Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN AKAD NADZAR PADA PEMBIAYAAN QARDH (STUDI PADA KOPERASI BMT MASLAHAH JAWA TIMUR) Saifuddin Syuhri; Abd Ghafur
Ar-Ribhu : Jurnal Manajemen dan Keuangan Syariah Vol 3 No 1 (2022): Ar Ribhu
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/arribhu.v3i1.808

Abstract

Introduction: Makalah ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif dengan meninjau literatur dan mewawancarai anggota yang mendapatkan pembiayaan qard, untuk mendapatkan informasi tentang fleksibilitas dan kenyamanan akad nadzar serta menetapkan informan ahli sebagai sumber utama yaitu kepala cabang, Direktur, Direktur Utama, Pengurus dan Pengawas BMT Maslahah di 100 kantor cabang yang berkedudukan di wilayah kecamatan, kota kabupaten wilayah propinsi jawatimur. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’, Pengurus Majlis Ulama’ Indonesia cabang, Pengurus syuriyah Nahdlatul Ulama’, dan beberapa tokoh masyarakat. Wawancara difokuskan pada produk pembiayaan qardh dengan menerapkan akad nadzar kepada anggotauntuk mempresentasikan pandangan para praktisi terkait penerapanakad nadzar pada pembiayaan qardh. Methods: Desain/Metodologi/pendekatan Result: Studi ini menemukan bahwa BMT Maslahah mempunyai model penerapan akad nadzar pada pembiayaan qardmemberikan pemahaman dan kemudahan serta kenyamanan pada anggota. Penerapan akad nadzar pada pembiayaan qardh adalah merupakan produk akad baru yang menjadi alternatif akadyang dapat dijelaskan dalam penelitian ini. Conclusion and suggestion: Temuan penelitian ini menambah literatur tentang penerapan akad nadzar pada pembiayaan qardh di BMTdengan memungkinkan peneliti dan praktisi untuk menelaah terhadap penerapan akad nadzar.Temuan ini juga berkontribusi untuk memperkaya pengetahuan tentang akad-akad pada BMTdan kebutuhan pembiayaan anggota. juga memberikan kontribusi pada bidang ekonomi Islam khususnya kepada Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Keywords: Akad Nadzar,Pembiayaan Qardh, BMT
ENTREPRENUERSHIP PERSPEKTIF ISLAM Abd. Ghafur; Saifuddin Syuhri
Ar-Ribhu : Jurnal Manajemen dan Keuangan Syariah Vol 3 No 1 (2022): Ar Ribhu
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/arribhu.v3i1.810

Abstract

Introduction: Kewirausaan berkaitan dengan tindakan pengambil risiko, petualang kreatif ke dalam bisnis baru atau orang yang menghidupakn kembali bisnis yang sudah ada. Kewiraushaan pespektif Islam merupakan sebuah komposisi dari dua konsep yang diperebutkan secara individual: islam dan kewirausahaan. Islam dalam inti minimalnya adalah pernyataan keyakinan pada Allah dan Rasulnya (Nabi Muhammad Saw). Wirausahaan adalah sseorang yang mana sering mengeksploitasi peluang melalui rekombinasi sumber daya yang ada sambil menanggung ketidakpastian dalam usahanya. Method: Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model pengamatan dan wawancara langsung untuk mendapat sumber imformasi. Conclusion: Temuan dalam penelitian ini dapat di simpulkan bahwa perilaku seorang wiraushawan Muslim selalu mengikuti nilai-nilai dasar syariat Islam, dimana akan menyelaraskan antara keingainan masyarakat dan individu. Nilai tersebut meliputi adanya keadilan, tidakakan mengekspoitasi orang miskin, adanya moral tanggung jawab, akuntabilitas, serta ekuitas dalam masalah urusan keuangan. Keywords : Islam, Entrepreneur
PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN KOPERASI (STUDI DI KSPPS BMT MASLAHAH) Saifuddin Syuhri; Nurul Fadila
Ar-Ribhu : Jurnal Manajemen dan Keuangan Syariah Vol 1 No 1 (2020): Ar-Ribhu
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.177 KB) | DOI: 10.55210/arribhu.v1i1.456

