Zulfebriges
Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Presentasi Diri sebagai Ketua Organisasi Kemasyarakatan Muhammad Abel A; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10155

Abstract

Abstract. State institutions are an indispensable element in the life of the state. State Institutions play a role in assisting the Government in facilitating the path to the goals of a country. It can be said that State Institutions are the embodiment to realize the ideals of the state. The researcher found one of the objects in this qualitative research, namely the Chairperson of the Bandung City Community Information Group Communication Forum (FK-KIM). different, both in front of and backstage. In front of the stage, he shows a manly image and is full of the impression of a leader, but backstage, Meidi as the head of the family, of course, has a different persona and is not completely the same as the front stage that he shows. Meidi's Front Stage is viewed from her activities while working in the office, and the backstage is the activities carried out while she manages her bakery business. This research uses a qualitative method with a Dramaturgy approach. Data collection techniques are carried out by means of observation, interviews, documentation, and literature study. Erving Goffman's dramaturgical approach is used because this research must be carried out in-depth and specifically. In his theory, Goffman states that human life is no different from a theater user who has a front stage and a backstage. Meidi has a front stage that seems serious and firm like what she presents to her members, while on the backstage Meidi is a person who is more relaxed but very ambitious towards the goals he has. Abstrak. Lembaga Negara adalah elemen yang sangat diperlukan di kehidupan bernegara. Lembaga Negara berperan membantu Pemerintah memperlancar jalan menuju tujuan suatu negara, dapat dikatakan bahwa Lembaga Negara adalah perwujudan untuk merealisasikan cita-cita negara. . Peneliti menemukan salah satu objek dalam penelitian kualitatif ini yaitu Ketua Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kota Bandung.Menurut penulis hal tersebut merupakan hal yang menarik untuk diteliti, karena dua hal yang dilakukan oleh Ketua FK-KIM yaitu Meidi merupakan hal yang berbeda, baik didepan ataupun dibelakang panggung. Didepan panggung ia menunjukan image yang gagah dan penuh dengan kesan pemimpin, namun ketika dibelakang panggung Meidi sebagai seorang kepala keluarga dan seorang pengusaha tentunya dengan persona yang berbeda dan tidak seutuhnya dapat disamakan dengan panggung depan yang ia tunjukan. Panggung Depan Meidi ditinjau dari aktifitasnya pada saat bekerja di kantor, dan panggung belakangnya adalah kegiatan yang dilakukan selama ia mengelola usaha bakery yang dimiliki.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Dramaturgi Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Pendekatan dramaturgi milik Erving Goffman digunakan karena penelitian ini harus dilakukan secara mendalam dan spesifik. Dalam Teorinya Goffman menyebutkan bahwa kehidupan manusia tak berbeda dengan pangguna teater yang memiliki panggung depan dan panggung belakang. Meidi memiliki Panggung depan yang terkesan serius dan tegas seperti apa yang ia presentasikan kepada para anggotanya, sedangkan pada panggung belakangnya Meidi merupakan orang yang lebih santai tetapi sangat ambisius terhadap tujuan yang ia miliki.
Hubungan Antara Brand Ambassador Freestyler Produk Sport Lokal Dengan Brand Awareness Pada Komunitas Freestyle Soccer Bandung Indra Sukmaya; Zulfebriges; Dadi Ahmadi
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v4i1.4079

