Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Digitalisasi Pola Pakaian melalui Clo3d (Kokreasi bersama LPK Nadya Jaya & Brand Pakaian Lovadova) Susi Hartanto; Injo Erlyn Yulita Wiryanto
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v3i3.5337

Abstract

 Salah satu industri kreatif Indonesia yang bergerak ke arah industri 4.0 adalah fesyen. Dengan situasi pandemi dan keharusan menjaga jarak, metode digital semakin banyak dipergunakan agar proses bisnis fesyen bisa tetap berjalan, termasuk salah satunya dengan desain busana 3D. PkM ini adalah kokreasi antara Desain Produk UPH, mitra PkM (lembaga kursus LPK Nadya Jaya) dan mitra brand pakaian Lovadova; mengusung Clo3D sebagai alat bantu menghasilkan pola 3D pakaian sehingga mengurangi kesalahan, menghemat waktu, biaya, dan bisa dilakukan tanpa model tubuh asli. Ada 16 pola yang dihasilkan, 7 diantaranya diproduksi dalam bentuk pakaian jadi. Hasilnya, Clo3D memudahkan semua pihak dalam merancang, merevisi, melihat simulasi pakaian secara 3D; membuat siklus bisnis pakaian dari merancang hingga menjual jauh lebih cepat dibandingkan proses tradisional.
Limbah Loom sebagai Alternatif Material Mebel Susi Hartanto
JURNAL RUPA Vol 3 No 2 (2018): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v3i2.1417

Abstract

Furniture factories are one of Cirebon's economy boosters as they employ many workers and produce numerous products for local and export orientation. As a consequence, this industry produces quite a large amount of waste, one of them is paper loom. Loom is a woven paper threads and metal wires which is used to wrap a number of furniture components, such as seat, backrest, etc. Case studies in 2 major factories in Cirebon, total loom waste reaches around 3 tonnes a month. This research provides recommendations of waste usage for furniture.
DIGITALISASI POLA PAKAIAN MELALUI CLO3D Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Da Moda Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i2.71

Abstract

Moving towards industry 4.0, one of five sectors in Indonesia to be planned as implementation pioneer is textile and clothing industry. Digital competencies have become skill requirement found most in fashion work vacancies. One of common digital method applied in clothing design and production is Clo3D. This article results from a co-creation activity between UPH Product Design, LPK Nadya Jaya, and brand partner (Lovadova); taking Clo3D as a tool to produce 3D patterns, reducing human error, saving time & costs. There are 16 patterns produced, 7 among them are mass-produced. As the result, Clo3D helps in terms of design, revise, simulate clothes in 3D; allowing the clothing business cycle from design to selling a lot faster than traditional process. Key words : Digitalization, Pattern, Clothing, Clo3D
INFLUENCER SEBAGAI ALAT PEMASARAN PRODUK FESYEN Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Da Moda Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i1.112

Abstract

This articles applies descriptive analysis method from internal Zalora Indonesia data, literature studies, and studies on influencers and brands. Case studies in this article are collaboration between Zalora and well-established brands (local and international) which are more solid in terms of capital. Influencer selection for both regular endorsement and trip package are categorized based on influencer’s character (personality) as well as their number of followers. Multiple characters are chosen for brands to reach the right audience. Influencer type per campaign are divided equally from mega to micro influencers, to allow more budget-friendly campaign. Mega influencer is limited to 1 person. Regular endorsement can only be sponsored by 1 brand. But many brands collaborated to sponsor a single trip campaign. Zalora prioritizes women influencers, as major sales come from women category. Key words : influencer, Zalora, endorsement, brand Artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif dari data internal Zalora Indonesia, studi literatur, dan studi mandiri terhadap influencer dan brand. Studi kasus artikel ini adalah kerjasama Zalora dengan brand ternama (lokal dan internasional) yang sudah atau lebih mapan dari segi modal. Seleksi influencer baik untuk endorsement biasa ataupun untuk kampanye perjalanan dibagi berdasarkan karakter influencer dan jenis influencer (berdasarkan jumlah pengikut). Berbagai karakter dipilih agar cocok bagi brand dan agar dapat menjangkau audience yang tepat. Jenis influencer per kampanye juga dibagi rata mulai dari mega hingga micro influencer agar lebih bersahabat dari sisi biaya. Biasanya mega influencer hanya akan dibatasi cukup 1 orang. Jumlah brand yang menjadi sponsor juga biasanya hanya satu jika tipe endorsement biasa. Namun jumlah brand dimaksimalkan banyak jika tipe kampanye adalah kampanye perjalanan. Zalora juga lebih mengedepankan influencer wanita, berhubung sebagian besar penjualan Zalora berasal dari kategori produk wanita. Kata kunci: influencer, Zalora, endorsement, brand
PEWARNAAN ALAMI DAN SINTETIS LIMBAH SISIK IKAN SEBAGAI POTENSI PERHIASAN/ AKSESORIS MODE Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Da Moda Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v2i2.173

