Siti Annisa Mulyaningsih
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Permasalahan Lansia Di Era 4.0 : Peran Keluarga Dan Lansia Siti Annisa Mulyaningsih; Indah Cahya Pamungkas; Aniza Ramadhany; Santi Sulandari
Abdi Psikonomi Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.071 KB) | DOI: 10.23917/psikonomi.v1i1.73

Abstract

Menghadapai era 4.0, lansia mengalami lebih banyak tantangan dan berbagai permasalahan baik dari segi fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu pengurus perkumpulan posyandu di Gatak, Pabelan, Sukoharjo menyatakan bahwa banyak lansia kebanyakan dari mereka tinggal bersama anak-anaknya. Namun keluargapun memiliki aktivitas sendiri sehingga terkadang kurang memberikan perhatian yang cukup untuk lansia. Komunikasi diantara lansia dan keluarga pun kurang intensif. Selain itu, lansia di daerah ini juga kebanyakan bekerja sehingga frekuensi dan intensitas berkomunikasi dengan keluarga juga berkurang. Hal ini tentunya, jika tidak dikelola dengan baik, akan mengurangi kualitas hubungan keluarga dan lansia. Alternatif solusi untuk menstimulasi kesadaran saling memahami antar keluarga dan lansia akan diberikan melalui penyuluhan terhadap 10 lansia dan keluarga yang mendampingi. Kegiatan sejenis sangat dipelukan untuk memberikan pemahaman kepada lansia dan keluarga terkait pentingnya memberikan pengertian dan dukungan satu sama lain. Lebih lanjut, lansia dan keluarga dapat lebih memahami tantangan-tantangan individu usia lanjut dan bagaimana harus menghadapinya.
Peningkatan Kompetensi Mengajar Guru Melalui penyuluhan dengan pendekatan Self Development dan Teamwork Nur Lintang Abdilla Zahro; Siti Annisa Mulyaningsih; Ratih Tari Munandar; Ardi Kusuma Putra; Lisnawati Ruhaena
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pelatihan pengembangan diri (self development) dan kerja tim (teamwork) terhadap peningkatan kualitas mengajar guru TK IT Al-Hasna. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan asesmen yang menunjukkan rendahnya kemampuan guru dalam menyusun modul ajar dan menjalin komunikasi antar sesama rekan kerja. Penelitian menggunakan metode eksperimen melalui desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan kompetensi guru sebelum dan sesudah intervensi. Subjek penelitian adalah 13 guru TK IT Al-Hasna yang dibagi ke dalam dua kelompok, masing-masing diberi tugas membuat dan mempresentasikan Alat Permainan Edukatif (APE) sebagai bentuk praktik kerja tim dan pengembangan diri. Data dikumpulkan melalui angket pre-test dan post-test yang mencakup indikator-indikator self development dan teamwork. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pada sebagian besar indikator setelah intervensi. Grafik self development memperlihatkan kenaikan signifikan pada hampir semua pernyataan kecuali satu, sementara grafik teamwork menunjukkan stabilitas atau peningkatan, tanpa adanya penurunan skor. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelatihan pengembangan diri dan kerja tim memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam proses pembelajaran.
Analisis Kurikulum Merdeka Dari Perspektif Filsafat Ki Hajar Dewantara Dan Growth Mindset Carol Dweck Siti Annisa Mulyaningsih; Pramodana Medha Wisesa
Jurnal Man-anaa Vol. 1 No. 1 (2024): Man Ana: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Prgram Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/man.v1i1.243

Abstract

Kurikulum di Indonesia telah mengalami banyak perubahan, salah satu yang terbaru yaitu Kurikulum Merdeka menjadi inovasi yang diperkenalkan oleh Menteri Pendidikan pada tahun 2020. Kurikulum ini mendorong kemandirian peserta didik, memberikan kebebasan untuk mengakses pengetahuan, namun pendapat yang kontra terhadap Kurikulum Merdeka sering kali timbul karena kurangnya pemahaman yang mendalam di kalangan pendidik terhadap filosofi pendidikan yang menjadi landasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji terkait Kurikulum Merdeka melalui filosofi Ki Hajar Dewantara yang menekankan kemandirian, kebebasan belajar, serta pengembangan potensi siswa dan prinsip psikologi pendidikan, khususnya konsep growth mindset yang dikembangkan oleh Carol Dweck. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka, dengan menyoroti temuan-temuan penting dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mengadopsi kebebasan dan kemandirian dalam belajar, menciptakan pembelajaran yang kreatif dan pengembangan potensi sesuai dengan minat siswa. Selaras dengan growth mindset siswa didorong lebih fokus pada pengembangan potensi dan kreatifitas melalui ketekunan, sehingga siswa percaya bahwa kecerdasan dan kemampuan mereka dapat berkembang.