Abstract

Abstract. This research is entitled "The Relationship between Freestyler Brand ambassadors of Local Sports Products and Brand awareness in the Freestyle Soccer Community (Correlation Study between Brand ambassadors Ortus Eight and N-Wae Freestyle Soccer Bandung)". Freestyle soccer is a soccer sport that mixes art in it. The essence of this sport is playing football with various styles to make it look beautiful and attractive. This research was conducted with the aim of regarding the relationship between brand ambassadors for freestylers of local sports products and brand awareness in the freestyle soccer community. This research is associative and causal in nature using quantitative methods. The population in this study were all members of the fresstyle scoccer N-Wae Bandung community, totaling 58 people with total sampling as the sample. Data collection techniques used questionnaires, observation and documentation while data analysis was carried out using simple regression analysis. The research results show that brand ambassadors have an influence on brand awareness. Brand awareness can be explained by brand ambassadors as much as 56%. It is hoped that Ortus Eight can recruit ambassadors who can present the product well in order to increase brand awareness. Abstrak. Penelitian ini berjudul “Hubungan antara Brand Ambassador Freestyler Produk Sport Lokal dengan Brand Awareness Pada Komunitas Freestyle Soccer (Studi Korelasi antara Brand Ambassador Ortus Eight dengan N- Wae Freestyle Soccer Bandung)”. Freestyle soccer adalah olahraga sepak bola yang mencampurkan kesenian di dalamnya. Inti dari olahraga ini ialah memainkan sepakbola dengan beragam macam gaya agar terlihat indah dan menarik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengenai hubungan brand ambasador fresstyler produk sport lokal dengan brand awareness pada komunitas fresstyle soccer. Penelitian ini berjenis asosiatif dan bersifat kausalitas dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah semua anggota komunitas fresstyle soccer N-Wae Bandung yang berjumlah 58 orang dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador mempunyai hubungan kuat dengan brand awareness. Brand awareness dapat dijelaskan oleh brand ambassador sebanyak 56%. Diharapkan Ortus Eight dapat merekrut ambassador yang dapat mempresentasikan produk dengan baik agar dapat meningkatkan brand awareness.
Hubungan Media Sosial Tiktok Dengan Minat Beli Konsumen 10080021140, Raihan Firjatullah Irvanianto; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.18670

Abstract

Abstract. The development of digital technology has transformed the marketing landscape, making social media, especially TikTok, a primary platform that significantly influences consumer behavior. TikTok offers interactive, creative, and entertaining short-form videos, creating digital experiences capable of shaping consumer purchasing decisions. However, limited research specifically analyzes the relationship between TikTok content elements such as text, photos, audio, and video and consumer purchase intent. Therefore, this study aims to address this knowledge gap by evaluating how each TikTok content element contributes to purchase intent. This research tests the relationship between TikTok content elements and consumer purchase intent, focusing on the @hihihi_crop account. A quantitative correlational approach was used to measure the influence of content elements on aspects of purchase intent, including transactional, referential, preferential, and exploratory intent. Data were collected through a questionnaire distributed to 123 respondents who follow the TikTok account @hihihi_crop. The data were analyzed using Spearman Rank Correlation. The study results show that all TikTok content elements have a significant relationship with purchase intent, with video emerging as the most influential element, followed by audio, photo, and text. This study confirms that TikTok content elements represent an effective digital marketing strategy to increase product appeal and influence consumers’ purchasing decisions. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pemasaran, menjadikan media sosial, terutama TikTok, sebagai platform utama yang memengaruhi perilaku konsumen secara signifikan. TikTok menawarkan format video pendek yang interaktif, kreatif, dan menghibur, menciptakan pengalaman digital yang mampu membentuk keputusan pembelian konsumen. Namun, masih sedikit penelitian yang secara spesifik menganalisis hubungan antara elemen konten TikTok, seperti teks, foto, audio, dan video, dengan minat beli konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan dengan mengevaluasi bagaimana masing-masing elemen konten TikTok berkontribusi terhadap minat beli. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan elemen konten TikTok dengan minat beli konsumen, khususnya pada akun @hihihi_crop. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan untuk mengukur pengaruh elemen konten terhadap aspek minat beli, meliputi minat transaksional, referensial, preferensial, serta eksploratif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 123 responden, yang merupakan pengikut akun TikTok @hihihi_crop. Teknik analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan seluruh elemen konten TikTok memiliki hubungan signifikan dengan minat beli, dengan video sebagai elemen paling dominan. Penelitian ini menegaskan elemen konten TikTok merupakan strategi pemasaran digital efektif dalam meningkatkan daya tarik produk dan keputusan pembelian konsumen.
Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial Instagram dengan Tingkat Kebahagiaan Remaja 10080021146, Fauzan Ridha Muhammad; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v5i2.18837

