Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Foothbath Treatment Terhadap Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Ponek RSUD Dr. Soeratno Gemolong Sragen Levyna Zahryne; Anjar Nurrohmah; Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1841

Abstract

Sectio caesarea (SC) merupakan metode persalinan dengan angka kejadian yang terus meningkat dan sering disertai keluhan nyeri pascaoperasi. Nyeri ini dapat mengganggu pemulihan ibu, termasuk keterlambatan mobilisasi dini dan gangguan istirahat. Salah satu metode non-farmakologis yang efektif dalam mengurangi nyeri adalah footbath treatment. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan Footbath treatment terhadap penurunan nyeri pada ibu post sectio caesarea di ruang Ponek RSUD dr. Soeratno Gemolong Sragen. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada dua responden post SC. Intervensi Footbath treatment dilakukan di hari ke 2 sebanyak 2 kali dalam 2 hari, selama 15 menit dengan air bersuhu 38–40°C. Skala nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum intervensi, kedua responden menunjukkan nyeri berat (skor 7). Setelah intervensi, skor nyeri menurun menjadi 3 (nyeri ringan), menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri sebesar 4 poin pada masing-masing responden. Kesimpulan: Footbath treatment efektif dalam menurunkan skala nyeri pada ibu post sectio caesarea dan dapat menjadi pilihan terapi non-farmakologis yang mudah dan murah untuk diterapkan.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Di RSUD Dr. Soeratno Gemolong Nasywa Yumna Hamidah; Irma Mustika Sari; Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes menyebabkan 6,7 juta kematian atau 1 tiap 5 detik. Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah penderita diabetes sebanyak 19,47 juta. Prevalensi diabetes diperkirakan meningkat seiring bertambahnya umur penduduk menjadi 19,9% atau 111,2 juta orang pada umur 65-79 tahun. Manajemen kadar gula darah yang tinggi dapat dilakukan dengan cara farmakologi dan non farmakologi. Salah satu manajemen pengendalian non farmakologi adalah dengan relaksasi otot progresif. Tekhnik relaksasi otot progresif merupakan terapi relaksasi yang diberikan kepada pasien dengan menggabungkan Latihan pernapasan dalam dan serangkaian kontraksi dan relaksasi otot tertentu dengan tujuan membantu menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Penerapan ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemberian relaksasi otot progresif terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus di RSUD dr. Soeratno Gemolong. Metode yang digunakan dalam penerapan ini adalah deskriptif menggunakan studi kasus. Hasil penerapan menunjukkan bahwa dengan intervensi selama 3 hari, sebelum penerapan relaksasi otot progresif kadar gula darah pasien tinggi >200 mg/dl dan sesudah diberikan relaksasi otot progresif kadar gula darah pasien membaik yaitu mengalami penurunan. Kesimpulan dari penerapan ini terdapat perbedaan perkembangan kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi otot progresif pada pasien dengan diabetes melitus
Penerapan Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi Di RSUD dr. Soeratno Gemolong Ajeng Qodry Miftakhul Jannah; Tri Susilowati; Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi tubuh yang ditandai dengan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolic lebih dari 90 mmHg. Persentasse kelompok usia yang mengalami hipeertensi terbanyak pada kelompok usia 65-74 tahun sebesar 63,22%, kelompok usia lebih dari 75 tahun sebesar 69,53%.. Upaya untuk mengatasi hipertensi dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah yaitu dengan terapi rendam kaki air hangat. Tujuan :Penerapan ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di RSUD Dr. Soeratno Gemolong. Metode : Metode penerapan ini menggunakan studi kasus. Hasil : Hasil penerapan menunjukkan terdapat pengaruh pemberian rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di RSUD Dr. Soeratno Gemolong. Kesimpulan : Penerapan rendam kaki dengan air hangat dapat berpengaruh terhadaap tekanan darah pada dua pasien hipertensi, yakni dengan menurunnya tekanan darah.
Penerapan Teknik Relaksasi Benson Terhadap Intensitas Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Ponek RSUD Dr. Soeratno Gemolong Rizca Zuliant Pramudita; Erika Dewi Noorratri; Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 8 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses persalinan tidak selamanya dapat berjalan semestinya. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa masalah kesehatan ibu atau kondisi janin yang dapat menjadi salah satu penyebab dilakukan tindakan sectio caesarea. Di Jawa Tengah, persentase dari metode persalinan melalui operasi sectio caesarea mencapai 17,1%. Angka tersebut menunjukkan bahwa persalinan menggunakan sectio caesarea menjadi metode banyak digunakan oleh ibu melahirkan. Post sectio caesarea dapat menimbulkan nyeri di area luka insisi abdomen akibat robeknya jaringan pada dinding perut dan uterus. Terapi relaksasi benson dapat menjadi salah satu upaya penanganan untuk menurunkan nyeri post sectio caesarea secara non farmakologi. Tujuan: Mengetahui hasil penerapan teknik relaksasi benson terhadap intensitas nyeri pada ibu post sectio caesarea di ruang ponek RSUD dr. Soeratno Gemolong. Metode: Penerapan menggunakan desain deskriptif dengan bentuk studi kasus yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif. Hasil: Pada kedua responden didapatkan intensitas nyeri ringan dengan skala nyeri 3 dari yang sebelumnya berada pada skala nyeri lebih dari 4. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian teraou relaksasi benson terhadap penurunan intensitas nyeri
Penerapan Terapi Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) Untuk Menurunkan Respiratory Rate Pada Pasien TB Paru Di Ruang Tulip RSUD Dr. Soeratno Gemolong Isnaini; Ika Silvitasari; Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 9 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang sistem pernapasan manusia. Sehingga pasien tuberkulosis paru bisa mengalami sesak nafas dan respiratory rate meningkat. Salah satu cara untuk membantu menurunkan respiratory rate pasien yaitu dengan cara terapi Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT). Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT) untuk menurunkan Respiratory Rate pada pasien dengan tuberkulosis paru. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam dengan jenis penelitian studi kasus. Diberikan terapi Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT) selama 5 hari kepada 2 responden. Hasil penelitian dari kedua responden keduanya menunjukkan adanya penurunan respiratory rate pasien setelah diberikan intervensi terapi Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT). Pasien pertama respiratory rate dari 29 x/menit menjadi 18 x/menit dan pasien kedua respiratory rate dari 28 x/menit menjadi 21 x/menit. Kesimpulan : Terapi Active Cycle Of Breathing Technique (ACBT) ini dapat diterapkan pada pasien Tuberkulosis Paru di ruang Tulip RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di RSUD dr. Soeratno Gemolong Amanah Dini Isnaini; Tri Susilowati; Fitria Purnamawati
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i4.2400

