Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI SAYURAN ORGANIK DI CV. RAHAYU DESA SIDERA KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Nidaul Nidaul; Muh. Syaifuddin Nasrun; Irmawaty Irmawaty
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.158 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.474

Abstract

Pembangunan pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional (pro growth), penciptaan lapangan kerja bagi penduduk pedesaan (pro job) dan pengurangan kemiskinan (pro poor). Pembangunan pertanian yang dicapai melalui upaya peningkatan pendapatan, produksi, produktivitas usahataninya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh dan tingkat kelayakan pada usahatani sayuran organik (brokoli, selada, bayam merah, kangkung dan sawi pakchoi) di CV.  Rahayu Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan di  CV. Rahayu Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi dari bulan Januari hingga Maret 2018. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive). Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan kelayakan Revenue Cost Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan per satu kali musim tanam yaitu pendapatan brokoli sebesar Rp 5.590.400/300 m², selada sebesar Rp 3.784.400/300 m², bayam merah Rp 3.964.400/150 m², kangkung sebesar Rp 3.551.400/150 m² dan sawi pakchoi Rp 3.079.400/150 m². Usahatani sayuran organik (brokoli, selada, bayam merah, kangkung dan sawi pakchoi) di CV. Rahayu Desa Sidera Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi layak diusahakan dengan nilai R/C atas brokoli sebesar 2,7, selada sebesar 2,6, bayam merah sebesar 2,6, kangkung sebesar 2,5 dan sawi pakchoi sebesar 2,3. Menunjukkan bahwa R/C > 1, yang artinya bahwa setiap Rp 100 yang dikeluarkan oleh CV. Rahayu akan memperoleh penerimaan brokoli sebesar  Rp 260, selada sebesar Rp 230, bayam merah sebesar Rp 260, kangkung sebesar Rp 250 dan sawi pakchoi sebesar Rp 230.
ANALISIS RISIKO AGROINDUSTRI TAHU (Studi Kasus Pabrik Tahu Mitra Di Kota Palu) Nurul Dwi Kusumawati; Patta Dua; Irmawaty Irmawaty
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.232 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis besarnya biaya, keuntungan, penerimaan dan resiko usaha pada industri pabrik tahu Mitra di Kota Palu. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) yaitu di Pabrik Tahu Mitra yang berlokasi di Kelurahan Duyu Kecamatan Tatanga Kota Palu. Penentuan responden sebanyak 3 orang yang terdiri dari pemilik pabrik tahu dan 2 orang staf karyawan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis keuntungan dan resiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata yang dikeluarkan pada periode bulan Mei - Juni 2019 sebesar Rp 137.112.433, penerimaan rata-rata sebesar Rp 198.000.000 dengan keuntungan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp 60.887.567. Besarnya koefisien variasi dan batas bawah keuntungan masing-masing sebesar 0,01 dan – 83.585.000, yang mana ini menunjukkan bahwa  Industri Pabrik Tahu Mitra berpeluang untuk rugi.Kata Kunci : Biaya, Keuntungan, Resiko, Pabrik Tahu Mitra 
PERANAN KELOMPOK TANI TERHADAP ADOPSI TEKNOLOGI PERTANIAN PADI SAWAH DI DESA SIBOWI KECAMATAN TANAMBULAVA KABUPATEN SIGI Rosida Rosida; Abd. Hadid; Irmawaty Irmawaty
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v2i1.967

Abstract

            Pertanian merupakan salah satu aspek kehidupan yang paling penting dan menjadi sorotan utama dalam perekonomian suatu negara, khususnya negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun, perkembangan teknologi dan industri saat ini mampu menggeser posisi pertanian. Tidak sedikit masyarakat yang beralih pada aktivitas industri dan meninggalkan lahan-lahan pertanian mereka. Adopsi teknologi pertanian akan dapat meningkatkan penghasilan kelompok tani khususnya anggota kelompok tani karena pekerjaan mereka akan lebih efektif dan efisien. Oleh sebab penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan kelompok tani terhadap adopsi teknologi pertanian di Desa Sibowi Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Data diperoleh dari hasil wawancara terhadap 50 responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Variabel peran kelompok tani diukur menggunakan 15 item pertanyaan dengan lima skala likert, yaitu (1) sangat tidak setuju; (2) kurang setuju; (3) netral; (4) setuju; (5) sangat setuju dan analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa variabel peran kelompok tani (X) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap adopsi teknologi pertanian Padi sawah  di Desa Sibowi dapat dilihat dari persamaan regresi antara kedua variabel tersebut yaitu: Ŷ = 29,310 + 0,518X.. Persamaan regresi ini berarti bahwa setiap peningkatan satu satuan skor peran kelompok tani diikuti kenaikan skor adopsi teknologi pertanian sebesar 0,518 pada konstanta 29,310.Kata Kunci : Adopsi Teknologi, Kelompok Tani.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA PETANI GARAM DI KELURAHAN TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Koharto Koharto; Irmawaty Irmawaty
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 1 No. 1: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.094 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.1318

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan potensi sumberdaya kelautan baik hayati maupun non hayati yang sangat besar. Salah satu kekayaan sumber daya kelautan non hayati yang dimiliki Indonesia adalah garam. Sebagai negara maritim dengan wilayah yang sebagian besar merupakan lautan, Indonesia mempunyai banyak potensi ekonomi yang bersumber dari kekayaan laut ironisnya Indonesia masih menjadi importir garam yang cukup besar terutama pada garam beryodium dan garam Industri. Salah satunya adalah Kelurahan Talise adalah daerah penghasil garam di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah, Yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian yang di arahkan untuk peningkatan pendapatan dan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan kelayakan petani garam di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus pada tahun 2017. Lokasi penelitian di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Penetapan sampel dilakukan dengan metode sampel (Random Sampling), Sebagai Dokumentasi pelaksanaan dan pendekatan Responden melalui Observasi, Wawancara, Quesioner dimana jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian 30 Responden penelitian jumlah dari populasi yang ada di Kelurahan Talise sebanyak 80 usaha petani garam. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Pendapatan dan Kelayakan. Hasil analisis pendapatan yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pada petani garam di Kelurahan Talise sebesar Rp 6.912.300 ton/ha. Hasil analisis kelayakan yang diperoleh menunjukkan Nilai Return CostRatio (R/C-ratio) sebesar 2,5 menunjukkan R/C >1, maka usaha petani garam di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu layak untuk diusahakan. Kata Kunci : Pendapatan, Kelayakan, Petani