Abstract

Abstract. provides space for its users to share, interact, and access various types of content, including family content as presented by @fadiljaidi account. This study uses a correlational quantitative approach with a sample of 93 students of the Faculty of Communication Sciences, Islamic University of Bandung (FIKOM UNISBA) who are active Instagram users and followers of the @fadiljaidi account. The independent variable in this study is the intensity of Instagram use measured through four indicators, namely: frequency, duration, attention, and appreciation. Meanwhile, the dependent variable is the level of adolescent happiness which includes the dimensions of positive emotions, involvement, meaning, positive relationships, and achievement. Data analysis was conducted through descriptive statistical tests and Rank Spearman correlation with the help of SPSS software version 25 and a significance level of 0.05. The results showed that there is a significant positive relationship between the intensity of Instagram use and the level of adolescent happiness, with a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.518 which is included in the strong category. Each indicator of intensity of use (frequency, duration, attention, appreciation) shows a relationship with the level of adolescent happiness. Positive, warm and entertaining family content such as @fadiljaidi's can improve adolescents' psychological well-being by encouraging emotional reflection, healthy social interactions and feelings of emotional connectedness. Abstrak. Instagram sebagai salah satu platform digital yang paling populer di kalangan remaja, memberikan ruang bagi penggunanya untuk berbagi, berinteraksi, dan mengakses berbagai jenis konten, termasuk konten keluarga seperti yang disajikan oleh akun @fadiljaidi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel sebanyak 93 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (FIKOM UNISBA) yang merupakan pengguna aktif Instagram dan pengikut akun @fadiljaidi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah intensitas penggunaan Instagram yang diukur melalui empat indikator, yaitu: frekuensi, durasi, perhatian, dan penghayatan. Sementara itu, variabel terikat adalah tingkat kebahagiaan remaja yang mencakup dimensi emosi positif, keterlibatan, makna, hubungan positif, dan prestasi. Analisis data dilakukan melalui uji statistik deskriptif dan korelasi Rank Spearman dengan bantuan software SPSS versi 25 dan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan Instagram dan tingkat kebahagiaan remaja, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi 0,518 yang termasuk dalam kategori kuat. Setiap indikator intensitas penggunaan (frekuensi, durasi, perhatian, penghayatan) menunjukkan adanya hubungan dengan tingkat kebahagiaan remaja. Konten keluarga yang bersifat positif, hangat, dan menghibur seperti milik @fadiljaidi mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja dengan mendorong refleksi emosional, interaksi sosial yang sehat, dan perasaan terhubung secara emosional.
Komunikasi Terapeutik Keluarga Muslim di Bandung: Analisis Fungsi Narasi dan Keteladanan Noviar, Tri Nur Aini; Chatamallah, Maman; Zulfebriges, Zulfebriges; Iskandar, Doddy
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4084.941 KB) | DOI: 10.15642/jki.2021.11.1.63-90

Abstract

Therapeutic communication basically aims to develop oneself and state of mind in order to lead to be more positive. This article is a qualitative research report that examines the role of narrative interaction and goodly model of parents as a form of therapeutic communication within Muslim families. The results have showed that storytelling and exemplary techniques in the sense of pleasant interpersonal communication can be used to foster the healing process and create a healthy lifestyle in the family. These techniques can keep children in a more positive state of mind, including through giving suggestions and strengthening Islamic spiritual values. This can be conducted by a clear understanding regarding the character of the child's communication, followed by seting the narrative technique and goodly model that parents must take.
Hubungan Daya Tarik Konten Youtube Kimbab Family terhadap Minat Berkunjung Korea Aulia Bestari Putri Hermawan; Zulfebriges
Jurnal Riset Public Relations Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v6i1.10271

