Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Relationship Between Fluid Intake Restrictions and Hemodialysis Adequacy for Chronic Renal Failure Patients During Hemodialysis Treatment In Hemodialysis Unit at Dr. Slamet District General Hospital Engkus Kusnadi; Siti Ratnasari Wulan
Jurnal Medika Cendikia Vol 3 (2015): Proceedings International Conference (Culturally Sensitive Intervention in the Deliver
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Restriction of fluid intake is a factor of the hemodialysis adequacy, which is very important in the hemodialysis success therapy for patients with chronic renal failure. The purpose of this study was to assess the relationship between fluid intake restriction and hemodialysis adequacy for chronic renal failure patients during hemodialysis therapy. This study used descriptive correlational design. The independent variable was fluid intake restriction and the dependent variable was the hemodialysis adequacy. The sample in this study was 52 patients with chronic renal failure during hemodialysis therapy in hemodialysis units dr.Slamet Garut Hospital. The result showed that most of patient (73.1%) had appropriate fluid restriction. Out of this number, 78.9% was adequate and 21.9% was inadequate. The rest (26.9%) was inappropriate fluid restriction. Out of this number, 42.9% was adequate and 57.1% was inadequate. The contingenci coefesien test showed p.value = 0.012 which was less than α (0.05). Thus, H0 was rejected and it can be concluded that there was a significant relationship between fluid intake restriction and hemodialysis adequacy. For nurses in Hemodialysis Unit dr. Slamet Garut, the result can be used to promote health education using banner as a media, so that the patients and families can enhance their attention about fluid intake that consumed by the patient.
Hubungan Stres Psikologis Dengan Kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Cisurupan Engkus Kusnadi; Dera Try Yundari
Jurnal Medika Cendikia Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/medika.v7i1.128

Abstract

Gastritis disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya faktor stress psikologis. Angka kejadian gastritis di Puskesmas Cisurupan cukup tinggi pada tahun 2016 menduduki peringkat pertama terjadi sebanyak 848 pasien (19,6%). Pada saat keadaan stres tanpa disadari dapat memicu produksi asam lambung secara berlebihan yang bisa mengakibatkan munculnya rasa nyeri pada lambung maka akan terjadi gastritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Stres Psikologis Dengan Kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Cisurupan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 61 responden, penelitian dilakukan di Desa Tambakbaya RT 03 wilayah kerja Puskesmas Cisurupan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan teknik analisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden yang mengalami stres yaitu sebanyak 34 orang (55,7%), responden menderita gastritis sebanyak 39 orang (63,9%) dan ada hubungan antara stres psikologis dengan kejadian gastritis diperoleh p=0,022 dan secara statistik signifikan (p = 0,000 < 0,05), dimana semakin tinggi tingkat stres maka semakin rentan terkena gastritis. Pasien hendaknya menekan terjadinya stres karena dapat menyebabkan terjadinya gastritis, salah satu upaya mengurangi stres adalah dengan mengurangi jam kerja ataupun menambah waktu istirahat
Hubungan Keteraturan Pemakaian Kelasi Besi Dengan Kualitas Hidup Anak Penyandang Thalassemia Indriyani Ramadhanti; Iin Patimah; Engkus Kusnadi
Jurnal Medika Cendikia Vol 7 No 02 (2020): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/medika.v7i02.148

Abstract

Thalassemia is a condition in which a person has a genetic blood disorder characterized by deficiency of the globin chain in hemoglobin. The problem that arises in people with thalassemia is non-compliance in taking iron chelation therapy drugs. Thalassemia as a chronic, lifelong disease requires continuous treatment and treatment, one of which is iron chelation therapy. Iron chelation therapy is able to get rid of the buildup of iron in the body as a result of routine blood transfusions through feces and urine. So that the regular use of iron chelation therapy can affect the quality of life of people with thalassemia. The purpose of this study was to determine the relationship between regular use of iron chelation and quality of life in children with thalassemia in dr. Slamet Garut. The research method used is descriptive analytic using a quantitative approach with the correlation study research design. The sample was calculated based on a correlative research formula totaling 44 people using purposive sampling technique. The results showed that more than half of the respondents (81.6%) did not regularly perform iron chelation therapy, and more than half of the respondents (54.5%) had poor quality of life. There is a significant relationship between regular use of iron chelation and quality of life in children with thalassemia, with a p value = 0.014. So it can be concluded that there is a positive relationship between regular use of iron chelation and quality of life in children with thalassemia at the Dr. Slamet Garut Regional Hospital in 2016. Based on the results of this study, it is recommended that people with thalassemia, especially parents, regularly carry out iron chelation therapy in order to improve the health status and quality of life of children
Gambaran Motivasi Masyarakat Untuk Melaksanakan Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Garut Engkus Kusnadi; Angga Dipa Nagara; Dede Suharta
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/medika.v9i1.168

