Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Modifikasi Desain, Produksi, & Pemasaran Pakaian Bersama Lpk Nadya Jaya & Lovadova Susi Hartanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.884 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.906

Abstract

Permasalahan klasik PkM adalah PkM hanya berhenti sampai pelatihan dan sulit diteruskan ke tahap lebih lanjut karena banyak kendala seperti modal, SDM, produksi, pemasaran, dan lainnya. Untuk itu, PkM kali ini menggandeng mitra brand untuk membantu produksi dan pemasaran produk PkM. Melalui periode PkM sebelumnya, mitra PkM telah melihat manfaat pola digital yang praktis dan presisi. Dukungan dari mitra brand juga mulai terjalin sehingga terbentuk siklus utuh dari membuat hingga menjual. Desain pakaian yang berkembang terus dan tuntutan mitra brand yang selalu ingin produk baru membuat pelaku industri termasuk mitra harus terus belajar meningkatkan kemampuan membuat pola pakaian yang lebih kompleks dan beragam mengikuti tren. Periode ini juga memberikan pelatihan bahwa pola tidak harus menyontek 100%, melainkan bisa dimodifikasi sesuai ide, bahan dan aksesoris yang tersedia, batasan harga, dan lainnya. Dalam hal ini, mitra PkM mengikuti arahan mitra brand sebagai klien. Hasil PkM periode ini berupa pola digital dan sample pakaian diteruskan ke mitra brand untuk diproduksi dan dipasarkan. Pelatihan ini merupakan tahapan ketiga dari rangkaian PkM yang disusun dalam skema 3 tahun. Tahapan ketiga ini dibagi menjadi 2 rangkaian proses yang berjalan beriringan agar selaras dengan proses industri fesyen yang cepat.
Zalora Earth Edit: a corporate strategy for sustainable fashion products Susi Hartanto
Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v5i2.5134

Abstract

As of 2020, Zalora Indonesia campaigned earth friendly products under Earth Edit category. There are 5 Earth Edit Zalora criterias: 1) Earth friendly materials, 2) Earth friendly processes, 3) Fair production processes, 4) Animal friendly, and 5) Community involvement. Each supplier (brand) who wishes to be tagged as earth friendly brands need to go through layers of verification and need to provide certifications as proof. This article is expected to provide a reference for fashion product suppliers in earth friendly area, to be aware of industry standards applied in trusted fashion e-commerce platform in Indonesia.
PENELITIAN POTENSI PRODUK HASIL EKSPLORASI LIMBAH POLIESTER DARI INDUSTRI TAS Studi Kasus PT. Tasindo Tassa Industries Susi Hartanto; Rafael Trihardy
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.428 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1777

Abstract

AbstractAs main reference for this research, PT. Tasindo Tassa Industries produces around 3 tons of fabric waste from bags production, in which 80% is of polyester kind. Fabric waste are cheaply bought by local waste collector to be remaked as bucket, as oneexample. Other simple methods of processing fabric waste, such as patchwork, quilting, resin, and webbing are commonly made into craft products, and can be easily found anywhere. Hence, focus of this research is to explore polyester waste with certaintechnique with innovative value, and to design it into sellable products. Through focus group discussion and a series of experiments, polyester waste are made into bags collection using fabric manipulation technique. Results of this research can be used as reference to help home industry or small scale craftsmen to produce ready-to-sellproducts.AbstrakPT. Tasindo Tassa Industries sebagai studi kasus penelitian ini, menghasilkan sekitar 3 ton limbah kain hasil produksi tas, dimana 80% adalah jenis poliester. Sampah kain biasanya dibeli oleh bandar sampah dengan harga yang sangat murah untuk diproduksi lagi menjadi berbagai produk sederhana, sepertiember salah satunya. Sampah kain pada umumnya biasa diolah lagi menjadi produk kerajinan dengan teknik sederhana seperti patchwork, quilting, resin, dan anyam, yang bisa dengan mudah ditemukan dimana-mana. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi sampah poliester dengan teknik yangmemiliki nilai kebaruan dan merancangnya menjadi produk layak jual. Melalui focus group discussion dan eksperimen, sampah poliester dirancang menjadi koleksi tas dengan menggunakan teknik manipulasi kain. Hasil penelitian bisa dipakai sebagai acuan dasar untuk membantu industri skalarumahan atau pengrajin kecil memproduksi barang siap jual.
PENELITIAN SECANG SEBAGAI PEWARNA ALAMI ROTAN DAN APLIKASINYA PADA PRODUK HOME DECOR Susi Hartanto; Tanu Rudyanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1913.066 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i1.2325

