Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS PADA HARI PASAR DI PASAR KOTO BARU KABUPATEN TANAH DATAR Andreyani, Ni Putu Wulan; Suraharta, I Made; Hardiansyah, Irfan
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelancaran Lalu Lintas pada setiap kawasan mutlak harus didukung oleh kemampuan infrastruktur dalam memenuhi permintaan yang ada. Akan tetapi, penyediaan infrastruktur yang baik tanpa dibarengi oleh manajemen lalu lintas tidaklah akan menghasilkan kinerja lalu lintas yang optimal. Kedua hal tersebut harus dipenuhi secara bersamaan jika kita menginginkan kinerja lalu lintas secara optimal. Kabupaten Tanah Datar merupakan kabupaten yang sedang berkembang sehingga mobilitas perdagangan dan jasa cukup tinggi. Pasar Koto Baru merupakan pasar yang mempunyai letak yang cukup strategis berada pada ruas jalan yang memiliki fungsi jalan sebagai jalan arteri dan status jalan sebagai jalan nasional Pasar ini memiliki tingkat aktifitas perjalanan yang tinggi pada hari pasar sehingga ruas jalan di kawasan pasar ini memiliki volume lalu lintas yang tinggi. Bangkitan dan tarikan perjalanan pada hari pasar di Pasar Koto Baru ini menyebabkan tingginya pergerakan kendaraan dan pejalan kaki di kawasan tersebut yang terus bertambah seiring semakin berkembangnya pusat perdagangan dan jasa dan banyaknya gangguan-gangguan lalu lintas muncul pada ruas jalan tersebut seperti munculnya parkir kendaraan di badan jalan dan kurang tertibnya pengguna jalan terutama pejalan kaki. Melihat kondisi ini perlu adanya manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mengoptimalkan penggunaan prasarana yang ada, meningkatkan efisiensi pergerakan lalu lintas secara menyeluruh dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi serta menyeimbangkan permintaan terhadap prasarana yang ada. Manajemen dan rekayasa lalu lintas yang diterapkan harus mempertimbangkan pengaruh terhadap unjuk kerja lalu lintas. Berdasarkan hasil analisa, maka skenario penanganan yang diterapkan dapat menurunkan v/c ratio dari 0,88 menjadi 0,72 di ruas jalan yang paling bermasalah pada kondisi eksisting. Dalam pelaksanaan skenario penanganan tersebut, maka dukungan dari semua pihak yang terkait mutlak diperlukan sehingga Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mampu mensosialisasikan skenario yang diterapkan kepada masyarakat dan melakukan penekanan ketegasan hukum dalam pelaksanaannya di lapangan. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, V/C Ratio, Kecepatan, Kepadatan, Parkir, Pejalan Kaki, Waktu Operasi Angkutan Barang
Manajemen Dan Rekayasa Lalu Lintas Pasar Way Batu Kabupaten Pesisir Barat Hardiansyah, Irfan; Budiono, Iga Herdiana Purwanti; Dwi, Yanuar
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 10 No 2 (2019): December 2019
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v10i2.569

Abstract

Terwujudnya pelayanan lalu lintas adalah hal yang mutlak di lakukan demi mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya dapat membantu pembangunan di daerah. Jaringan jalan di kawasan Pasar Way Batu yang merupakan pusat perdagangan Kabupaten Pesisir Barat sangat membutuhkan pemilihan rekayasa lalu lintas terbaik dan sesuai untuk menyelesaikan permasalahan di kawasan Pasar Way Batu demi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pesisir Barat.Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Dan Rekayasa Lalu Lintas Pasar Way Batu Kabupaten Pesisir Barat. Penelitian dalam studi ini terbatas pada analisis sistem lalu lintas dan lebih spesifik pada pengaturan bongkar muat angkutan barang, penataan parkir dan pengaturan arus masuk keluar pasar dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan Unjuk kerja eksisting Ruas Jalan Way Batu memiliki V/C ratio sebesar 0,71 dengan kecepatan perjalanan mobil pada arah masuk adalah 43,9 km/jam dan kecepatan mobil pada arah keluar adalah 46,6 km/jam. Sedangkan kecepatan motor pada arah masuk adalah 33,6 km/jam dan kecepatan motor pada arah keluar adalah 29,8 km/jam. Kinerja Simpang tidak ber APILL di Pasar Way Batu memiliki kapasitas 1.149,71 smp/jam, dengan derajat kejenuhan 0,67 dan tundaan lalu lintas 48,86 det/smp. Sehingga, tingkat pelayanan pada simpang tersebut adalah B.
Integrasi Walkability Index dan Graph Theory untuk Evaluasi Konektivitas Jalur Pejalan Kaki di Pusat Kota Binjai Juara Panggabean; Irfan Hardiansyah; Eli Jumaeli
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17832

Abstract

Pusat Kota Binjai sebagai kawasan pusat kegiatan dengan intensitas mobilitas tinggi memerlukan fasilitas pejalan kaki yang aman, nyaman, terhubung, dan inklusif. Namun, kondisi eksisting menunjukkan masih terdapat trotoar yang rusak, jalur pejalan kaki yang terputus, minimnya fasilitas pendukung, hambatan oleh parkir liar dan pedagang kaki lima, serta rendahnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat walkability dan konektivitas jalur pejalan kaki di Pusat Kota Binjai serta merumuskan rekomendasi peningkatan fasilitas pejalan kaki yang berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan analisis kuantitatif melalui Walkability Index berdasarkan SE Menteri PUPR Nomor 15/SE/DB/2023 dan analisis konektivitas menggunakan Graph Theory. Persepsi pengguna diperoleh melalui survei terhadap 96 responden menggunakan rumus Cochran dan dianalisis dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Kapten Muslim, Jalan Husni Thamrin, Jalan Zainal Zakse, Jalan HOS Cokroaminoto, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani memiliki nilai walkability rendah dengan kategori kurang baik. Analisis konektivitas menunjukkan Jalan Kapten Muslim, Jalan Zainal Zakse, dan Jalan HOS Cokroaminoto memiliki tingkat konektivitas rendah akibat jalur pejalan kaki yang terputus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas trotoar, penyediaan fasilitas pendukung, fasilitas disabilitas, serta penyambungan jalur pejalan kaki perlu segera dilakukan. Rekomendasi penelitian berupa revitalisasi trotoar, pemasangan bollard, lampu penerangan, CCTV, jalur pemandu, dan peningkatan konektivitas antar pusat kegiatan. Implikasi penelitian ini diharapkan mendukung perencanaan transportasi perkotaan yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Signalized Intersection Optimization Using PKJI 2023 And Webster For Emission Reduction Novian Auruma Ramdhan; Irfan Hardiansyah; Veronica Veronica
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 2 (2026): Vol 5. No. 2 JULY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i2.951

Abstract

This research is motivated by the increasing traffic volume in Bantul Regency, which has led to a decline in the performance of signalized intersections and an increase in motor vehicle emissions. The purpose of this study is to evaluate the performance of Klangon 3-way intersection, Sedayu 4-way intersection, and Pedes 4-way intersection and to analyze the effectiveness of optimization using PKJI 2023 and the Webster method on traffic performance and emissions. This study uses a quantitative, descriptive, evaluative approach. The study population is all vehicle flows at signalized intersections, while the sample is determined by purposive sampling based on high-volume intersections during peak hours. The research instruments include a CTMC survey, intersection inventory forms, and geometric measurements. Data analysis techniques are carried out using PKJI 2023 to calculate capacity, degree of saturation, delay, and queue length, as well as the Webster method for signal time optimization, followed by emission estimation based on the LAPI-ITB model. The results showed that the Webster method significantly reduced delays and queue lengths, while the combined scenario provided the best results, with a delay reduction of up to 66.29 percent and reduced emissions due to reduced vehicle idle time. The study concluded that signal optimization and intersection geometric improvements are effective in improving traffic performance while reducing vehicle emissions.