Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBEDAAN HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI YANG MENDAPATKAN DENGAN YANG TIDAK MENDAPATKAN TABLET TAMBAH DARAH PEMERINTAH Yeti Septiasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v9i2.1235

Abstract

Perbedaan Hemoglobin Remaja Putri Yang Mendapatkan Dengan Yang Tidak Mendapatkan Tablet Tambah Darah Pemerintah Kabupaten Pringsewu saat ini telah menjalankan program PPAGB untuk menanggulangi anemia pada remaja. Salah satu Puskesmas yang menjalankannya adalah Puskesmas Ambarawa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Yang Mendapatkan Tablet Tambah Darah Pemerintah Di SMA Wilayah Kerja  Puskesmas Ambarawa. penelitian ini peneliti menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini memiliki dua variabel  independen (bebas) yaitu perbedaan kadar hemoglobin remaja putri yang di SMA Ambarawa  yang mendapat TTD Pemerintah dan yang tidak mendapatkan TTD Pemerintah di SMA Ambarawa. Jadi total sampel adalah 50 orang. Metode sampling yang digunakan adalah random sampling. instrument pengukuran kadar hemoglobin dengan menggunakan rapid test. Analisis data menggunakan uji T-test independent tidak berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan remaja yang rutin mendapatkan tablet fe sebanyak 52%. Rata-rata kadar hemoglobin pada remaja yang mendapatkan suplementasi fe adalah 11,5(1,79) gr/dl. rata-rata kadar hemoglobin pada remaja yang mendapatkan suplementasi fe adalah 11,5(1,79) gr/dl. Didapatkan nilai Mean Difference sebesar -0,2298,  Hasil uji statistik didapatkan p value 0,657. Hal ini berarti Ho diterima dan Ha ditolak sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan Kadar Hemoglobin remaja putri yang mendapatkan program intervensi suplementasi Fe dengan yang tidak mendapatkan suplementasi fe di SMA wilayah kerja Puskesmas Ambarawa
AKUPRESUR 3 TITIK TUBUH MENGURANGI NYERI HAID Marlinda Marlinda; Nuria Muliani; Ayu Meidita Christiani; Yeti Septiasari
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v8i2.1025

Abstract

Adolescents will experience physical and hormonal development as a sign of reproductive organ maturity which is marked by the appearance of menstruation. One of the problems experienced by adolescents with menstrual pain is menstruation. Management that can be done to treat desminorrhea pain is 3 acupressure points. The purpose of this study was to determine the effect of giving acupressure 3 points on the body pain of Menstruating Teenage Girls in the Working Area of ​​SMP N 1 Abung Selatan. The research design used was an analytical pre-experiment with a one group pretest-posttest approach and in this study did not use a control class or comparison group. The population in this study was teenage girls who had a history of dysmenorrhea at SMPN 1 Abung Selatan totaled 30 people, with the sample criteria still experiencing dysmenorrhea. The sampling technique used is total sampling. Analysis of the data used in this study is the Paired Test. The results of the univariate analysis revealed that the average respondent's pain score before the intervention was 4.03 and the average respondent's pain score after the intervention was 2.03. The results of the bivariate analysis revealed that there was an effect of giving 3 points of acupressure on the rate of reduction in menstrual pain in students of SMPN 1 Abung Selatan. with a p-value of 0.000. This research is expected to improve the quality reproductive health services especially for teenagers and the independent for teenage girls when experiencing resolving dysmenorrhea.
Frekuensi Menyusui Dengan Kelancaran Produksi Air Susu Ibu Andri Yulianto; Nia Sagita Safitri; Yeti Septiasari; Senja Atika Sari
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 7, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v7i2.416

