Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENINGKATAN KESEHATAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN PORIS JAYA, KOTA TANGERANG Imas Yoyoh; Shieva Nur Azizah Ahmad; Poppy Irawati; Kartini; Alpan Habibi
Jurnal Mitra Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.284 KB)

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormoninsulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hal ini ditandai dengan tingginya kadar guladalam darah. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat terhadap diabetesmellitus. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan secara langsung pada masyarakat dengan menerapkanprotokol kesehatan secara ketat. Metode pelaksanaan dimulai dari penyuluhan diabetes mellitus, demonstrasi diit padapenyakit diabetes mellitus, demonstrasi pembuatan jus untuk diabetes mellitus, demonstrasi senam kaki diabetesmellitus. Terdapat pengaruh kegiatan penyuluhan dan demonstrasi terhadap sikap dan perilaku diabetes mellitusdengan p-value 0,001 untuk sikap serta p-value 0,004 untuk perilaku sedangkan pengetahuan terkait diabetes mellitustidak ada pengaruh yang signifikan dengan p-value 0,147 karena nilai pengetahuan sebelum dan sesudahimplementasinya dengan kategori baik sebesar 80%. Kegiatan pengabdian ini diharapkan kepada stakeholderbekerjasama dengan puskesmas terdekat untuk membuat program pemeriksaan kesehatan khususnya pemeriksaangula darah disesuaikan dengan kondisi pandemi.
Kajian Perencanaan Strategis Divisi Keperawatan Rumah Sakit X Kota Cilegon Alpan Habibi; Desyi Prana Napitupulu; Diki Armansyah; Mery Anglelia Sirait; Tri Ilmiah Fattah; Yiyin Qamariah Takaredas; Rr Tutik Sri Hariyati; Hanny Handiyani
Jurnal JKFT Vol 7, No 1 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i1.6390

Abstract

Perencanaan strategis memegang peranan penting dalam menentukan masa depan rumah sakit. Pentingnya perencanaan strategis bagi RS dapat membantu memaksimalkan kekuatan RS untuk meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien serta memperbaiki pelayanan sesuai kebutuhan pasien. Adapun tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan rencana strategi keperawatan RS X mencakup SDM, SIM dan keuangan. Metode yang digunakan studi kasus pendekatan analisis Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT). Pengumpulan data dilakukan Mei 2022 melalui telaah dokumen dan wawancara. Hasil yang diperoleh posisi organisasi berada pada sel I, growth and building dengan skor EFE 3,21 dan IFE 3,04. Perumusan strategi terpilih difokuskan pada peningkatan SDM melalui pendidikan lanjut formal dan informal, peningkatan pelayanan melalui pengambangan pelayanan keperawatan berbasis IT dan perencanaan anggaran serta pengendalian keuangan.
OPTIMALISASI SUPERVISI BERJENJANG SECARA SISTEMATIS DAN TERSTRUKTUR DI RUMAH SAKIT X Alpan Habibi; Enie Novieastari; Aat Yatnikasari; Hanny Handiyani
Jurnal JKFT Vol 7, No 2 (2022): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v7i2.7560

Abstract

 AbstrakSupervisi merupakan fungsi manajemen pengarahan yang perlu dilakukan oleh perawat manajer secara terstruktur dan sistematis. Supervisi adalah aktivitas dari fungsi pengarahan yang memerlukan perencanaan seperti pembuatan jadwal yang tersusun secara terstruktur, agar dapat diimplementasikan dengan baik dan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan secara tepat serta profesional. Tujuan penelitian ini untuk mendorong optimalisasi kegiatan supervisi berjenjang secara lebih sistematis dan terstruktur. Metode yang digunakan adalah pilot study dengan pendekatan program inovasi dan problem solving. Pengumpulan data dilakukan dari bagian Substansi Pelayanan Keperawatan, kepala ruangan, Clinical Instructor (CI), Primary Nurse (PN), dan Perawat Asosiet (PA) dengan teknik  dengan wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tahap identifikasi masalah, perlu peningkatan dalam pelaksanaan supervisi keperawatan berjenjang; 2) tahap pelaksanaan, perlu adanya pengembangan panduan, Standar Prosedur Operasional (SPO), dan format penilaian, pembuatan jadwal, sosialisasi, dan uji coba pelaksanaan supervisi keperawatan berjenjang; 3) tahap evaluasi, perlu pendampingan, monitoring evaluasi, dan penyebaran kuesioner terkait pelaksanaan uji coba supervisi keperawatan berjenjang. Simpulan, optimalisasi pelaksanaan supervisi keperawatan berjenjang perlu adanya kebijakan dan dukungan dari pihak manajemen rumah sakit dan manajer keperawatan yang ada di RS X. Diharapkan agar hasil dari kegiatan supervisi keperawatan berjenjang yang belum optimal dapat ditindak lanjuti dengan program Pengembangan Profesional Berkelanjutan. Kata kunci: Supervisi Berjenjang, Sistematis, Terstruktur, Perawat
STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK PADA MAHASISWA KEPERAWATAN : STUDI LITERATUR Alpan Habibi
Jurnal JKFT Vol 8, No 1 (2023): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v8i1.9685

