Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTER MORFOLOGI DAN TIPE STELE TUMBUHAN PAKU TERESTERIAL DI HUTAN LINDUNG JUWATA KERIKIL KOTA TARAKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI Siska Siska; Marwiyah Marwiyah; Santi Santi; Hasdar Hasdar; Megita Aditiyanto
Biopedagogia Vol 1, No 2 (2019): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.688 KB) | DOI: 10.35334/biopedagogia.v1i2.1702

Abstract

The goal of this resarch is to identify morphological characters and stele types of terestrial ferns in RPH Barat (Juata Kerikil) Forest. The result of research was analyzed the suitability to biology learning. This research used qualitative approach, and the sampling technique that was used was adaptive sampling. The result showed that the terestrial ferns consist of 12 species. Based on morphometri of frond, Overall, the ferns had many variety in the size. The largest one was Cyathea podophylla, and the smallest one is Trichomanes maximum. Next, Depend on stele type, majority of ferns have Dictyostele, nine of them have this stele type. In addition, the result related to Plant Taxonomy course and Plant Morphology course. Furthermore, the research related in Senior High School Curriculum (Curriculum 2013), especially in Plantae content. Keywords : Morphology, Stele, Terestrial Ferns
Peningkatkan Jumlah Telur Dan Larva Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Melalui Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestika) dan Hormon Tiroksin pada Pakan Induk Awaludin Awaludin; Santi Santi; Diana Maulianawati
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2274

Abstract

Produksi ikan lele sering kali terhambat di kegiatan pembenihan yaitu disebabkan oleh tingginya tingkat kematian larva pada minggu-minggu pertama setelah penetasan karena yolk pada telur yang berfungsi sebagai cadangan makanan sedikit sehingga menyebabkan larva kekurangan cadangan makanan. Oleh karena itu diperlukan usaha yang intensif dalam meningkatkan produksi benih ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur dan larva ikan lele dengan penggunaan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan dosis P1 (Kontrol atau tanpa pemberian tepung kunyit dan hormon tioksin), P2 (penambahan kunyit 4.8 g/kg pakan), P3 (penambahan tiroksi 0,1 mg/kg pakan) dan P4 (penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dan tiroksi 0,1 mg/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan berat induk pada akhir penelitian P1 (600 g), P2 (625 g), P3 (631 g) dan P4 (650 g). Fekunditas telur yang dihasilkan pada penelitian ini yaitu P1 (25.493 butir), P2 (27.242 butir), P3( 27.648 butir) dan P4 (30,081 butir). Diameter telur ikan hasil perlakuan yaitu P1 (0,041 mm), P2 (0,042 mm), P3 (0,041 mm) dan P4 (0,043 mm). Jumlah larva yang dihasilkan P1 (20.151 individu), P2 (24.320 individu), P3 (25,503 individu) dan P4 (29.485 individu). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan dapat meningkatkan kualitas telur dan larva ikan lele.