan; mohamad, Yasin; abdusammad, Syahrir; tolago, Ade irawaty; Yasser , Muhammad; Yusuf, Taufiq Ismail
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.077 KB) | DOI: 10.56190/jat.v2i1.15

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bagi tenaga pendidik didalam salah satu upaya untuk melaksanakan salah satu tugas sebagai pelaksanaan pada salah satu tridarma perguruan tinggi)-salah satunya Pengabdian ini adalah suatu upaya Universitas Negeri Gorontalo agar supaya terlaksananya Tridarma Perguruan Tinggi untuk memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.Berdasarkan hal ini, kami mengajukan usulan kegiatan Pengabdian di Kantor Desa Botutonuo kec Kabila Bone Kab Bone Bolango dengan Tujuan Pengabdian ini adalah untuk memberikan Pengelolaan Potensi Desa dengan Pemanfaatan TIK dan Transformasi Digital untuk peningkatan UMKM dan BUMDes Desa Botutonuo kecamatan kabila bone kabupaten Bone Bolango ,Target luaran yang diharapkan dari kegitan ini adalah 1) Masyarakat yang ada usaha dan UMKM dan juga Aparat Desa mampu dan memiliki pengetahuan tentang Pemanfaatan TIK skala Desa dengan adanya : Komputer, Internet, Telepon seluler sehingga arus informasi semakin lancar 2) Mayarakat yang berwirausaha dan UMKM dan BUMDes dan Aparat desa memiliki pengetahuan tentang perlunya analisis bisnis dan kelayakan usaha agar UMKM dan BUMDes lebih baik,lebih luas sebarannya, lebih mandiri dan berdaya saing Studi kelayakan bisnis pada prinsipnya bisa digunakan antara lain: a). Untuk merintis usaha baru, misalnya untuk membuka toko, membangun pabrik, mendirikan perusahaan jasa, membuka usaha dagang dan lain sebagainya. b). Untuk mengembangkan usaha yang sudah ada, misalnya untuk menambah kapasitas pabrik, memperluas skala usaha, untuk mengganti peralatan/mesin, untuk menambah mesin baru dan lain sebagainya. c). Untuk memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan, misalnya pilihan usaha dagang, pilihan usaha barang atau jasa, pabrikasi atau perakitan, dan sebagainya. Adapun pihak yang memerlukan dan berkepentingan dengan studi kelayakan usaha diantaranya: (1) Pihak wirausaha (pemilik perusahaan) (2) Pihak Investor dan Penyandang Dana, (3) Pihak masyarakat dan Pemerintah Studi kelayakan usaha dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: (a) Tahap Penemuan ide atau Perumusan Gagasan, (b) Tahap Memformulasikan Tujuan dan (c) Tahap Analisis
Analisis Nilai Indeks Keandalan Sistem Distribusi Primer PT.PLN (Persero) ULP Bangkir Mohamad, Yasin; Nirmalasari, Nirmalasari; Yusuf, Taufiq Ismail
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v5i2.6898

Abstract

PT. PLN (Persero) ULP Bangkir berperan sebagai pelayanan pelanggan dan pemeliharaan jaringan distribusi dalam ruang lingkup Kawasan yang lebih kecil dibawah naungan UP3 Tolitoli. ULP Bangkir melayani Sebagian wilayah dari Lais, Ogoamas, Ogotua dan Malala tentunya hal ini menuntut suplai kelistrikan dengan keandalan yang tinggi. Metode yang digunakan untuk menghitung lama padam rata rata, frekuensi padam rata rata, dan konsumen lama padam rata rata ialah dengan menggunakan indeks SAIDI, SAIFI, dan CAIDI yaitu menghitung dengan berdasarkan data gangguan atau pemadaman dan jumlah konsumen. Hasil perhitungan nilai Indeks SAIDI, SAIFI dan CAIDI pada sistem Distribusi tegangan menengah 20 kV PT.PLN (Persero) ULP Bangkir pada 3 tahun terakhir dengan nilai rata rata SAIDI sebesar 44,82 Jam/Pelanggan/Tahun, hal ini menunjukkan bahwa sistem tidak Handal karena telah melebihi Standar SPLN 68-2 : 1986 sebesar 21 Jam/Pelanggan/Tahun, sementara Nilai Indeks rata rata SAIFI sebesar 73,97 Kali/Pelanggan/Tahun, ini menunjukkan bahwa sistem dikatakan tidak handal karena telah melewati sistem SPLN 68-2 : 1986 sebesar 3,2 Kali/Pelanggan/Tahun, dan Nilai Indeks rata rata CAIDI sebesar 0,79 Jam/Kali/Tahun.
Prakondisi Desa Digital di Desa Tamboo Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango Yusuf, Taufiq Ismail; Salim, Sardi; Irawaty, Ade; Dako, Amiruddin; Dako, Rahmat; Dali, Sri Wahyuni; Hidayat, Ikhsan
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Sbermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v8i1.8209