Abstract

Result from interview with Manado fish scale handicraft industry stakeholder states that wantex is commonly used as colorant for fish scales, resulting in rather vivid and plastic-like colors. Through a series of experiment using natural and synthetic colorants, turmeric (yellow), red yeast rice (red), and synthetic food colorant (Brilliant Blue FCF) are most applicable colorants, producing good results on fish scales. Combinations of these three colorants produce many good secondary colors with new and mild gradations and translucency, very potential to be developed for fashion jewelry explorations which use snapper fish scale as the main material. Key words : colorant, natural, synthetic, fish, scale, snapper Dari hasil wawancara industri kerajinan sisik ikan Manado, wantex tekstil digunakan sebagai zat pewarna sisik ikan sehingga hasil warna yang didapat cenderung pekat dan seperti plastik. Melalui berbagai uji pewarna alami dan sintetis, kunyit (kuning), angkak (merah) dan pewarna makanan sintetis biru (Biru Brilliant FCF) merupakan pewarna yang paling mudah untuk diaplikasikan dan juga menghasilkan warna yang baik pada sisik ikan. Pencampuran ketiga warna tersebut menghasilkan banyak warna sekunder dengan gradasi dan translusensi sisik ikan yang baru dan berwarna lembut sehingga potensial digunakan untuk eksplorasi perhiasan mode berbahan dasar sisik ikan kakap. Kata Kunci: pewarna, alami, sintetis, sisik, ikan, kakap
AKTIVITAS PEMASARAN ZALORA INDONESIA MENGHADAPI #LEBARANDIRUMAHAJA 2021 Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Da Moda Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i1.221

Abstract

Artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif dari data internal Zalora Indonesia, studi literatur, dan studi mandiri terhadap influencer dan brand. Ada 8 bentuk kampanye yang dilakukan pada masa Lebaran, yaitu pemasaran online, in-app exposure, e-event dan jumpa pers, media sosial dan KOL (Key Opinion Leader), fitur sosial, partnership, gamification dan engagement, dan pemasaran offline. Aktivasi media sosial dan influencer tetap menjadi kampanye utama yang dipilih Zalora untuk menggaungkan momen Lebaran ini. Kombinasi lebih dari 50 selebriti, influencer makro, mikro, dan hijab dipilih untuk memastikan Lebaran Zalora mendapatkan awareness yang seluas-luasnya. Zalora juga lebih mengedepankan influencer wanita, berhubung sebagian besar penjualan Zalora berasal dari kategori produk wanita.
TRANSFORMASI RITEL FESYEN MELALUI TEKNOLOGI & DATA Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Da Moda Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v3i2.317

Abstract

Omnilytics is a technology and data-based fashion market insight provider that power decision making through a complete view of market demand, such as: 1) Competitor benchmarking, 2) Trend performance, 3) Ageing analysis, 4) Calendar, and 5) Visual Merchandising. This article is written using descriptive analysis method, with support of internal data of Omnilytics and several literature studies. The aim of this article is to provide insights on how Omnilytics works, and its functions for fashion industry players and academics, especially for those who have not understood the use of big data and its concrete benefits. Key words : retail, fashion, data, technology Omnilytics adalah sebuah platform intelegen pasar ritel fesyen yang memberikan informasi menyeluruh menggunakan data dan teknologi seperti: 1) Tolok ukur terhadap kompetitor, 2) Performa tren, 3) Analisa produk berumur, 4) Kalendar, dan 5) Visual merchandising. Artikel ini disusun menggunakan metode analisis deskriptif dari data internal Omnilytics dan studi literatur. Artikel ini bertujuan memberikan paparan mengenai cara kerja Omnilytics dan manfaatnya secara ringkas bagi para pelaku di industri fesyen dan akademisi, terutama bagi yang belum mengenal penggunaan big data dan manfaatnya secara konkrit. Kata Kunci: fesyen, ritel, data, teknologi
Modifikasi Desain, Produksi, & Pemasaran Pakaian Bersama Lpk Nadya Jaya & Lovadova Susi Hartanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.884 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.906