Abstract

Wabah virus corona yang disebabkan oleh coronavirus SARS-CoV-2 telah membawa serangkaian perubahan dalam banyak aspek kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Pemerintah telah mencoba mengatasi wabah dengan mempertimbangkan serangkaian tindakan, tidak semuanya sesuai dengan opini publik. Selama ini pesatnya pertumbuhan jumlah kasus secara global telah menimbulkan kepanikan, ketakutan, dan kecemasan di kalangan masyarakat. Topik vaksinasi merupakan salah satu tema yang menimbulkan serangkaian pertanyaan bagi massyarakat, sebagian besar terkait dengan keamanan seluruh proses. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Motivasi Masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Garut. Desain yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Besar sampel menggunakan rumus proporsi sebanyak 96 responden, Teknik sampling menggunakan Multi Stage Random Sampling. Hasil penelitian sebagian kecil responden untuk kategori motivasi tinggi sebanyak 13 responden (13,5%), lalu sebagian besar responden untuk kategori motivasi sedang sebanyak 55 responden (57,3%) dan hampir separuhnya responden untuk kategori motivasi kurang sebanyak 28 responden (29,2%). Penelitian dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan vaksinasi
NORMATIVE PLAY TOWARD REDUCING FEAR INPRE-SCHOOL AGE CHILDREN AT DR. SLAMET HOSPITAL GARUT 2012 Engkus Kusnadi
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 1, No 2 (2014): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.02 KB) | DOI: 10.24990/injec.v1i2.77

Abstract

Introduction. The fear experienced by a child aged 4-6 years who were hospitalized from a few things, namely the procedure to the patient, lack of adequate information, the foreign environment and with the development of son, the team of health care providers (doctors, nurses, laboratory personnel). Play is the work of a child, wherever they are playing is a necessity. The purpose of this study was to identify the influence of normative play on fear reduction pre-school children were hospitalized. Methods. This study used a quasi experimental with one group pre-post design on a sample of 24 pre-school children who were treated at the General Hospital dr. Slamet Garut. Fear experienced by children will be measured using an instrument Revised Child Medical Fear Scale was modified. Results. The results showed that the average (mean) scale fear before normative play (16.58) was higher than the average scale normative scared after play (7.75) at pre-school age children. The results of hypothesis testing using a pair t test produces p value of 0.0005 (<0.05). Normative play has significant effect in reducing the fear of pre-school children who were treated in dr. Slamet Garut hospital. Discussion. Therefore the child care room should be equipped with a playroom for the children who were treated and play therapy should be used as a standard operating procedure in reducing the fear of going to be the action of nursing and other health actions.  Keywords: normative play, fear, pre-school age children
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 MELALUI MEDIA WHATSAPP BLAST DAN CANVA DI KABUPATEN CIAMIS Zahara Farhan; Engkus Kusnadi; Devi Ratnasari; Dani Sujana
Abdimas Galuh Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i1.10112

Abstract

Kurangnya informasi kepada masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab kurangnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Peran serta masyarakat sebagai ujung tombak dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dapat dilakukan melalui penyebaran informasi secara cepat, tepat, mudah, dan akurat melalui pemanfaatan media whatsapp blast dan canva tentang pencegahan penularan covid-19 dengan menitikberatkan peran serta dan potensi karang taruna desa. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill karang taruna dalam pemanfaatan teknologi informasi kesehatan untuk mencegah penularan covid-19. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan karang taruna desa dalam menggunakan aplikasi pembuatan media informasi yang akan ditransformasikan kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 minggu pada bulan Januari tahun 2022 di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Hasil kegiatan ini hampir seluruh peserta (88%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dan hampir seluruh peserta (93%) mampu menggunakan dan memanfaatkan media whatsapp blast dan canva dalam pencegahan penularan covid-19. Keberhasilan dari kegiatan ini dipengaruhi oleh kuatnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan yang didasari oleh tingginya rasa ingin tahu dan motivasi masyarakat tentang pencegahan penularan covid-19 melalui media online berbasis teknologi informasi. Kegiatan pemberdayaan ini mampu meningkatkan tingkat pengetahuan dan kemampuan karang taruna dalam mencegah penularan covid-19 di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat dijadikan salah satu alternatif untuk membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program 5 S dalam pencegahan penularan covid-19 di Kabupaten Ciamis.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PELATIHAN ANTROPOMETRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANARAJA KABUPATEN GARUT Engkus Kusnadi; Sri Yekti Widadi; Aceng Ali Awaludin; Andika Lungguh Perceka; Siti Nurcahyani Ritonga; Nofita Setiorini Futri Purwanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20145

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa pemberdayaan kader Posyandu dalam pelatihan antropometri di Wilayah Kerja Puskesmas Wanaraja Kabupaten Garut. Mitra dalam kegiatan ini adalah Puskesmas Wanaraja dengan sasaran para kader Posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Wanaraja. Pemilihan lokasi kegiatan adalah Puskesmas Wanaraja yang merupakan daerah angka stunting tertinggi di Kabupaten Garut, daerah ini masih jauh dari perkotaan dan mungkin kurang pengetahuan masyarakat tentang pemenuhan gizi baik dan kurangnya pengetahuan kader tentang pengukuran Antropometri yang dikhawatirkan adanya eror data dikarenakan alat pengukuran yang tidak tersandar atau kader yang mengukur tidak sesuai dengan SOP. Salah satu permasalahan yang paling mendasar adalah masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri, mulai dari cara memasang dan menera alat ukur, menimbang, mengukur panjang badan, dan tinggi badan balita hingga mencatat hasil ukur berdampak pada pendataan dan pelaporan status gizi yang tidak akurat. Permasalah ini dapat dicegah melalui kegiatan pemberdayaan pada para kader Posyandu. Tujuan pengabdian ini yakni memberikan pelatihan dan demonstrasi pengukuran antropometri. Manfaat kegiatan ini yaitu menambah ilmu, wawasan, pengetahuan dan keterampilan kader, mencegah terjadinya kesalahan dalam pengukuran setiap bulannya agar memenuhi kebutuhan pelaporan Puskesmas. Adapun hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini berupa kegiatan pelatihan yang kemudian menjadi pendampingan kader Posyandu