Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpemilikan Jamban Dalam Keluarga Di Desa Hutarihit Kecematan Nainggolan Kabupaten Samosir Tahun 2024 Nur Masdalifah; Eka SR Sihombing; Riada M Pasaribu; Yeci T Simanjuntak
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11788

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu hal mendasar yang digunakan untuk memenuhi kehidupan manusia dalam mencapai tingkat kesehatan yang optimim. Jamban sehat adalah tempat yang aman dan nyaman untuk digunakan sebagai tempat buang air besar. Jamban keluarga merupakan suatu bangunan yang digunakan untuk pembuangan kotoran manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpemilikan jamban di desa Hutarihit Kecamatan Nainggolan Kabupaten Smosir Tahun 2024. Metode : jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan desain penelitian crossecsional. Populasi dalam penelitian ini adalah 43KK masyarakat yang tidak memiliki jamban dalam keluarga. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana seluruh populasi menjadi sampek yaitu 43 KK. Hasil : pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chisquare (p=0,5). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang oaling berpengaruh terhadap ketidak pemilikan jamban dalam kelurga (p=0,00), kurangnya pengetahuan tentang pentingnya sanitasi yang baik, (p=0,01), pendidkan, (p=(0,011), seta pendapatan, (p= 0,026), dan pendapatan. Berdasarkan penelitian ini prongram edukasi tentang sanitasi, dan perilaku tidak BABS perlu di tingkatkan untuk mendukung kepemilikan jamban dalam keluarga di daerah pedesaan
Pengaruh Pengetahuan Ibu Dan Ekonomi Keluarga Terhadap Kejadian Gizi Buruk Pada Balita Di Desa Hutatinggi Puskesmas Aek raja Tahun 2024 Sondang Sidabutar; Nur Masdalifah; Irmayani Simanjuntak; Rosenta Girsang
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12404

Abstract

Keberhasilan pembangunan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang baik, terutama dalam aspek kesehatan. Salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi di Indonesia adalah gizi buruk pada balita. Gizi yang tidak memadai pada balita seringkali dikaitkan dengan faktor sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi. Faktor-faktor tersebut berperan dalam menentukan status gizi balita dan dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik maupun intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan ibu dan kondisi ekonomi keluarga terhadap kejadian gizi buruk pada balita di Desa Hutatinggi, Puskesmas Aek Raja. Berdasarkan data yang diperoleh dari survei, terdapat peningkatan kasus gizi buruk di Desa Hutatinggi dari tahun 2022 hingga April 2024. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi gizi buruk, sehingga dapat menjadi dasar intervensi untuk mengurangi angka kejadian gizi buruk pada balita
Reliability and Responsiveness Drive Patient Satisfaction Among National Health‑Insurance Users at a Primary Health‑Care Center Nur Masdalifah; Eka SR. Sihombing; Sondang Sidabutar; Peterson Yosua Silaen; Arfyah Sagita Yunanda; Inri Monika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 6 (2026): June 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf170613

Abstract

Patient satisfaction is a critical indicator of service quality in primary health‑care settings and plays an essential role in strengthening the effectiveness of the national health‑insurance program. Physical facilities, service reliability, staff responsiveness, and professional assurance are widely recognized as core determinants of patient experience. This study was conducted to analyze the level of satisfaction among national health‑insurance users at the Bane Primary Health‑Care Center in Pematangsiantar in 2024 across four dimensions of service quality. The study employed a quantitative cross‑sectional design involving 98 respondents selected using the Slovin formula. Data were collected through structured questionnaires and analyzed descriptively. The results show varying levels of satisfaction across the four dimensions. Satisfaction was highest for reliability (70.4%) and responsiveness (65.8%), indicating that patients generally perceived the services as accurate, consistent, and delivered with adequate promptness. Tangible aspects also contributed positively, with 61.2% of patients expressing satisfaction, although limitations in physical facilities and equipment remained evident. Assurance demonstrated the lowest satisfaction level (47.1%), reflecting concerns about staff competence, communication clarity, and the ability to instill confidence. In conclusion, the findings highlight the need to strengthen physical infrastructure and enhance professional assurance while maintaining reliable and responsive service delivery. Improving these dimensions may contribute to higher patient satisfaction and support the overall effectiveness of the national health‑insurance system.Keywords: patient satisfaction; tangible; reliability; responsiveness; assurance; primary health care