Abstract

Background; Hypertension is the deadliest disease in the world that can affect anyone, both young and old. The highest prevalence of disease in the elderly aged 55-56 years is hypertension with 55.2%. Hypertension if left untreated can cause stroke, myocardial infarction, kidney failure and encephalopathy. One of the non-pharmacological treatment of hypertension with progressive muscle relaxation techniques. Progressive muscle relaxation is a relaxation therapy that can lower blood pressure by tensing and relaxing the muscles. Objective; Knowing the results of implementing progressive muscle relaxation on blood pressure in the elderly at dr. Soeratno Gemolong. Method; using a case study design with the subject of 2 respondents who were treated in the Tulip room at RSUD dr. Soeratno Gemolong was then given the implementation of progressive muscle relaxation for 3 consecutive days with 3 meetings with a duration of 15 minutes. The measuring instrument used for blood pressure uses a digital tensimeter. Results; Provision of progressive muscle relaxation can reduce blood pressure in 2 respondents at RSUD dr. Soeratno. Conclusion; Progressive muscle relaxation has an effect on reducing blood pressure in the elderly who are treated in the tulip room at RSUD dr. Soeratno.
Pesantren Sehat (Peningkatan Pengetahuan Kesehatan & Gizi Remaja dalam Pencegahan Anemia Jawa Tengah) Safaruddin; I Putu Juni Andika; Tri Yahya Christina; Monika Wulan Sapta; Fitria Purnamawati; Antonius Catur Sukmono
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan gizi remaja merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan anemia, terutama di lingkungan pesantren yang dihuni oleh banyak santri. Remaja putri sangat rentan terhadap anemia karena peningkatan kebutuhan zat besi selama masa pubertas. Program ini menggunakan metode penyuluhan edukasi kesehatan dan sesi tanya jawab terkait dengan kesehatan serta gizi remaja dalam pencegahan anemia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan status kesehatan remaja putri terkait pencegahan anemia. Program ini melibatkan 67 peserta sebagai sampel. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan edukasi kesehatan, di mana kategori baik meningkat dari 25,40% menjadi 37,31%, kategori sedang dari 22,40% menjadi 37,31%, dan kategori buruk menurun dari 52,20% menjadi 25,38%. Kesimpulannya, penyuluhan edukasi kesehatan bertema "Pesantren Sehat" ini terbukti berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan anemia, sehingga melindungi mereka dari risiko anemia di masa depan. Diharapkan, penyuluhan ini juga dapat menjadi gambaran bagi layanan kesehatan di tempat tersebut untuk lebih memperhatikan kesehatan remaja secara berkelanjutan.
Penerapan Foot Massage Terhadap Status Hemodinamik Pada Pasien Yang Terpasang Ventilator Di Intensive Care Unit (Icu) RSUD Dr. Soeratno Gemolong Zeka Cinthiana Dewi; Hermawati; Fitria Purnamawati
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pasien-pasien kritis mekanisme control tidak berjalan seperti fungsinya secara normal sehingga status hemodinamika tidak berjalan secara stabil. Upaya untuk mengatasi status hemodinami dapat dilakukan dengan terapi farmakologi maupun nonfarmakologi. Pasien yang dirawat di ICU dapat diberikan terapi nonfarmakologi yang dapat berpengaruh pada status hemodinamik pasien salah satunya adalah foot massage. Tujuan: penerapan ini dilakukan untuk mengetahui hasil implementasi penerapan terapi foot massage terhadap status hemodinamik pada pasien yang terpasang ventilator. Metode: jenis penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil: status hemodinamik sebelum dilakukan terapi foot massage pada responden, didapatkan frekuensi napas cepat, tekanan darah tidak normal, dan MAP (Mean Arterial Pressure) tidak normal. Status hemodinamik setelah dilakukan terapi foot massage pada responden, didapatkan frekuensi napas normal, tekanan darah turun, dan MAP turun. Terdapat perbedaan perkembangan status hemodinamik pada responden yang terpasang ventilator sebelum dan setelah dilakukan terapi foot massage. Kesimpulan: terdapat perbedaan perkembangan sebelum dan sesudah dilakukan terapi foot massage pada pasien yang terpasang ventilator.