Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pencegahan Bahaya Rabies dan Penaggulangan Pernikahan Anak di Usia Dini di Kabupaten Bone Amali, Febrian Zulfiansyah; Dandi Dandi; Mutiara Mutiara; Eva Eva; Mutiara Aprilia; Ridwan Ridwan; Muh. Amin Amir; Rifki Kurniawan; Hasriliandi Halim
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 3 No. 4 (2024): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v3i4.3331

Abstract

Rabies can attack all types of warm-blooded animals and humans. Symptoms of rabies in humans usually begin with fever, headache, difficulty swallowing, fear of water, sensitivity to wind and sound stimuli and end in death. Control of rabies is generally done by vaccination and elimination of stray/wild dogs, in addition to socialization programs and supervision of rabies-transmitting animal traffic (HPR). While in early marriage, it has a negative impact on teenagers and when living in a family, early marriage can be caused by several   factors,   namely,   social   factors,   economic   factors, educational factors. Prevention of early marriage can be done by providing education about the dangers and impacts of early marriage
Bobot Potong dan Persentase Karkas Puyuh Fase Grower Yang Diberi Tepung Maggot (Musca domestica) Dandi Dandi; Ali Bain; Hamdan Has
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 1 (2022): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i1.23551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bobot potong dan persentase karkas puyuh fase grower yang diberi tepung maggot yang didesain menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dalam 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan terdiri atas ; (P0) Kontrol, (P1) Tepung maggot 4% (P2) Tepung maggot 6%, (P3) maggot 8%, (P4) Tepung  maggot 10%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan berpengaruh nyata terhadap bobot potong dan persentase karkas, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap lemak abdominal. Penggunaan tepung maggot dalam ransum belum dapat memperbaiki bobot potong, persentase karkas tetapi belum dapat memperbaiki lemak abdominal puyuh fase grower. Penggunaan tepung maggot pada level 10% menurunkan bobot potong dan persentase karkas.