Abstract

Sebagian besar ibu menyusui mengeluh tidak lancarnya ASI di karenakan jumlah ASI yang sangat sedikit dan tidak memadai sehingga ibu memilih untuk memberikan susu formula, Produksi ASI yang tidak lancar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pemberian ASI. Penelitiana ini bertujuan untuk mengetahui hubungan  antara frekuensi  menyusui dengan kelancaran produksi ASI di wilayah kerja UPT Puskesmas Kalirejo Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan crosssectional.  Populasi tempat penelitian ini 620 ibu menyusui dan besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 ibu menyusui yang memiliki anak 0-1 tahun. Pengambilan sampel  menggunakan  tehnik cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berupa 7 pertanyaan Frekunsi menyusui nilai 0,772-0,797 (> 0,468)  dan 10 Pertanyaan kelancaran asi 0.595-0,968 (< 0,468), teknik yang digunakan dengan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu uji chisquare. Hasil analisis bivariat hubungan frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI di dapatkan hasil P-value ≤ 0,05. Kesimpulan terdapat hubungan  antara frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI Analisis data yang digunakan yaitu uji chisquare. Hasil P- Value = .000 (<0,05) yang artinya ada hubungan antara frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI. Hasilnya terdapat hubungan antara frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi ASI.
Edukasi Kesehatan Ibu Tentang Frekuensi Menyusui Dengan Kelancaran Produksi Air Susu Ibu Andri Yulianto; Nia Sagita Safitri; Yeti Septiasari; Senja Atika Sari
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.345 KB) | DOI: 10.59025/js.v1i3.19

Abstract

Sebagian besar ibu menyusui mengeluh tidak lancarnya ASI dikarenakan jumlah ASI yang sangat sedikit dan tidak memadai sehingga ibu memilih untuk memberikan susu formula. Produksi ASI yang tidak lancar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pemberian ASI. Frekuensi  menyusui  merupakan salah satu usaha untuk memperbanyak produksi ASI semakin sering anak menghisap puting susu ibu maka akan terjadi peningkatan produksi ASI hal ini dikarenakan isapan bayi yang merangsang hormon prolaktin dan hormon oksitosin. Tujuan untuk mengedukasi kesehatan pengetahun ibu tentang frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi asi. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Waktu pelaksanaan 20 juni 2019 di Puskesmas Kalirejo. Hasil Kegiatan didapatkan Dari 56 responden didapatkan sebagian responden menyusui secara baik atau sering yaitu 40 (71,4%) dan tidak baik  yaitu 16  (28%). sebagian besar menyusui dengan lancar yaitu 37 (66,1%) sedangkan yang menyusui tidak lancar 19 (33,9%). Adapun kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan edukasi kesehatan pengetahun ibu tentang frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi asi.
EDUKASI “DISCHARGE PLANNING IBU POST PARTUM; PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DAN PERAWATAN TALI PUSAT “ DI RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH METRO” Yeti Septiasari; Marlinda Marlinda; Desi Ari Madiyanti; Wahyu Widayati
Bagimu Negeri Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i1.2019

Abstract

Masalah kependudukan tetap menjadi masalah utama bagi negara – negara berkembang termasuk Indonesia. . Laju pertumbuhan penduduk yang tidak dapat dikendalikan mengakibatkan banyak dampak terhadap penduduk yaitu menderita kekurangan makanan dan gizi sehingga mengakibatkan tingkat kesehatan memburuk, mempunyai pendidikan yang rendah, dan banyak penduduk yang pengangguran (BKKBN, 2015). Program yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan gerakan Keluarga Berencana dan pemakaian alat kontrasepsi secara sukarela kepada PUS. Perawatan tali pusat adalah tindakan perawatan yang bertujuan merawat tali pusat pada bayi baru lahir agar tetap kering dan mencegah terjadinya infeksi (Afrina, 2011). Teknik perawatan tali pusat yang tidak benar akan menimbulkan infeksi tali pusat. Tujuan Pengabdian: Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu post partum tentang perawatan tali pusat pada saat persiapan pulang dan dapat mengimplementasikannya dirumah serta mampu memilih kontrasepsi yang tepat. Metode : Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara langsung mengajarkan cara melakukan perawatan tali pusat dan membantu memilih kontrasepsi untuk pasien post pasrtum. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini memperlihatkan ibu post partum mampu memilih kontrasepsi yang tepat untuk dirinya
PELATIHAN BIRTHBALL PADA BIDAN DALAM MENINGKATKAN OUTCOME PERSALINAN NORMAL Apri Sulistianingsih; Yeti Septiasari; Sumi Anggraeni; Desi Ari Madiyanti
Bagimu Negeri Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v6i2.1883