Abstract

Rural development has undergone significant changes since the digitization of Information and Communication Technology (ICT). Hybrid media technology has proven to make it easier for innovative villages to build networks and empower their communities to narrow the ICT gap, one of which is through community service. This community service is an effort of Gorontalo State University so that the Tridarma of Higher Education is implemented to contribute science and technology to the community. This Community Service was carried out in Tamboo Village, Bone Pantai District, Bone Bolango Regency. The purpose of this Community Service was to provide counseling on how to condition the beginning of a village so that it becomes a digital village. The expected output targets from this activity are: 1) The officials and community in Tamboo Village have knowledge of the importance of the village internet and how to manage infrastructure related to the village internet. 2) Village officials or village internet managers can have the ability to use internet facilities, which can then be developed to create village websites for digitization: village profile data, population data, village resource and potential data and other activities that can be digitized for work effectiveness and efficiency.
Rancang Bangun Prototipe Pengatur Beban Pintar Skala Prioritas Berbasis Mikrokontroler Paki, Alis; Yusuf, Taufiq Ismail; Nasibu, Iskandar Zulkarnain; Musa, Wahab; Dako, Amirudin Yunus
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.12969

Abstract

Penggunaan energi listrik telah menjadi hal yang mutlak, seiring dengan berkembangnya perangkat elektronik. Namun dalam penggunaan energi listrik sering menimbulkan masalah seperti terjadi pemutusan  arus listrik pada seluruh beban oleh pemutus sirkuit akibat beban lebih. Permasalahan tersebut sering terjadi pada penggunaan energi listrik skala rumah tinggal yang memiliki kapasitas daya maksimal 450 watt. Penelitian ini bertujuan untuk merealisasikan hardware dan software prototipe pengatur beban pintar, serta dilakukan pengujian untuk mengetahui keakuratan alat dalam pengukuran dan unjuk kerja alat dalam memproteksi beban. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang didalamnya terdapat beberapa langkah diantaranya adalah perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, serta pengujian alat. Berdasarkan hasil pengujian yang di lakukan, hasil perhitungan persentase eror antara pengukuran alat rancangan dengan alat ukur berstandarisasi untuk beban resistif yaitu total daya beban sebesar 2,10%, tegangan kerja beban sebesar 0,44%, total arus beban sebesar 2,36%, dan total cos phi beban sebesar 0%. Sedangkan untuk beban induktif yaitu total daya beban sebesar 0,38%, tegangan kerja beban sebesar 0%, total arus beban sebesar 0%, dan total cos phi beban sebesar 1,03%. Adapun alat rancangan bekerja sesuai fungsinya dengan memutuskan beban yang bukan prioritas jika terjadi beban lebih dalam pemakaian energi listrik.The use of electrical energy has become an absolute necessity, along with the development of electronic devices. However, the use of electrical energy often causes problems such as a disconnection of electric current in the entire load by a circuit breaker due to overload. These problems often occur in the use of residential-scale electrical energy, which has a maximum power capacity of 450 watts. This study aimed to realize the prototype hardware and software for smart load control, as well as testing to determine the accuracy of the tool in measuring and the performance of the tool in protecting the load. It applied an experimental method in which there were several steps, including the design of hardware and software, as well as tool testing. Based on the results of the tests carried out, the results of the calculation of the percentage error between the measurement of the design tool and standardized measuring instruments for resistive loads, i.e., the total load power of 2.10%, working voltage load of 0.44%, total load current of 2.36%, and the total cos phi load of 0%. As for the inductive load, the total load power was 0.38%, the load working voltage was 0%, the total load current was 0%, and the total cos phi load was 1.03%. The design tool worked according to its function by deciding which load was not a priority if there was an overload in the use of electrical energy.
Analisis Keandalan Jaringan Distribusi 20kV Pada ULP Toili Berdasarkan SAIDI dan SAIFI pratama, igo; Mohammad, Yasin; Yusuf, Taufiq Ismail
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i2.18145