Abstract

AbstractSynthetic colorants (lacquer or nitro-based clear finishes, cellulose acetate butyrate - CAB, polyurethane, acid catalyst clear lacquers, polyester, waterbased colorants, etc) are commonly used to produce colors on various rattan products. Although water based colorants are claimed to be environmentally friendly, but many industry stakeholders still continue using other synthetic colorants due to cost consideration.As an effect, environmental cost is inevitable. Prior experiment shows that natural colorant like sappanwood produce red color on rattan peel, though color adhesiveness is not stable. This re search maintains focus on sappanwood as natural red colorant, but type of rattan is shifted to rattan flat core, presumed to produce higher color adhesiveness and stability. Result of research is applied on home décor products, using small to medium home industry quantity to test the stability and uniformity of colors on one production batch. Future research may use this reference to investigate other natural rattan colorants. Keywords: sappanwood, rattan, natural colorant, red AbstrakProduk rotan pada umumnya diberi pewarna sintetis (NC, Stain, Fancy Colors, pewarna water based, dan lainnya) untuk menghasilkan berbagai macam warna. Walaupun pewarna water based diklaim lebih ramah lingkungan, tetapi masih banyak pelaku industri yang menggunakan pewarna sintetis lainnya karena harganya yang lebih ekonomis, dan akibatnya, pasti ada pencemaran lingkungan. Sesuai eksperimen sebelumnya, pewarna alami seperti secang bisa menghasilkan warna alami merah pada rotan peel (kulit), walaupun daya rekat warnanya belum maksimal. Penelitian kali ini berfokus tetap pada secang, namun jenis rotan sesuai asumsi dialihkan menjadi jenis fitrit agar daya rekat dan ketahanan warna lebih tinggi. Hasil penelitian diaplikasikan pada produk dekorasi/ aksesoris dengan kuantitas produksi kecil-menengah untuk menguji kestabilan hasil pewarnaan pada satu kali produksi.Diharapkan penelitian ini bisa menjadi referensi untuk penelitian pewarnaalami rotan lainnya.
LIMBAH LOOM SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL MEBEL (Studi Kasus: PT House of Rattan & CV Property, Cirebon) Susi Hartanto; Kezia Natalie Sutanto; Michae Limahelu
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.715 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i2.5645

Abstract

AbstractFurniture factories are one of Cirebon's economy boosters as they employ many workers and produce numerous products for local and export orientation. As a consequence, this industry produces quite a large amount of waste, one of them is paper loom. Loom is a woven paper threads and metal wires which is used to wrap a number of furniture components, such as seat, backrest, etc. Case studies in 2 major factories in Cirebon, total loom waste reaches around 3 tonnes a month. This research providesrecommendations of waste usage for furniture.  AbstrakPabrik mebel merupakan salah satu penggerak ekonomi Cirebon, karenamenghasilkan lapangan pekerjaan baik untuk produk orientasi lokal ataupun ekspor. Sebagai konsekuensi, industri ini menghasilkan limbah produk, salah satunya adalah loom. Loom adalah kawat yang dibungkus kertas dan dianyam bersama sehingga menjadi gulungan bahan yang siap digunakan untuk berbagai komponen mebel seperti sandaran dan dudukan. Dengan studi kasus di 2 pabrik mebel di Cirebon, ada sekitar 3 ton sisa loom dalam sebulan. Penelitian ini memberikan rekomendasi akan pemanfaatan sisa loom pada mebel.
INOVASI INKREMENTAL SEBAGAI STRATEGI & KEUNGGULAN DAYA SAING DI INDUSTRI FURNITURE VIETNAM (STUDI KASUS: FULL IN INDUSTRIAL, CO., LTD) Susi Hartanto; Aditya Cipta Sugandha
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.502 KB) | DOI: 10.25105/dim.v16i1.6160