Abstract

Abstrak. Media sosial seperti YouTube berperan penting dalam membentuk minat wisata masyarakat, salah satunya melalui konten vlog keluarga Kimbab Family yang memperkenalkan budaya dan kehidupan sehari-hari di Korea Selatan kepada audiens Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara daya tarik konten YouTube Kimbab Family dan minat berkunjung masyarakat Indonesia ke Korea Selatan. Artikel ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional; data dikumpulkan melalui kuesioner dari 95 responden subscriber kanal tersebut, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman untuk melihat hubungan antara elemen konten (teks, foto, audio, video) dan dimensi minat berwisata (transaksional, referensial, preferensial, eksploratif). Hasil menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara daya tarik konten dan minat berwisata, dengan koefisien korelasi 0,472 dan signifikansi 0,000 (p < 0,01), berada pada kategori sedang. Semakin menarik dan informatif konten yang disajikan, semakin tinggi minat audiens berkunjung ke destinasi yang ditampilkan. Temuan ini berkontribusi teoretis bagi kajian pengaruh konten media sosial terhadap perilaku audiens serta manfaat praktis bagi strategi promosi pariwisata berbasis konten digital. Abstract. Social media such as YouTube plays a major role in shaping public travel interest, including through family vlog content like Kimbab Family, which introduces South Korean culture and daily life to Indonesian audiences. This article aims to analyze the relationship between the appeal of Kimbab Family's YouTube content and Indonesian audiences' interest in visiting South Korea. A quantitative correlational method was used; data were collected via a questionnaire from 95 subscriber respondents and analyzed using the Spearman Rank correlation test to examine content elements (text, photos, audio, video) against dimensions of travel interest (transactional, referential, preferential, exploratory). Results show a positive and significant relationship between content appeal and travel interest, with a correlation coefficient of 0.472 and significance of 0.000 (p < 0.01), classified as moderate. The more appealing and informative the content, the higher the audience's interest in visiting the featured destination. These findings contribute theoretically to understanding social media's influence on audience behavior and practically to digital content-based tourism promotion strategies.
Transformasi Identitas Pengusaha Moree Coffee and Space Mochamad Haikal Nur Afif; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Public Relations 137-144
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.23825

Abstract

Abstract. This study explores the identity transformation experienced by the manager of Moree Coffee and Space, Kalik Ramdani, using a phenomenological approach. Identity transformation is understood as a dynamic process shaped by subjective experiences, social interactions, and self-awareness in performing professional roles. The emergence of coffee shops as creative and community spaces in Subang City positions Moree Coffee and Space not only as a workplace, but also as a social environment that facilitates personal growth and shifts in identity. This study focuses on three stages of identity transformation proposed by Todd (2004): habitus dissonance, internal dissonance, and the moment of intentionality. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The participants consisted of the manager, an assistant manager, two baristas, and one loyal customer, selected to capture multiple perspectives on everyday work experiences. The study examines how identity is constructed, negotiated, and interpreted within daily interactions in the coffee shop setting. At the time of writing, the research has reached the completion of Chapter III; therefore, this abstract presents only the research background, problem focus, objectives, and methodology, without reporting results or findings. The study is expected to contribute a deeper understanding of identity transformation among coffee shop managers.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses transformasi identitas yang dialami oleh manajer Moree Coffee and Space, Kalik Ramdani, melalui pendekatan fenomenologi. Transformasi identitas dipandang sebagai proses dinamis yang terbentuk dari pengalaman subjektif, interaksi sosial, serta kesadaran diri individu dalam menjalankan peran barunya. Perkembangan kedai kopi sebagai ruang kreatif dan ruang komunitas di Subang Kota menjadikan Moree Coffee and Space bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ruang sosial yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan diri dan perubahan konsep identitas bagi pengelolanya. Penelitian ini memfokuskan kajian pada tiga tahapan transformasi identitas menurut Todd (2004), yaitu disonansi habitus, disonansi internal, dan moment of intentionality. Melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, peneliti menggali pengalaman sadar manajer, asisten manajer, dua barista, dan satu pelanggan loyal untuk memahami bagaimana identitas manajer terbentuk dan dimaknai dalam konteks kehidupan kerja sehari-hari. Sampai pada tahap penyusunan Bab III, penelitian ini belum memasuki tahap penyajian hasil akhir dan analisis temuan, sehingga abstrak ini hanya mencakup latar belakang, fokus masalah, tujuan penelitian, serta metode yang digunakan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana identitas seorang pengelola kedai kopi dapat mengalami perubahan melalui pergulatan batin, interaksi sosial, dan ruang kerja yang mendukung proses transformasi diri.
Hubungan Terpaan Konten Unboxing Blind Box Labubu dengan Minat Beli Produk Pop Mart Agisni Nur Hidayah; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Communication Management 727 - 734
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.24999