Abstract

Prudential Principles Can Provide Protection for Cooperatives in Relation to Savings and Loans Agreements Implemented As for the precautionary principle arrangements can provide protections for cooperatives in connection with savings and loan agreements which carry out lending is one form of money lending, in a loan agreement money is often required there are debt guarantees which can consist of various forms and types. Debt guarantees in positive law in Indonesia, there are various laws and regulations that govern or relate to debt guarantees which are often referred to as collateral law. The provisions of the applicable guarantee law provide arrangements that will protect the parties concerned with the loan of money, financing and debt guarantees. The cooperative as a business entity that provides financing to Members is required to make security measures so that the financing can be paid off by the Member concerned. Financing which is not paid by the Members either in whole or in part will be a loss for the Cooperative. Losses indicate a relatively large amount that will affect the health of the Cooperative and the continuation of the Cooperative business. Therefore, no matter how small the value of money from financing that has been given to Members must remain secured in accordance with the precautionary principle. In general, financing safeguards can be carried out through the financing analysis stage and the application of applicable legal provisions. The link between credit collateral and credit security can be concluded from the provisions of Article 1131 of the Civil Code so that it is another effort or alternative that can be used by the Cooperative to obtain credit repayment when the debtor defaults. Keywords: Prudential Principle, Financing at KSPPS BMT MASLAHAH
Hadith Matruk (Studi Kajian Hadith) Saifuddin Syuhri
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 6 No 1 (2020): Asy Syari`ah Januari 2020
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v6i1.306

Abstract

The hadith can be used as hujjah if it is known that the hadith has been declared shoheh by some hadith scholars. Or at least is included hasan hadith. While the hadith can not be used as evidence to determine a law.The criteria of the hadith shoheh, hasan, and dloif are clearly explained in several books compiled by scholars of ‘hadith in the second to third centuries of Hijriyah. However, at present it is necessary to re-codify the science of hadith, as a lecture material for a comprehensive understanding of the position of the hadith in the level of Islamic law that is second only to the Qur’an.
Penerapan Etika Bisnis Islam dalam Jual Beli Tanaman Hias di Karangandong Flora Center Nadiroh Anggitasari; Abu Yazid Adnan Quthny; Saifuddin Syuhri
Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2023): Al-Iqtishod: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut pandangan Islam, jual beli tanaman hias dikatakan sah karena memenuhi syarat dan rukun jual beli, yaitu akad (ijab), adanya penjual dan pembeli, ma' kud alaih (objek akad) barang yang dijual, dan syarat-syaratnya: syarat aqid, syarat sighat, dan ma'qud 'alaih. Praktik penjualan di Karangandong Flora Center menggunakan jual beli barang berwujud (tatap muka), atau ketika para pihak dalam transaksi hadir saat merundingkan syarat-syarat perjanjian jual beli barang berwujud. Di Karangandong Flora Center disana terdapat transaksi jual beli, dimana lokasinya sangat padat dengan penjual tanaman hias. Tidak heran jika kemungkinan terjadi persaingan. Oleh karena itu, etika bisnis Islami harus diterapkan untuk menghindari kecurangan dan persaingan dalam jual beli tanaman hias tersebut agar bisnis yang dijalankan sesuai dengan etika bisnis Islam. Etika bisnis Islami adalah prinsip-prinsip moral untuk menjalankan bisnis yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Kajian semacam ini adalah penelitian lapangan. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif ini dengan analisis deskriptif. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan etika bisnis yang ada di Karangandong Flora Center mengikuti pedoman etika bisnis Islam, yang mana didalamnya terdapat tauhid, keseimbangan, kehendak bebas, tanggungjawab, dan kebenaran.