Abstract

AbstractUS-China trading wars has brought positive impact to the growth of Vietnam furniture industry, due to supplier shifts or factory relocation. Many factories benefit with the increased number of purchase orders, but some suffer with stagnancy or even loss. Price, design, quality, finishing, and other factors all play significant roles in determining a factory’s performance. Full In as a research partner, have been running in only 1/3of the production capacity, consequently for its 20 percent higher price compared to competitors with similar products, and for too ordinary designs. Cheap is not always the best strategy. Design approaches (material replacement and appearance change) and strategies (reissue iconic furniture, develop American aesthetic preference furniture,develop refreshed contemporary furniture) are ways to mark Full In’s competitive advantage. Taking advantage of the trade momentum, and by collaboration with UPH research team, there are 8 new designs that will be exhibited in Vietnam International Furniture Fair 2020. In hope, good design may attract customers who afford higher prices; Full In has competitive advantage compared to other competitors.AbstrakAdanya perang dagang US-China memberikan dampak positif bagipertumbuhan industri furniture di Vietnam karena perpindahan supplier atau relokasi pabrik. Banyak pabrik mengalami peningkatan purchase order, tetapi ada juga yang stagnan atau justru menurun. Harga, desain, kualitas, finishing, dan faktor lainnya semua saling terkait menentukan performa sebuah pabrik. Full In sebagai mitra penelitian hanya mampu berjalan 1/3 dari kapasitas produksi seharusnya karena harga 20% lebih mahal dari kompetitor dengan produk serupa dan desain yang cenderung menduplikasi. Murah tidak selalu adalah strategi terbaik. Desain dengan pendekatan mengganti material dan penampilan; strategi merilis kembali produk ikon, mengembangkan produk dengan gaya Amerika dan sentuhan kontemporer merupakan strategi dan keunggulan desain yang diaplikasikan untuk Full In. Memanfaatkan momentum dagang dan lewat kolaborasi dengan tim peneliti UPH, ada 8 desain baru yang akan dipamerkan pada Vietnam International Furniture Fair premium, Full In memiliki keunggulan daya saing dibanding  kompetitor lainnya.
PERANCANGAN MEBEL DENGAN INTEGRASI PERMAINAN MONTESSORI ANAK USIA 3-6 TAHUN Susi Hartanto; Yohana Yohana
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.478 KB) | DOI: 10.25105/dim.v17i1.7844

Abstract

Abstract Montessori has become one of early learning methods chosen by Indonesian parentsat this moment, formally through education institution, or informally through selflearning at home (Bigceglia, 2014; Woo, 2014); both dedicated for normal and special needs kids (Cipta, et al,, 2019). Montessori education needs Montessori aparatus(specially designed Montessori tools to support sensorial learning) which is relativelyexpensive. Early learning education is normally done within 2-3 hours at school, thusthese toddlers spend most of their time at home. Thus it is clear there is need for parents to stimulate them in the right way, one of the way is by providing Montessoriaparatus or other more affordable sensorial toys. Using multiple methods of data gathering (primary & secondary), toy redesign, design iteration, user product trial andreview; the result of this research is 12 new Montessori toys integrated in coffee table,which add values in terms of multifunction, price, quality, and still apply Montessoriconcept.  Abstrak Montessori menjadi salah satu metode pendidikan usia dasar yang dipilihorang tua Indonesia saat ini, baik secara formal melalui institusi pendidikanresmi, maupun secara informal melalui pembelajaran otodidak di rumah(Bisceglia, 2014; Woo, 2014); baik diperuntukkan untuk anak normal maupununtuk anak berkebutuhan khusus (Cipta, et al., 2019). Pendidikan Montessori sarat dengan aparatus Montessori yang relatif mahal (alat bermain khasMontessori yang dirancang sedemikian rupa untuk mendukung pembelajaran sensori). Dengan durasi PAUD kurikulum apapun yang hanya 2-3 jam disekolah, anak usia dini biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah,sehingga jelas ada kebutuhan orang tua untuk memberikan stimulasi yangtepat untuk tumbuh kembang anak, dan salah satunya adalah dengan aparatus Montessori atau mainan sensori lainnya yang lebih terjangkau. Denganberbagai metode pengumpulan data primer dan sekunder, redesain mainan,proses iterasi desain, uji coba produk ke pengguna; dirancang 12 produkmainan Montessori baru yang terintegrasi dengan meja kopi ruang tamu,yang memiliki nilai tambah dari sisi multifungsi, harga, kualitas, dan tetapmengindahkan konsep Montessori. 
PEMBARUAN UI/UX ZALORA UNTUK PENINGKATAN PENGALAMAN MARKETPLACE SELLER & CUSTOMER Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Da Moda Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v4i1.414