Abstract

Permasalahan klasik PkM adalah PkM hanya berhenti sampai pelatihan dan sulit diteruskan ke tahap lebih lanjut karena banyak kendala seperti modal, SDM, produksi, pemasaran, dan lainnya. Untuk itu, PkM kali ini menggandeng mitra brand untuk membantu produksi dan pemasaran produk PkM. Melalui periode PkM sebelumnya, mitra PkM telah melihat manfaat pola digital yang praktis dan presisi. Dukungan dari mitra brand juga mulai terjalin sehingga terbentuk siklus utuh dari membuat hingga menjual. Desain pakaian yang berkembang terus dan tuntutan mitra brand yang selalu ingin produk baru membuat pelaku industri termasuk mitra harus terus belajar meningkatkan kemampuan membuat pola pakaian yang lebih kompleks dan beragam mengikuti tren. Periode ini juga memberikan pelatihan bahwa pola tidak harus menyontek 100%, melainkan bisa dimodifikasi sesuai ide, bahan dan aksesoris yang tersedia, batasan harga, dan lainnya. Dalam hal ini, mitra PkM mengikuti arahan mitra brand sebagai klien. Hasil PkM periode ini berupa pola digital dan sample pakaian diteruskan ke mitra brand untuk diproduksi dan dipasarkan. Pelatihan ini merupakan tahapan ketiga dari rangkaian PkM yang disusun dalam skema 3 tahun. Tahapan ketiga ini dibagi menjadi 2 rangkaian proses yang berjalan beriringan agar selaras dengan proses industri fesyen yang cepat.
Zalora Earth Edit: a corporate strategy for sustainable fashion products Susi Hartanto
Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v5i2.5134

Abstract

As of 2020, Zalora Indonesia campaigned earth friendly products under Earth Edit category. There are 5 Earth Edit Zalora criterias: 1) Earth friendly materials, 2) Earth friendly processes, 3) Fair production processes, 4) Animal friendly, and 5) Community involvement. Each supplier (brand) who wishes to be tagged as earth friendly brands need to go through layers of verification and need to provide certifications as proof. This article is expected to provide a reference for fashion product suppliers in earth friendly area, to be aware of industry standards applied in trusted fashion e-commerce platform in Indonesia.
PENELITIAN POTENSI PRODUK HASIL EKSPLORASI LIMBAH POLIESTER DARI INDUSTRI TAS Studi Kasus PT. Tasindo Tassa Industries Susi Hartanto; Rafael Trihardy
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.428 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1777

Abstract

AbstractAs main reference for this research, PT. Tasindo Tassa Industries produces around 3 tons of fabric waste from bags production, in which 80% is of polyester kind. Fabric waste are cheaply bought by local waste collector to be remaked as bucket, as oneexample. Other simple methods of processing fabric waste, such as patchwork, quilting, resin, and webbing are commonly made into craft products, and can be easily found anywhere. Hence, focus of this research is to explore polyester waste with certaintechnique with innovative value, and to design it into sellable products. Through focus group discussion and a series of experiments, polyester waste are made into bags collection using fabric manipulation technique. Results of this research can be used as reference to help home industry or small scale craftsmen to produce ready-to-sellproducts.AbstrakPT. Tasindo Tassa Industries sebagai studi kasus penelitian ini, menghasilkan sekitar 3 ton limbah kain hasil produksi tas, dimana 80% adalah jenis poliester. Sampah kain biasanya dibeli oleh bandar sampah dengan harga yang sangat murah untuk diproduksi lagi menjadi berbagai produk sederhana, sepertiember salah satunya. Sampah kain pada umumnya biasa diolah lagi menjadi produk kerajinan dengan teknik sederhana seperti patchwork, quilting, resin, dan anyam, yang bisa dengan mudah ditemukan dimana-mana. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi sampah poliester dengan teknik yangmemiliki nilai kebaruan dan merancangnya menjadi produk layak jual. Melalui focus group discussion dan eksperimen, sampah poliester dirancang menjadi koleksi tas dengan menggunakan teknik manipulasi kain. Hasil penelitian bisa dipakai sebagai acuan dasar untuk membantu industri skalarumahan atau pengrajin kecil memproduksi barang siap jual.