Abstract

TikTok social media is currently one of the platforms widely used as a means of entertainment as well as digital marketing media. This study aims to determine how strong the relationship is between exposure to @naylajsmn unboxing content and interest in purchasing Pop Mart products. This study uses the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theory as the theoretical basis with the dimensions of content exposure studied including frequency, attention, and duration, while purchase intention is measured based on Ferdinand’s purchase intention indicators. This study uses a quantitative method with a correlational approach. The data collection technique was carried out through distributing questionnaires to viewers of unboxing content on the TikTok account @naylajsmn who left comments. The research sample consisted of 85 respondents determined using probability sampling techniques. The results showed that there was a positive and significant relationship between content exposure and purchase intention of 0.842 which was included in the Very Strong category and had a positive significance value. Then in the sub variables, the frequency dimension had a relationship of 0.641 which was included in the strong category, the attention aspect was 0.741 which was included in the strong category, and the duration dimension was 0.780 which was included in the strong category.   Media sosial TikTok saat ini menjadi salah satu platform yang banyak digunakan sebagai sarana hiburan sekaligus media pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan terpaan konten unboxing @naylajsmn dengan minat beli produk Pop Mart. Penelitian ini menggunakan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) sebagai landasan teori dengan dimensi terpaan konten yang diteliti meliputi frekuensi, atensi, dan durasi, sedangkan minat beli diukur berdasarkan indikator minat beli menurut Ferdinand. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korealasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada penonton konten unboxing akun TikTok @naylajsmn yang meninggalkan komentar. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara terpaan konten dan minat beli sebesar 0.842 yang termasuk dalam kategori Sangat Kuat dan nilai signifikansinya positif. Kemudian pada sub variabel, dimensi frekuensi memiliki hubungan sebesar 0.641 yang termasuk dalam kategori kuat, aspek atensi 0.741 yang termasuk dalam kategori kuat, dan dimensi durasi sebesar 0.780 yang termasuk dalam kategori kuat.
Makna Simbolik Komunikasi Ekspresif Tari Gandrung Liwung Ajeng Nur Rahmatika Miwangi Putri; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Communication Management 769 - 776
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25140

