Budi Margono
Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DAMPAK KEBERADAAN DESTINASI WISATA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DIKECAMATAN SIDAMULIH KABUPATEN PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT Budi Margono
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 12 No 3 (2020): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.663 KB) | DOI: 10.54783/jv.v12i3.304

Abstract

Keberadaan destinasi wisata di Kecamatan Sidamulih di Kabupaten Pangandaran, membawa pengaruh besar terhadap kehidupan social ekonomi masyarakat setempat, hal ini dikarenakan Kecamatan Sidamulih memiliki beberapa destinasi wisata yang dapat diunggulkan, seperti destinasi wisata pantai, destinasi wisata alam dan destinasi wisata budaya. Masyarakat di Kabupaten Sidamulih, memiliki kemampuan untuk berbuat dan berdaya di dalam memproduksi hasil produksi lokasl masyarakat Sidamulih, yang dapat dipasarkan sebagai cenderamata atau oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung di Kecamatan Sudamulih. Pangandaran secara umum merupakan destinasi wisata di Provinsi di Jawa Barat, yang tumbuh dan berkembang, menjadi destinasi yang dapat diprosikan untuk menjadikan keberadaan destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran menjadi destinasi kelasa dunia, di Indonesia, setelah Pulau Bali dan Pulau NTB di Pantai Lombok. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Kecamatan Sidamulih, dengan Judul Dampak Keberadaan Destinasi Wisata terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Sidamulih di Kabupaten Pangandaran, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan teori-teori terkait dengan permasalahan destinasi wisata, simpulan yang dapat diperoleh adalah, adanya pengaruh positif, dengan keberadaan destinasi wisata di Kecamatan Sidamulih, terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Sidamulih di Kabupaten Pangandaran.
KAJIAN KELAYAKAN DESTINASI WISATA UNTUK MEWUJUDKAN PARIWISATA KELAS DUNIA (Studi pada Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat) Budi Margono; Riswati
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.238 KB) | DOI: 10.54783/jv.v13i1.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana destinasi wisata pada Kecamatan Sidamulih dapat memberikan kontribusi terwujudnya Kabupaten Pangandaran menjadi kunjungan wisata berkelas dunia, Kabupaten Pangandaran memiliki visi dan misi, untuk menjadikan destinasi wisata berkelas dunia. Kabupaten Pangandaran, merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang sangat indah, dan memiliki berbagai destinasi wisata yang sangat specifik, meliputi destinasi wisata pantai, destinasi wisata alam dan destinasi wisata kuliner, serta destinasi wisata budaya dan religius, semua ini ditopang oleh budaya masyarakat di Kabupaten Pangandaran yang memiliki budaya santundan bersahabat, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, di mana simpulan dari hasil penelitian ini adalah, saat ini pengelolaan destinasi wisata di beberapa kecamatan, yang berada di Kabupaten Pangandaran, khususnya Kecamatan Sidamulih, sedang melakukan berbenah diri, untuk menjadikan destinasi wisata di Kecamatan Sidamulih, menjadi destinasi yang patut dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara dan wisatawan dalam negeri. Produk-produk lokal di Kecamatan Sidamulih sangat mendukung dan masyarakat setempat sangat humanis dan bersahabat jika dikunjungi, membuat para wisatawan betah untuk berlama-lama menikmati berbagai destinasi wisata yang berada di Kecamatan Sidamulih.
Optimizing the Use of Technology in Payment Systems and Its Implications for the Digital Financial Sector Soni Suardi; Yulianti; Jacky Chin; Budi Margono
Nomico Vol. 1 No. 11 (2024): Nomico-December
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/cx8js390

Abstract

This study aims to analyze the influence of the use of technology in payment systems on the development of the digital financial sector, as well as the challenges faced in optimizing these technologies. Using a quantitative approach and explorative-descriptive research methods, this study collected data from 210 respondents of active users of digital payment services through a questionnaire survey. The results show that digital payment technologies, such as e-wallets, QRIS, and blockchain, contribute significantly to transaction efficiency and security, as well as accelerating the growth of the digital financial sector and improving financial inclusion. On the other hand, challenges such as cyber threats, digital infrastructure inequality, and low digital literacy are still major barriers to technology optimization. Adaptive government regulation and collaboration between the fintech and banking sectors are needed to create a more inclusive and sustainable payments ecosystem. The conclusion of this study is that the optimization of payment technology is essential to drive digital transformation in the financial sector, and efforts to address existing challenges must be carried out jointly between governments, industry players, and the public. This research provides important insights for policy makers and industry players to design strategies that support the development of the digital financial sector.
Branding and Product Packaging Mentoring for SMEs (UMKM) to Increase Product Selling Value Budi Margono; Hilmi Wiranawata
Nomico Vol. 3 No. 4 (2026): Nomico- May
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/ke13mh79

Abstract

Small and medium enterprises (UMKM/SMEs) in Indonesia face persistent challenges in marketing and product competitiveness, largely due to the absence of consistent branding and professional packaging. This community service study aimed to assess the impact of structured branding and packaging mentoring on the selling value of UMKM products in Yogyakarta, Indonesia. Using a participatory action research (PAR) approach, the program engaged 25 UMKM participants across five activity stages: branding workshop, logo design assistance, packaging design training, market simulation trial, and monitoring and evaluation. Quantitative pre-post assessments and qualitative interviews were employed to measure outcomes. Results demonstrated a significant increase in brand awareness (from 23% to 71%), average selling price (from IDR 8,500 to IDR 14,200 per unit), and packaging compliance with BPOM labeling standards (from 12% to 88%). Monthly revenue among participants rose by an average of 81%. The findings confirm that integrated branding and packaging mentoring constitutes an effective intervention to enhance the economic competitiveness of Indonesian SMEs, with implications for community development programs and public policy supporting UMKM sustainability
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Budi Margono; Didi Sudiana; Isman Hadijaya; Wiwit Yuhita
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 17 No 1 (2025): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jv.v17i1.1370

Abstract

trategi pengembangan adalah proses yang digunakan untuk menyelaraskan praktik pengembangan dengan tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan desa wisata Neval Van Java terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan memberikan gambaran mengenai strategi pengembangan desa wisata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan belum menunjukkan hasil yang maksimal, hal itu dibuktikan dengan ke 4 indikator yang digunakan sebagai berikut: (a) SDM; (b) Dana, (c) Informasi dan teknologi, dan (d) Sarana prasarana, Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial sebagai penyumbang pendapatan asli daerah, maka program pengembangan desa wisata diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan.