Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN NUKLIR KOREA UTARA SEBAGAI INSTRUMEN DIPLOMASI POLITIK INTERNASIONAL Andi Purwono; Ahmad Saifuddin Zuhri
SPEKTRUM Vol 7, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.227 KB) | DOI: 10.31942/spektrum.v7i2.483

Abstract

Abstraksi Korea Utara kembali menjadi sorotan dunia atas pengembangan program nuklirnya. Setelah mengambil langkah swasembada pangan dan nasionalisasi seluruh lahan dan industri, Korea Utara mengembangkan industri nuklir sebagai upaya memodernisasi persenjataan militernya. Korea Utara telah menjadikan nuklir sebagai instrumen diplomasi terhadap dunia internasional demi meraih kepentingan nasionalnya.  Alasan Korea Utara menggunakan nuklir sebagai alat diplomasi adalah pertama, alasan rejim survive. Korea Utara menganggap efek deterrent kepemilikan kemampuan serang nuklir akan menggaransi kelangsungan hidup rejim Pyongyang yang tidak lain adalah rejim komunis yang masih ingin eksis di belahan bumi. Kedua, alasan ekonomi. Korut menggunakan program nuklirnya sebagai instrumen diplomasi untuk mendapat bantuan ekonomi. Adapun konsesi yang diberikan Korea Utara adalah seperti penghentian sementara program nuklirnya atau ijin inspeksi IAEA dilakukan dengan imbalan bantuan makanan dan bahan bakar dari Cina dan Korea Selatan, serta pembangunan reaktor nuklir sipil di Korea Utara oleh pihak Korea Selatan dan Jepang. Korea Utara bahkan meminta konsesi untuk sekedar hadir di meja perundingan, sebagaimana syarat Pyongyang agar Washington mencairkan rekening 25 juta dollar miliknya yang dibekukan di Makau tahun 2005 sebelum kembali ke meja perundingan. Ketiga, alasan keamanan. Bagi Korea Utara, program nuklirnya merupakan cara diplomasi yang efektif untuk membawa Amerika Serikat mengarah pada langkah negosiasi. Meskipun pada awalnya, tujuan penegembangan reaktor nuklir di Korea Utara ditujukan untuk penelitian. Namun seiring dengan berkembangnya dinamika politik internasional, Korea Utara pun menggunakan teknologi nuklir yang dimilikinya sebagai sebuah bentuk diplomasi koersif dalam rangka mencapai tujuan atau kepentingan nasionalnyawilayah dan keberadaan NKRI.   Kata kunci: Nuklir, Diplomasi, Politik Internasional
Pelatihan Pembuatan Probiotik Untuk Aplikasi Budidaya Ikan Lele Organik di Desa Rejotengah Lamongan suyoto, Suyoto; Zuhri, Ahmad Saifuddin; Mas’ud , Faisol
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya produktivitas budidaya ikan lele pada kelompok pembudidaya di Desa Rejotengah, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan disebabkan oleh tingginya biaya pakan dan penurunan kualitas air kolam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya dalam pembuatan serta penerapan probiotik perikanan berbasis bahan lokal sebagai upaya mendukung budidaya ikan lele organik. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) dengan pendekatan partisipatif, yang dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, penyuluhan, pelatihan pembuatan probiotik, serta pendampingan aplikasi probiotik pada pakan dan media budidaya. Kegiatan ini melibatkan 30 anggota kelompok pembudidaya ikan (Pokdakkan). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra, di mana 80 % peserta mampu membuat dan menerapkan probiotik secara mandiri, serta 86,67 % peserta memahami aplikasi probiotik pada pakan dan air kolam. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan pembuatan probiotik berbasis bahan lokal efektif dalam meningkatkan kemandirian pembudidaya serta berpotensi mendukung budidaya ikan lele yang lebih efisien dan berkelanjutan