Abstract

To improve the shopping experience for customers, and provide better selling experience services for marketplace sellers, as of 2021-2022, Zalora updated the UI/UX on the Zalora platform and seller center. There are 8 additional features that are considered to help sellers and customers interact better: 1) Seller Rating Information; 2) There are new payment methods, especially pay later; 3) Payment method improvement; 4) Account verification via email and cellphone number; 5) Address input via geocoding; 6) Voucher in PDV; 7) Zalora Interactive Store; 8) Loyalty Programs; and 9) Z-Live. Key words : UI, UX, Zalora, Marketplace, Seller, Customer Untuk meningkatkan pengalaman berbelanja bagi pelanggan, dan memberikan servis pengalaman berjualan yang lebih baik bagi penjual marketplace, per 2021-2022, Zalora memperbarui UI/UX pada platform Zalora dan seller center. Adapun 8 fitur tambahan yang dinilai membantu para penjual dan pelanggan berinteraksi lebih baik: 1) Informasi Rating Penjual; 2) Ada metode pembayaran baru, terutama paylater; 3) Perbaikan Metode Pembayaran; 4) Verifikasi akun via email dan nomor hp; 5) Input alamat melalui geokoding; 6) Voucher in PDV; 7) Zalora Interactive Store; 8) Program Loyalti; dan 9) Z-Live. Kata Kunci: UI, UX, Zalora, Marketplace, penjual, pelanggan
Metode Desain Mebel untuk Perancang Pemula Susi Hartanto
Jurnal PATRA Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Patra Mei 2023
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/patra.v5i1.441

Abstract

Melalui observasi dan uji coba pengajaran desain mebel dari 2009 hingga 2022, beberapa pola pengajaran ditemukan yang membantu mahasiswa belajar desain mebel rana produksi masal dengan lebih mudah. Data mebel dari berbagai sumber (terutama pabrik mebel dan data buyer) dengan variasi tipe dan kategori (mebel ruang makan, kamar tidur, ruang tamu, dan sebagainya) dikumpulkan sebagai bahan eksperimen dari tahun ke tahun. Ada tiga pola pengajaran yang disimpulkan dapat membantu mahasiswa belajar desain mebel dengan lebih mudah: 1) Modifikasi part; 2) Modifikasi ukuran; 3) Penambahan lini produk (merancang koleksi)
PERKEMBANGAN OMNICHANNEL BRAND FESYEN DI INDONESIA Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Da Moda Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v5i1.545

Abstract

Current fashion customers have been shopping through various channels, thus requiring strategies and integration between channels, both online and offline. Several brands, including Uniqlo, H&M, Pomelo, Love Bonito, Blibli, and Bata, are highlighted as case studies in this article. The article was compiled using a qualitative descriptive analysis method based on personal studies of various journals and leading fashion retailers or brands that offer omnichannel services in Indonesia. The hope is that this article can provide insights into the omnichannel strategies of leading fashion brands, so that adaptations or innovations can be considered by other fashion brands. Key words : fashion, omnichannel, brand, Indonesia