Abstract

Konflik merupakan suatu keadaan yang dapat menimpah kepada siapa saja, dan bisa terjadi dimana saja, seperti terjadi pada area pendidikan keperawatan. Konflik yang terjadi biasanya dialami oleh mahasiswa keperawatan dengan sesama mahasiswa atau dengan lainnya. Pemilihan strategi manajemen konflik pada masalah yang terjadi antara mahasiswa keperawatan harus didasarkan atas penyebab, jenis konflik, dan dampak konflik yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi manajemen konflik yang paling tepat terhadap masalah yang terjadi pada mahasiswa keperawatan. Metode penelitian ini yakni dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian ini diketahui bahwa gaya manajemen konflik yang paling banyak digunakan yakni gaya kombinasi, sementara gaya manajemen konflik yang paling sedikit digunakan yakni gaya dominan. Gaya manajemen konflik juga dipengaruhi kecerdasan emosional, semakin rendah kecerdasan emosional, mahasiswa keperawatan cendrung menggunakan strategi menghindar. Dan semakin tinggi kecerdasan emosional, mahasiswa cendrung menggunakan strategi pengelolaan konflik dengan kompromi. Sedangkan Mediasi digunakan apabila konflik yang terjadi cenderung terbuka, maka dibutuhkan pihak ketiga untuk menyelesaikannya. Kesimpulannya bahwa strategi pengelolaan konflik pada mahasiswa keperawatan dapat digunakan sesuai dengan penyebab, jenis, dan dampak konflik yang terjadi pada mahasiswa kepewatan itu sendiri. Diharapkan agar dapat memilih dan menerapkan strategi pengelolaan konflik tersebut secara tepat ketika dihadapkan pada situasi terjadinya konflik di area pendidikan pada mahasiswa keperawatan. Kata kunci: Strategi, Manajemen Konflik, Mahasiswa Keperawatan
Literature Review: The Effect of Transformational Leadership Style on Hospital Patient Safety Culture Ummiya Ummiya; Alpan Habibi
Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice (September)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jheip.v1i1.19

Abstract

Background of study: Patient safety culture is essential for achieving high-quality safe services. Transformational leadership plays a significant role in shaping a work environment that supports safety. Aims and scope of paper: This review aims to identify the forms of transformational leadership and its impact on patient safety culture in hospitals.Method: This study uses a literature review method with a systematic approach based on PICOT. Data were collected from six databases with criteria set for the years 2021-2025, using keywords 'Leadership Style', 'Patient Safety Culture', and 'Hospital', resulting in 10 journals that were analyzed. This study uses a literature review method with a systematic approach based on PICOT. Data were collected from six databases with criteria set for the years 2021-2025, using keywords 'Leadership Style', 'Patient Safety Culture', and 'Hospital', resulting in 10 journals that were analyzedResults: From the screening results, 10 relevant articles were obtained and analyzed. The results of the analysis show that transformational leadership style has a positive impact on patient safety culture through motivation, role modeling, and individual attention. However, its implementation is still hampered by low incident reporting and weak communication. Safety culture also acts as a mediator between leadership and clinical safety practices. Conclusion: This literature review emphasizes that the application of transformational leadership is effective in strengthening patient safety culture. Team support, staff knowledge, and an open reporting system are essential for realizing a sustainable safety culture.
Supervision by Head Nurses in the Application of SBAR Communication in Nurse Handover Practices Alpan Habibi; Enie Novieastari; Dewi Gayatri
Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice (September)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jheip.v1i1.22

Abstract

Background of study: Supervision by head nurses in hospitals is often questioned regarding its optimal function. One key focus is the nurse handover using SBAR communication, which requires proper supervision to ensure its effectiveness.Aims and scope of paper: This study explores the experiences of head nurses in supervising SBAR communication during nurse handover activities.Methods: A qualitative design with a phenomenological approach was used. Data were collected through unstructured in-depth interviews with 14 head nurses, selected via purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data analysis was conducted using Colaizzi’s method and thematic analysis.Result: Seven main themes emerged: (1) Head Nurse Bank as a Supervision Solution during the Pandemic; (2) Conventional and Digital Supervision Cultures Across Eras; (3) Patient Safety as the Primary Reason for Supervision; (4) Collaboration in Supervision; (5) 4M Issues (Man, Method, Material, Machine); (6) Solutions to Challenges in SBAR Implementation; (7) Three Key Supporting Factors for Supervision.Conclusion: Head nurse supervision of SBAR communication during handovers is shaped by pandemic-related changes and requires a structured, collaborative, and technology-driven approach to enhance patient safety.
The Effect of Nurses' SBAR Communication Technique Training on the Application of Weighing in Inpatient Facilities Riya Julianti; Alpan Habibi
Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Health Empowerment and Interprofessional Practice
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/jheip.v2i1.23

Abstract

Study background : Effective communication between nurses, especially in the handover process, is an important element in ensuring patient safety and the quality of nursing services. One of the structured communication methods that has proven effective is SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) communication. However, the implementation of SBAR in various hospitals in Indonesia is still not optimal, mainly due to the lack of adequate training for nurses.Aim : to analyze the effect of nurses' SBAR communication technique training on the application in handover in inpatient settings.Methods : This study used a literature review method with a structured search strategy based on the PICO/T framework.Results : The characteristics of nurses who participated in the training were generally 20–30 years old, female, with a D3 or S1 educational background, and had a working period of <10 years. Training methods involving theory, discussion, role play simulation, and hands-on coaching have been shown to be effective in improving nurses' handover communication skills. The results of the analysis showed that SBAR training significantly improved the knowledge, skills, and attitudes of nurses in conveying information in a structured, systematic, and clear manner.Conclusion : SBAR communication training is effective in improving the knowledge, skills, and attitudes of nurses when weighing. Obstacles to implementation in the field include workload, old habits, and lack of managerial support.