Abstract

PT. PLN (Persero) ULP Toili berperan sebagai pelayanan pelanggan dan pemeliharaan jaringan distribusi dalam ruang lingkup kawasan yang lebih kecil di bawah UP3 Luwuk. ULP Toili melayani sebagian wilayah dari Batui, Moilong, Toili, Tolisu, Rata sampai dengan Baturube berkedudukan sebagai wilayah Industri, pusat pangan dan pertanian bagi wilayah Kab. Banggai. Tentunya hal ini menuntut suplai kelistrikan dengan keandalan yang tinggi. Metode yang digunakan untuk menghitung Lama Padam Rata-Rata (LPR) dan Frekuensi Padam Rata–Rata (FPR) ialah dengan menggunakan rumus SAIDI dan SAIFI, yaitu menghitung dengan berdasarkan data gangguan atau pemadaman dan jumlah konsumen. Data yang diperoleh dari PT. PLN (Persero) UP3 Luwuk digunakan untuk menghitung SAIDI dan SAIFI pada jaringan distribusi 20kV yang dilayani oleh ULP Toili. Hasil perhitungan menunjukan bahwa SAIDI dan SAIFI sistem distribusi PT. PLN (Persero) ULP Toili pada periode tahun 2021 dan tahun 2022 (Januari–September) yaitu Nilai SAIDI periode tahun 2021 6,86 Jam/Pelanggan/Tahun. SAIDI tahun tahun 2022 (Januari-September) 12,42 Jam/Pelanggan/Tahun. Sedangkan untuk nilai SAIFI periode tahun 2021 6,65 Kali/Pelanggan/Tahun. SAIFI tahun 2022 (Januari–September) 9,09 kali/Pelanggan/Tahun. Nilai SAIDI sistem distribusi 20kV PT. PLN (Persero) ULP Toili pada tahun 2021 dan tahun 2022 termasuk masih dalam kategori standar karena belum melewati SPLN 68-2: 1986 yaitu SAIDI sebesar 21 Jam/Pelanggan/ Tahun. Sedangkan nilai SAIFI sistem distribusi 20kV PT. PLN (Persero) ULP Toili pada tahun 2021 dan tahun 2022 kategori belum andal karena melewati SPLN yaitu SAIFI sebesar 3,2 Kali/Pelanggan/Tahun.PT. PLN (Persero) ULP Toili plays the role of customer service and distribution network maintenance within the scope of a smaller area under UP3 Luwuk. ULP Toili serves parts of the area from Batui, Moilong, Toili, Tolisu, Rata to Baturube which is located as an industrial area, food and agriculture center for the Kab. proud. Ofcourse this requires a power supply with high reliability. The method used to calculate the Average Long Outages (LPR) and the Average Outage Frequency (FPR) is to use the SAIDI and SAIFI formulas, which are calculated based on data on interruptions or blackouts and the number of consumers. Data obtained from PT. PLN (Persero) UP3 Luwuk is used to calculate SAIDI and SAIFI on the 20kV distribution network served by ULP Toili. The calculation results show that SAIDI and SAIFI distribution system of PT. PLN (Persero) ULP Toili in the 2021 and 2022 periods (January–September), namely the SAIDI Value for the 2021 period 6.86 Hours/Customer/Year. SAIDI in 2022 (January-September) 12.42 Hours/Customer/Year. Meanwhile, the SAIFI value for the 2021 period is 6.65 Times/Customer/Year. SAIFI in 2022 (January–September) 9.09 times/Customer/Year. SAIDI value distribution system 20kV PT. PLN (Persero) ULP Toili in 2021 and 2022 is still in the standard category because it has not passed SPLN 68-2: 1986, namely SAIDI of 21 Hours / Customer / Year. While the SAIFI value of the 20kV distribution system PT. PLN (Persero) ULP Toili in 2021 and 2022 is not yet reliable because it passes the SPLN, namely SAIFI of 3.2 Times/Customer/Year.
The Potential of Biogas from Organic Waste in the Talumelito Landfill as a Source of Renewable Energy Harun, Ervan Hasan; Ilham, Zul; Ilham, Jumiati; Yusuf, Taufiq Ismail
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 7, No 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v7i1.27968

Abstract

Environmental issues and the need for renewable energy sources have driven innovation in utilizing waste as a raw material for energy production. This study aims to assess the potential of organic waste from the Talumelito landfill in Gorontalo Regency as a source of electricity through biogas technology. The methods used involve a mixed approach, combining quantitative measurements of the amount of organic waste and qualitative analysis of the potential biogas and electricity that can be generated. The results show that in one week, a total of 587,427 kg of waste was disposed of at the Talumelito landfill, with 41,650 kg (7.1%) being organic waste. From this organic waste, an average daily biogas volume of 825.6 m³ was obtained, producing a weekly methane gas volume of 3,688.5 m³. The potential electricity generated from this organic waste is 34,634.9 kWh per week, or approximately 4,947.8 kWh per day. The study concludes that organic waste at the Talumelito landfill has significant potential to be developed as an environmentally friendly electricity source.Masalah lingkungan dan kebutuhan akan sumber energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan mendorong inovasi dalam pemanfaatan sampah sebagai bahan baku energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan sampah organik dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito di Kabupaten Gorontalo sebagai sumber energi listrik melalui teknologi biogas. Metode yang digunakan adalah pendekatan gabungan (mixed methods) yang melibatkan pengukuran kuantitatif terhadap jumlah timbulan sampah organik dan pendekatan kualitatif untuk menganalisis potensi biogas serta energi listrik yang dapat dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu minggu, total sampah yang masuk ke TPA Talumelito adalah 587.427 kg, dengan jumlah sampah organik sebesar 41.650 kg (7,1%). Dari sampah organik ini, diperoleh volume biogas harian rata-rata sebesar 825,6 m³, dengan volume gas metana mingguan sebesar 3.688,5 m³. Potensi energi listrik yang dapat dihasilkan dari sampah organik tersebut adalah sebesar 34.634,9 kWh per minggu, atau sekitar 4.947,8 kWh per hari. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sampah organik di TPA Talumelito memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan.