Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi dan Pendidikan Karakter Berbasis Dongeng Cerita Rakyat pada Siswa Madrasah Tsanawiyah Yayasan Pendidikan Islam Padang Lawas, Gunung Tua Zakaria Siregar; Syukron Firdaus Siregar; Topan Bilardo; Haslinda Haslinda; Windo Fajar Utama; Siti Rahmah Putri; Fahmi Sabri; Muhammad Sidik Tarigan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.1048

Abstract

Rendahnya minat literasi dan perlunya penguatan karakter peserta didik menjadi tantangan yang dihadapi berbagai lembaga pendidikan pada era digital. Pemanfaatan media pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan berbasis budaya lokal diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter positif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan karakter peserta didik melalui pemanfaatan dongeng cerita rakyat di Madrasah Tsanawiyah Yayasan Pendidikan Islam Padang Lawas, Gunung Tua. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2026 dengan melibatkan 50 peserta didik kelas VII dan VIII. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Reflection Approach (PLRA) yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, persiapan program, pelaksanaan storytelling, diskusi interaktif, refleksi nilai karakter, serta evaluasi kegiatan. Pengukuran efektivitas program dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test yang mencakup aspek literasi dan karakter. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi dan pemahaman nilai karakter peserta didik. Rata-rata capaian aspek literasi meningkat dari 60,67% menjadi 90,00%, sedangkan aspek karakter meningkat dari 71,00% menjadi 90,50%. Peningkatan tertinggi pada aspek literasi terjadi pada indikator ketertarikan terhadap cerita rakyat, sedangkan pada aspek karakter terjadi pada indikator kepedulian sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa dongeng cerita rakyat merupakan media yang efektif untuk mengintegrasikan penguatan literasi, pendidikan karakter, dan pelestarian kearifan lokal. Program ini berpotensi menjadi model penguatan literasi berbasis budaya yang dapat diterapkan pada sekolah dan madrasah lainnya.
Communication Strategies of the Forum for National Integration in Maintaining Religious Harmony in North Sumatra Fauji Wikanda; Muhammad Idris; Zakaria Siregar
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.2020

Abstract

This study analyzes the communication strategies of the Forum for National Integration (FPK) in North Sumatra to maintain religious harmony amid societal diversity. The research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with 10 informants, including FPK administrators, religious leaders, community leaders, and members of the public, as well as through observation and documentation. The data were analyzed using thematic analysis, and validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. Research results show that FPK implements four main strategies, which are dialogical and participatory communication through interfaith dialogue and involving various community elements; persuasive communication through mediation and deliberation; preventive, educational, and digital strategies through socialization, seminars, engaging young people, and digital literacy; and institutional synergy with the government, FKUB, religious leaders, community leaders, educational institutions, community organizations, and the public. These strategies help build mutual understanding, reduce prejudice and misunderstandings, prevent conflict escalation, and strengthen social integration. However, implementation still faces obstacles such as limited coordination, conflicting interests, the complexity of social issues, and digital misinformation. This study emphasizes that maintaining harmony requires continuous communication that is dialogic, participative, persuasive, adaptive, and collaborative.