Erlangga Kusuma Yuda
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sifat-Sifat Operasi Hitung Perkalian Bilangan Bulat Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Erlangga Kusuma Yuda
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): DIDAKTIS 5: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2020
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.888 KB)

Abstract

Mathematics is one of the main subjects of education. So that students naturally understand the concept correctly and thoroughly. but, in the learning process there is still a conceptual bias that causes confusion in students. Among them are the material for calculating the multiplication of integers. Based on this, the researcher conducted a study in the form of a literature study on the properties of integer multiplication operations in elementary schools. The method used is literature study with the subject in the form of books, articles, journals and other documents relevant to the research topic. From the results of the study, in general, there are five properties of the operation to calculate the multiplication of integers, namely closed nature, identity characteristics, commutative characteristics, associative characteristics, and distributive characteristics
Mendongeng Imajinatif dalam Perkembangan Kreativitas Menggambar Siswa Wisnu Satria D. S; Alfi Siti Fauziah; Erlangga Kusuma Yuda; Wiwiek Ubaiyah Lubis
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2018): DIDAKTIS 3: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2018
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.964 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas siswa sekolah dasar dalam aktivitas menggambar. Hal ini terjadi karena ketidakmampuan guru dalam merancangan pembelajaran yang memberi ruang keleluasaan serta menstimulus daya imajinasi dan kreativitas siswa. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah inovasi pembelajaran yang mampu mengoptimalkan perkembangan kreativitas menggambar siswa, yakni dengan mendongeng imajinatif. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, menganalisa, dan mendeskripsikan bagaimana perkembangan kreativitas siswa sekolah dasar dalam menggambar setelah menerapkan pembelajaran mendongeng imajinatif.
Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI Di SD Kota Serang Erlangga Kusuma Yuda; Rifa Qutratunisa
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.123 KB)

Abstract

Perubahan kurikulum yang terjadi seiring dengan pergantian pemerintahan menyebabkan timbulnya berbagai gejolak di ranah pendidikan. Salah satunya dalam penerapannya. Masih banyak guru yang belum menguasai mekanisme kurikulum sebelumnya tetapi terpaksa harus beralih ke kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013. Berdasarkan masalah yang sudah dipaparkan di atas, peneliti berniat untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait penggunaan kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD kelas V. menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. dengan tiga tahapan yaitu; Tahap Awal, Tahap Horizonalization, Tahap Cluster of Meaning. Tenik pengambilan data yang digunakan adalah, observasi, wawancara semi tertruktur, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian SDN Gelam 1, SDN Gelam 2 dan SDN Gelam 3. Dari fenomena yang telah diteliti berupa kegiatan pembelajaran PAI di SD Kelas 5, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara garis besar tahapan pembelajaran sudah mencakup tiga kegiatan utama yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Namun, ada beberapa komponen yang tidak nampak dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan cenderung sama dan terkesan hanya itu-itu saja. Media yang dipakai juga kurang variatif dan kreatif. Materi yang digunakan sudah sesuai silabus, akan tetapi masih menggunakan satu sumber. Jadi, pembelajaran PAI di sekolah yang kami teliti secara tahapan sudah sesuai dengan kurikulum 2013. Akan tetapi komponenkompenen yang mendukung seperti metode, materi, dan media masih belum maksimal.
Analisis Kesulitan Mengerjakan Soal Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Di SDN Gelam 3 Listia Dwi Almaida; Amaliyah; Erlangga Kusuma Yuda
Proseding Didaktis: Seminar Nasional Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2019): DIDAKTIS 4: Proseding Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2019
Publisher : Program Studi PGSD Kampus UPI di Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.395 KB)

Abstract

Dalam sebuah kegiatan pendidikan formal tidak bisa dilepaskan dari proses pembelajaran. Proses pembelajaran adalah sebuah interaksi yangdilakukan oleh guru dan murid tentang sebuah materi dengan tujuan yang sudah di rumuskan terlebih dahulu dan di lengkapi dengan media. Dalam proses pembelajaran biasanya diajarkan berbagai macam jenis pembelajarn. Salah satunya adalah pembelajaran matematika. Pondasipembelajaran matematika adalah operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Akan tetapi dan selamanya proses pembelajaran matematika berjalan dengan lancer sering kali terjadi kendala-kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah kesulitan siswa dalam mengerakan soal opersai hitung penjumlahan dan pengurangan. Berdasarkan alasan tersebut maka peneliti akan menganalisis kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam mengerjakan soal opersai hitung penjumlahan dan penguramgan. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tipe analisis isi. Lokasi penelitian adalah SDN Gelam 3 kelas 4. Tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur, studi documentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa kesulitan yang dialami siswa yaitu; Tidak teliti, Tidak memahami Penjumlahan dan pengurangan soal cerita, Tidak mengetahui cara menghitung penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk angka lebih dari satu, Masih menggunakan metode penjumlahan dan pengurangan beruntun ke bawah. Dan siswa salah dalam menempatkan posisi angka perhitungan beruntun kebawah, Siswa masih bingung dalam menjawab soal.