Abstract

Pelatihan Birthball Pada Bidan Dalam Meningkatkan Outcome Persalinan Normal . Peran yang dapat diberikan oleh seorang bidan dalam terapi komplementer atau alternatif dapat disesuaikan dengan peran dan tanggung jawab bidan yang ada dan sesuai dengan batas kemampuannya. Kebutuhan masyarakat yang meningkat dan berkembangnya penelitian terhadap terapi komplementer menjadi peluang bagi bidan untuk berpartisipasi sesuai kebutuhan masyarakat. Bidan dapat berperan sebagai konsultan untuk klien dalam memilih alternatif yang sesuai ataupun dapat memberikan bantuan terapi langsung.Terapi komplementer saat ini menjadi kebutuhan dalam kesehatan juga dalam asuhan kebidanan di Puskesmas Ujanmas, Muara enim. Bidan memberi asuhan pada persalinan dengan mempercepat persalinan dan mengurangi nyeri. Salah satu upaya non farmakologi yaitu pemanfaatan bola kelahiran pada masa persalinan Namun tidak semua bidan dapat menggunakannya karena belum masuk di kurikulum asuhan kebidanan pada ibu bersalin. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan birthball pada bidan dalam bentuk asuhan komplementer pada masa Persalinan di Puskesmas Ujanmas. Metode pengabdian ini menggunakan ceramah, diskusi Tanya jawab dan adanya demonstrasi serta pelatihan mandiri. Pengetahuan Bidan tentang penggunaan birth ball sebelum pengabdian adalah 60,23 (4,53) kemudian meningkat setelah pengabdian menjadi 85,6 (3,22). keterampilan bidan tentang penggunaan birth ball sebelum pengabdian adalah 53,21 (5,23) kemudian meningkat setelah pengabdian menjadi 90,4 (4,22) Hasil uji statistic menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat pada bidan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan menggunakan birthball dalam manajemen nyeri dan durasi persalinan.
PELATIHAN MODUL POSTABULIN (POSISI TEGAK IBU BERSALIN) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERSALINAN YANG AMAN DAN NYAMAN PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PRINGSEWU Yeti Septiasari; Apri Sulistianingsih
Bagimu Negeri Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v6i1.1723

Abstract

Pelatihan Modul Postabulin (Posisi Tegak Ibu Bersalin) Sebagai Upaya Meningkatkan Persalinan Yang Aman Dan Nyaman Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Pringsewu. Latar belakang: Umumnya, ibu bersalin berbaring dalam posisi telentang (termasuk terlentang, setengah telentang dan lateral) selama persalinan untuk memudahkan Ibu Hamil untuk memantau kemajuan dan melaksanakan prosedur yang membatasi mobilisasi seperti pemeriksaan perut untuk menilai kontraksi uterus, untuk melakukan pemeriksaan vagina untuk menilai kemajuan persalinan dan manuver invasif, untuk memeriksa posisi kepala janin dan untuk menilai detak jantung janin seperti yang dinyatakan oleh Martin et al. Sayangnya, posisi Telentang mengakibatkan hipotensi terlentang mengurangi aktivitas uterus dan menghambat penurunan janin. Saat ini sebagian besar asuhan persalinan dilakukan dalam posisi dorsalrecumbent (setengah terlentang) yang menyebabkan proses persalinan lebih lama termasuk juga di kabupatan Pringsewu. Tujuan Pengabdian: Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan Persalinan Yang Aman Dan Nyaman Di Pada Ibu Hamil Puskesmas Pringsewu. Metode : Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 1 minggu, dengan pre dan post test materi Postabulin. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini memperlihatkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang posisi tegak ibu bersalin dengan p value 0,000.