Abstract

Dance as a form of nonverbal communication conveys symbols, meanings, and expressions through movement, facial gestures, costumes, music, and performer–audience interaction. Gandrung Liwung, choreographed by Riyana Rosilawati, is a Sundanese creative dance inspired by peacock behavior and carries educational values for younger generations. This study emphasizes that dance performances present not only aesthetic beauty but also messages and meanings shaped by cultural context. The research aims to identify communication symbols in Gandrung Liwung and interpret their symbolic meanings during performances at Sanggar Pusat Olah Tari Setialuyu Bandung. Using a qualitative method with Herbert Blumer’s symbolic interaction perspective, data were collected through performance observation, in-depth interviews with the choreographer, dancers, and audiences, as well as photo and video documentation. Findings reveal symbols embedded in costumes, facial expressions, musical accompaniment, and movements, all of which reflect Sundanese cultural identity. Gandrung Liwung thus functions not only as an artistic expression but also as a medium of cultural education, fostering meaningful interactions throughout its performance.   Tarian sebagai bentuk komunikasi nonverbal memuat simbol, makna, dan ekspresi melalui gerak, ekspresi wajah, kostum, musik, serta interaksi dalam pertunjukan. Gandrung Liwung karya Riyana Rosilawati merupakan tari kreasi Sunda yang terinspirasi dari perilaku burung merak dan mengandung nilai edukatif bagi generasi muda. Penelitian ini menekankan bahwa pertunjukan tari tidak hanya menyajikan keindahan estetis, tetapi juga menyampaikan pesan dan makna melalui interaksi antara penari, penonton, dan konteks budaya. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi simbol komunikasi dalam ekspresi Gandrung Liwung serta memahami makna simbolik yang muncul dalam pertunjukan di Sanggar Pusat Olah Tari Setialuyu Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan perspektif interaksi simbolik Herbert Blumer. Data diperoleh melalui observasi pertunjukan, wawancara mendalam dengan koreografer, penari, dan penonton, serta dokumentasi foto dan video. Hasil penelitian menunjukkan adanya simbol dalam kostum, ekspresi wajah, musik, dan gerak yang mencerminkan identitas budaya Sunda. Gandrung Liwung tidak hanya menjadi representasi seni, tetapi juga sarana pendidikan nilai budaya dan interaksi bermakna dalam setiap pertunjukannya.
Pemanfaatan Konten Kuliner sebagai Promosi UMKM pada Platform Media Informasi Daffa Adnan Ghifari; Zulfebriges
Jurnal Riset Public Relations Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v3i2.3127

Abstract

Abstract. Instagram account that always provides informational content related to information about the Bandung area is Info, which is shortened to Infobdgcom. In the culinary content presented is the content "Enak Nih", in informative forms such as the meaning of a food, and infobdgcom also recommends the best culinary places choices from parties infobdgcom itself. The purpose of this research is to find out the style of message presented in packaging "Enak Nih" culinary content, to find out the use of Instagram features in presenting culinary content, to find out why culinary information is used as one of the mainstay content. This study uses qualitative methods and a case study approach by Robert k.Yin. In the style of the message presented in the packaging of the Enak Nih content itself, it is based on several things, the first is public segmentation where the segmentation targeted by Infobdg itself is all audiences, so the message style and language style presented use common language and the second is the character of the company itself which is a company that struggles in the field of information so that in the style of the message given it must really be accepted by the wider community, the third is Sundanese culture which is the source of the reason why Enak Nih is made the main diction for culinary content because the initial diction was ngabibita and also ngareunah euy that's where the base for the creation of the Enak Nih diction. Abstrak. Salah satu akun Instagram yang selalu memberikan konten informasi terkait informasi seputar daerah Bandung adalah Info yang disingkat menjadi Infobdgcom. Dalam konten kuliner yang disajikan adalah konten “Enak Nih”, berbentuk informatif seperti pengertian sebuah makanan, dan infobdgcom juga merekomendasikan tempat-tempat kuliner terbaik pilihan dari pihak infobdgcom sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gaya pesan yang disajikan dalam mengemas konten kuliner “Enak Nih”, untuk mengetahui pemanfaatan fitur Instagram dalam menyajikan konten kuliner, untuk mengetahui mengapa informasi kuliner dijadikan sebagai salah satu konten andalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus Robert k.Yin. Dalam gaya pesan yang disajikan dalam mengemas konten Enak Nih sendiri di dasari oleh beberapa hal yang pertama segmentasi public, jadi gaya pesan maupun gaya bahasa yang disajikan menggunakan bahasa umum dan yang kedua adalah karakter perusahaan sendiri yang dimana merupakan sebuah perusahaan yang bergelut dalam bidang informasi sehingga dalam gaya pesan yang diberikan harus benar-benar dapat diterima oleh masyarakat luas, yang ketiga dalah budaya sunda menjadi sumber penyebab kenapa Enak Nih di jadikan diksi utama konten kuliner karena yang awal diksinya adalah ngabibita dan juga ngareunah euy disitulah dasar terciptanya diksi Enak Nih.